Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGUATAN PENGISIAN DOKUMEN REKAM MEDIK SECARA ELEKTRONIK PADA PETUGAS KESEHATAN DI RSD IDAMAN BANJARBARU Raziansyah Raziansyah; M. Noor Ifansyah; Melinda Restu Pertiwi; Kusnindyah Praedevy Reviagana
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 2 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i2.15134

Abstract

ABSTRAKSalah satu permasalahan yang terjadi pada proses pendokumentasian rekam medis adalah ketidaklengkapan dokumen, dan hal ini juga terjadi RSD Idaman Banjarbaru. Jika menyesuaikan sesuai standar kelengkapan pengisisan rekam medik (RM), maka harus senilai 100% berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan RI. Akibat yang ditimbulkan dari ketidaklengkapan pengisian dokumen rekam medik di sebuah rumah sakit yaitu dapat menunjukkan mutu atau kualitas pelayanan yang kurang baik. Selain dari kelengkapan, sesuai dengan Permenkes No.24 Tahun 2022 tentang rekam medik bahwa seluruh fasilitas kesehatan termasuk RS wajib menyelenggarakan rekam medik secara elektronik (RME) untuk menunjang kualitas pelayanan di RS. Berdasar dari latar belakang tersebut, maka kegiatan pengabdian ini bertujuan sebagai upaya penguatan pengisian dokumen rekam medik secara elektronik pada petugas kesehatan di RSD Idaman Banjarbaru. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu dengan focus group discussion (FGD), dan ceramah serta diskusi partisipatif. FGD dilakukan berkaitan dengan penggalian informasi terkait modalitas dan hambatan dalam pendokumentasian RM, serta upaya persiapan peralihan kepada rekam medik elektronik. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah pihak RSD Idaman sudah mulai menuju RME, walaupun masih terdapat permasalahan antara lain ketidaksamaan format dan ketidaklengkapan pengisian RM, pengisian formulir menggunakan bahasa yang tidak standar, dan umpan balik laporan dari bagian RM tidak tertulis secara jelas. Rekomendasi yang diberikan oleh pihak RSD Idaman adalah dilaksanakan pelatihan terkait dengan pengisian formulir RM dengan tujuan peningkatan pemahaman tentang alur dan pengisian RM, pengadaan petunjuk teknis (juknis) untuk pengisian formulir RM, dan penambahan petugas RM di masing-masing ruangan agar mempercepat proses pengisian RM. Kata kunci: rumah sakit; rekam medik; kelengkapan ABSTRACTOne of the problems that occur in the process of documenting medical records is the incompleteness of medical record’s document, and this problem also follows at Idaman Banjarbaru Hospital. Based on Ministrial Decree of Health in Republic of Indonesia states about the standard for completeness of medical record (MR) filling must be 100%. The consequences of incomplete filling out of medical record documents in a hospital is indicate that the quality of service is remain low. Apart from completeness, in accordance with Permenkes No. 24 of 2022 concerning medical records that all health facilities including hospitals are required to maintain electronic medical records (EMR) to support the quality of services in hospitals. Based on this background, this community service activity aims to strengthen the electronic filling of medical record documents for health workers at Idaman Banjarbaru Hospital. The methods used in this activity were focus group discussions (FGD), and participatory lectures and discussions. FGDs were conducted in connection with extracting information related to modalities and obstacles in documenting MR, as well as efforts to prepare for the transition to electronic medical records. The result of this community service activity is that Idaman Hospital has started towards EMR, although there are still problems including format discrepancies and incomplete MR filling, filling out forms using non-standard language, and feedback reports from the MR department not being written clearly. The recommendations given by Idaman Hospital are to carry out training related to filling out MR forms with the aim of increasing understanding of the flow and filling out of MR, procuring technical instructions (juknis) for filling out MR forms, and adding MR officers in each room to speed up the MR filling process. Keywords: hospital; medical record; completeness
Penerapan Rekam Medis Elektronik Menggunakan Technology Acceptance Model (TAM) Ika Lestiani; Kusnindyah Praedevy Reviagana; Raziansyah Raziansyah
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 5 (2025): Oktober 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i5.683

