Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Peningkatan pengetahuan konseling tentang kontrasepsi pada kader di puskemas pattingalloang kota Makassar Nurbani Bangsawan; Umar Malinta; A. Mardiah Tahir; Nur Rakhmah; Eddy Tiro; Elizabet Catherine Jusuf; Arini Rafiqoh Asri; Aida Uzaya; Edward Chandra Koesuma
BEMAS: Jurnal Bermasyarakat Vol 4 No 1 (2023): BEMAS: Jurnal Bermasyarakat
Publisher : LPPMPK-Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/bemas.v4i1.474

Abstract

Hingga saat ini, Indonesia menempati posisi ke empat negara dengan populasi terbesar di dunia. Struktur penduduk Indonesia saat ini ditandai meningkatnya proporsi penduduk usia produktif. Pengendalian jumlah penduduk penting untuk dilakukan melalui program keluarga berencana (KB). Angka cakupan KB di Provinsi Sulawesi Selatan masih tergolong di bawah angka nasional. Di antara faktor yang mempengaruhi hal tersebut adalah rendahnya pengetahuan kader KB di Puskesmas. Peningkatan pengetahuan kader KB diharapkan dapat memberikan dukungan pasangan usia subur untuk memilih metode kontrasepsi yang paling cocok bagi mereka sehingga akhirnya dapat meningkatkan angka cakupan KB di wilayah tersebut. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mengenai kontrasepsi pada kader KB di Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) Pattingalloang, Kota Makassar. Kegiatan ini dilakukan dengan cara penyuluhan kepada 40 kader KB di Wilayah Puskemas Pattingalloang. Penilaian tingkat pengetahuan kader KB dalam pemilihan kontrasepsi dilakukan sebelum dan sesudah penyuluhan melalui kuesioner yang berisi pertanyaan tertutup. Uji Wilcoxon digunakan untuk menganalisis perbedaan rerata antara kedua hasil penilaian pada laporan ini. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan dari skor pengetahuan kader konselor KB yang bermakna dengan nilai pre-test dan post-test 5,25 ± 1,51 dan 8,72 ± 1,28 secara berturut-turut (p <0,001). Pada kesimpulannya, kegiatan pengabdian kepada masyarakat mengenai Kontrasepsi (penyuluhan) di Puskesmas Pattingalloang telah terlaksana dengan baik yang ditandai dengan terdapatnya meningkatkan pengetahuan yang dibuktikan dengan peningkatan nilai pre dan post-test
UPAYA MENINGKATKAN PENGETAHUAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA: Efforts to Improve Adolescent Reproductive Health Knowledge Elizabet Catherine Jusuf; Abadi Aman; Syahruni Syahrir; Ajardiana Idrus; Nasrudin A. Mappaware; Maisuri T. Chalid; Nur Azizah; Asmuliadi Asmuliadi; Waode Radmila
Jurnal Dinamika Pengabdian (JDP) Vol. 8 No. 2 (2023): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 8 NO. 2 MEI 2023
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v8i2.19735

