Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR PENENTU MINAT KUNJUNGAN MASYARAKAT KE TAMAN AKTIF DI KOTA BALIKPAPAN Sarah Membala; Salma Nur Syahda; Nur Herliana Putri; Bimo Aji Widyantoro; Mohtana Kharisma Kadri
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 2: Juli 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Taman aktif sebagai bagian dari ruang terbuka hijau publik berperan penting dalam menunjang kualitas hidup masyarakat kota. Di Kecamatan Balikpapan Kota, keberadaan taman seperti Taman Bekapai, Monpera, dan Wiluyo Puspoyudo I dan II menunjukkan potensi tinggi sebagai ruang interaksi dan rekreasi, namun belum seluruhnya dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat. Eksplorasi terhadap faktor-faktor penentu minat kunjungan dilakukan melalui pendekatan kuantitatif dengan analisis faktor eksploratori terhadap 23 indikator persepsi pengunjung. Hasil analisis menunjukkan empat kelompok faktor yang mempengaruhi ketertarikan masyarakat untuk mengunjungi taman aktif, yaitu 11 indikator faktor daya tarik utama, 1 Indikator faktor penunjang strategis, 9 Indikator faktor pendukung sekunder dan 2 indikator faktor potensi pendukung. Temuan ini menunjukkan bahwa kombinasi antara kelengkapan fasilitas, kenyamanan ruang, dan kemudahan akses menjadi faktor krusial dalam membentuk ketertarikan masyarakat terhadap taman aktif. Penguatan faktor-faktor ini penting untuk mendukung fungsi taman sebagai ruang publik yang inklusif dan berkelanjutan.
ANALISIS SPATIO-TEMPORAL GENANGAN BANJIR DI DAS AMPAL/ KLANDASAN BESAR, KOTA BALIKPAPAN Aji Widyantoro, Bimo; James William; Mohtana Kharisma Kadri; Sarah Membala
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 2: Juli 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wilayah DAS Ampal/Klandasan Besar adalah salah satu DAS perkotaan yang rentan terhadap bencana banjir akibat tekanan urbanisasi di Kota Balikpapan. Tercatat dalam 5 tahun terakhir (2019-2024) terdapat 68 titik banjir di DAS Ampal/Klandasan Besar. Tingginya frekuensi banjir di DAS Ampal/Klandasan Besar menjadi alasan pentingnya penelitian ini dilakukan untuk melihat pemodelan atau prediksi bencana banjir di DAS Ampal/Klandasan Besar ke depannya. Penelitian ini menggunakan metode pemodelan hidraulik menggunakan aplikasi HEC-RAS dengan mengombinasikan simulasi aliran satu dimensi (1D) dan dua dimensi (2D). Input model adalah debit banjir rencana dari analisis hidrologi data curah hujan historis untuk kala ulang 2 hingga 100 tahun. Model kemudian divalidasi secara spasial menggunakan data historis titik banjir dari BPBD Kota Balikpapan dan data genangan dari citra satelit Sentinel-1 menggunakan Google Earth Engine. Hasil pemodelan 1D menunjukkan bahwa tanggul di bagian hulu setinggi 3,5 meter mulai terlampaui sejak kala ulang 2 tahun, dengan kedalaman aliran mencapai 4,15 meter. Bagian hilir mulai meluap pada kala ulang 5 tahun. Simulasi 2D secara spasial berhasil memetakan sebaran genangan dan mengidentifikasi empat titik kritis, termasuk Jl. Mufakat, Beller, Jl Penegak, dan Jl. Joko Tole. Pada skenario kala ulang 100 tahun, kedalaman genangan di titik-titik ini diproyeksikan mencapai 1,49 meter hingga 1,59 meter. Penelitian ini menyajikan sebuah model banjir dengan periode ulang dari tahun ke-2, ke-5, ke-10, ke-25, ke-50, dan ke-100.
PERENCANAAN INFRASTRUKTUR BERKELANJUTAN DI KABUPATEN MAHAKAM ULU: PEMETAAN AKSESIBILITAS DAN POTENSI PENGEMBANGAN WILAYAH SEBAGAI DAERAH PENYANGGA IKN Mohtana Kharisma Kadri; Fadeli Muhammad Habibie
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 4: September 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Mahakam Ulu, yang strategis di Kalimantan Timur, menghadapi tantangan besar dalam konektivitas dan distribusi infrastruktur yang mempengaruhi pertumbuhan sosial-ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aksesibilitas dan infrastruktur, dengan fokus pada disparitas akses terhadap fasilitas dasar dan potensi pengembangan wilayah sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Menggunakan teknologi GIS, seperti Diagram Voronoi dan Kernel Density Estimation (KDE), penelitian ini memetakan distribusi infrastruktur dan aksesibilitas antar kecamatan. Hasil analisis menunjukkan ketimpangan signifikan, terutama di kecamatan seperti Long Apari dan Long Pahangai. Rekomendasi mencakup peningkatan jalan lokal dan kolektor, penguatan transportasi sungai, serta pengembangan fasilitas dermaga dan jalan darat terintegrasi untuk mendukung sektor pariwisata, pertanian, dan industri lokal. Peningkatan sistem drainase dan pemeliharaan sungai juga diperlukan untuk mengurangi risiko banjir. Dengan teknologi GIS, perencanaan pembangunan yang efisien dan merata dapat terwujud, mendukung keberlanjutan Kabupaten Mahakam Ulu sebagai daerah penyangga IKN