Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENGEMBANGAN INSTRUMEN EVALUASI DIRI GURU TERKAIT PENCAPAIAN KOMPETENSI GURU DAN IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 PADA GURU SMP KOTA SALATIGA Manutede, Yusuf Zakarias; Susiloningsih, Endang; Ridlo, Saiful
Innovative Journal of Curriculum and Educational Technology Vol 4 No 1 (2015): June 2015
Publisher : unnes press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan Instrumen Evaluasi Diri Guru Terkait Pencapaian Kompetensi Guru dan Implementasi Kurikulum 2013 pada Guru merupakan kebutuhan mendesak karena dapat digunakan sebagai panduan bagi guru untuk menilai (evaluasi) diri kompetensi guru. Bentuk instrumen yang dikembangkan adalah instrumen penilaian (evaluasi) kompetensi pedagogis. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen penilaian (evaluasi)diri kompetensi pedagogis yang valid dan reliabel yang diimplementasikan di SMP di Kota Salatiga. Variabel Penelitian ini adalah kompetensi pedagogis guru. Pengumpulan Data melalui metode kualitatif, dokumentasi dan penilaian melalui angket. Analisis data kualitatif digunakan untuk memperoleh data pendahuluan, sedangkan perolehan data pengembangan hingga uji coba digunakan analisa kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) penilaian (evaluasi) diri kompetensi pedagogis guru  di Kota salatiga belum memiliki instrumen khusus, tetapi masih terbatas pada penilaian subjektif kepala sekolah ataupun pengawas. (2) Instrumen yang dikembangkan berupa instrumen penilaian (evaluasi) diri kompetensi pedagogis. (3) Instrumen valid secara isi ditunjukkan dengan presentase skor penilaian validator 94,28 % untuk kompetensi pedagogis serta valid secara konstruk yang ditunjukkan dengan nilai koefisien korelasi lebih besar dari 0,3 dan reliabel yang ditunjukkan oleh besaran nilai koefisien reliabilitas 0,939 untuk kompetensi pedagogis (4) Instrumen penilaian (evaluasi) diri kompetensi pedagogis yang dikembangkan mudah dipahami sebagaimana dikemukakan validator praktisi dan guru sebagai rateers.Development of Self-Evaluation Instrument Related Master Teacher Competency Achievement and implementation of Curriculum 2013 at the Master is an urgent need because it can be used as a guide for teachers to assess (evaluate) self-competence of teachers. Developed forms of instruments are the instruments of assessment (evaluation) pedagogical competence and professional competence of teachers. This research aims to develop assessment instruments (evaluation) self pedagogical competence and professional competence valid and reliable are implemented in junior high school in Salatiga. The results showed that (1) assessment self pedagogical competence and professional competence of teachers in the City salatiga not have a special instrument, but is still limited to subjective assessment principals or supervisors. (2 ) The instrument was developed in the form of an assessment instrument (evaluation) self pedagogical competence. (3) Instruments valid contents indicated by the percentage of 94.28% validator assessment scores for pedagogical competence as well as the valid construct as indicated by the value of the correlation coefficient greater than 0.3 and reliably indicated by the magnitude of the value reliability coefficient of 0.939 for pedagogical competence. (4) Instruments assessment (evaluation) self pedagogical competence and developed easily understood as expressed validator practitioners and teachers as rateers.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN KOMPETENSI PEDAGOGIS GURU SMP DALAM KURIKULUM 2013 MENURUT PERSEPSI GURU DI KOTA SALATIGA Manutede, Yusuf Zakarias; Susiloningsih, Endang; Ridlo, Saiful
Journal of Research and Educational Research Evaluation Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.625 KB)

