Hendro Joli Bidjuni
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FAKTOR RISIKO PENINGKATAN TEKANAN DARAH PADA KELOMPOK USIA 17-35 TAHUN DI DESA WALEO DUA Glenda Freeisi Makalew; Mario Esau Katuuk; Hendro Joli Bidjuni
JURNAL KEPERAWATAN Vol. 11 No. 1 (2023): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v11i1.48470

Abstract

Background: The increase of blood pressure is caused by several factors, namely genetics, age, gender, obesity, race and lifestyle habits such as high salt consumption, overeating, stress, physical activity, smoking, alcohol consumption and taking drugs. Purpose : It is known the factors that associated with increase of blood pressure in the 17-35 year age group in Waleo Dua village. Method: The quantitative approach is correlational with the type of analytic observational research with a cross sectional design. Sample: sampling using the purposive sampling method and to determine the sample size using the Slovin formula, with a total sample of 122 respondents. Result: This study used the Chi-Square statistical test and Spearman Rank test, and showed a significant relationship between gender (p=0.005), body mass index (p=0.000, r=0.368), physical activity (p=0.001, r=-0.285), sodium-eating pattern (p=0.000, r=0.413), fat-eating pattern (p=0.000, r=0.432) and alcohol consumption (p=0.006, r=0.247) and there was no significant relationship from family history (p=0.914) and stress (p=0.132, r=0.137) with an increased in blood pressure. Conclusion: there are correlations between gender, body mass index, physical activity, dietery pattern (sodium and fat) and alcohol consumption with an increase of blood pressure. Suggestion: Checking blood pressure and implementing a healthy lifestyle can prevent an increase of blood pressure. Keywords: Risk Factor; The Increase of Blood Pressure; Late Adolescence; Young Adult
Penerapan Pijat Tuina Pada Keluarga Anak Usia Sekolah Dengan Masalah Defisit Nutrisi Di Lingkungan II Desa Tongkaina Kec.Bunaken Mangundap, Gabriel Meyti; Simak, Valen Fridolin; Hendro Joli Bidjuni
Mapalus Nursing Science Journal Vol. 3 No. 2 (2025): Mapalus Nursing Science Journal (Jurnal Ilmu Keperawatan Mapalus)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/mnsj.v3i2.58546

Abstract

Latar Belakang: Anak usia sekolah merupakananak yang memasuki usia kisaran 6 sampai 12 tahun dan menjadi salah satu kelompok anakyang rentan dengan terjadinya masalah gizi. Dalam kondisi ini anak harus mendapatkanmakanan yang bergizi untuk mendukungproses pertumbuhannya, maka untuk dapatmengoptimalkan aktivitas anak usia sekolahperlu di dukung dengan pemenuhan gizi yang baik. Tujuan: Untuk memaparkan hasilpraktik berupa asuhan keperawatan pada keluarga dengan tahap perkembangan anakusia sekolah dengan pendekatan edukasikesehatan dan demonstrasi. Metode:Laporan kasus, penulis mengambil satukeluarga binaan dengan tahap perkembangananak usia sekolah di lingkungan 2 Tongkainakecamatan Bunaken dengan memberikanintervensi edukasi pemberian makanantambahan dalam upaya perbaikan gizi dan demonstrasi pijat tuina. Hasil : Setelahpemberian intervensi edukasi kesehatantentang pemberian makanan tambahandalam upaya perbaikan gizi keluarga sudahdapat memahami dan mengerti pentingnyagizi pada anak usia sekolah, adanyapeningkatan nafsu makan, namun secarapemenuhan porsi makan dan jenis makananbelum terpenuhi. Dan keluarga mengalamipeningkatan tingkat kemandirian keluarga(KM I menjadi KM II). Kesimpulan: Pemberianintevensi edukasi kesehatan tentangpemberian makanan tambahan dalam upayaperbaikan gizi dan demonstrasi pijat tuinabermanfaat karena bisa menambah wawasandan pengetahuan dari keluarga dalammengatasi masalah kesehatan sehingga status kesehatan keluarga dapat meningkat. Kata Kunci: Anak Usia Sekolah, Demonstrasi, Edukasi Kesehatan, Keluarga