Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

LEMBAGA KREATIFITAS MAHASISWA SEBAGAI WADAH PENGEMBANGAN EKONOMI LOKAL MULYANA, NANDANG; JUNIAR, ASRI AFRIDA; ZAINUDDIN, MOCHAMMAD
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2017): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.907 KB) | DOI: 10.24198/jppm.v4i2.14396

Abstract

Kreatifitas merupakan hal yang paling utama untuk memenuhi kebutuhan hidup. Dengan kreatifitan akan tercipta berbagai inovasi yang berguna baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Kreatifitas seringkali muncul dari kaum muda. Mahasiswa sebagai kamum muda yang banyak menghasilkan kreatifitas. Hal ini dikarenakan mahasiswa sebagai intelektual muda selalu diharapkan oleh masyarakat mempunyai daya kreatif yang tinggi untuk menghasilkan inovasi yang selanjutnya bermanfaat bagi kehidupan masyarakat secara keseluruhan.Kota Bandung memiliki potenai besar dalam tumbuhnya indutri kreatif. Hal ini dikarenakan di Kota Bnadung terdapat banyak perguruan tinggi. Implementasi dari potensi kreatifitas ini dapat dilihat dari berkembangnya industry kreatif di Kota Bandung. Kota Bandung dikenal dengan wisata kuliner, fashion, tempat wisata alam, dan lain-lain. Kota Bandung menjadi barometer perkembangan industry kreatif di Indonesia. Untuk mengembangkan potensi tersebut tentunya dibutuhkan dari berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi. Dengan mengembangkan industri kreatif dikalangan mahasiswa maka dapat mendorong tumbuhnya wirausaha baru yang didasarkan kepada kreatifitas dalam mengembangkan inovasi baru.
MODEL PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PROGRAM COORPORATE SOCIAL REPONSIBILITY (Kasus Pelaksanaan CSR oleh PT Pertamina UP-IV Balongan) Mulyana, Nandang; Zainuddin, Moch.
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2017): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.54 KB) | DOI: 10.24198/jppm.v4i1.14212

Abstract

Pengentasan kemiskinan bukan saja tugas dari pemerintah tetapi kewajiban semua pihak termasuk perusahaan. Perusahaan khususnya BMUN mempunyai kewajiban untuk membantu masyarakat sekitar perusahaan melalui program CSR. Program CSR yang dilakukan oleh perusahaan tentunya tidak terlepas untuk memberdayakan masyarakat sekitar. Akan tetapi setiap perusahaan mempunyai model yang khas yang dikembangkan sesuai dengan visi dan misi dari perusahaan tersebut. Pelaksanaan pemberdayaan masyarakat melalui program CSR ini pada intinya dapat dilihat dari empat aspek yaitu aspek input, proses, outpur dan outcome.Pelaksanaan Pemberdayaan masyarakat melalui program CSR yang dilakukan oleh PT Pertamina UP-IV Balongan sudah mencakup semua aspek yang ada. Dalam pelaksanaannya faktor sumber daya manusis menjadi aspek yang belum sesuai dengan kebutuhan. Sumber daya manusia yang mengurus pelaksanaan Pemberdayaan masyarakat melalui CSR di PT Pertamina UP-IV Balongan masih terbatas baik secara kuantitas maupun kualitas. Hal ini cukup menjadi kendala.
PENGEMBANGAN USAHA TAPE KETAN SEBAGAI PRODUK UNGGULAN DITINJAU DARI PERSPEKTIF COMMUNITY DEVELOPMENT MULYANA, NANDANG; SINTIA, ARUM; ISHARTONO, ISHARTONO; RESNAWATY, RISNA
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2017): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (811.009 KB) | DOI: 10.24198/jppm.v4i2.14397

Abstract

Setiap daerah mempunyai potensi yang dapat dikembangkan menjadi produk unggulan dari darah tersebut. Produk-produk unggulan tersebut harus terus dikembangan sehingga akan menjadi besar. Pengembangan produk unggulan ini tentunya akan mendukung pengemabngan ekonomi local dari daerah yang bersangkutan. Pengembangan ekonomi local juga akan mendukung masyarakat yang bersangkutan berkembang.Pengembangan ekonomi local yang bertumpu pada produk unggulan tidak dapat dilakukan oleh pengusaha saja. Perlu adanya dukungan dari pemerintah maupun stakeholders lain yang bergerak dalam pengembangan ekonomi local. Dukungan pemerintah tentunya diperlukan dengan membuat kebijakan yang mendukung pengembangan produk unggulan. Sementara itu stakeholders lainnya membantu para pengusaha dalam mengembangkan produknya sehingga dapat berkembangan dan dikenal diluar daera.
PERUBAHAN POLA PIKIR MASYARAKAT MENGENAI SAMPAH MELALUI PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK DAN NON ORGANIK DI DESA GENTENG, KECAMATAN SUKASARI, KAB. SUMEDANG KRISNANI, HETTY; HUMAEDI, SAHADI; Ferdryansyah, Muhammad; ASIAH, DESSY HASANAH SITI; BASAR, GIGIN G. KAMIL; SULASTRI, SRI; MULYANA, NANDANG
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2017): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.672 KB) | DOI: 10.24198/jppm.v4i2.14345

