Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Penyebaran Penyakit Kuning pada Tanaman Cabai di Kabupaten Tanggamus Dan Lampung Barat Sudiono, Sudiono
Jurnal Penelitian Pertanian Terapan Vol 13, No 1 (2013)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jppt.v13i1.162

Abstract

Yellow disease is one of the important diseases in chili that caused by a virus and is spread by the tobacco whitefly (Bemisia tabaci Genn.). This study aims to determine the spread of yellow diseases caused by gemini virus on chili plant in Tanggamus and West Lampung district. The results showed that the disease caused by a gemini virus has spread of chili plant in Tanggamus district has spread in cropping chili in four Pekon Campang observation that the disease incidence by 83.33%, the population of whitefly infestation of 5.53 larvae/Plant, Margoyoso of 84.11% and 6.61 larvae / plant, Gisting Bawah by 79.61% and 4.63 larvae/Plant, and Gisting Atas by 84.33% and 7,48 larvae/plant. While in West Lampung district has the disease occurrence Cahya Padang village (Kecamatan Balik Bukit) of 89.9% and 15.38 larvae/plant, Seranggas Village (Kecamatan Balik Bukit) of 86.9% and 13.77 larvae/plant, Kecamatan Batu Tulis by 85.4% and 6.75 larvae/plant, and Kecamatan Sekincau by 85.7% and 9.43 larvae/plant. Keywords : Yellow disease, gemini virus, Bemisia tabaci Genn
Pemberdayaan Pembentukan Kader Kesehatan melalui Pengembangan Inovasi Teknologi R-Care Menuju Masyarakat Sehat di Kelurahan Tanjung Pura Karawang Erlena, Erlena; Sudiono, Sudiono
Carmin: Journal of Community Service Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Borneo Research and Education Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59329/carmin.v3i2.93

Abstract

The existence of public health around the Horizon University area is more than 5 km away, so that the community does not get easy access when they need health services. The initial survey obtained data on the highest prevalence of diseases such as hypertension, rheumatism, gout, diarrheal diabetes in children and respiratory infection disease. Therefore, the importance of developing R- Care technology innovation as a means of health service facilities that aims to realize a healthy society, prosperous and assist the community primarily in the first treatment. This activity consisted of empowering health cadres, disseminating knowledge about R-Care applications, and visiting a team of health workers for homecare services. The target group in this activity is the community in Tanjungpura area. The results of the activities are that people are familiar with online health services, The community has promoted horizon care services to the surroundings and has carried out visits in order to empower cadres for various R- Care services.
Video animasi edukasi: pilihan makanan sehat remaja Karawang dalang cegah obesitas Erlena, Erlena; Priambodo, Anton; Sudiono, Sudiono; Nurhasanah, Nurhasanah
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 15 No. 02 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jikbh.v15i02.1221

Abstract

Latar Belakang: Obesitas di Indonesia meningkat, terutama di kalangan remaja usia 13-15 tahun dengan prevalensi 16%. Remaja cenderung memilih makanan cepat saji. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah media edukasi berbasis video animasi dapat meningkatkan pengetahuan remaja tentang pentingnya memilih makanan sehat untuk mencegah obesitas.Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain Quasi Eksperimental. Rancangan penelitiannya menggunakan desain pretest-posttest with control group design. Penelitian ini dilaksanakan di SMPN 2 Jatisari Karawang. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 110, pada masing masing kelompok berjumlah 55 orang, teknik sampling yang digunakan yaitu purposive sampling dan simple random sampling.Hasil: Penelitian ini menggunakan pre-test dan post-test, dengan analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan Mann Whitney. Hasil dari uji Wilcoxon dan menunjukkan p-value 0.000 < 0.05, yang berarti hipotesis diterima, sehingga ada berpengaruh signifikan dalam meningkatkan pengetahuan remaja tentang pencegahan obesitas di SMPN 2 Jatisari Karawang. Selain itu, hasil uji Mann Whitney juga menunjukkan p-value 0.000 < 0.05, yang mengindikasikan adanya perbedaan yang signifikan antara kelompok sebelum dan setelah pendidikan kesehatan diberikan.Kesimpulan: video animasi telah terbukti efektif dalam mendidik dan menginspirasi individu untuk membuat pilihan makanan yang lebih sehat
Deteksi tingkat kelelahan pekerja berbasis smartwatch dengan pendekatan machine learning pada perusahaan manufaktur di Kabupaten Karawang: Mixed method study Sudiono, Sudiono; Lilyanti, Henny
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 18 No. 12 (2025): Volume 18 Nomor 12
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v18i12.678