Abstract

Kesehatan reproduksi remaja didefinisikan sebagai kondisi sehat dari sistem, fungsi dan proses organ reproduksi yang dimiliki oleh remaja, yaitu laki-laki dan perempuan usia 10-19 tahun dan belum menikah. Kurangnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi tentunya akan berdampak pada sikap yang tidak peduli terhadap kesehatan reproduksnya. khususnya terkait kesehatan reproduksi. Remaja baik laki-laki maupun perempuan mengalami berbagai masalah terkait kesehatan reproduksi seperti kehamilan yang tidak diinginkan (KTD), penyakit menular seksual (PMS) termasuk infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV), hal ini disebabkan salah satunya karena kurangnya pengetahuan dan sikap peduli terhadap kesehatan reproduksinya. Tujuan dalam intervensi kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan penyuluhan tentang kesehatan reproduksi pada remaja kemudian mengevaluasi tingkat pengetahuannya sebelum dan setelah dilakukannya penyuluhan. Tahapan berupa pre-test, dilanjutkan dengan penyampain materi dengan metode ceramah, kemudian sesi tanya jawab dan diakhir dengan post-test oleh peserta. Hasil menunjukkan tingkat pengetahuan tentang kesehatan remaja adalah 5,68 sebelum diberikan penyuluhan dan meningkat signifikan menjadi 9,52 (67,61%) setelah mengikuti program penyuluhan (p<0,05). Hasil ini menunjukkan bahwa penyuluhan tentang kesehatan reproduksi efektif dalam meningkatkan tingkat pengetahuan pada remaja. Dampak dari kegiatan ini diharapkan dengan terjadinya peningkatan pengetahuan pada remaja juga mampu meningkatkan sikap kepedulian dalam menjaga kesehatan reproduksinya. Kata kunci: Pengetahuan, reproduksi, remaja. ABSTRACT Adolescent reproductive health is defined as a healthy condition of the reproductive organ systems, functions and processes possessed by adolescent boys and girls aged 10-19 years and not yet married. The low level of knowledge about reproductive health will certainly have an impact on attitudes that do not care about their reproductive health, especially those related to reproductive health. Adolescents, both male and female, experience various problems related to reproductive health such as unwanted pregnancies, sexually transmitted diseases (STDs) including infection with Human Immunodeficiency Virus (HIV), this is due to a lack of knowledge and caring attitude towards reproductive health. This community aims to provide counseling about reproductive health to adolescents and then evaluate their level of knowledge before and after counseling. The stages are in the form of a pre-test, followed by presenting the material using the lecture method, then a question and answer session and ending with a post-test by the participants. The results show the level of knowledge of adolescents about Adolescent health was 5.68 before being given counseling and significantly increased to 9.52 (67.61%) after attending the counseling program (p<0.05). These results indicate that counseling on reproductive health is effective in increasing the level of knowledge warning in adolescents. It is hoped that the impact of this activity will increase the knowledge of adolescents and will also be able to increase their caring attitude in maintaining their reproductive health. Keywords: Knowledge, reproduction, adolescent.
PENYULUHAN TENTANG MENOPAUSE PADA PEREMPUAN LANSIA DI PUSKESMAS MINASA UPA Elizabet Catherine Jusuf; Rudy B. Leonardy; A. Mardiah Tahir; Suzana S. Pakasi; Umar Malinta; Julius Calvin; Najmiah Djakaria; Gina Magda Riana
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Panrita Abdi - April 2023
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v7i2.19720

Abstract

Menopause is the period of permanent cessation of menstruation after losing ovarian activity. Data from the Ministry of Health of the Republic of Indonesia, in 2009, postmenopausal women in Indonesia reached 7.4%, and in 2020 is estimated to get 11.54%. The increase in the population of menopausal women is generally accompanied by various problems that impact the health and quality of life experienced by these menopausal women. Most premenopausal women worldwide do not know about menopause, even though knowledge is significant in shaping one's behavior. Women with knowledge related to peri/post menopause will be able to understand and be confident in dealing with problems that arise when changes occur. Health programs related to menopause have not received serious attention; women's reproductive health services at primary health care have been limited to maternal pregnancy check-ups, delivery assistance, and family planning services. One way to prepare women for this menopause is to change their cognitive abilities through counseling. This counseling can increase knowledge that can change health beliefs and improve the health behavior of postmenopausal women. The results of this counseling showed an increase in the average level of knowledge from the pre-test 56, and after counseling, it increased to 81.33. A significant increase of 25.33 (p<0.05) indicated that the counseling method effectively increased knowledge about menopause in poly prolanis women.  ---  Menopause adalah masa terjadinya penghentian menstruasi permanen setelah hilangnya aktivitas ovarium. Data dari Departemen Kesehatan RI pada tahun 2009 wanita menopause di Indonesia mencapai 7,4% dan tahun 2020 diperkirakan mencapai 11,54% dengan usia rata-rata menopause 49 tahun. Peningkatan populasi wanita menopause pada umumnya disertai berbagai masalah yang kompleks sehingga berdampak pada kesehatan dan kualitas hidup yang dialami wanita menopause tersebut. Sebagian besar wanita premenopause di dunia tidak memiliki pengetahuan mengenai menopause, padahal pengetahuan merupakan domain yang sangat penting untuk membentuk perilaku seseorang. Wanita yang memiliki pengetahuan terkait menopause akan dapat memahami dan percaya diri dalam menangani masalah yang timbul saat terjadi perubahan. Program kesehatan yang terkait dengan menopause belum mendapat perhatian serius, pelayanan kesehatan reproduksi wanita di Puskesmas, hingga saat ini terbatas pada pemeriksaan kehamilan ibu, pertolongan persalinan dan pelayanan keluarga berencana. Salah satu cara untuk menyiapkan wanita menghadapi masa menopause ini adalah dengan cara mengubah kognitifnya melalui penyuluhan. Penyuluhan ini mampu meningkatkan pengetahuan, mengubah keyakinan kesehatan dan meningkatkan perilaku kesehatan wanita menopause. Hasil dari penyuluhan ini menunjukkan adanya peningkatan rata-rata tingkat pengetahuan dari pre-test 56 dan setelah dilakukan penyuluhan meningkat menjadi 81,33. Terdapat peningkatan yang signifikan sebesar 25,33 (p<0,05) yang menunjukkan bahwa metode penyuluhan efektif dalam meningkatkan pengetahuan tentang menopause pada wanita poli prolanis.
UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG DETEKSI DINI PREEKLAMSIA PADA BIDAN DAN KADER DI PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT TAMALATE KOTA MAKASSAR Elizabet Catherine Jusuf; Dwi Arry Wibowo; Andi Uci Febrianti; Eddy Hartono; Nur Rakhmah; Rina Previana; Irnawati Bahar; Andi Mardiah Tahir
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 9, No 2 (2023): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v9i2.8559

