Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

ISOLASI DAN IDENTIFIKASI MOLEKULER MIKROORGANISME TERMOFILIK PENGHASIL XILANASE DARI LUMPUR PANAS LAPINDO [IN PRESS OKTOBER 2014] Habibie, Fadeli Muhammad; Wardani, Agustin Krisna; Nurcholis, Mochamad
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol 2, No 4 (2014)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.478 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengisolasi dan mengidentifikasi mikroorganisme penghasil enzim xilanase dari lumpur panas Lapindo. Selain itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik enzim xilanase yang dihasilkan. Isolat yang diperoleh dimungkinkan merupakan mikroorganisme termofilik berdasarkan kondisi suhu tinggi di lumpur panas. Penelitian ini terdiri dari pengambilan sampel, isolasi, karakterisasi isolat termofilik dan karakterisasi enzim xilanase yang dihasilkan. Sebanyak 14 isolat berhasil didapatkan dan isolat C211 menunjukkan aktivitas hidrolisis terbaik. Hasil dari identifikasi molekuler berbasis 16S rRNA menunjukkan memiliki kedekatan genetik dengan B. lichenformis dan B. aerius dengan derajat kesamaan homolog masing-masing 99% dan 98%, mengindikasikan bahwa isolat tersebut termasuk genus Bacillus. Isolat C211 merupakan tipe Gram positif dan menunjukkan hasil positif pada uji Voges Proskauer, indol, dan ornithine. Suhu pertumbuhan berada pada suhu 45-650C dengan kondisi pH 5.8-7.2. Enzim xilanase kasar dari isolat C211 memiliki aktivitas optimum pada suhu 500C dan pH 7 sebesar 3.95 Unit/mL.   Kata kunci:  Identifikasi berbasis 16S rRNA, lumpur panas Lapindo, mikroorganisme termofilik, xilanase
ISOLASI DAN KARAKTERISASI MIKROBA TERMOFILIK PENGHASIL XILANASE DARI LUMPUR PANAS LAPINDO SEBAGAI ALTERNATIF PENGGANTI KLORIN PADA INDUSTRI KERTAS Habibie, Fadeli Muhammad; Sigres, Divan Probo; Islami S, Luqvia Noer
Program Kreativitas Mahasiswa - Penelitian PKM-P 2013
Publisher : Ditlitabmas, Ditjen DIKTI, Kemdikbud RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.452 KB)

Abstract

This study aimed to isolate xylanase producing microbe from hot mud in Lapindo area disaster.  This microbes were supposed to be extremophillic bacterium because of extreme condition of hot mud.  This study comrised of sampling hot mud disaster, isolation and characterization of thermophillic isolates, and characterization of thermophillic xylanase.  The result showed that 14 xylanolitic isolates were obtained and one isolate (C211) had the best xylanase activity.  This enzyme had optimum activity at 50°C and pH 7.0, and showed the hydrolytic activity of 2.60 unit/mL/min. Keyword: xylanase, thermophillic microbe, hot mud disaster, Lapindo
Online Marketing Strategy of Hydroponic Green Curly Lettuce on MSME Riyan Farm Serang, Banten Deriska Chaerunnisa; Mudatsir Najamuddin; Fadeli Muhammad Habibie
Sharia Agribusiness Journal Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Program Studi Agribisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/saj.v2i2.29291

