Dalam sebuah kehidupan, masing-masing dari kita memiliki tujuan hidup untuk bisa bersama dalam satu tujuan dan ikatan. Indonesia merupakan sebuah negara yang kaya akan sebuah tradisi dan kebudayaan. Salah satu bentuk perwujudan sebuah ikatan yakni dengan melakukan sebuah pernikahan menggunakan tradisi budaya yang dimiliki salah satunya adalah tradisi pernikahan milik suku Betawi. Keindahan pada budaya Betawi yang bersahaja menyangkut sejarah, makna, filosofi serta upacara yang berkaitan dengan masyarakat. Suku Betawi sendiri berada di wilayah Daerah Khusus Ibukota. Jakarta dan sekitarnya yang tentunya masih menjalankan tradisi Adat suku Betawi. Keunikan tradisi pernikahan adat Betawi adalah menggunakan sepasang roti berbentuk buaya yang digunakan sebagai lambang kesetiaan bagi kedua pasangan dalam mengarungi kehidupan berumah tangga. Dalam tradisi pernikahan roti buaya adat Betawi ini memiliki makna dan juga filosofis yang baik kepada Tuhan Yang Maha Esa kemudian doa dan harapan- harapan baik tersebut ditujukan untuk kedua mempelai agar rumah tangga yang bertahan lama, dengan mengandung harapan baik seperti kesetiaan, kemapanan, cinta kasih sampai akhir hayatnya. Tujuan penelitian ini digunakan untuk mengetahui makna dan filosofis dari penggunaan roti buaya sebagai lambang kesetiaan perkawinan adat Betawi. Metode yang digunakan dalam pembuatan penelitian ini dengan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi yang menjadikan informan sebagai subjek penelitian.
Copyrights © 2023