Abstract

Background: Physical fatigue is one of the most significant and common occupational hazards across various industries. Numerous detection tools, both subjective and objective, have been developed to measure work-related fatigue. Smartwatches are one such tool that can objectively detect physical fatigue by assessing hemodynamic indicators. Purpose: To detect the level of worker fatigue based on smartwatches with a machine learning approach in manufacturing companies in Karawang Regency. Method: Mixed explanatory sequential method with fatigue measurement using smartwatch machine learning and Fatigue Severity Scale (FSS). Results: A total of 42 participants (63%) experienced high levels of fatigue with fatigue scores >42 and an average HR value above 100 times per minute. The Pearson Correlations test produced a correlation coefficient value of 0.039, indicating a strong relationship between HR values ​​and worker fatigue scores. From the results of interviews on worker fatigue levels, 9 themes of worker fatigue experiences were obtained. Conclusion: Fatigue detection with machine learning that combines HR values ​​and fatigue scores is very effective in preventing work-related fatigue. Suggestion: Further research is expected to explore the data more deeply. The use of mixed methods can be maintained because it produces varied data, but the addition of the number of participants and research locations needs to be reconsidered. This is to avoid bias levels and produce algorithms from large amounts of data.   Keywords: Detection; Fatigue; Machine Learning Approached; Smartwatch; Workers.   Pendahuluan: Kelelahan fisik adalah salah satu bahaya kerja yang paling penting dan umum terjadi di berbagai industry. Berbagai macam alat telah digunakan untuk mendeteksi/mengukur kelelahan akibat kerja, baik deteksi/pengukuran secara subjektif maupun objektif.  Smartwatch adalah salah satu alat yang dapat digunakan untuk mendeteksi tingkat kelelahan fisik secara objektif dengan melihat dari hemodinamik. Tujuan: Untuk mendeteksi tingkat kelelahan pekerja berbasis smartwatch dengan pendekatan machine learning pada perusahaan manufaktur di Kabupaten Karawang. Metode: Mixed method explanatory sequential  dengan pengukuran kelelahan menggunakan machine learning smartwatch dan Fatigue Severity Scale (FSS). Hasil: Sebanyak 42 partisipan (63%) mengalami kelelahan  tingkat tinggi dengan hasil skor kelelahan >42  dan rata- rata nilai HR diatas 100 kali per menit. Uji Pearson Correlations menghasilkan nilai correlation coefficient sebesar 0.039, menunjukkan ada hubungan kuat antara Nilai HR dengan skor kelelahan pekerja. Dari hasil wawancara tingkat kelelahan pekerja menghasilkan 9 tema pengalaman kelelahan pekerja. Simpulan: Deteksi kelelahan dengan machine learning yang mengkombinasikan nilai HR dan skor kelelahan sangat efektif dilakukan untuk mencegah terjadinya kelelahan akibat kerja. Saran: Penelitian selanjutnya diharapkan dapat melakukan eksplorasi data. Penggunaan mixed method dapat dipertahankan karena menghasilkan data yang bervariasi, namun penambahan jumlah partisipan dan lokasi penelitian harus dipertimbangkan ulang. Hal ini untuk menghindari tingkat bias dan menghasilkan algoritma dari jumlah data yang besar.   Kata Kunci: Deteksi; Kelelahan; Pekerja; Pendekatan Machine Learning; Smartwatch.
Mencegah obesitas: peran aktivitas fisik pada remaja awal Erlena, Erlena; Lilyanti, Henny; Sudiono, Sudiono
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 16 No. 01 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jikbh.v16i01.1616