Abstract

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2022 tentang Rekam Medis menyatakan bahwa rumah sakit yang merupakan salah satu dari fasilitas pelayanan kesehatan yang diwajibkan untuk menggunakan rekam medis elektronik (RME), termasuk di RSD Idaman Kota Banjarbaru. Hal ini bertujuan untuk mentransformasi dokumen-dokumen cetak menjadi terdigitalisasi. Salah satu model yang dapat digunakan untuk menganalisis penerapan RME ini adalah technology acceptance model (TAM) sehingga tujuan dari penelitian adalah untuk menganalisis penerapan RME di RSD Idaman Banjarbaru menggunakan TAM. Riset ini merupakan penelitian cross sectional dengan mixed method. Subjek penelitian secara kuantitatif sejumlah 37 petugas kesehatan yang ada di poli rawat jalan yang diperoleh menggunakan teknik sampling yaitu purposive sampling, untuk informan kualitatif sejumlah 4 orang untuk perwakilan petugas di bagian pendaftaran dan rekam medis. Pengumpulan data kuantitatif dilakukan dengan membagikan kuesioner kepada poli-poli yang telah menjalankan RME tersebut, sedangkan data kualitatif dengan melakukan diskusi kelompok terfokus pada informan yang terdiri dari pelaksana program RME dan SIMRS di RSD Idaman Banjarbaru. Hasil penelitian kualitatif didapatkan bahwa pada perceived ease of use (kemudahan penggunaan) terhadap actual usage (pengguna RME Sesungguhnya) memperoleh nilai p-value  = 0,026 (p<0,05) sehingga dinyatakan  adanya hubungan, sedangkan untuk hasil dari perceived usefulness (kebermanfaatan) terhadap actual usage (pengguna RME sesungguhnya) dan  attitude toward using  (sikap pengguna terhadap RME) terhadap actual usage (pengguna RME sesungguhnya, memperoleh nilai p-value  = 0,095 (p>0,05) sehingga dinyatakan tidak adanya hubungan. Untuk hasil kualitatif didapatkan bahwa penerapan RME sudah dilaksanakan sejak 2017 dan terus dilakukan pengembangan baik untuk kelengkapan infrastruktur dan jaringan, SDM, dan juga form serta pengembangan aplikasinya.
Manajemen Kepatuhan Pengobatan Antiretroviral di Poli VCT HIV Kusnindyah Praedevy Reviagana; M. Noor Ifansyah; Rusdi Rusdi
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 5 (2025): Oktober 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i5.684

Abstract

Saat ini belum terdapat pengobatan HIV yang berfungsi untuk menyembuhkan, namun terdapat pengobatan antiretroviral yang berfungsi untuk mensuspresi perkembangan virus di dalam tubuh. Dalam melaksanakan pengobatan diperlukan kepatuhan yang tidak hanya menjadi tanggung jawab pasien, namun juga layanan PDP yaitu RS sebagai layanan pengobatan pasien, atau dalam hal ini adalah poli VCT. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor pendukung, penghambat, dan metode pemantauan kepatuhan pasien ODHIV yang mengakses layanan pengobatan di poli VCT. Penelitian ini memiliki metode kualitatif dengan melakukan diskusi kelompok terfokus pada 6 informan antara lain dokter, perawat, petugas farmasi, petugas laboratorium, dan pendukung sebaya di Poli VCT As-Syifa. Hasil dari penelitian dianalisis secara tematik dan mendapatkan informasi bahwa berbagai dukungan yang diberikan Poli VCT As-Syifa antara lain adalah melakukan pemeriksaan lengkap ketika pasien melakukan pengambilan obat ARV, melakukan jemput bola kepada pasien ODHIV baru, bekerja sama dengan dinas kesehatan dan KPA setempat, mengoptimalisasikan peran pendukung sebaya (PS) dengan ODHIV, dan melakukan pemantauan data pasien melalui sistem informasi HIV AIDS (SIHA) agar dapat melihat pasien yang cenderung loss to follow up (LTFU). Hal tersebut dilakukan demi mendukung kelancaran pengobatan ODHIV. Selain itu terdapat media edukasi dan peran dari pendukung sebaya untuk memberikan pemahaman dan pemantauan terhadap pengobatan, dan dukungan pemerintah. Namun masih terdapat faktor penghambat yang harus diperhatikan antara lain pemahaman tentang teknologi yang seharusnya memudahkan pemberian edukasi dan komunikasi tentang pengobatan, rasa malu, takut menerima stigma, terlupa minum obat, akses terhadap layanan PDP, dan juga kondisi tubuh yang sudah merasa sehat.
Hubungan Pengetahuan dan Dukungan Manajemen dengan Pelaksanaan Pencegahan Pengendalian Infeksi oleh Perawat Risdha Purnama Sari; Kusnindyah Praedevy Reviagana; Rusdiana Rusdiana
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 7 No. 6 (2025): Desember 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i6.826

Abstract

Infeksi terkait pelayanan kesehatan atau Health Care Associated Infections (HAIs) merupakan masalah serius dalam sistem pelayanan kesehatan yang dapat dicegah melalui program Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI). Pengetahuan perawat dan dukungan manajemen menjadi dua faktor penting dalam keberhasilan pelaksanaan PPI di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan perawat dan dukungan manajemen dengan pelaksanaan PPI di RSUD H. Damanhuri Barabai. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 133 perawat di ruang rawat inap, dan teknik pengambilan sampel menggunakan proportional random sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 57 responden. Instrumen yang digunakan di dalam penelitian ini adalah kuesioner karakteristik responden (usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, status kepegawaian, dan masa kerja), pengetahuan perawat tentang PPI, dukungan manajemen, dan pelaksanaan PPI oleh perawat. Kuesioner ini dilakukan uji validitas dengan menggunakan expert judgement. Analisis data bivariat menggunakan uji korelasi Spearman Rho. Hasil penelitian menunjukkan hubungan signifikan yang berarah positif antara pengetahuan perawat dengan pelaksanaan PPI (r = 0,288; p = 0,03) walaupun dengan kekuatan yang rendah. Kemudian antara dukungan manajemen dengan pelaksanaan PPI didapatkan hasil (r = -0,387; p = 0,003) yang berarti hubungan negatif yang rendah antara dukungan manajemen dengan pelaksanaan PPI.