Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Edukasi Pemanfaatan Biopori Sebagai Upaya Penanggulangan Penumpukan Sampah Organik dan Mencegah Banjir Ghina Amalia; Ratih Baniva; Muhammad Fatur Ramadhan
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Cv. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v4i2.938

Abstract

Sampah merupakah salah satu permasalahan utama lingkungan hidup manusia dan faktor penyebab banjir. Hal ini diperparah dengan kurangnya pemahaman masyarakat khusunya masyarakat desa Duren Ijo tentang jenis-jenis sampah dan bagaimana sistem pengolahan sampah yang tepat. Permasalahan yang dihadapi di Desa Duren Ijo ini adalah kurang baiknya system pengolahan sampah organik. Masyarakat desa Duren Ijo hanya berfokus pada sampah plastik atau sampah anorganik lainnya yang mampu dijual kembali oleh masyarakat. Sedangkan pengelolan sampah organik seperti sampah dapur rumah tangga belum tersentuh. Padahal apabila dikelola dengan baik sampah organik mampu mendatangkan keuntungan seperti menghasil pupuk kompos. Salah satu teknik yang dapat dilakukan untuk menghasilkan pupuk kompos dari sampah organik adalah dengan memanfaatkan lubang biopori. Selain itu lubang biopori juga mampu mempercepat proses penyerapan air di dalam tanah sehingga diharapakan genangan air akibat hujans segera teratasi. Kegiatan pengabdian masyarakat berbentuk penyuluhan ini bertujuan memberikan pemahaman dan kesadaran masyarakat Desa Duren Ijo pentingnya mengelola sampah organik dan mencegah banjir dengan memanfaatkan lubang biopori. Kegiatan penyuluhan ini berupada pemaparan materi dan praktik langsung pembuatan materi. Berdasarkan hasil pre-tes dan post-test yang diberikan kepada peserta terlihat bahwa lebih dari 70% peserta memahami apa yang disampaikan oleh tim PKM sehingga bisa dikatakan kegiatan PKM ini berhasil.
Pendampingan Pengamatan Alat Pengukur Hujan Pada Pos Hujan Desa Petani Di Kota Pagar Alam Ratih Baniva; Debby Sinta; Sri Parwanti; Eka Haryati Yuliany; Mohamad Anugrah Trikarno; Jakta Pramata; Siti Azizah
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 3 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Cv. Utility Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pos hujan yang digunakan di desa petani difungsikan untuk pengamatan/pencatatan parameter hujan (jumlah) selama 24 jam. Data curah hujan diperoleh dengan melakukan pengamatan dan pencatatan data volume air dalam gelas ukur oleh petugas setiap harinya. Pentingnya data hujan dalam analisis hidrologi memacu pihak terkait agar mendapatkan pengumpulan data hujan yang baik dan benar. Alat pengukur hujan pada stasiun hujan di Kota Pagaralam untuk mengetahui kondisi alat dan tata cara pengukuran maka dilakukan pengamatan. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pendampingan pengamatan alat pengukur hujan di Kota Pagaralam. Kegiatan Pengabdian pada Masyarakat ini bertempat di Desa Beringin Jaya Kecamatan. Bentuk kegiatan pelaksanaan pengabdian pada masyarakat ini adalah pendampingan pengamatan alat pengukur hujan di Pos Hujan Kota Pagar Alam. Hasil kegiatan Pengabdian pada Masyarakat menunjukkan hasil pengamatan alat pengukur hujan pada pos hujan desa petani Kota Pagar Alam secara visual berfungsi dengan baik dan data curah hujan yang dihasilkan terbaca dan lengkap
Analisis Biaya Perbaikan Turap Musi Kota Palembang Ratih Baniva; Debby Sinta Devi; Mohamad Anugrah Trikarno
Jurnal Tekno Global Vol. 12 No. 01
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jtg.v12i01.3188

