Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

AUDIT OPERASIONAL DALAM MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PENJUALAN PADA PT. FASTRATA BUANA Nurhayati Siregar; Abdu Rahman; Herianto Gilang Aryathama
Ekonomi & Bisnis Vol 21 No 2 (2022): Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol 21 No 2 Desember 2022
Publisher : Politeknik Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32722/eb.v21i2.5222

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana peran Audit Operasional dalam meningkatkan Penjualan, Memahami lebih jauh mengenai audit operasional, ada baiknya terlebih dahulu memahami apa itu audit. Dalam menguraikan definisi-definisi dari audit, setiap pengarang pastinya memiliki penafsiran yang berbeda-beda tergantung dari jenis pendekatan yang digunakan setiap pengarang. Audit merupakan suatu ilmu yang digunakan untuk melakukan penilaian terhadap pengendalian internal yang bertujuan untuk memberikan perlindungan dan pengamanan supaya dapat mendeteksi terjadinya penyelewengan dan ketidak wajaran yang dilakukan dalam perusahaan. Proses audit sangat diperlukan suatu perusahaan karena dengan proses tersebut seorang akuntan public dapat memberikan pernyataan pendapat terhadap kewajaran atau kelayakan laporan keuangan berdasarkan standar audit yang berlaku umum atau lebih singkatnya audit pemeriksaan dalam arti luas bermakna evaluasi terhadap suatu organisasi sistem, proses atau produk. Audit di laksanakan oleh pihak yang kompeten, objektif dan tidak memihak yang di sebut auditor. Kata kunci : Return On Assets, Rasio Keuangan
Analisis Faktor-Faktor Yang Menarik Minat Wisatawan Terhadap Keputusan Pemilihan Rumah Makan Di Sumatera Selatan Mustika Permatasari; Abdu Rahman; Zulkifli Harahap; Rahmat Mandasini
Pusaka : Journal of Tourism, Hospitality, Travel and Business Event Vol. 2, No 2 August (2020)
Publisher : Politeknik Pariwisata Makassar, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33649/pusaka.v2i2.49

Abstract

Sebagai salah satu provinsi yang kaya akan keanekaragaman kuliner, Sumatera Selatan siap menjadi destinasi wisata kuliner dunia. Penelitian ini dilaksanakan di Sumatera Selatan yang dipilih secara purposive sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah Wisatawan yang berkunjung di Sumatera Selatan. Analisa data yang digunakan yaitu statistik deskriptif dan statistik inferens parametrik untuk pengujian hipotesis dengan menggunakan Regresi Linier Berganda melalui program komputer SPSS 22. Berdasarkan hasil uji t diperoleh nilai t hitung lebih kecil t tabel (-4,811<1 ,985), hal ini menunjukkan bahwa variabel harga makanan (X1) tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat pemilihan (Y) Rumah Makan di Sumatera Selatan. Berdasarkan hasil uji t diperoleh nilai t hitung lebih besar t tabel (3,570>1,985), hal ini menunjukkan bahwa variabel kualitas layanan (X2) berpengaruh signifikan terhadap tingkat pemilihan (Y) Rumah Makan di Sumatera Selatan. Berdasarkan hasil uji t diperoleh nilai t hitung lebih kecil dari t tabel (3,464<1,985), hal ini menunjukkan bahwa variabel aksesbilitas (X3) berpengaruh signifikan terhadap tingkat pemilihan (Y) Rumah Makan di Sumatera Selatan. Berdasarkan hasil uji t diperoleh nilai t hitung lebih besar t tabel (6,766>1,985), hal ini menunjukkan bahwa variabel kualitas makanan (X4) berpengaruh signifikan terhadap tingkat pemilihan (Y) Rumah Makan di Sumatera Selatan.
An Analysis Of The Determination Of The Cost Of Production Based On Order At Yanto Mie Milling Business In Muara Bangkahulu Of Bengkulu City Elisabeth Sekar Ambar Pratiwi; Neri Susanti; Abdu Rahman
Jurnal Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi Review Vol. 3 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/emba.v3i1.1190