Abstract

Program Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) ini dilatarbelakangi oleh pola pikir masyarakat yang masih menganggap bahwa sampah adalah sumber masalah, sehingga masyarakat umumnya menilai bahwa sampah adalah benda yang sudah tidak ada manfaatnya. Masyarakat belum terarah pada pemikiran bahwa sampah bila dikelola dan diolah dapat menjadi potensi yang menguntungkan bagi masyarakat itu sendiri. Kegiatan PPM di adakan di Desa Genteng, Kec. Sukasari, Kab. Sumedang yang memang masih memiliki masalah yang terkait dengan sampah tersebut. Desa Genteng merupakan salah satu desa yang memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah, namun pengelolaan sumber daya alam tersebut seringkali menimbulkan dampak terhadap peningkatan jumlah sampah organic dan non-organik yang belum ditangani dengan tepat.Dalam mengatasi masalah tersebut, tim bermaksud mengadakan kegiatan berupa pelatihan mengenai pengolahan sampah organik dan non organik yang dihasilkan dari pengelolaan sumber daya alam maupun sampah rumah tangga. Tujuan dari kegiatan ini adalah agar masyarakat sadar bahwa sampah bukan lagi sebuah masalah, namun justru sampah adalah potensi yang menguntungkan bilamana masyarakat memahami dan memiliki keterampilan dalam mengolah sampah tersebut. Kegiatan PPM ini akan berlangsung selama 7 bulan, dan dapat ditindaklanjuti dengan berbagai kegiatan yang mendukung hasil pelatihan pengolahan sampah tersebut.Hasil dari kegiatan pelatihan tersebut, nampak bahwa warga lebih termotivasi untuk mulai memilah sampah organik dan non-organik dengan metode pengolahan dan pengelolaan yang bernilai ekonomis sebagai potensi usaha yang ramah lingkungan. 
MODAL SOSIAL DALAM PENANGANAN PENDERITA RETARDASI MENTAL ALFIARINI, ALFIARINI; MULYANA, NANDANG; ISHARTONO, ISHARTONO
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2017): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.841 KB) | DOI: 10.24198/jppm.v4i2.14234

Abstract

Retardasi mental merupakan salah satu fenomena masalah pada bidang kesehatan mental yang dapat menimpa penduduk Indonesia. Fenomena penduduk dengan retardasi mental di Desa Sidoharjo Kecamatan Jambon Kabupaten Ponorogo merupakan contoh kasus dari beberapa wilayah lainnya yang ada di Indonesia. Fenomena penduduk dengan retardasi mental di daerah tersebut membuat daerah tersebut dijuluki sebagai “Kampung Gila”. Daya tarik lainnya yang membuat desa ini dikenal oleh masyarakat lainnya ialah hubungan sosial masyarakatnya yang berdampingan satu sama lain antara penduduk normal dan penduduk dengan retrdasi mental. Hubungan sosial yang ada pada masyarakat desa tersebutlah yang menjadi sumber dari adanya modal sosial yang muncul dari internal masyarakat. Ketersediaan modal sosial tersebutlah yang dapat digunakan oleh masyarakat sebagai sumber dalam melakukan pelayanan maupun sebuah sistem pengembangan penanganan penduduk dengan retardasi mental. Guna mendukung ketercapaian modal sosial itu sendiri tentunya terdapat tiga unsur pendukung yaitu kepercayaan, jaringan dan norma.
PELATIHAN WIRAUSAHA BAGI PELAKU USAHA KECIL DAN MENENGAH (UKM) DI DESA SAKERTA BARAT DAN SAKERTA TIMUR KECAMATAN DARMA KABUPATEN KUNINGAN Mulyana, Nandang; Ishartono, Ishartono
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2018): Vol 5, No. 1 (2018): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.733 KB) | DOI: 10.24198/jppm.v5i1.16026