Abstract

ABSTRACT The musi sheet piles are located on the banks of river Palembang City and have a function as cliff reinforcement. The construction of sheet piles gradually started in the Ulu section and then continued in the Ilir musi section which is centered in the center of the city. The sheet piles at 9-10 Ulu, 11-14 Ulu and 16 Ilir are still functioning, but until now never sheet pile maintenance has been carried out. This is indicated by damage to several main structural components and supporting structures. The purpose of this study is to determine the volume of damage that occurs and then to analyze the cost of sheet piles repair. This study aims to obtain the cost of sheet pile repair which is a step of sheet pile maintenance. The method used in this study is a quantitative method where the data is obtained through field surveys so that the volume of damage that occurs in the field is obtained. From the results of the calculation of the Real Needs for Operation and Maintenance (AKNOP) in the field for the cost of repairing musi sheet piles at 9-10 Ulu the cost was 132,735,000.00 due to the large amount of damage to the main structure on the floor slab and supporting structures on the fence railing. The cost of repairing the sheet pile at 9-10 Ulu is higher than the cost of repairing the sheet pile at 11-14, which is Rp. 101,334,000.00 and Rp. 75,981,000.00 for sheet pile in 16 ilir.  Keywords : Sheet pile, cost of repairs, Palembang city   ABSTRAK Turap musi terletak di tepian sungai Kota Palembang memiliki fungsi sebagai perkuatan tebing. Pembangunan turap secara bertahap mulai dibagian Ulu lalu dilanjutkan di bagian Ilir musi yang berpusat di tengah kota. Turap yang berada di 9-10 Ulu, 11-14 Ulu dan 16 Ilir saat ini masih berfungsi layanannya namun hingga saat ini belum pernah diadakan pemeliharaan turap lebih lanjut. Hal ini ditunjukan terjadi kerusakan di beberapa komponen struktur utama maupun struktur pendukung. Maksud dari penelitian ini adalah mengetahui besaran volume kerusakan yang terjadi lalu dianalisis untuk biaya perbaikan turap. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan biaya perbaikan turap dimana sebagai langkah dari pemeliharaan turap. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuantitatif dimana data yang didapatkan melalui survei lapangan sehingga didapatkan volume kerusakan yang terjadi di lapangan Dari hasil perhitungan Angka Kebutuhan Nyata Operasi dan Pemeliharaan (AKNOP) di lapangan untuk biaya perbaikan turap musi yang berada di 9-10 Ulu memiliki biaya sebesar yaitu 132.735.000,00 dikarenakan banyaknya kerusakan pada struktur utama yang ada pada plat lantai dan struktur pendukung pada railing pagar. Biaya perbaikan turap yang ada di 9-10 Ulu ini lebih besar jika dibandingkan dengan biaya perbaikan turap di 11-14 yaitu Rp. 101.334.000,00 dan Rp. 75.981.000,00 untuk turap yang ada di 16 ilir.  Kata Kunci : Turap, biaya perbaikan, kota Palembang
Analisis Indeks Fungsi Saluran Dan Bangunan Irigasi Sugihan Kiri Menggunakan Pendekatan Indeks Kondisi pada Daerah Irigasi Rawa Ratih Baniva; Andre Wibowo
Jurnal Konstruksi Vol 23 No 2 (2025): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.23-2.3022

Abstract

The Sugihan Kiri Tidal Irrigation Area (DIR) is one of the key irrigation regions in Muara Sugihan District, playing a strategic role in supporting agricultural productivity. However, damage to irrigation canals and structures can hinder water distribution and reduce the efficiency of irrigation network management. This study aims to obtain the function index of the canals and irrigation structures in the Sugihan Kiri tidal area as a basis for maintenance recommendations. The research was conducted through field surveys (walkthroughs) involving irrigation asset inventory, measurement of canal and structure damage, and documentation of existing conditions. The data were analyzed using a condition index approach to determine the functional level of canals and structures, followed by identifying appropriate treatment measures. The results show that the canal function index of DIR Sugihan Kiri is 60.18%. Of the 15 primary canals, 6 require routine maintenance, 5 require periodic maintenance, and 4 require rehabilitation. For the 248 secondary canals, 72 require routine maintenance, 86 require periodic maintenance, and 90 require rehabilitation. The function index of irrigation structures in DIR Sugihan Kiri reaches 62.39%, with 93 structures recommended for periodic maintenance and 8 structures requiring rehabilitation.
Bantuan perencanaan desain masjid Desa Panca Mulya Kabupaten Banyuasin Ratih Baniva; Debby Sinta Devi; Senni Fatriani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27071