Abstract

Latar Belakang: Usia remaja obesitas merupakan masalah kesehatan global yang sering muncul dikarenakan prevalensinya selalu mengalami peningkatan setiap tahun. Aktivitas fisik yang kurang dapat menyebabkan tersimpannya banyak energi hingga menjadi timbunan lemak, orang dengan pola makan konsumsi tinggi dan kurang melakukan aktivitas fisik cenderung akan menjadi gemuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Aktivitas Fisik dengan Kejadian Obesitas pada Remaja di Sekolah Menengah Pertama Wilayah Kabupaten Karawang.Metode: Desain penelitian menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang diperoleh adalah 296 siswa dari beberapa SMP di Kabupaten Karawang. Kuisioner yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah kuisioner aktivitas fisik berisi 12 pertanyaan.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan kejadian obesitas pada remaja di sekolah menengah pertama dengan nilai p value 0,000 (< 0,05).Kesimpulan: Penelitian menyarankan agar remaja rutin melakukan aktivitas fisik, baik di dalam maupun di luar sekolah, minimal 2–3 kali seminggu selama 10–30 menit, untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan. Peneliti selanjutnya menyarankan untuk mengeksplorasi hubungan aktivitas fisik dengan faktor internal dan eksternal lain yang mempengaruhi obesitas.
Hubungan usia, lama kerja, dan postur kerja terhadap kejadian low back pain pada perawat rawat inap Sudiono, Sudiono; Gowi, Abdul; Indrawati, Endah; Rosmaitaliza, Rosmaitaliza; Anisa , Nia
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 2 (2025): Volume 19 Nomor 2
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i2.851