Abstract

MSME Riyan Farm is a hydroponic green curly lettuce cultivation business unit in Serang, Banten that markets its product online through social media. The right marketing can determine the volume of sales and affect the company's profits so it requires a strategy. This study aims to determine the factors of strength and weakness, opportunities and threats, company position, alternatives, and appropriate marketing strategy priorities in increasing hydroponic green curly lettuce sales at MSME Riyan Farm Serang, Banten by using SWOT and QSPM Matrix analysis tools. The type of research used is descriptive-analytical. The results of the research through the Input Phase (EFE and IFE Matrix), Matching Phase (IE and SWOT Matrix), and Decision Making Phase (QSPM Matrix), that the value of IFE = 2.90 and EFE = 3.37 with the company's position in Cell II (Growth and Development) which supports aggressive growth policy (market development strategy, product development, market penetration, backward integration, forward integration, horizontal integration). With strategic priority, namely to establish marketing cooperation with similar companies with STAS = 6,321. Therefore, companies must optimize the use of social media to identify product identities to expand market share, supported by competent human resources in the field of digital marketing.Keywords: online marketing strategy; green curly lettuce; hydroponic  AbstrakMSME Riyan Farm merupakan unit usaha budidaya selada keriting hijau hidroponik di Kota Serang, Banten yang memasarkan produknya secara daring melalui media sosial. Pemasaran yang tepat dapat menentukan volume penjualan dan mempengaruhi keuntungan perusahaan sehingga membutuhkan strategi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor kekuatan dan kelemahan, peluang dan ancaman, posisi perusahaan, alternatif dan prioritas strategi pemasaran yang tepat dalam meningkatkan penjualan selada keriting hijau hidroponik pada MSME Riyan Farm Serang, Banten dengan menggunakan alat analisis Matriks SWOT dan QSPM. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitis. Hasil penelitian melalui Tahap Input (Matriks EFE dan IFE), Pencocokan (Matriks IE dan SWOT), dan Pengambilan Keputusan (Matriks QSPM), bahwa nilai IFE=2.90 dan EFE=3.37 dengan posisi perusahaan pada Sel II (Tumbuh dan Berkembang) yang mendukung kebijakan pertumbuhan agresif (strategi pengembangan pasar, pengembangan produk, penetrasi pasar, integrasi kebelakang, integrasi kedepan, integrasi horizontal). Dengan prioritas strategi yaitu menjalin kerjasama pemasaran dengan perusahaan sejenis dengan STAS=6.321. Maka dari itu perusahaan harus pengoptimalkan pemanfaatan media sosial dalam upaya pengenalan identitas produk guna memperluas pangsa pasar dengan didukung oleh sumber daya manusia yang kompeten dibidang pemasaran digital.Kata kunci: strategi pemasaran daring; selada keriting hijau; hidroponik
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI MOLEKULER MIKROORGANISME TERMOFILIK PENGHASIL XILANASE DARI LUMPUR PANAS LAPINDO [IN PRESS OKTOBER 2014] Fadeli Muhammad Habibie; Agustin Krisna Wardani; Mochamad Nurcholis
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 2 No. 4 (2014)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengisolasi dan mengidentifikasi mikroorganisme penghasil enzim xilanase dari lumpur panas Lapindo. Selain itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik enzim xilanase yang dihasilkan. Isolat yang diperoleh dimungkinkan merupakan mikroorganisme termofilik berdasarkan kondisi suhu tinggi di lumpur panas. Penelitian ini terdiri dari pengambilan sampel, isolasi, karakterisasi isolat termofilik dan karakterisasi enzim xilanase yang dihasilkan. Sebanyak 14 isolat berhasil didapatkan dan isolat C211 menunjukkan aktivitas hidrolisis terbaik. Hasil dari identifikasi molekuler berbasis 16S rRNA menunjukkan memiliki kedekatan genetik dengan B. lichenformis dan B. aerius dengan derajat kesamaan homolog masing-masing 99% dan 98%, mengindikasikan bahwa isolat tersebut termasuk genus Bacillus. Isolat C211 merupakan tipe Gram positif dan menunjukkan hasil positif pada uji Voges Proskauer, indol, dan ornithine. Suhu pertumbuhan berada pada suhu 45-650C dengan kondisi pH 5.8-7.2. Enzim xilanase kasar dari isolat C211 memiliki aktivitas optimum pada suhu 500C dan pH 7 sebesar 3.95 Unit/mL.   Kata kunci:  Identifikasi berbasis 16S rRNA, lumpur panas Lapindo, mikroorganisme termofilik, xilanase
Pengolahan Sampah Organik Rumah Tangga Menjadi Pupuk Organik Cair Sebagai Pendukung Urban Farming Tanaman Toga Azka, Muhammad; Basransyah, Basransyah; Habibie, Fadeli Muhammad
Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal Vol 8, No 2 (2025): April 2025
Publisher : STMIK Royal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jurdimas.v8i2.3658