Abstract

Pengangguran merupakan salah satu masalah yang dihadapi oleh semua negara termasuk Indonesia. Pengangguran berimplikasi kepada munculnya kemiskinan. Demikian juga sebaliknya kemiskinan menjadikan banyaknya pengangguran. Mengatasi masalah pengangguran tidak hanya dilakukan dengan membuat program-program pengentasan kemiskinan dan pengangguran. Diperlukan adanya upaya yang terus-menerus yang ditunjang dengan kemampuan untuk membuka lapangan pekerjaan sendiri. Artinya mengatasi kemiskinan salah satunya dengan menanamkan jiwa wirausaha sehingga tidak tergantung pada lapangan kerja yang ada dan sangat terbatas. Untuk mencapai itu semua tidak hanya memberikan modal usaha yang dapat digunakan untuk membuka usaha baru. Akan tetapi diperlukan adanya pelatihan yang lebih kepada membengkitkan dan mengembangkan jiwa wirausaha dalam  masyarakat.Tujuan dari pelatihan wirausaha tentunya tidak akan mengarahkan masyarakat atau pelaku UKM untuk membuat usaha baru. Terpenting bahwa pelatihan wirausaha yang diberikan adalah membantu pelaku UKM untuk melihat peluang usaha dan pasar baru dengan melihat dari sudut yang berbeda. Sudut berbeda tersebut lebih diarahkan kepada perlunya ada inovasi baru dari usaha yang sekarang telah dijalankan.Metode yang digunakan dalam pelatihan ini tidak lagi menggunakan ceramah. Metode yang digunakan lebih kepada pembelajaran orang dewasa. Pembelajaran orang dewasa ini lebih ditekankan kepada bagaimana peserta pelatihan yaitu para pelaku UKM dapat menggali segala masalah dan potensi yang dimiliki oleh dirinya maupun lingkungannya. Setelah itu dengan brainstornming peserta diajak untuk membuat alternatif-alternatif pemecahan masalah dengan berdasarkan potensi yang ada.Hasil pelatihan memperlihatkan bahwa peserta pelatihan semakin terbuka matanya bahwa untuk memperoleh hasil yang maksimal tentunya tidak hanya berdiam diri dengan apa yang telah dicapai. Diperlukan adanya sudut pandang baru dalam memandang usaha yang telah dilakukan. Untuk mendukung sudut pandang baru tersebut tentunya harus diimplementasikan dalam praktik. Praktik dari inovasi tersebut adalah inovasi produk baru dari produk-prodrk yang sudah ada. Dengan adanya inovasi produk yang didasarkan dari potensi yang ada maka akan membuka pasar baru sehingga akan membuka ekspansi bisnis baru.
PELAYANAN SOSIAL BAGI KELUARGA YANG MENGALAMI PERUBAHAN SOSIAL Mulyana, Nandang
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2017): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.82 KB) | DOI: 10.24198/jppm.v4i1.14209

Abstract

Dinamika masyarakat mendorong terjadinya perubahan sosial yang menyebabkan terjadinya masalah sosial. Perubahan mata pencaharian merupakan salah satu contoh dari perubahan yang terjadi dalam masyarakat. Perubahan mata pencaharian lebih disebabkan karena adanya adaptasi yang harus dilakukan oeh masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya. Perubahan mata pencaharian akan memunculkan masalah sosial. Oleh sebab itu perlu adanya pelayanan sosial terhadap keluarga yang mengalami perubahan mata pencaharian agar masalah sosial yang terjadi tidak bertambah besar yang dapat mengganggu masyarakat secara keseluruhan.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif, Sumber data berasal dari masyarakat yang mengalami perubahan mata pencaharian dan tokoh masyarakat yang mengetahui perubahan mata pencaharian di lokasi penelitian.Hasil penelitian diarahkan pada permasalahan yang terjadi dalam masyarakat akibat perubahan mata pencaharian, pelayanan sosial yang sudah ada, dan kebutuhan pelayanan sosial masyarakat. Masalah yang dihadapi adalah masalah dalam keluarga maupun hubungan antarkeluarga. Demikian juga pelayanan sosial yang ada dan dibutuhkan lebih mengarah kepada pelayanan sosial untuk keluarga dan hubungan antar keluarga.Kesimpulan bahwa permasalahan yang muncul akibat dari perubahan mata pencaharian tidak selamanya dapat diselesaikan oleh masyarakat yang bersangkutan. Pelayanan sosial yang ada hanya dapat menyelesaikan sebagian permasalahan yang dihadapi. Masyarakat masih membutuhkan pelayanan sosial lainnya agar tercapai kondisi yang kondusif.
DAMPAK PEMBANGUNAN RUAS TOL CIPULARANG “PENDEKATAN SISTEM SEBAGAI SEBUAH TAWARAN SOLUSI” RADIANSYAH1, SYURDIANA; MULYANA, NANDANG; KRISNANI, HETTY
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2017): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (759.468 KB) | DOI: 10.24198/jppm.v4i2.14394