Abstract

Background: Low back pain (LBP) is one of the musculoskeletal disorders, one of the causes is due to non-ergonomic body posture. The prevalence of LBP according to Occupational Health ranges from 60-80% and this complaint is most often experienced by health workers, the incidence rate during a year in Western countries ranges from 36.2–57.9% and Asia ranges from 36.8–69.7%. Purpose: To determine the relationship between age, length of work and work posture with the incidence of low back pain in inpatient nurses. Method: Quantitative design with Cross Sectional approach. The number of samples used was 62 nurses in three inpatient rooms of Karawang Regional General Hospital (RSUD) who met the inclusion and exclusion criteria with total sampling technique. Data collection instruments used questionnaires and Rapid Entire Body Assessment (REBA) sheets with Chi-square statistical analysis. Results: The age of respondents was mostly ≥35 years as many as 41 respondents (66.1%). The length of service of respondents was mostly ≥10 years as many as 37 respondents (59.7%) and the work posture of respondents was mostly moderate risk as many as 32 respondents (51.6%). The results of bivariate analysis using the Chi-square test, on the age variable obtained a p-value of 0.049 <α (0.05), an Odds Ratio value of 3.142, and a Confidence Interval 95% CI of 1.142 - 12.021. The variable of length of work obtained a p-value of 0.022 <α (0.05), an Odds Ratio value of 4.156, and a CI 95% Confidence Interval of 1.349 - 14.801. The variable of work posture obtained a p-value of 0.000 <α (0.05), an Odds Ratio value of 0.091, and a CI 95% Confidence Interval of 0.027 - 0.307. Conclusion: There is a significant relationship between age, length of work, and work posture on the incidence of LBP with a p-value <0.05.   Keywords: Age; Low Back Pain; Nurses; Working Hours; Working Posture.   Pendahuluan: Low back pain (LBP) termasuk gangguan muskuloskeletal, salah satu penyebabnya karena postur tubuh yang tidak ergonomi. Prevalensi LBP menurut Occupational Health sekitar 60-80% dan keluhan ini paling sering dialami oleh tenaga kesehatan, angka insiden selama setahun di negara Barat berkisar 36.2–57.9% dan Asia berkisaran 36.8–69.7%. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan usia, lama kerja dan postur kerja terhadap kejadian low back pain pada perawat rawat inap. Metode: Desain kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 62 perawat di tiga ruang rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karawang yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dengan teknik total sampling. Instrumen pengambilan data menggunakan kuesioner dan lembar Rapid Entire Body Assessment (REBA) dengan analisis statistik Chi-square. Hasil: Usia responden sebagian besar ≥35 tahun sebanyak 41 responden (66.1%). Lama bekerja responden sebagian besar ≥10 tahun sebanyak 37 responden (59.7%) dan postur kerja responden sebagian besar berisiko sedang sebanyak 32 responden (51.6%). Hasil analisis bivariat menggunakan uji Chi-square, pada variabel usia didapatkan p-value 0.049 < α (0.05), nilai Odds Ratio 3.142, dan CI 95% Confidence Interval 1.142 – 12.021. Variabel lama bekerja memperoleh p-value 0.022 < α (0.05), nilai Odds Ratio 4.156, dan CI 95% Confidence Interval 1.349 – 14.801. Variabel postur kerja memperoleh p-value 0.000 < α (0.05), nilai Odds Ratio 0.091, dan CI 95% Confidence Interval 0.027 – 0.307. Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara usia, lama kerja, dan postur kerja terhadap kejadian LBP dengan perolehan p-value <0.05.   Kata Kunci: Lama Kerja; Nyeri Punggung Bawah; Perawat; Postur Kerja; Usia.
IMPLEMENTASI KONSEP PERTANIAN ORGANIK PADA PERANCANGAN LANSKAP PENGEMBANGAN TAMAN WISATA WONGSOTIRTO AGRO PARK DI TANJUNG BINTANG LAMPUNG SELATAN Rani, Winda Haditya; Widagdo, Setyo; Sudiono, Sudiono; Hendarto, Kus
Jurnal Agrotek Tropika Vol. 13 No. 1 (2025): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 13, FEBRUARI 2025
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v13i1.9875

Abstract

Taman Wisata Wongsotirto Agro Park adalah destinasi wisata yang dikembangkan dengan konsep pertanian organik.  Secara umum, pertanian organik menggunakan prinsip-prinsip kesehatan, ekologi, dan perlindungan terhadap sumber daya alam yang telah disediakan untuk kebutuhan hidup manusia.  Konsep pertanian organik pada Taman Wisata Wongsotirto Agro Park terimplementasi pada sistem yang berlangsung didalamnya meliputi pemilihan vegetasi, pengelolaan air, tanah, dan limbah yang segala kegiatannya bebas dari proses kimiawi sehingga dapat melestarikan dan meningkatkan kesehatan ekosistem dan organisme. Konsep pertanian organik pada Taman Wisata Wongsotirto Agro Park terekspresi di dalam desain lanskap sebagai wahana-wahana edukasi, sirkulasi dan ruang yang menggunakan prinsip-prinsip agrowisata, dimana hal tersebut menekankan pada kegiatan industri wisata agar menarik konsumen untuk datang secara langsung ke tempat wisata, serta pelestarian flora dan fauna di lingkungan sekitarnya.
Pengaruh Faktor Pekerja dan Beban Kerja Terhadap Keluhan Muskuloskeletal Disorders (MSDS) pada Pekerja Perusahaan Manufaktur di Kabupaten Karawang Sudiono, Sudiono; Milalestari, Putri
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 3 No. 3 (2022)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v3i3.3722