Abstract

Preeklamsia merupakan salah satu penyebab utama kematian ibu di Indonesia. Morbiditas dan mortalitas akibat preeklamsia terjadi 5% sampai 7% dari semua kehamilan dan bertanggung jawab atas lebih dari 70.000 kematian ibu dan 500.000 janin kematian di seluruh dunia setiap tahun. Deteksi dini yang kurang baik di layanan kesehatan primer merupakan salah satu faktor tingginya angka kematian ibu akibat preeklamsia. Bidan dan kader merupakan lini terdepan dalam memberikan layanan kesehatan kepada ibu hamil, sehingga mereka memiliki peran yang besar dalam penanganan awal. Hal ini menunjukkan pentingnya pengetahuan seorang bidan dan kader untuk mengenali preeklamsia dengan harapan mampu menurunkan angka morbiditas dan mortalitas akibat preeklamsia. Tujuan kegiatan penyuluhan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bidan dalam hal deteksi dini preeklamsia. Evaluasi tingkat pengetahuan bidan dan kader dilakukan dengan tahapan berupa pretest, penyampaian materi, sesi tanya jawab dan diskusi kemudian diakhiri dengan posttest. Penelitian ini menunjukkan tingkat pengetahuan tentang deteksi dini preeklamsia sebelum diberikan penyuluhan adalah 4.96 dan meningkat signifikan menjadi 8.03 setelah mengikuti penyuluhan (p<0.05). Hal ini menunjukkan bahwa penyuluhan mampu meningkatkan pengetahuan bidan dan kader terhadap deteksi dini preeklamsia.
PENINGKATAN PENGETAHUAN KADER DAN IBU HAMIL TENTANG HIPERTENSI DALAM KEHAMILAN MELALUI PENYULUHAN DI PUSKESMAS RAPPOKALLING MAKASSAR Irnawaty Bahar; Nursanty A. Padjalangi; Johnsen Mailoa; Elizabet Catherine Jusuf; Surya Setiawan; Andi Sri Ratnaningsih
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Panrita Abdi - April 2024
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/pa.v8i2.26148