Abstract

Abstrak Masjid adalah suatu bangunan tempat beribadah bagi umat islam. Pembangunan masjid dirancang sebaik mungkin mulai dari desain dan strukturnya agar bangunan masjid berdiri kokoh, aman dan nyaman. Perencanaan desain masjid ini direncanakan di Desa Panca Mulya Kecamatan Air Kumbang, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Tujuan dari pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat ialah memberikan refrensi sebagai bantuan teknis tekait perencanaan desain Masjid di Desa Panca Mulya. Perencanaan desain masjid ini dilakukan oleh Dosen dan beberapa mahasiswa dari Universitas Indo Global Mandiri. Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini ialah metode pendahuluan yaitu survey dilapangan serta sosialisasi kepada perangkat desa dan masyarakat terkait perencanaan desain pembangunan masjid. Perencanaan desain pembangunan masjid ini dimulai dari detail desain gambar atau Detail Engineering Drawing  (DED) yang dilengkapi dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Hasil perhitungan dari Rencana Angggaran Biaya (RAB) pada desain masjid Desa Panca Mulya, Kecamatan Air Kumbang, Kabupaten Banyuasin sebesar Rp.2.534.329.616,- Kata kunci: desa panca mulya; DED; masjid;  rab Abstract The mosque is a building of worship for Muslims. The construction of the mosque is designed as well as possible starting from the design and structure so that the mosque building stands firm, safe and comfortable. This mosque design planning is planned in Panca Mulya Village, Air Kumbang District, Banyuasin Regency, South Sumatra. The purpose of the implementation of Community Service is to provide references as technical assistance regarding mosque design planning in Panca Mulya Village. This mosque design planning was carried out by lecturers and several students from Indo Global Mandiri University. The method used in this community service is the preliminary method, namely field surveys and socialization to village officials and the community regarding mosque construction design planning. The design planning for the construction of this mosque starts from a detailed design drawing or Detail Engineering Drawing (DED) which is equipped with a Cost Budget Plan (RAB). The calculation results of the Cost Budget Plan (RAB) on the design of the Panca Mulya Village mosque, Air Kumbang District, Banyuasin Regency amounted to Rp.2,534,329,616,- Keywords: panca mulya village; DED; mosque; RAB
Pelatihan penggunaan primavera dalam pengabdian masyarakat : meningkatkan efisiensi sistem informasi manajemen konstruksi Revianty Nurmeyliandari; Febriyanti Panjaitan; Mukhlis Nahriri Bastam; Ratih Baniva; Saskia Malikha Putri
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.23238