Abstract

Musculoskeletal disorders (MSDs) adalah kerusakan pada bagian otot skeletal yang disebabkan oleh otot menerima beban statis secara terus menerus dalam jangka waktu yang lama sehingga akan menyebabkan keluhan pada sendi, ligamen dan tendon. Faktor risiko terhadap Musculoskeletal disorders terdiri dari dua faktor risiko, yaitu faktor psikis dan faktor fisik. Faktor pekerja adalah faktor-faktor terkait individu pada pekerja. Beiban keirja adalah beiban yang ditangguing teinaga keirja yang seisuiai deingan jeinis peikeirjaannya. Penelitian ini menggunakan desain peineilitian kuiantitatif deingan peindeikatan cross seictional dengan jumlah sampel yang digunakan sebanyak 144 orang. Uji statistic yang digunakan Chi Square. Berdasarkan hasil analisis uji Chi Square dapatkan nilai p = 0,000 (Continuity Correction). Nilai p = 0,000 < ɑ (0,05). Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara faktor pekerja dan beban kerja terhadap keluhan MSDs pada pekerja di perusahaan manufaktur di Kabupaten Karawang.
Intervensi Bugar (body, soul, good, and relax) untuk menurunkan stres dan kelelahan pada pekerja industri manufaktur Sudiono, Sudiono; Gowi, Abdul
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 10 (2025): Volume 19 Nomor 10
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i10.1657

Abstract

Background: Physical fatigue is one of the most important and common occupational hazards across various industries. Various tools have been used to detect/measure work-related fatigue, both subjectively and objectively. Smartwatches are one such tool that can be used to objectively detect physical fatigue levels by observing hemodynamics. Purpose: To apply a machine learning approach based on data collected from smartwatches to develop a fatigue detection model for workers in manufacturing environments. Method: This research employed a mixed explanatory sequential method, measuring fatigue using machine learning-based smartwatches and the Fatigue Severity Scale (FSS). Results: A correlation coefficient of 0.039 was obtained, indicating a strong relationship between HR values ​​and participants' fatigue scores. Interviews on participants' fatigue levels yielded nine themes of workers' fatigue experiences. Conclusion: Fatigue detection using machine learning, which combines HR values ​​and fatigue values, is highly effective in preventing work-related fatigue. Suggestion: Further research is expected to further explore data with more participants involved, the use of Android and iOS-based applications can be considered to expand the reach of manufacturing workers who can be involved in future research.               Keywords: Bugar Intervention; Fatigue; Industry; Manufacturing; Stress; Workers.   Pendahuluan: Kelelahan fisik adalah salah satu bahaya kerja yang paling penting dan umum terjadi di berbagai industri. Berbagai macam alat telah digunakan untuk mendeteksi/mengukur kelelahan akibat kerja, baik deteksi/pengukuran secara subjektif maupun objektif.  Smartwatch adalah salah satu alat yang dapat digunakan untuk mendeteksi tingkat kelelahan fisik secara objektif dengan melihat dari hemodinamik. Tujuan: Untuk menerapkan pendekatan pembelajaran mesin berdasarkan data yang dikumpulkan dari smartwatch untuk mengembangkan model deteksi kelelahan bagi pekerja di lingkungan manufaktur. Metode: Penelitian mixed metode explanatory sequential  dengan pengukuran kelelahan menggunakan machine learning smartwach dan fatigue severity scale (FSS). Hasil:  Diperoleh nilai correlation coefficient sebesar 0.039, menunjukkan ada hubungan kuat antara nilai HR dengan skor kelelahan partisipan. Dari hasil wawancara tingkat kelelahan partisipan menghasilkan 9 tema pengalaman kelelahan pekerja. Simpulan: Deteksi kelelahan dengan machine learning yang mengkobinasikan nilai HR dan nilai kelelahan kerja sangat efektif dilakukan untuk mencegah terjadinya kelelahan akibat kerja. Saran: Penelitian selanjutnya diharapkan lebih melakukan ekspolarasi data dengan lebih banyak lagi partisipan yang dilibatkan, penggunaan aplikasi berbasis android maupun iOS dapat dipertimbangkan untuk memperluas jangkauan pekerja manufaktur yang bisa dilibatkan dalam penelitian yang akan datang.   Kata Kunci: Intervensi Bugar; Kelelahan; Industri; Manufaktur; Pekerja; Stres.