Abstract

The low level of public awareness about the importance of waste management has caused waste in Mentari Village Housing, km 21, not to be managed properly. Making Liquid Organic Fertilizer (POC) is one solution to overcome this problem. The process of making POC produces a liquid that can be used as organic fertilizer, while the solids produced can be used as a garden media. The focus of the community service activities carried out is the cultivation of TOGA plants and the use of household organic waste as fertilizer for TOGA plants. The implementation of this activity program consists of several stages of activity, namely observation of existing conditions, socialization of activities, training in making liquid organic fertilizer, mentoring and evaluation. With this activity, the Mentari Willage km 21 housing community is marked by a change in knowledge for the better regarding the cultivation of TOGA gardens and the importance of processing household waste into organic fertilizer which can contribute to sustainable agriculture.Keywords: liquid organic fertilizer; organic waste; TOGA plants. Abstrak: Masih rendahnya kesadaran warga tentang pentingnya pengelolaan sampah menyebabkan sampah di Perumahan Mentari Village km 21 belum terkelola dengan baik. Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) merupakan salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut.  Proses pembuatan POC menghasilkan cairan yang dapat digunakan sebagai pupuk organic, sedangkan padatan yang dihasilkan dapat dijadikan sebagai media tanam. Fokus dari kegiatan pengadian masyarakat yang dilakukan adalah budidaya tanaman TOGA dan pemanfaatan sampah organik rumah tangga sebagai pupuk tanaman TOGA. Pelaksanaan program kegiatan ini terdiri dari beberapa tahapan kegiatan yaitu observasi kondisi eksisting, sosialisasi kegiatan, pelatihan pembuatan pupuk oraganik cair, pendampingan dan evaluasi. Dengan adanya kegiatan ini, masyarakat perumahan Mentari Willage km 21 yang ditandai dengan adanya perubahan pengetahuan menjadi tebih baik terkait budidaya tamana TOGA dan pentingnya pengolahan sampah rumah tangga menjadi pupuk organik yang dapat berkontribusi dalam pertanian berkelanjutan.Kata kunci: pupuk organik cair; sampah organik; tanaman TOGA 
Characteristics of Food Raw Materials Made from Rubber Seeds Based on Variations in Soaking and Heating Times for Tempeh Production: Karakteristik Bahan Baku Pangan Berbahan Biji Karet Berdasarkan Variasi Lama Perendaman dan Pemanasan untuk Pembuatan Tempe Habibie, Fadeli Muhammad; Simamora, Gervbry Ranti Ramadhani; Prayitno, Sutrisno Adi
jurnal makanan tropis dan teknologi agroindustri Vol 6 No 02 (2025): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/jtfat.v6i02.1653