Abstract

Indonesia's high maternal mortality rate (MMR) is still a significant health problem and requires serious treatment. One of the three most prominent contributors to MMR is hypertension in pregnancy (HP). Education is one of the essential efforts that can be carried out in the early prevention of preeclampsia, one part of HDK.  This activity was carried out by the Department of Obstetrics and Gynecology, Faculty of Medicine, Hasanuddin University, especially the OBGINSOS division, and aims to increase the knowledge of cadres and pregnant women in screening and preventing preeclampsia. This program is expected to impact reducing morbidity and mortality in mothers. This activity was carried out with counseling to 43 cadres and pregnant women in the Rappokalling Primary Health Center Makassar area. Assessment of the level of knowledge of participants about hypertension in pregnancy before and after counseling was assessed through a questionnaire and then analyzed with the Wilcoxon statistical test analyzing the average difference between the two assessment results in this report. This activity showed a significant increase in the participant's knowledge score with pre-test and post-test scores of 5.00 ± 3 and 8.00 ± 2, respectively (p=0.000). In conclusion, counselling activities at the Rappokalling Primary Health Center increased participants' knowledge about HP and indicated an exemplary program implementation.   ||   Di Indonesia, angka kematian ibu (AKI) yang tinggi masih merupakan masalah kesehatan utama dan memerlukan penanganan yang serius. Salah satu dari tiga terbesar penyumbang AKI tersebut adalah hipertensi dalam kehamilan (HDK). Penyuluhan merupakan salah satu upaya esensial yang dapat dilakukan dalam pencegahan dini preeklampsia, salah satu bagian dari HDK. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Departemen Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin khususnya divisi OBGINSOS, dan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader dan ibu hamil dalam skrining dan pencegahan  preeclampsia. Hal ini diharapkan dapat berdampak pada penurunan angka kesakitan dan kematian pada Ibu. Kegiatan ini dilaksanakan dengan penyuluhan kepada 43 orang kader dan ibu hamil di wilayah Puskesmas Rappokalling Makassar. Penilaian tingkat pengetahuan peserta tentang hipertensi dalam kehamilan sebelum dan sesudah konseling dinilai melalui kuesioner kemudian dilakukan analisis dengan uji statistik Wilcoxon menganalisis perbedaan rata-rata antara dua hasil penilaian dalam laporan ini.  Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan dari skor pengetahuan peserta yang bermakna dengan nilai median pre-test dan post-test 5.00 ± 3 dan 8.00 ± 2 secara berturut-turut (p=0,000). Kesimpulannya, kegiatan penyuluhan di Puskesmas Rappokalling mampu meningkatkan pengetahuan peserta mengenai HDK dan menjadi indikator terlaksananya kegiatan dengan baik.
UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG DETEKSI DINI PREEKLAMSIA PADA BIDAN DAN KADER DI PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT TAMALATE KOTA MAKASSAR Elizabet Catherine Jusuf; Dwi Arry Wibowo; Andi Uci Febrianti; Eddy Hartono; Nur Rakhmah; Rina Previana; Irnawati Bahar; Andi Mardiah Tahir
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 9, No 2 (2023): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v9i2.8559

Abstract

Preeklamsia merupakan salah satu penyebab utama kematian ibu di Indonesia. Morbiditas dan mortalitas akibat preeklamsia terjadi 5% sampai 7% dari semua kehamilan dan bertanggung jawab atas lebih dari 70.000 kematian ibu dan 500.000 janin kematian di seluruh dunia setiap tahun. Deteksi dini yang kurang baik di layanan kesehatan primer merupakan salah satu faktor tingginya angka kematian ibu akibat preeklamsia. Bidan dan kader merupakan lini terdepan dalam memberikan layanan kesehatan kepada ibu hamil, sehingga mereka memiliki peran yang besar dalam penanganan awal. Hal ini menunjukkan pentingnya pengetahuan seorang bidan dan kader untuk mengenali preeklamsia dengan harapan mampu menurunkan angka morbiditas dan mortalitas akibat preeklamsia. Tujuan kegiatan penyuluhan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bidan dalam hal deteksi dini preeklamsia. Evaluasi tingkat pengetahuan bidan dan kader dilakukan dengan tahapan berupa pretest, penyampaian materi, sesi tanya jawab dan diskusi kemudian diakhiri dengan posttest. Penelitian ini menunjukkan tingkat pengetahuan tentang deteksi dini preeklamsia sebelum diberikan penyuluhan adalah 4.96 dan meningkat signifikan menjadi 8.03 setelah mengikuti penyuluhan (p<0.05). Hal ini menunjukkan bahwa penyuluhan mampu meningkatkan pengetahuan bidan dan kader terhadap deteksi dini preeklamsia.
Strategi Layanan Kesehatan Reproduksi pada Remaja: Literature Review Katrina Auri; Elizabet Catherine Jusuf; Mardiana Ahmad
Faletehan Health Journal Vol 9 No 01 (2022): Faletehan Health Journal, Maret 2022
Publisher : Universitas Faletehan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33746/fhj.v9i01.325