Abstract

Pengembangan Instrumen Kompetensi Guru dalam mengimplementasikan Kurikulum 2013 pada Guru merupakan kebutuhan mendesak karena dapat digunakan sebagai panduan bagi guru untuk menilai (evaluasi) dirinya sendiri secara objektif dan jujur. Bentuk instrumen yang dikembangkan adalah instrumen penilaian (evaluasi) kompetensi pedagogis dan kompetensi profesional guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen penilaian (evaluasi) diri kompetensi pedagogis dan kompetensi profesional yang valid dan reliabel yang diimplementasikan pada guru-guru di SMP di Kota Salatiga. Penelitian ini menggunakan metode Reseach and Development (R & D) dengan langkah-langkah teori Borg and Gall yaitu (1) studi pendahuluan,  (2) perancangan, (3) pengembangan, (4) uji terbatas, (5) revisi hasil uji terbatas, (6) uji coba lapangan lebih luas, (7) revisi uji coba lapangan lebih luas, (8) uji kelayakan, (9) revisi hasil uji kelayakan, (10) Deseminasi (tidak dilakukan). Variabel Penelitian ini adalah kompetensi pedagogis dan kompetensi profesional guru. Pengumpulan Data melalui metode kualitatif, dokumentasi dan penilaian (evaluasi) diri melalui angket. Analisis data kualitatif digunakan untuk memperoleh data pendahuluan, sedangkan perolehan data uji coba dan pengembangan digunakan analisa kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) penilaian (evaluasi) diri kompetensi pedagogis dan kompetensi profesional guru di Kota salatiga belum memiliki instrumen khusus, tetapi masih terbatas pada penilaian subjektif kepala sekolah ataupun pengawas. (2) Instrumen yang dikembangkan berupa instrumen penilaian (evaluasi) diri kompetensi pedagogis dan kompetensi profesional. (3) Instrumen valid secara isi ditunjukkan dengan presentase skor penilaian validator 94,28 % untuk kompetensi pedagogis dan 92,14 untuk kompetensi profesional serta valid secara konstruk yang ditunjukkan dengan nilai koefisien korelasi lebih besar dari 0,3 dan reliabel yang ditunjukkan oleh besaran nilai koefisien reliabilitas 0,939 untuk kompetensi pedagogis dan 0,945 untuk kompetensi profesional.(4) Instrumen penilaian (evaluasi) diri kompetensi pedagogis dan kompetensi profesional yang dikembangkan mudah dipahami dari segi bahasa, konstruk sehingga praktis digunakan. Development of Self-Evaluation Instrument Related Master Teacher Competency Achievement and implementation of Curriculum 2013 at the Master is an urgent need because it can be used as a guide for teachers to assess (evaluate) self-competence of teachers. Developed forms of instruments are the instruments of assessment (evaluation) pedagogical competence and professional competence of teachers. This research aims to develop assessment instruments (evaluation) self pedagogical competence and professional competence valid and reliable are implemented in junior high school in Salatiga.  The results showed that (1) assessment self pedagogical competence and professional competence of teachers in the City salatiga not have a special instrument, but is still limited to subjective assessment principals or supervisors. (2 ) The instrument was developed in the form of an assessment instrument (evaluation) self pedagogical competence. (3) Instruments valid contents indicated by the percentage of 94.28% validator assessment scores for pedagogical competence as well as the valid construct as indicated by the value of the correlation coefficient greater than 0.3 and reliably indicated by the magnitude of the value reliability coefficient of 0.939 for pedagogical competence. (4) Instruments assessment (evaluation) self pedagogical competence and developed easily understood as expressed validator practitioners and teachers as rateers.
Dampak Pemberian Reward dan Reinforcement Negatif Terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas V Sekolah Dasar Like Suoth; Elsye Jesti Mutji; Yusuf Zakaria Manutede
Jurnal Ilmiah Pendidikan Profesi Guru Vol. 5 No. 3 (2022): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jippg.v5i3.52284

Abstract

Proses pembelajaran yang monoton (tidak bervariasi) masih menjadi masalah klasik yang terjadi dalam dunia pendidikan saat ini. Akibatnya siswa bosan dan kehilangan fokus dalam belajar sehingga pembelajaran tidak efektif dan tujuan pembelajaran sulit tercapai. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pemberian reward dan reinforcement negatif terhadap motivasi belajar siswa kelas V SD. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode esksploratif (ex post facto). Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD GMIH Soasangaji Dim­Dim. Jumlah anggota populasi terdari 15 siswa. Sampel dalam penelitian ini adalah sampel populasi, sehingga seluruh siswa kelas V yang berjumblah 15 siswa. Metode pengumpulan data menggunakan observasi dan angket. Teknik analisis data yang digunakan analisis kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh yang positif dan signifikan pemberian reward terhadap motivasi belajar siswa kelas V SD. Hasil perhitungan SIJUVOH sebesar (0,161) lebih besar dari SUBCFM sebesar (0,049) maka dari itu hipotesis kerja diterima. Jadi, terdapat pengaruh yang positif dan signifikan pemberian reinforcement negatif terhadap motivasi belajar siswa kelas V SD. Hasil perhitungan ’IJUVOH sebesar (0,802) lebih besar dari ’UBCFM sebesar (0,576) maka dari itu hipotesis kerja diterima. Hal ini menunjukan terdapat pengaruh yang positif dan signifikan pemberian reward dan reinforcement negatif terhadap motivasi belajar siswa kelas V SD.
Development of an Academic Supervision Model Based on Hibualamo Cultural Values to Improve Teacher’s Professional Competence Manutede, Yusuf Z.; Kailola, Jacob
Agrikan Jurnal Agribisnis Perikanan Vol. 17 No. 2 (2024): Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52046/agrikan.v17i2.2401

Abstract

Research to carry out supervision of teachers, school principals and supervisors in the education office using local wisdom values. The specific goal to be achieved is the formation of an academic supervision model based on Hibualamo cultural values, which is a value system that is highly upheld by the people of North Halmahera. The research methods used are qualitative and quantitative, while data analysis is descriptive qualitative and descriptive quantitative. The data collection technique involves assessing documents and asking for expert opinions on their validity. The techniques used in this development stage are quantitative and qualitative descriptive; while the model findings are hypothetical models. The results of developing an academic supervision model based on Hibualamo cultural values include the management functions of planning, organising, implementing and reporting. The academic supervision model based on Hibualamo cultural values is effective in improving the performance of teachers in North Halmahera in aspects of learning planning, implementation and assessment aspects.
Pengembangan Bimbingan Kelompok Berbasis Cooperative Learning Untuk Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Siswa SD Di Kota Tobelo Kabupaten Halmahera Utara Suoth, Like; Kusumawati, Puji Nitis; Manutede, Yusuf Zakarias
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 6 (2024): Journal of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i6.2070

