Agus Riwanda
Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Interaksi Pembelajaran Terhadap Kepuasan Mahasiswa Pada Pembelajaran Daring Muhammad Ridha; Muhammad Irfan Islamy; Agus Riwanda; Noor Hasanah
Jurnal PTK dan Pendidikan Vol 9, No 1 (2023): Januari - Juni
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/ptk.v9i1.8722

Abstract

Abstract: Online learning provides more opportunities and flexibility in constructing knowledge and acquire skills. However, it also creates transactional distance. Students become more anxious and feel pressured. The distance makes the learning process does not meet student needs and interests. Learning interaction offers a key to minimize the distance and ensuring learning satisfaction. Satisfaction indicates the meaningful activities in the learning process. This research aims to investigate the effect of balanced interaction between humans and learning content on student satisfaction. A Quasi-experimental posttest-only group design was used. The experimental group was taught using an online flipped classroom with balanced interaction, and the control group was taught using a traditional online classroom. Two intact classes that consist of 44 students were used. This research found out that level of student satisfaction in both groups were at a moderate level. Although statistically not significant, the mean differences showed that students in the control group felt more satisfied than students in the experimental group. Keywords: Flipped Classroom, Interaction, Online Learning, Satisfaction. Abstrak: Pembelajaran daring memberikan lebih banyak kesempatan dan fleksibilitas dalam membangun pengetahuan dan memperoleh keterampilan. Namun, hal itu juga menciptakan jarak transaksional. Mahasiswa menjadi lebih cemas dan merasa tertekan. Jarak membuat proses pembelajaran tidak sesuai dengan kebutuhan dan minat mahasiswa. Interaksi belajar menawarkan kunci untuk meminimalkan jarak dan memastikan kepuasan mahasiswa terhadap pembelajaran. Kepuasan pembelajaran menunjukkan adanya kegiatan yang bermakna dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi pembelajaran seimbang antara manusia dan konten pembelajaran terhadap kepuasan mahasiswa. Penelitian ini menggunakan kuasi eksperimen dengan posttest-only group design. Kelompok eksperimen dibelajarkan menggunakan strategi kelas terbalik daring yang dipadukan dengan interaksi seimbang, dan kelompok kontrol dibelajarkan menggunakan strategi kelas daring tradisional. Penelitian ini menggunakan dua kelas utuh yang terdiri atas 44 mahasiswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat kepuasan mahasiswa pada kedua kelompok berada pada tingkat sedang. Meskipun secara statistik tidak signifikan, perbedaan rata-rata menunjukkan bahwa mahasiswa di kelompok kontrol merasa lebih puas daripada mahasiswa di kelompok eksperimen.Kata Kunci: Kelas Terbalik, Kepuasan, Interaksi Pembelajaran, Pembelajaran Daring.
Assessing the Impact of Minimum Learning Mastery Standard on the Effectiveness of Follow-Up Programs in Madrasa Agus Riwanda; Kamal Yusuf; Akhmad Najibul Khairi Syaie
EDUKASIA Vol 19, No 1 (2024): EDUKASIA
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/edukasia.v19i1.24831

Abstract

This study aims to analyse the assessment and follow-up processes of Arab learning at Madrasah Aliyah using qualitative methods with a phenomenological approach. It involved 24 Arabic language teachers from Madrasah Aliyah in South Kalimantan. The findings indicated that Minimum Learning Mastery Standards (MLMS) were not adjusted to accommodate student characteristics, subject competencies, and educational unit conditions. Consequently, learning assessments became less credible, often serving merely to fulfil MLMS requirements. Both enrichment and remedial follow-up were perceived as formalities, lacking a basis in the analysis of student assessments, which undermined students' motivation to learn. Teachers encountered ethical dilemmas in assessment and decision-making processes, exacerbated by external pressures for students to meet MLMS benchmarks. The study emphasizes the importance of reducing external pressures in determining MLMS, enhancing teacher competence in adopting new assessment methods, and improving evaluation systems. These improvements are crucial for developing evidence-based structured enrichment and remedial programs