Abstract

Adolescents are the most important targets in reproductive health programs. The typical nature of teenagers is to have great curiosity, love adventure, like challenges and dare to take risks for their actions without careful consideration, and inappropriate decision making in facing problems. Therefore, they might potentially fall into risky behaviors that cause short and long term impacts in physical and psychological health problems. The purpose of the study was to know reproductive health service strategies in adolescents. The research used literature studies. To search the articles, PubMed database and Google Scholar publication year from 2015 to 2021 were used. There were 18 relevant articles based on inclusion criteria. Reproductive health service strategies in adolescents could be done through mass media such as televition, radio, leaflets and pocketbook giving. Mobile phones were also able to be utilized by providing applications and social media services. The strategies can provide better benefits because they are able to increase adolescent knowledge and most importantly to keep adolescents secret.
UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN PASANGAN USIA SUBUR TENTANG METODE KONTRASEPSI JANGKA PANJANG DI PUSKESMAS MAKASSAU KOTA MAKASSAR: Efforts to Improve Knowledge of Long-Term Contraceptive Methods (LTCM) among Reproductive-Age Couples at Makassau Public Health Center, Makassar City Elizabet Catherine Jusuf; Irnawati Bahar; Syahruni Syahrir; Virgiawan Listanto; Muthiah Muchlis
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 11 No. 2 (2026): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 11 NO. 2 JANUARI 2026
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v11i2.46683

Abstract

Rendahnya pemanfaatan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) masih menjadi tantangan dalam program Keluarga Berencana nasional, salah satunya disebabkan keterbatasan pengetahuan pasangan usia subur mengenai jenis, efektivitas, dan keamanan MKJP. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan pasangan usia subur tentang MKJP melalui penyuluhan kesehatan terstruktur di Puskesmas Makassau, Kota Makassar. Penyuluhan diikuti oleh 49 peserta dengan metode ceramah interaktif dan audiovisual, serta dilakukan pre-test dan post-test menggunakan kuesioner pilihan ganda. Analisis data menggunakan paired t-test dengan tingkat signifikansi p<0,05. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan skor pengetahuan peserta setelah penyuluhan (p<0,001), dengan rata-rata nilai pre-test sebesar 55,6 ± 13,4 meningkat menjadi 85,3 ± 9,2 pada post-test, dan seluruh peserta memperlihatkan peningkatan pemahaman terhadap jenis, efektivitas, dan keamanan MKJP. Dengan demikian, penyuluhan berbasis bukti dan interaktif terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan pasangan usia subur tentang MKJP, sehingga kegiatan edukasi serupa perlu dilakukan secara berkala sebagai bagian dari program promosi kesehatan dan upaya pencapaian target program Keluarga Berencana nasional.    Kata kunci: Metode kontrasepsi jangka panjang, penyuluhan kesehatan, pasangan usia subur, keluarga berencana.   ABSTRACT The low utilization of Long-Term Contraceptive Methods (LTCM) remains a challenge in the national family planning program, primarily due to limited knowledge among reproductive-age couples regarding the types, effectiveness, and safety of these methods. This community service activity aimed to improve the knowledge of reproductive-age couples about LTCM through structured health education at Makassau Public Health Center, Makassar City. A total of 49 participants attended the program, which was conducted using interactive lectures and audiovisual media, accompanied by pre-test and post-test assessments through multiple-choice questionnaires. Data were analyzed using paired t-test with a significance level of p<0.05. The results showed a significant improvement in participants’ knowledge after the health education (p<0.001), with the mean pre-test score of 55.6 ± 13.4 increasing to 85.3 ± 9.2 in the post-test, and all participants demonstrated better understanding of LTCM types, effectiveness, and safety. Therefore, evidence-based and interactive health education proved effective in improving knowledge about LTCM, and such educational activities should be regularly implemented as part of health promotion efforts to achieve the targets of the national family planning program. Keywords: Long-term contraceptive methods, health education, reproductive-age couples, family planning.
PENINGKATAN PENGETAHUAN PERENCANAAN KEHAMILAN DAN ANTENATAL CARE DI PUSKESMAS TAMAMAUNG: Improvement of Pregnancy Planning and Antenatal Care Knowledge at Tamamaung Community Health Center Nurbani Bangsawan; Elizabet Catherine Jusuf; Mardiah Tahir; Rina Previana; Umar Malinta; Abdul Rahman; Tuty Muliati; Muh Furqon Fahluly
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 11 No. 4 (2026): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 11 NO. 4 JULI 2026
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v11i4.47969

