Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Journal of Innovative and Creativity

Chronic Kidney Disease Of Unknown Etiology (CKDU) Pada Populasi Petani Di Asia: Peran Biomarker Cedera Tubulus Dalam Deteksi Dini (Narrative Review) Nashwa Amirul Haq Azzuhri; Ade Yonata; Anisa Nuraisa Jausal; Iswandi Darwis
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6121

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan tinjauan komprehensif mengenai penyakit ginjal kronik dengan etiologi tidak diketahui atau chronic kidney disease of unknown etiology (CKDu) pada populasi petani di Asia, dengan penekanan pada karakteristik epidemiologis, faktor risiko multifaktorial, serta potensi biomarker cedera tubulus sebagai alat deteksi dini. CKDu merupakan masalah kesehatan masyarakat yang semakin meningkat dan sering terdiagnosis pada stadium lanjut akibat keterbatasan parameter ginjal konvensional dalam mendeteksi cedera ginjal subklinis. Bahan dan metode yang digunakan dalam penelitian ini berupa narrative review terstruktur. Penelusuran literatur dilakukan melalui basis data PubMed dan Google Scholar terhadap publikasi yang diterbitkan dalam kurun waktu 2015–2025. Artikel yang memenuhi kriteria inklusi diseleksi berdasarkan fokus pada CKDu di komunitas pertanian, faktor risiko lingkungan dan okupasional, serta penggunaan biomarker ginjal. Data yang relevan diekstraksi dan dianalisis menggunakan pendekatan sintesis naratif tematik. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa CKDu terutama menyerang pekerja pertanian laki-laki usia produktif dan ditandai oleh perjalanan penyakit yang sering asimtomatik, proteinuria minimal, serta gambaran histopatologi berupa nefritis tubulointerstisial kronik. Faktor risiko utama yang berperan meliputi stres panas dan dehidrasi berulang, paparan agrokimia, serta kontaminan lingkungan. Sejumlah studi melaporkan peningkatan biomarker cedera tubulus, terutama kidney injury molecule-1 (KIM-1) dan neutrophil gelatinase-associated lipocalin (NGAL), pada individu dengan rasio albumin terhadap kreatinin yang masih normal, serta asosiasinya dengan penurunan laju filtrasi glomerulus yang lebih cepat. Kesimpulan dari narrative review ini menunjukkan bahwa biomarker cedera tubulus memiliki potensi besar sebagai alat deteksi dini CKDu pada populasi berisiko tinggi. Namun, penerapannya masih menghadapi kendala berupa keterbatasan biaya, belum adanya standardisasi metode, dan minimnya infrastruktur laboratorium. Oleh karena itu, diperlukan penelitian lanjutan untuk validasi prognostik jangka panjang serta pengembangan metode pemeriksaan yang lebih aplikatif dan terjangkau, khususnya di wilayah dengan sumber daya terbatas.
PENGARUH KONSUMSI KOPI TERHADAP PENINGKATAN RISIKO KEJADIAN HIPERTENSI: LITERATURE REVIEW Naila Fathiya Isnanto; Sutarto Sutarto; Anisa Nuraisa Jausal; Dian Isti Angraini
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.8088

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi (tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan/atau diastolik ≥90 mmHg) menjadi krisis kesehatan global dengan 1,13 miliar kasus, sementara di Indonesia prevalensinya 29,2-30,8%. Tren konsumsi kopi meningkat di tengah perdebatan perannya sebagai faktor risiko hipertensi melalui vasokonstriksi akibat kafein. Tujuan: Tinjauan ini menganalisis pengaruh konsumsi kopi terhadap risiko hipertensi. Metode: Tinjauan pustaka kualitatif dari Google Scholar dan PubMed (2020-2025) dengan kata kunci "hipertensi," "tekanan darah," "konsumsi kopi." Populasi seluruh studi relevan nasional/internasional; sampel 10 artikel terpilih berdasarkan kriteria inklusi. Instrumen tabel analisis literatur; analisis deskriptif-komparatif dengan model Emzir. Hasil: Enam studi tunjukkan hubungan signifikan positif (p<0,05), terutama ≥3 cangkir/hari pada lansia (kenaikan SBP/DBP 5-15 mmHg); empat studi tidak temukan hubungan akibat toleransi kafein. Kesimpulan: Konsumsi kopi sedang-tinggi tingkatkan risiko hipertensi pada kelompok rentan, meski bervariasi berdasarkan dosis dan demografi.