Abstract

Pendidikan merupakan satu hal penting dalam kehidupan manusia, karena melalui pendidikan akan terbentuk kepribadian ke arah kedewasaan diri. Untuk itulah guru perlu mengupayakan perkembangan siswa melalui berbagai layanan baik individu maupun kelompok. Di Halmahera Utara banyak anak yang masih memiliki kemampuan berbahasa rendah yang terlihat pada proses pembelajaran di kelas. Berdasarkan observasi, identifikasi permasalahan yang di alami siswa saat ini antara lain kurangnya kemampuan berbahasa. Melihat fenomena tersebut, maka perlu diupayakan peningkatan kemampuan berbahasa dengan bimbingan kelompok dilakukan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui penerapan salah satu layanan yaitu layanan bimbingan kelompok berbasis cooperative learning (CL) untuk meningkatkan kemampuan berbahasa. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah untuk mengembangkan model bimbingan kelompok berbasis dan meningkatkan 3 kemampuan berbahasa siswa SD di Kota Tobelo yaitu membaca, berbicara, dan menyimak. Metode yang digunakan adalah pengembangan model bimbingan kelompok berbasisCL, implementasi bimbingan kelompok kepada siswa dari beberapa SD, serta evaluasi dan pengukuran hasil. Kegiatan dilaksanakan melalui kegiatan sosialisasi dan bimbingan kelompok selama 10 Sesi. Hasil dari kegiatan didapatkan ada peningkatan kemampuan berbahasa siswa SD yang mengikuti kegiatan dan modul/panduan l bimbingan kelompok yang dapat digunakan secara berkelanjutan. Penggunaan teknik CL Make a Match dalam upaya menangani permasalahan kemampuan membaca siswa menunjukkan terjadinya peningkatan dari yang awalnya siswa memiliki kemampuan membaca cuma 25 % meningkat menjadi 43,34 pada sesi 1, terus meningkat dalam sesi 4 menjadi 83,33 dan pada sesi ke 7 meningkat total menjadi 100 % siswa telah memiliki memampuan lancar dalam membaca. Selanjutnya adalah Penggunaan teknik CL “Kancing Gemerincing” menunjukkan bahwa siswa yang awalnya memiliki kelancaran berbicara Sangat Rendah 2 orang (6,67 %), Rendah 12 orang (40 %) atau berjumlah 14 orang atau 46,67 % setelah diberikan perlakuan ternyata mampu menjadikan kemampuan berbicaranya cukup lancar, lancar dan sangat lancar menjadi berjumlah 83,33 % dari total 30 orang siswa. Pendampingan/treatment bimbingan kelompok berbasis CL tehnik “Berfikir Berpasangan” (Think-Pair-Share) dapat meningkatkan kemampuan menyimak siswa yang ditargetkan 50 % dalam pendampingan ini, ternyata bisa langsung mencapai 100 % dalam sesi 3; namun sempat menurun menjadi 93,33 % dalam sesi 6, tetapi kembali menjadi 100 % kemampuan menyimak siswa saat mengikuti sesi 9. Semua hal ini memperlihatkan bahwa pendampingan/treatment bimbingan kelompok berbasis cooperative learning tehnik Make a Match mampu meningkatkan kemampuan membaca siswa, tehnik cooperative learning “Kancing Gemerincing” untuk meningkatkan kemampuan berbicara siswa, dan tehnik CL teknik “Berfikir Berpasangan” (Think-Pair-Share) mampu meningkatkan kemampuan menyimak siswa.
Pengaruh Kompetensi Pedagogik Guru Terhadap Efektifitas Belajar Siswa Besare, Stefen Deni; Sasingan, Mardince; Manutede, Yusuf Zakarias
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 7 No. 3 (2024): September - Desember 2024
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.7.3.2024.4222

Abstract

Teacher attention to student conditions during the learning process must be maximized, student seriousness when learning needs to be improved, teaching methods should be developed to be more varied and interesting, learning media must be developed to be innovative and better learning evaluations. This condition will have an impact on the effectiveness of student learning. The research was conducted at Tobelo Elementary School, grade III with the number of students taken as the research sample was 36 students. This study aims to determine the effect of teacher pedagogical competence variables on student learning effectiveness variables in class III of Tobelo Elementary School. Quantitative method with simple regression analysis technique was chosen and considered relevant to the research title. Therefore, the data analysis technique used is a simple regression test. The sampling technique used population samples, namely all third-grade students of Tobelo Multilevel Elementary School totalling 36 people. Data collection techniques using questionnaires and documentation. The questionnaire uses a Likert scale with 4 answer options for each item. Prerequisite tests were carried out with stages; description analysis, reliability validity test, data normality test, data linearity test, research hypothesis test. The results obtained by the regression equation model