Abstract

Abstrak Kurangnya pemahaman karyawan tentang konsep manajemen proyek dan penggunakan Primavera menurunkan efisiensi proyek, terutama dalam perencanaan dan pengambilan keputusan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam tentang konsep-konsep manajemen proyek dan mengembangkan keterampilan praktis dalam menggunakan aplikasi Primavera. Direktur CV KEINARRA menyadari pentingnya meningkatkan efisiensi dalam manajemen proyek, sehingga tim pengabdian diberi tugas untuk melatih sejumlah karyawan, terutama dalam penguasaan aplikasi Primavera. Metode pelatihan meliputi demonstrasi praktis, dan latihan langsung dengan studi kasus yang relevan. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta, dengan nilai pretest rata-rata sebesar 68.79% dan posttest sebesar 88.46%. Peserta mampu merancang jadwal proyek yang realistis, mengelola sumber daya dengan lebih efektif, dan membuat keputusan yang lebih baik dalam menghadapi perubahan dan risiko. Selain itu, pelatihan ini juga bertujuan untuk memperkuat kolaborasi tim, membangun kemampuan analitis, dan meningkatkan kualitas serta kesuksesan keseluruhan proyek konstruksi yang mereka kelola. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini tidak hanya memberikan pengetahuan baru kepada peserta, tetapi juga memastikan bahwa mereka dapat mengimplementasikan langsung materi yang telah dipelajari, sehingga membantu meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam pengelolaan proyek di CV KEINARRA. Kata kunci: sistem informasi; manajemen proyek; penjadwalan; primavera; pelatihan Abstract The lack of employee understanding of project management and Primavera software hinders project efficiency, especially in planning and decision-making. This community service activity aims to provide a deep understanding of project management concepts and develop practical skills using the Primavera application. The director of CV KEINARRA recognizes the importance of improving project management efficiency; thus, the service team is tasked with training several employees, especially in mastering the Primavera application. Training methods include practical demonstrations and hands-on exercises with relevant case studies. The results show a significant improvement in participants' understanding, with an average pretest score of 68.79% and a posttest score of 88.46%. Participants are able to design realistic project schedules, manage resources more effectively, and make better decisions when facing changes and risks. Additionally, this training aims to strengthen team collaboration, build analytical skills, and enhance the quality and overall success of the construction projects they manage. Thus, this community service activity not only provides new knowledge to participants but also ensures they can directly implement the learned material, thereby improving the efficiency and effectiveness of project management at CV KEINARRA. Keywords: information system; project management; scheduling; primavera; training
Perencanaan drainase kelurahan Sukamulya Ratih Baniva; Fathoni Usman; Henggar Risa Destania; Ghina Amalia; Ockta Firmansyah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.30354

Abstract

Abstrak Adanya berbagai pembangunan di wilayah Kelurahan Sukamulya dan jumlah penduduk yang meningkat pada saat musim penghujan mengakibatkan sering terjadi masalah drainase seperti limpasan dan genangan dipermukaan jalan yang diakibatkan karna hanya ada drainase alami di kelurahan Sukamulya Kecamatan Sematang Borang Kota Palembang. Dalam mengatasi limpasan dan genangan yang terjadi di kelurahan Sukamulya Kecamatan Sematang Borang Kota Palembang perlu dilakukan perencanaan drainase yang disertai perhitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB) sehingga pelaksanaan PkM ini bertujuan untuk memberikan bantuan perencanaan drainase di kelurahan Sukamulya dengan melibatkan lurah Sukamulya, ketua RT.017 dan 5 warga RT.017. Tahapan PkM yang dilakukan yaitu survei lokasi, perencanaan drainase, penyusunan RAB yang disesuaikan dengan gambar desain drainase dan perhitungan menggunakan analisis harga satuan pekerjaan (AHSP) setempat dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan lurah. Hasil dari PkM menunjukkan hasil rekapitulasi Rencana Anggaran Biaya (RAB) pada perencanaan drainase kelurahan Sukamulya dengan panjang saluran 100 m yaitu sebesar Rp. 129.996.800. Perhitungan biaya ini dapat dijadikan dasar dalam membangun saluran drainase di kelurahan Sukamulya kedepanya nanti. Kesimpulan dari PkM ini adalah diharapkan dengan adanya hasil perhitungan dapat membantu masyarat kelurahan Sukamulya dan lurah dalam membangun drainase kedepannya dan dana ini dapat dianggarkan atau diajukan kepada pemerintah setempat. Kata kunci: perencanaan drainase; Rencana Anggaran Biaya (RAB); Sukamulya. AbstractThe existence of various developments in the Sukamulya Urban Village area and the increasing population during the rainy season results in frequent drainage problems such as runoff and puddles on the road surface caused because there is only natural drainage in Sukamulya Village, Sematang Borang Subdistrict, Palembang City. In overcoming runoff and inundation that occurs in Sukamulya village, Sematang Borang sub-district, Palembang city, it is necessary to carry out drainage planning accompanied by the calculation of the Budget Plan (RAB) so that the implementation of this PkM aims to provide drainage planning assistance in Sukamulya village by involving the Sukamulya village head, the head of RT.017 and 5 RT.017 residents. The PkM stages carried out are location surveys, drainage planning, preparation of RAB adjusted to the drainage design drawings and calculations using local work unit price analysis (AHSP) and socializing to the community and village head. The results of the PkM  show the results of the recapitulation of the Budget Plan Cost (RAB) in the drainage planning of Sukamulya village with a channel length of 100 m, which amounted to Rp. 129,996,800. This cost calculation can be used as a basis for building drainage channels in Sukamulya village in the future. The conclusion of this PkM is that it is hoped that the results of the calculation can help the Sukamulya village community and the village head in building drainage in the future and these funds can be budgeted or submitted to the local government. Keywords: drainage planning; cost budget plan; Sukamulya.
Pendampingan perencanaan desain gapura desa Bumi Agung kecamatan Dempo Utara kota Pagar Alam Debby Sinta Devi; Ratih Baniva; Panca Ade Putra
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.24028