Abstract

This study aims to find out the calculation of the cost of production based on orders placed by the Yanto Mie Milling Business and using job order costing in August 2022. The cost of production is a cost incurred to process or produce raw materials into goods ready for sale. In this study using the job order costing method where the cost of all production costs is collected for a particular product which can be separated from the identity of each product and the cost price is determined individually or the collection of production costs to determine production prices in businesses that produce products on an order basis. Yanto Mie Milling Business is engaged in culinary business or food sources. This business has been established since 2014 until now, which is located at Grand Kopri Housing Block A No. 88, Muara Bangkahulu, Bengkulu City. The analytical method in this study uses quantitative research. The results of the study show that there is a difference in the calculation of the cost of production carried out by the Yanto Mie Milling Business and that carried out by the author using job order costing. The calculation of the cost of goods carried out by the Yanto Mie Milling Business is Rp. 14,077,000, while the author uses job order costing of Rp. 14,867,000. The difference between the two calculations is Rp. 790,000. Because the Yanto Mie Milling Business still has a lot of costs that are not charged in the calculation of the cost of production, such as overhead costs that are not charged and non-production costs that are not charged. There is a difference in determining the selling price in this study, the difference is Rp. 1,518. The difference in the selling price was caused because the Yanto Mie Milling Business was not based on a percentage. That way the difference in profit/kg between the two calculations is IDR 1,365.
Pemberdayaan UMKM Pariwisata melalui Pelatihan Pengelolaan Homestay dan Inovasi Produk Kuliner Berbasis Potensi Lokal di Desa Wisata Darubiah Kabupaten Bulukumba Abdu Rahman; Nurjannah; Risman Jaya
PADAIDI: Journal of Tourism Dedication Vol. 3 No. 1 (2026): PADAIDI: Journal of Tourism Dedication
Publisher : Politeknik Pariwisata Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33649/

Abstract

Desa Wisata Darubiah di Kabupaten Bulukumba memiliki potensi wisata alam, budaya, dan kuliner yang dapat dikembangkan sebagai penggerak ekonomi masyarakat. Namun, pengelolaan usaha pariwisata, khususnya homestay dan UMKM kuliner, masih menghadapi berbagai kendala berupa keterbatasan pengetahuan mengenai standar pelayanan, higiene dan sanitasi, serta inovasi produk berbasis potensi lokal. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan homestay dan pengembangan produk kuliner berbasis bahan baku lokal. Kegiatan dilaksanakan di Desa Wisata Darubiah, Kecamatan Bontobahari, Kabupaten Bulukumba, dengan melibatkan 20 peserta yang terdiri atas pengelola homestay, anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), pelaku UMKM, dan masyarakat setempat. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi kebutuhan, Focus Group Discussion (FGD), pelatihan, praktik, pendampingan, dan evaluasi. Materi yang diberikan mencakup pengelolaan homestay, pelayanan prima (hospitality), higiene dan sanitasi, pemasaran digital, serta inovasi produk Banana Bread berbahan baku pisang lokal. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam pengelolaan usaha pariwisata dan UMKM. Selain itu, peserta mampu memahami pentingnya standar pelayanan, kebersihan, dan inovasi produk sebagai upaya meningkatkan daya saing usaha. Umpan balik peserta menunjukkan tingkat kepuasan yang tinggi terhadap pelaksanaan kegiatan. Program ini memberikan kontribusi positif dalam pemberdayaan masyarakat dan mendukung pengembangan Desa Wisata Darubiah sebagai destinasi wisata berbasis masyarakat yang berkelanjutan.
Pemberdayaan UMKM Pariwisata melalui Pelatihan Pengelolaan Homestay dan Inovasi Produk Kuliner Berbasis Potensi Lokal di Desa Wisata Darubiah Kabupaten Bulukumba Abdu Rahman; Nurjannah; Risman Jaya
PADAIDI: Journal of Tourism Dedication Vol. 3 No. 1 (2026): PADAIDI: Journal of Tourism Dedication
Publisher : Politeknik Pariwisata Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33649/