Abstract

Pemerintahan tanah air kita Indonesia, dimulai dari Era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono Hingga pemerintahan yang sekarang Joko Widodo sedang berfokus mengejar ketertinggalan pembangunan terutama pembangunan di bidang infrastruktur. Salah satu pembangunan yang bisa dianggap berhasil yaitu pembangunan Jalan bebas Hambatan ( TOL ) Cipularang yang menghubungkan dua ibukota provinsi yaitu Jakarta & Bandung. Pembangunan ruas TOL tesebut telah berdampak positif baik pada singkatnya waktu tempuh dan geliat ekonomi dikedua tempat. Tetapi ada yang tertinggal, dimana daerah yang dilewati oleh pembangunan jalan TOL sekarang seolah menjadi “ kota mati “ baik secara ekonomi maupun sosial ini adalah dampak pembangunan yang terdistorsi. Model pendekatan sistem yang dicetuskan oleh Pincus &Minahan bisa menjadi tawaran solusi guna mengatasi permasalahan yang sedang dihadapi.
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN MELALUI PROGRAM KELUARGA BERENCANA Mulyana, Nandang; Asiah, Dessy Hasanah Siti
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2017): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.815 KB) | DOI: 10.24198/jppm.v4i1.14216

Abstract

Perempuan dalam masyarakat yang patriarkat berada dalam posisi yang kurang menguntung bahkan cenderung berada dalam posisi tidak berdaya. Ketidakberdayaan ini dapat dilihat dari tidak adanya kesempatan dalam mengambil keputusan dalam hidupnya termasuk pengambilan keputusan yang berkaitan dengan dirinya. Ketidakberdayaan ini menjadikan perempuan dalam kondisi yang marginal dalam kehidupan bermasyarakat.Ketidakberdayaan perempuan ini juga dapat dilihat dalam program KB. Keputusan untuk menggunakn alat kontrasepsi lebih banyak ditentukan oleh pihak laki-laki. Bahkan untuk mejadi akseptor KB juga ditentukan oleh pihak lain khususnya laki-laki. Sementara itu pihak laki-laki sangat sedikit yang menjadi akseptor KB. Hal ini dikarenakan keputusan untuk menjadi akseptor KB ada ditangan laki-laki, sehingga ada keengganan pihak laki-laki menjadi akseptor KB.Program KB tidak hanya berkaitan dengan menjadi akseptor KB saja tetapi juga banyak program yang bekaitan dengan pemberdayaan khususnya perempuan. Program-program pemberdayaan perempuan dalam program KB berhubungan dengan kegiatan pemberdayaan yang selanjutnya dikaitkan dengan kehidupan KB. Hasilnya dengan program KB masih sedikit yang dapat memberdayaan perempuan. Hal ini dikarenakan masih kuatnya dominasi laki=laki dalam kehidupan sehari-hari.
FENOMENA “NGELEM” OLEH ANAK JALANAN DI KOTA MAKASSAR ACHMAD, AZHARY ADHYN; MULYANA, NANDANG; FEDRYANSYAH, MUHAMMAD
Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2017): Prosiding Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (705.689 KB) | DOI: 10.24198/jppm.v4i2.14395

Abstract

Perkembangan suatu wilayah akan selalu diikuti dengan berbagai masalah. Hal ini terjadi karena perkembangan wilayah akan diikuti dengan adanya perubahan social dalam masyarakat. Tidak semua perubahan social yang terjadi sesuai dengan yang direncanakan. Akibatnya muncul dampak perubahan social yang merupakan masalah social. Masalah social yang paling sering terlihat di kota besaar adalah kehadiran anak jalanan. Kehadiran anak jalanan ini sebagai dampak dari perubahan social yang terjadi.Kehadiran anak jalanan akan diikuti dengan adanya masalah social lainnya yaitu perilaku bebas dari anak jalanan tersebut. Saah satu perilaku bebas tersebut adalah perilaku “ngelem” yang dilakukan oleh anak jalanan. Perilaku “ngelem” ini mempunyai dampak yang tidak baik bagi anak jalanan. Dampaknya tidak hanya bersifat fisik saja tetapi juga bersifat psikologis dan social.Untuk mengatasi permasalahan perilaku “ngelem yang dilakukan oleh anak jalan tidak hanya dilakukan intervensi yang bersifat represif saja. Diperlukan juga intervensi yang bersifat preventif. Selain itu intervensi tidak hanya dilakukan pada masalah yang terjadi saat ini juga dilakukan pada factor penyebab dan ddampak dari masalah tersebut.