Abstract

AbstrakPembangunan gapura pada sebuah desa merupakan penanda wilayah desa yang berguna bagi masyarakat dan wisatawan yang berkujung. Desa Bumi Agung merupakan salah satu desa di Dempo Utara, Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan yang saat ini belum memiliki penanda masuk desa tersebut. Tujuan pengabdian yang dilakukan adalah untuk memfasiltasi dengan memberikan pendampingan pembuatan desain gapura pada Desa Bumi Agung. Kecamatan Dempo utara memiliki luas wilayah sekitar ± 633,66 km² dengan mayoritas pekerjaan masyarakat adalah petani. Desa Bumi Agung merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Dempo Utara. Kegiatan pengabdian ini melibatkan dosen dan mahasiswa Universitas Indo Global Mandiri berjumlah 3 orang. Metode pelaksanaan terdiri dari survey pendahuluan, kemudian melakukan koordinasi dengan perangkat desa dan beberapa warga sekitar mengenai rencana kegiatan pengabdian. Pembuatan desain gapura menggunakan AutoCAD dan Sketch Up kemudian membuat perencanaan anggaran biaya yang dibutuhkan untuk pembuatan gapura. Rencana Anggaran Biaya yang dibutuhkan untuk pembuatan gapura pada Desa Bumi Agung tersebut adalah sebesar Rp 30,043.000. Masyarakat sekitar sangat terbantu dengan adanya desain dan perencanaan pembuatan gapura pada Desa Bumi Agung Dempo Utara, Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan. Kata kunci: gapura; desa bumi agung; pengabdian; sketchup;RAB Abstract The construction of a gate in a village is a village area marker that is useful for the community and tourists who visit. Bumi Agung Village is one of the villages in North Dempo, Pagar Alam City, South Sumatra which currently does not have a marker to enter the village. The purpose of the service carried out is to facilitate by providing assistance in making gate designs in Bumi Agung village. North Dempo District has an area of about ± 633.66 km² with the majority of people's jobs being farmers. Bumi Agung Village is one of the villages located in North Dempo District. This service activity involved lecturers and students of Indo Global Mandiri University totaling 3 people. The implementation method consists of a preliminary survey, then coordinating with village officials and several local residents regarding the service activity plan. Making a gate design using AutoCAD and Sketch Up then making a budget plan for the costs needed to make the gate. The cost budget plan needed to make the gate in Bumi Agung village is IDR 30,043,000. The surrounding community is greatly helped by the design and planning of making gates in Bumi Agung Dempo Utara Village, Pagar Alam City, South Sumatra. Keywords: gapura; bumi agung village; dedication; autocad; RAB