Maria Diah Ciptaningtyas
Poltekkes Kemenkes Malang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Positive Effect of Chewing Gum and Early Mobilization on Intestinal Peristalsis Daffa Basandra Putra; Taufan Arif; Tri Cahyo Sepdianto; Maria Diah Ciptaningtyas
Journal of Ners and Midwifery Vol 10 No 1 (2023)
Publisher : STIKes Patria Husada Blitar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26699/jnk.v10i1.ART.p092-099

Abstract

Decreased intestinal peristalsis due to anesthesia before laparotomy surgery can result in inhibition of nerve impulses to the intestinal muscles, paralytic ileus can occur and inhibition of the work of the intestine itself. The purpose of this study was to determine the effect of chewing gum and early mobilization on intestinal peristalsis after laparotomy surgery. The research design used a quasi-experimental. The sampling technique used purposive sampling with 32 respondents divided into 2 groups. The treatment group was given an intervention of chewing gum and early mobilization, while the control group was given an intervention according to standard operating hospital procedures, namely tilting right and left and given 2 spoons of drinking after the patient was fully conscious in the room. The independent variables were chewing gum and early mobilization. The dependent variable was intestinal peristaltic. This study used univariate analysis to determine the characteristics of respondents. The bivariate analysis used paired t test and independent t test. The paired t test in the pre-posttest in the control group was 0.000, while the pre-posttest in the treatment group was 0.000. Independent T test on the post-test of the treatment group with the post-test of the control group of 0.000. There was an effect of chewing gum and early mobilization intervention on intestinal peristalsis in post laparotomy patients. Chewing gum and early mobilization can stimulate hormones in the gastrointestinal system such as gastrin, secretin, gastric inhibitory polypeptide, cholecystokinin, motilin, and enteroglukagon which will increase intestinal peristalsis
Perbedaan Pemberian Aromaterapi Lemon Dan Lavender Untuk Mengurangi Mual Muntah Akibat Kemoterapi Di RS Lavalette Kota Malang Leni Kurniasari; Maria Diah Ciptaningtyas; Marsaid
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.375

Abstract

Mual dan muntah akibat kemoterapi merupakan efek samping yang sering dialami pasien kanker dan dapat ditangani secara farmakologis dengan antiemetik maupun nonfarmakologis sebagai terapi pelengkap, salah satunya melalui aromaterapi. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan pengaruh aromaterapi lemon dan lavender terhadap penurunan mual muntah pada pasien kemoterapi. Desain penelitian menggunakan quasi-eksperimental dengan pendekatan three group pretest-posttest pada 57 responden yang dipilih melalui purposive sampling dan dibagi menjadi tiga kelompok sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Variabel bebas adalah aromaterapi lemon dan aromaterapi lavender, sedangkan variabel terikat adalah mual muntah akibat kemoterapi yang diukur menggunakan kuesioner INVR. Analisis data dilakukan dengan uji Shapiro-Wilk untuk normalitas, dilanjutkan dengan uji Wilcoxon signed-rank dan uji Mann-Whitney. Hasil menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada kelompok aromaterapi lemon (p=0,001) dan kelompok aromaterapi lavender (p=0,001), yang menandakan keduanya efektif menurunkan mual muntah, dengan aromaterapi lemon lebih efektif dibandingkan lavender. Temuan ini merekomendasikan penggunaan aromaterapi sebagai intervensi nonfarmakologis yang dapat melengkapi terapi farmakologis dalam mengurangi efek samping kemoterapi.
Profil Gula Darah Penderita Diabetes Mellitus Tipe II Pada Pasien Yang Mengkonsumsi Jus Apel Rome Beauty Di Wilayah Kerja Puskesmas Janti Hilmia Maula Dewi; Rudi Hamarno; Joko Wiyono; Maria Diah Ciptaningtyas
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.381

Abstract

Diabetes Melitus Tipe 2 merupakan masalah kesehatan global yang memerlukan pendekatan manajemen holistik, termasuk intervensi non-farmakologis. Apel varietas Rome Beauty, kaya akan pektin dan flavonoid, diyakini berpotensi membantu mengendalikan kadar glukosa darah. Penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan cross-sectional ini bertujuan untuk mengetahui profil kadar gula darah sewaktu pada 24 pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Janti yang mengonsumsi jus apel Rome Beauty pada Mei 2025. Hasil pengukuran menunjukkan adanya penurunan rata-rata kadar gula darah sewaktu dari 229,58 mg/dL menjadi 212,42 mg/dL setelah tujuh hari konsumsi. Temuan ini mengindikasikan bahwa konsumsi jus apel Rome Beauty berpotensi memberikan dampak positif terhadap kestabilan glukosa darah. Disimpulkan bahwa terdapat perubahan kadar glukosa darah yang dapat diamati selama periode konsumsi. Untuk memastikan hubungan kausal, penelitian lanjutan dengan desain eksperimental dan kontrol yang ketat sangat direkomendasikan.