Abstract

Rubber seeds (Hevea brasiliensis) have great potential as an alternative food source, particularly as a substitute ingredient in tempe production, due to their high protein and oil content. However, the presence of toxic hydrocyanic acid (HCN) remains a major obstacle to their utilization. This study aimed to investigate the effectiveness of soaking and heating processes in reducing HCN content and their effects on the nutritional composition of rubber seeds. A quantitative descriptive method with a Completely Randomized Design (CRD) was employed. The soaking treatment was applied for 0, 12, 24, and 36 hours, followed by two heating methods, namely steaming and boiling, each conducted for 30, 60, 90, and 120 minutes with three replications. HCN content was analyzed using spectrophotometry, with data processed using ANOVA and further tested with DMRT at a 5% significance level, while proximate analyses were analyzed descriptively. The results indicated that 24-hour soaking effectively reduced HCN levels to 0.14%, while heating for 120 minutes via steaming and boiling reduced HCN levels to 15.98 ppm and 14.21 ppm, respectively, below the safe consumption limit of 20 ppm. Proximate analysis showed no significant changes in the main nutritional components, although a slight decrease in fat and protein content was observed with longer heating durations. The study concluded that the combination of soaking and heating effectively reduced cyanide levels in rubber seeds without causing significant nutrient loss. Further research is recommended to explore fermentation processes, sensory characteristics, and food safety aspects of tempe made from rubber seeds as a local food diversification effort.      
PERSEPSI MASYARAKAT KAMPUNG PELITA UNTUK BUDIDAYA LELE BERBASIS BIOFLOK DAN ENERGI TERBARUKAN SERTA INOVASI PRODUK OLAHAN: ANALISIS MINAT DAN KESIAPAN WARGA Adnyani, Luh Putri; Habibie, Fadeli Muhammad; Wirawan, Muhammad Khaisar; Suci, Indah Melati
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 4: September 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Kampung Pelita, Balikpapan, dengan tujuan untuk menganalisis persepsi, minat, dan kesiapan masyarakat dalam mengadopsi budidaya ikan lele berbasis teknologi bioflok, pemanfaatan energi terbarukan (PLTS), serta pengembangan produk olahan bernilai tambah. Permasalahan yang dihadapi mitra meliputi metode budidaya tradisional, keterbatasan energi, minimnya inovasi produk, dan kurangnya pelatihan teknis. Metode pelaksanaan meliputi survei lapangan, penyebaran kuesioner dikotomis kepada 16 kepala keluarga, serta wawancara untuk menggali informasi kualitatif. Hasil menunjukkan bahwa meskipun pemahaman awal tentang teknologi bioflok dan PLTS masih rendah, terdapat antusiasme tinggi untuk mengikuti pelatihan dan mengembangkan usaha berbasis ikan lele. Program ini menunjukkan potensi besar dalam memperkuat ekonomi keluarga dan dapat direplikasi untuk komunitas lain dengan karakteristik serupa.
PERENCANAAN INFRASTRUKTUR BERKELANJUTAN DI KABUPATEN MAHAKAM ULU: PEMETAAN AKSESIBILITAS DAN POTENSI PENGEMBANGAN WILAYAH SEBAGAI DAERAH PENYANGGA IKN Mohtana Kharisma Kadri; Fadeli Muhammad Habibie
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 5 No. 4: September 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Mahakam Ulu, yang strategis di Kalimantan Timur, menghadapi tantangan besar dalam konektivitas dan distribusi infrastruktur yang mempengaruhi pertumbuhan sosial-ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aksesibilitas dan infrastruktur, dengan fokus pada disparitas akses terhadap fasilitas dasar dan potensi pengembangan wilayah sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Menggunakan teknologi GIS, seperti Diagram Voronoi dan Kernel Density Estimation (KDE), penelitian ini memetakan distribusi infrastruktur dan aksesibilitas antar kecamatan. Hasil analisis menunjukkan ketimpangan signifikan, terutama di kecamatan seperti Long Apari dan Long Pahangai. Rekomendasi mencakup peningkatan jalan lokal dan kolektor, penguatan transportasi sungai, serta pengembangan fasilitas dermaga dan jalan darat terintegrasi untuk mendukung sektor pariwisata, pertanian, dan industri lokal. Peningkatan sistem drainase dan pemeliharaan sungai juga diperlukan untuk mengurangi risiko banjir. Dengan teknologi GIS, perencanaan pembangunan yang efisien dan merata dapat terwujud, mendukung keberlanjutan Kabupaten Mahakam Ulu sebagai daerah penyangga IKN
Pengolahan Sampah Organik Rumah Tangga Menjadi Pupuk Organik Cair Sebagai Pendukung Urban Farming Tanaman Toga Azka, Muhammad; Basransyah, Basransyah; Habibie, Fadeli Muhammad
Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal Vol. 8 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : STMIK Royal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jurdimas.v8i2.3658