Abstract

Komplikasi kehamilan masih menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia. Hal ini disebabkan oleh kurangnya pengetahuan dan kesadaran pasangan usia subur serta ibu hamil tentang perencanaan kehamilan dan pentingnya pemeriksaan antenatal (ANC) secara teratur. Upaya edukasi melalui penyuluhan kesehatan merupakan strategi preventif yang efektif untuk meningkatkan literasi kesehatan reproduksi dan mendukung deteksi dini risiko kehamilan. Oleh karena itu, diperlukan intervensi edukatif yang terstruktur berupa penyuluhan untuk memperkuat pemahaman masyarakat tentang skrining komplikasi kehamilan dan antenatal care. Kegiatan ini dilaksanakan pada September 2025 di Puskesmas Tamamaung. Peserta penyuluhan adalah semua perempuan usia reproduksi yang datang ke poli ibu dan anak yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Tahapan penyuluhan meliputi pre-test, presentasi interaktif mengenai perencanaan kehamilan dan skrining antenatal care, sesi tanya jawab, serta post-test di akhir kegiatan. Evaluasi efektivitas penyuluhan dilakukan dengan membandingkan skor pengetahuan sebelum dan sesudah. Uji Shapiro–Wilk digunakan untuk menilai normalitas distribusi data, sedangkan uji Wilcoxon digunakan untuk menganalisis perbedaan nilai pre-test dan post-test. Sebanyak 25 responden berpartisipasi dalam kegiatan penyuluhan ini. Rerata nilai pre-test sebesar 7,08 ± 1,32, sedangkan nilai post-test meningkat menjadi 9,04 ± 0,73. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah penyuluhan (p<0,001). Mayoritas responden, menunjukkan antusiasme tinggi selama proses penyuluhan dan aktif dalam sesi diskusi. Temuan ini menunjukkan bahwa penyuluhan berbasis ceramah interaktif efektif dalam meningkatkan pemahaman pasangan mengenai pentingnya perencanaan kehamilan dan pemeriksaan ANC dalam mencegah komplikasi. Kata kunci: Perencanaan kehamilan, antenatal care, edukasi prakonsepsi. ABSTRACT Pregnancy complications remain one of the main causes contributing to the increase in Maternal Mortality Rate (MMR) and Infant Mortality Rate (IMR) in Indonesia. This is due to the lack of knowledge and awareness among fertile-aged couples and pregnant women regarding pregnancy planning and the importance of regular antenatal care (ANC) examinations. Education efforts through health promotion are an effective preventive strategy to enhance reproductive health literacy and support the early detection of pregnancy risks. Therefore, a structured educational intervention in the form of counseling/promotion is necessary to strengthen the community's understanding of pregnancy complication screening and antenatal care. This activity was conducted in September 2025 at Tamamaung Primary Health Center (Puskesmas). The participants were all women of reproductive age who visited the maternal and child health clinic, selected using a purposive sampling technique. The counseling activities included a pre-test, an interactive presentation on pregnancy planning and antenatal care screening, a question-and-answer session, and a post-test at the end of the activity. The effectiveness of the counseling was evaluated by comparing knowledge scores before and after the intervention. The Shapiro–Wilk test was used to assess the normality of the data distribution, while the Wilcoxon test was used to analyze the difference between pre-test and post-test scores. A total of 25 respondents participated in the counseling activity. The mean pre-test score was 7.08 ± 1.32, which increased to 9.04 ± 0.73 in the post-test. Statistical analysis showed a significant improvement in knowledge following the intervention (p<0.001). Most participants demonstrated high enthusiasm and active engagement during the counseling and discussion sessions. These findings indicate that interactive lecture–based counseling is effective in enhancing couples’ understanding of the importance of pregnancy planning and ANC in preventing pregnancy complications. Keywords: Pregnancy planning, antenatal care, preconception education.