Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengembangan Batikpreneur Muda melalui Workshop Digital Marketing pada Siswa Jurusan Kriya Batik SMKN 9 Surakarta Haris Annisari Indah Nur Rochimah; Nisa Nurmauliddiana Abdulah; Pramana; Tasya Amelia Putri Diandra; Ajeng Fitri Inayah; Ahmad Saifullah; Deanisa Fatmawati
Elevasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Vol. 2 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Arfah BHMS Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63980/elevasi.v2i1.121

Abstract

Wastra Nusantara menjadi salah satu kekayaan warisan tak benda yang dimiliki Indonesia yang perlu dilestarikan oleh generasi muda Indonesia. Batik merupakan salah satu warisan wastra nusantara yang saat ini mengalami degradasi makna dan filosofi karena adanya revolusi industri dan tren fast fashion yang akhir-akhir ini masuk ke industri tekstil Indonesia. Pelestarian budaya dan kebermanfaatan ekonomi bagi pengrajin Batik tentu tidak bisa lepas dan harus terus selaras. Hal ini dapat dimulai dengan memberikan edukasi dan pelatihan soft skill bagi siswa SMKN 9 Surakarta jurusan kriya batik-tekstil yang memiliki fokus pada produksi kerajinan batik. Di era Revolusi Industri 4.0 dan transformasi menuju Society 5.0, digital marketing menjadi aspek penting yang tidak hanya berpengaruh di tingkat lokal, tetapi juga berkaitan dengan isu global, seperti persaingan bisnis berbasis teknologi, pergeseran pola konsumsi masyarakat ke ranah digital, serta meningkatnya kebutuhan akan inovasi pemasaran yang cepat dan efektif. Perubahan ini menuntut generasi muda, khususnya siswa SMK jurusan kriya batik tekstil, untuk tidak sekadar menjadi pengrajin Batik, tetapi juga diarahkan agar mampu menjadi entrepreneur yang kreatif, mandiri, dan siap bersaing dalam ekosistem digital yang kompetitif. Melalui pemahaman tentang strategi pemasaran online, siswa SMK diarahkan untuk mampu membuat konten kreatif, menggunakan aplikasi editing, memahami algoritma media sosial, hingga membangun brand batik secara digital. Batikpreneur menjadi gerakan pembelajaran yang tidak hanya menekankan pelestarian batik dan teori, tetapi juga praktik langsung sehingga siswa dapat mengasah kreativitas, berpikir kritis, dan melihat peluang usaha secara inovatif. Dengan demikian, penguatan jiwa wirausaha diharapkan mendorong siswa kriya batik tekstil untuk mandiri serta siap menciptakan peluang bisnis di era digital di bidang Batik.
Peningkatan Kompetensi Human-Machine Communication (HMC) Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Ponorogo Eli Purwati; Krisna Megantari; Deny Wahyu Tricana; Syahdinia Dwi Aprilia Putri; Pramana
Elevasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Vol. 2 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Arfah BHMS Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63980/elevasi.v2i1.123

Abstract

Perkembangan Artificial Intelligence (AI) telah mengubah praktik komunikasi mahasiswa, khususnya dalam konteks akademik dan digital. Mahasiswa semakin terbiasa berinteraksi dengan sistem AI, namun sering kali belum dibekali pemahaman kritis dan etis mengenai Human-Machine Communication (HMC). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi HMC mahasiswa Universitas Muhammadiyah Ponorogo agar mampu memanfaatkan AI secara reflektif, bertanggung jawab, dan tetap menjunjung nilai nilai komunikasi manusia. Metode pengabdian dilaksanakan selama delapan bulan melalui lima tahap, yaitu persiapan, sosialisasi, pelatihan, simulasi, serta evaluasi dan refleksi, dengan pendekatan partisipatif dan experiential learning. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman mahasiswa terhadap konsep HMC, kesadaran terhadap keterbatasan dan bias AI, serta perubahan sikap dari penggunaan AI yang bersifat substitutif menuju penggunaan yang strategis dan etis. Program ini juga memperkuat sikap reflektif mahasiswa dalam menempatkan manusia sebagai pengendali utama dalam praktik komunikasi berbasis teknologi. Kegiatan pengabdian ini berkontribusi pada penguatan literasi Human-Machine Communication di pendidikan tinggi dan relevan untuk dikembangkan secara berkelanjutan melalui integrasi dalam kurikulum dan program pengembangan mahasiswa.
Pelatihan Berbasis Praktik Editing Foto sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Iklan Digital UMKM di Apartemen Transit Ujung Berung Chairunnisa Widya Priastuty; Diah Agung Esfandari; Hanna Wisudawaty; Jasmine Alya Pramesthi; Pramana
Elevasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Vol. 2 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Arfah BHMS Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63980/elevasi.v2i1.132

Abstract

Transformasi digital telah mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mengoptimalkan media sosial sebagai sarana utama promosi produk. Namun, keterbatasan kemampuan pengolahan visual, khususnya pada tahap editing foto, masih menjadi kendala utama dalam menghasilkan konten iklan yang menarik dan kompetitif. Kelompok UMKM Apartemen Transit Ujung Berung sebelumnya telah memperoleh pelatihan fotografi produk dasar, tetapi belum memiliki keterampilan lanjutan dalam menyunting foto agar layak digunakan sebagai iklan digital. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan UMKM melalui pelatihan berbasis praktik editing foto guna memperbaiki kualitas iklan di media sosial. Metode yang digunakan adalah praktik partisipatif dengan pendampingan langsung, di mana peserta mengedit foto produk mereka sendiri menggunakan aplikasi sederhana berbasis smartphone. Kegiatan diikuti oleh 11 peserta UMKM dengan latar belakang usaha yang beragam. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pelatihan dapat diikuti dengan baik oleh peserta. Sebanyak 87% peserta menyatakan pemahaman mereka terhadap teknik editing foto meningkat setelah pelatihan, sementara 93% peserta menilai kegiatan ini bermanfaat dan relevan dengan kebutuhan usaha mereka. Perbandingan kondisi sebelum dan sesudah pelatihan memperlihatkan peningkatan signifikan pada kualitas visual foto produk, terutama pada aspek pencahayaan, warna, dan kerapian tampilan. Selain itu, 80% peserta merasa lebih percaya diri dalam memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi setelah mengikuti pelatihan. Pelatihan berbasis praktik editing foto terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas iklan UMKM dan berpotensi memperkuat strategi pemasaran digital secara berkelanjutan. Kata kunci: UMKM, editing foto, pemasaran digital, media sosial, pengabdian kepada masyarakat