Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Praktik Jurnalisme Bencana pada Program Kentongan RRI Madiun Annisa Hudayatus Shofa; Eli Purwati; Deny Wahyu Tricana
Jurnal Ilmiah Komunikasi Makna Vol 11, No 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FBIK Unissula

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jikm.v11i1.22694

Abstract

Indonesia is a country with a high potential for disaster. In 2021 BNPB recorded 5,402 disasters had occurred in Indonesia. Indonesian people need education and information about disasters and how to prevent them. Disaster and its impacts can be informed through the mass media to the public. One of them is Radio which provides efficiency and effectiveness in delivering information about the risks and impacts of disasters, epidemics, and other disasters. In response to this situation, RRI presented a broadcast program "Kentongan" as one of the disaster mitigation efforts. This study aims to find out how disaster journalism practices by RRI Madiun in carrying out their duties as a disaster response radio. After conducting the interview and observation process, it was found that through the Kentongan broadcast program, RRI Madiun presented disaster information for the Madiun area and its surroundings. This program presented in an interactive dialogue with experts in the field of disaster. In its implementation, RRI Madiun is guided by broadcasting guidelines from the RRI Head Office based on the principles of Disaster Journalism to ensure the quality of news presented to the public. Indonesia adalah negara dengan wilayah rentan bencana. Pada tahun 2021 saja, BNPB mencatat 5.402 bencana terjadi di Indonesia. Masyarakat Indonesia memerlukan edukasi dan informasi mengenai bencana dan upaya pencegahannya. Pemahaman terhadap bencana dan dampaknya dapat diinformasikan melalui media massa kepada publik. Salah satunya dengan media radio yang kemudahannya memungkinkan efisiensi dan efektivitas penyampaian informasi seputar risiko dan dampak bencana, wabah, maupun bencana lainnya. Menanggapi situasi tersebut RRI menghadirkan sebuah program siaran “Kentongan” sebagai salah satu upaya mitigasi bencana. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui bagaimana praktik jurnalisme bencana yang dilakukan oleh RRI Madiun dalam menjalankan tugasnya sebagai radio tanggap bencana. Setelah dilakukan proses wawancara dan observasi didapati bahwa melalui program siaran Kentongan, RRI Madiun menyajikan informasi kebencanaan untuk wilayah Madiun dan sekitarnya. Program ini dibawakan dalam sebuah dialog interaktif dengan narasumber dari para ahli dalam bidang kebencanaan. Dalam pelaksanaannya RRI Madiun berpedoman pada panduan penyiaran dari RRI Pusat dan menerapkan prinsip Jurnalisme Bencana guna menjamin kualitas berita yang disuguhkan untuk khalayak.
Peningkatan Kompetensi Human-Machine Communication (HMC) Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Ponorogo Eli Purwati; Krisna Megantari; Deny Wahyu Tricana; Syahdinia Dwi Aprilia Putri; Pramana
Elevasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Vol. 2 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Arfah BHMS Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63980/elevasi.v2i1.123

Abstract

Perkembangan Artificial Intelligence (AI) telah mengubah praktik komunikasi mahasiswa, khususnya dalam konteks akademik dan digital. Mahasiswa semakin terbiasa berinteraksi dengan sistem AI, namun sering kali belum dibekali pemahaman kritis dan etis mengenai Human-Machine Communication (HMC). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi HMC mahasiswa Universitas Muhammadiyah Ponorogo agar mampu memanfaatkan AI secara reflektif, bertanggung jawab, dan tetap menjunjung nilai nilai komunikasi manusia. Metode pengabdian dilaksanakan selama delapan bulan melalui lima tahap, yaitu persiapan, sosialisasi, pelatihan, simulasi, serta evaluasi dan refleksi, dengan pendekatan partisipatif dan experiential learning. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman mahasiswa terhadap konsep HMC, kesadaran terhadap keterbatasan dan bias AI, serta perubahan sikap dari penggunaan AI yang bersifat substitutif menuju penggunaan yang strategis dan etis. Program ini juga memperkuat sikap reflektif mahasiswa dalam menempatkan manusia sebagai pengendali utama dalam praktik komunikasi berbasis teknologi. Kegiatan pengabdian ini berkontribusi pada penguatan literasi Human-Machine Communication di pendidikan tinggi dan relevan untuk dikembangkan secara berkelanjutan melalui integrasi dalam kurikulum dan program pengembangan mahasiswa.