Abstract

The low level of public awareness about the importance of waste management has caused waste in Mentari Village Housing, km 21, not to be managed properly. Making Liquid Organic Fertilizer (POC) is one solution to overcome this problem. The process of making POC produces a liquid that can be used as organic fertilizer, while the solids produced can be used as a garden media. The focus of the community service activities carried out is the cultivation of TOGA plants and the use of household organic waste as fertilizer for TOGA plants. The implementation of this activity program consists of several stages of activity, namely observation of existing conditions, socialization of activities, training in making liquid organic fertilizer, mentoring and evaluation. With this activity, the Mentari Willage km 21 housing community is marked by a change in knowledge for the better regarding the cultivation of TOGA gardens and the importance of processing household waste into organic fertilizer which can contribute to sustainable agriculture.Keywords: liquid organic fertilizer; organic waste; TOGA plants. Abstrak: Masih rendahnya kesadaran warga tentang pentingnya pengelolaan sampah menyebabkan sampah di Perumahan Mentari Village km 21 belum terkelola dengan baik. Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) merupakan salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut.  Proses pembuatan POC menghasilkan cairan yang dapat digunakan sebagai pupuk organic, sedangkan padatan yang dihasilkan dapat dijadikan sebagai media tanam. Fokus dari kegiatan pengadian masyarakat yang dilakukan adalah budidaya tanaman TOGA dan pemanfaatan sampah organik rumah tangga sebagai pupuk tanaman TOGA. Pelaksanaan program kegiatan ini terdiri dari beberapa tahapan kegiatan yaitu observasi kondisi eksisting, sosialisasi kegiatan, pelatihan pembuatan pupuk oraganik cair, pendampingan dan evaluasi. Dengan adanya kegiatan ini, masyarakat perumahan Mentari Willage km 21 yang ditandai dengan adanya perubahan pengetahuan menjadi tebih baik terkait budidaya tamana TOGA dan pentingnya pengolahan sampah rumah tangga menjadi pupuk organik yang dapat berkontribusi dalam pertanian berkelanjutan.Kata kunci: pupuk organik cair; sampah organik; tanaman TOGA 
PENERAPAN TEKNOLOGI PENCACAH DAUN DAN CAIRAN EM4 UNTUK MEMBUAT PUPUK KOMPOS MELALUI PENGABDIAN MASYARAKAT DI RT. 36, KELURAHAN KARANG JOANG KOTA BALIKPAPAN Simamora, Gevbry; Habibie, Fadeli Muhammad; Syuhada, Subhan; Affandi, Bagus; Abdullo, Umar; Aghata, Rosi Pricilia; Afrianto, Rafli Dwi; Rachmadan, Rachmadan; Dewi, Siska Mulya
Jurnal Abdi Insani Vol 11 No 3 (2024): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v11i3.1865

Abstract

Agricultural fertilizers generally use chemical ingredients. Chemical fertilizers are relatively expensive, and their subsidized versions are becoming scarce. Therefore, the application of organic fertilizers can be an alternative to replace chemical fertilizers. The community of RT. 36 in Karang Joang Village is located in the Sungai Wein Protected Forest (HLSW) area, where there are many fallen leaves along the roads and in residents' yards. The residents in this area have expressed concerns about the cost of fertilizers for their agricultural needs. The aim of this activity is to help address this issue by providing a shredder to produce organic fertilizers. The activity began with a site survey, followed by community empowerment activities, which included the design and construction of a leaf shredder, socialization of tool usage and fertilizer production to the community, collection of fertilizer raw materials, and the production of organic fertilizer. The outcome of this community service activity is an increased understanding among the community of how to utilize dry leaves and the production of organic fertilizers that have been made and packaged for easy transportation and use. The conclusion drawn from this activity is that the goal of utilizing the leaf shredder to produce organic fertilizers has been achieved, thereby fulfilling the household agricultural needs in the surrounding area.