Abstract

Desa Wisata Darubiah di Kabupaten Bulukumba memiliki potensi wisata alam, budaya, dan kuliner yang dapat dikembangkan sebagai penggerak ekonomi masyarakat. Namun, pengelolaan usaha pariwisata, khususnya homestay dan UMKM kuliner, masih menghadapi berbagai kendala berupa keterbatasan pengetahuan mengenai standar pelayanan, higiene dan sanitasi, serta inovasi produk berbasis potensi lokal. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan homestay dan pengembangan produk kuliner berbasis bahan baku lokal. Kegiatan dilaksanakan di Desa Wisata Darubiah, Kecamatan Bontobahari, Kabupaten Bulukumba, dengan melibatkan 20 peserta yang terdiri atas pengelola homestay, anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), pelaku UMKM, dan masyarakat setempat. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi kebutuhan, Focus Group Discussion (FGD), pelatihan, praktik, pendampingan, dan evaluasi. Materi yang diberikan mencakup pengelolaan homestay, pelayanan prima (hospitality), higiene dan sanitasi, pemasaran digital, serta inovasi produk Banana Bread berbahan baku pisang lokal. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam pengelolaan usaha pariwisata dan UMKM. Selain itu, peserta mampu memahami pentingnya standar pelayanan, kebersihan, dan inovasi produk sebagai upaya meningkatkan daya saing usaha. Umpan balik peserta menunjukkan tingkat kepuasan yang tinggi terhadap pelaksanaan kegiatan. Program ini memberikan kontribusi positif dalam pemberdayaan masyarakat dan mendukung pengembangan Desa Wisata Darubiah sebagai destinasi wisata berbasis masyarakat yang berkelanjutan.
Slow Tourism and Sustainable Tourism: A Study in the Losari Beach Tourism Area, Makassar City Marshanda Ma&#039;rief Attas; Abdu Rahman; Sri Wahyuni
Wonderful-Journal of Tourism Destination Vol. 1 No. 2 (2026): July
Publisher : Politeknik Pariwisata Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study was conducted to analyze and identify the indirect role of the Makassar city government in the concepts of slow tourism and sustainable tourism in the Losari Waterfront Tourism Area. The study aims to identify the challenges in implementing slow tourism and sustainable tourism, followed by outlining effective policy planning strategies to support slow tourism and sustainable tourism in the Losari Waterfront Tourism Area, Makassar City. The methodology used in this study is a qualitative descriptive research method. The data collection techniques for this qualitative research involve the researcher interacting directly through observation, interviews, and literature reviews from journals or related documents. The research results indicate that the Makassar City Government, through the Tourism Office, has indirectly supported the implementation of the slow tourism concept, where the elements of attractions, facilities, and accessibility are already quite good. However, there are still challenges to be overcome if the concept of slow tourism and sustainable tourism is to be officially implemented. Therefore, to implement this concept, a policy roadmap is needed that gradually outlines the implementation of slow tourism in the Losari Beach tourist area, Makassar City.
Potret Pengelolaan Destinasi Wisata Pantai Losari Kota Makassar Abdu Rahman; Shella Asrianti Safitri; Afril Lira; Afifah Faradiba; Muh. Reyqfan Haikal; M. Anugrah
ITINERARY: Journal of Travel Operation and Travel Business Vol. 1 No. 2 (2025): ITINERARY: Journal of Travel Operation and Travel Business
Publisher : Politeknik Pariwisata Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33649/6nd35y81

Abstract

Pantai Losari merupakan ikon wisata utama di Kota Makassar yang memiliki potensi strategis dalam pengembangan pariwisata berbasis branding. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi branding dan studi kelayakan destinasi wisata Pantai Losari dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi branding belum berjalan optimal, terbukti dari rendahnya persepsi positif wisatawan terhadap fasilitas dan kenyamanan. Analisis kelayakan menunjukkan bahwa kawasan ini layak dikembangkan dengan beberapa perbaikan pada aspek infrastruktur, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat lokal. Rekomendasi strategis meliputi penataan kawasan, peningkatan kualitas ruang publik, promosi digital, dan penguatan citra destinasi berbasis kearifan lokal.
Analisis Kelayakan Pengembangan Wisata Budaya Berbasis Heritage Tourism di Fort Rotterdam Makassar Putri Nirmala; Hesti Hesti; Nayla Nitaqaeni; Abdu Rahman; Jessica Maura; Al Fajhar Ibnu Fadila Muslimin
ITINERARY: Journal of Travel Operation and Travel Business Vol. 1 No. 2 (2025): ITINERARY: Journal of Travel Operation and Travel Business
Publisher : Politeknik Pariwisata Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33649/awfyxh44

Abstract

Fort Rotterdam merupakan salah satu destinasi warisan budaya penting di Indonesia, namun potensi pariwisatanya belum dikembangkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan pengembangan wisata budaya di Fort Rotterdam Makassar dengan menggunakan perspektif kesiapan destinasi (destination readiness). Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi lapangan, studi dokumentasi, dan penilaian terhadap para pemangku kepentingan. Analisis data dilakukan menggunakan kerangka 4A yang meliputi Attraction (daya tarik), Accessibility (aksesibilitas), Amenities (fasilitas pendukung), dan Ancillary Services (layanan pendukung kelembagaan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Fort Rotterdam memiliki daya tarik budaya dan sejarah yang kuat, aksesibilitas yang strategis, serta potensi yang tinggi untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata warisan budaya (heritage tourism). Namun demikian, masih terdapat beberapa keterbatasan pada aspek fasilitas pengunjung, layanan interpretasi sejarah, dukungan teknologi digital pariwisata, dan partisipasi masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Fort Rotterdam layak untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai destinasi wisata budaya, dengan syarat dilakukan peningkatan infrastruktur, pengembangan sistem interpretasi digital, serta penguatan program pariwisata berbasis masyarakat (community-based tourism). Temuan penelitian ini memberikan kontribusi bagi perencanaan dan pengembangan wisata warisan budaya yang berkelanjutan pada destinasi budaya perkotaan.