Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS NILAI TAMBAH TERHADAP PENDAPATAN INDUSTRI RUMAH TANGGA OLAHAN SUKUN (Artocarpus Altilis(Park.)Fosberg) MENJADI KERIPIK SUKUN Annisa Fitri Lubis; Sri Wahyuni; Farida Yani
JURNAL AGRO NUSANTARA Vol. 2 No. 2 (2022): JURNAL AGRO NUSANTARA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.606 KB) | DOI: 10.32696/jan.v2i2.1495

Abstract

Sukun (Artocarpusaltilis (Park.) Fosberg )merupakan tanaman jenis nangka-nangkaan. Buah sukun menjadi salah satu komoditas yang saat ini diolah para industry rumah tangga, salah satunyaadalah industry rumah tangga ibu Epi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai tambah terhadap pendapatan olahan sukun menjadi keripik sukun milik ibu Epi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Metode Hayami. Dari hasil analisis diperoleh rata-rata penjualan keripik sebesar Rp. 4.480.000dengan sekali produksi/Minggu 56kg. Dengan nilai tambah sebesar Rp.3.595.000-/produksi dan rasio nilai tambah7,41%. Marjin sebesar Rp.4.130.000.- dengan sumbangan biaya input lain sebesar 0,13% dan keuntungan sebesar 0,87%.
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN GURU SMA AL MANAR TENTANG EPISTAKSIS PADA SISWA Nadhyla Insyira Atala; Rifdah Nabilah; Steffany Al Afiz; Annisa Fitri Lubis; Lestari, Ira Cinta
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 23 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v23i1.568

Abstract

Epistaksis atau mimisan adalah episode akut perdarahan hidung yang sering terjadi pada anak-anak akibat luka traumatis di lingkungan sekolah. Lebih dari 50% anak antara 6 dan 10 tahun mengalami setidaknya satu episode epistaksis. Sekitar 30% dari masa hidup anak usia sekolah dihabiskan di sekolah. Sebagian besar waktu di sekolah berada dibawah pengawasan guru. Karena hal tersebut, guru adalah personel utama untuk menangani kebutuhan kesehatan yang mendesak selama jam sekolah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat pengetahuan guru SMA Al Manar tentang epistaksis yang terjadi pada siswa. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional study. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebesar 17 responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang terdiri atas 10 butir pertanyaan dimensi pengetahuan guru tentang epistaksis mencakup pemahaman mengenai pengertian, faktor penyebab, pencegahan, dan penanganan epistaksis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang memiliki tingkat pengetahuan tentang epistaksis dengan kategori baik sebanyak 10 orang (58,8%), kategori cukup sebanyak 5 orang (29,4%), dan kategori kurang sebanyak 2 orang (11,8%). Berdasarkan hasil tersebut, maka disimpulkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan tentang epistaksis dengan kategori baik.