Perkembangan Artificial Intelligence (AI) telah mengubah praktik komunikasi mahasiswa, khususnya dalam konteks akademik dan digital. Mahasiswa semakin terbiasa berinteraksi dengan sistem AI, namun sering kali belum dibekali pemahaman kritis dan etis mengenai Human-Machine Communication (HMC). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi HMC mahasiswa Universitas Muhammadiyah Ponorogo agar mampu memanfaatkan AI secara reflektif, bertanggung jawab, dan tetap menjunjung nilai nilai komunikasi manusia. Metode pengabdian dilaksanakan selama delapan bulan melalui lima tahap, yaitu persiapan, sosialisasi, pelatihan, simulasi, serta evaluasi dan refleksi, dengan pendekatan partisipatif dan experiential learning. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman mahasiswa terhadap konsep HMC, kesadaran terhadap keterbatasan dan bias AI, serta perubahan sikap dari penggunaan AI yang bersifat substitutif menuju penggunaan yang strategis dan etis. Program ini juga memperkuat sikap reflektif mahasiswa dalam menempatkan manusia sebagai pengendali utama dalam praktik komunikasi berbasis teknologi. Kegiatan pengabdian ini berkontribusi pada penguatan literasi Human-Machine Communication di pendidikan tinggi dan relevan untuk dikembangkan secara berkelanjutan melalui integrasi dalam kurikulum dan program pengembangan mahasiswa.
Copyrights © 2026