Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMBELAJARAN SENI BUDAYA MENGGUNAKAN PENDEKATAN TEMATIK INTEGRATF UNTUK MEMPERSIAPKAN CALON GURU MI STAI TARUNA SURABAYA Lisa Alistiana
Aulada : Jurnal Pendidikan dan Perkembangan Anak Vol 2 No 1 (2020): Pengasuhan AUD dan Bimbingan
Publisher : Prodi. Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Institut Pesantren KH. Abdul Chalim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.913 KB) | DOI: 10.31538/aulada.v2i1.517

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pelaksanaan pembelajaran seni budaya menggunakan pendekatan tematik integratif. Pembelajaran pendekatan tematik integratif dilaksanakan menggunakan prinsip pembelajaran terpadu yaitu dengan memadukan konsep tema ke dalam materi pada mata kuliah seni budaya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan paradigma kualitatif. Penelitian dilaksanakan di STAI Taruna Surabaya dengan subjek penelitian adalah Mahasiswa PGMI. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi kemudian dilakukan analisis data dengan melakukan tahapan reduksi, penyajian, dan verfikasi data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan pembelajaran seni budaya di STAI Taruna Surabaya dilaksanakan dengan menggunakan dua cara, yaitu 1) mengintegrasikan konsep tema ke dalam materi pembelajaran seni budaya, 2) mengintegrasikan konsep tema ke dalam materi pembelajaran seni budaya yang telah diintegrasikan dengan mata kuliah lain.
REKONSTRUKSI OTORITAS GURU DI ERA ARTIFICIAL INTELLIGENCE: ANALISIS EPISTEMIK, PEDAGOGIS, DAN MORAL DI MADRASAH IBTIDAIYAH M. Mahrus Ali; Lisa Alistiana
Jurnal Citra Multidisiplin Vol. 1 No. 4 (2026): Jurnal Citra Multidisiplin (April)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcm.v1i4.6835

Abstract

Perkembangan Generative Artificial Intelligence dalam pembelajaran telah memunculkan perubahan yang tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga menyentuh struktur dasar otoritas guru dalam pendidikan Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana kehadiran AI memengaruhi otoritas guru pada dimensi epistemik, pedagogis, dan moral dalam konteks Madrasah Ibtidaiyah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain integrative literature review yang mengkaji literatur fundamental dan kontemporer terkait pendidikan Islam dan penggunaan AI. Hasil kajian menunjukkan bahwa terjadi pergeseran otoritas epistemik dari guru sebagai sumber utama pengetahuan menuju sistem teknologi yang menyediakan informasi secara instan, yang berisiko mereduksi dimensi adab dalam memperoleh ilmu. Pada dimensi pedagogis, peran guru bertransformasi dari penyampai materi menjadi desainer inkuiri dan mediator yang membimbing siswa melakukan verifikasi kritis antara jawaban AI dengan sumber otoritatif (turath). Sementara itu, pada dimensi moral, otoritas guru justru semakin krusial sebagai penjaga nilai etis di tengah dominasi logika efisiensi algoritmik. Artikel ini menyimpulkan bahwa rekonstruksi otoritas guru tidak menghilangkan peran pendidik, melainkan menggesernya menuju bentuk otoritas yang lebih reflektif, kontekstual, dan berbasis nilai.
Interdisciplinary Learning Using Coding Dance Party to Enhance Creativity and Computational Thinking Dwi Sambada; Pance Mariati; Ummu Khairiyah; Febriarsita Eka Sasmita; Lisa Alistiana
JURNAL PENDIDIKAN DAN PENGEMBANGAN MANUSIA Vol 11 No 2 (2026): Education and Human Development Journal
Publisher : Universitas Nahdatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/ehdj.v11i2.8833

Abstract

This study proposes the Coding Dance Party as an innovative pedagogical intervention to facilitate interdisciplinary learning by enhancing creativity and computational thinking among students enrolled in a Primary School Teacher Education program. The approach adopts an experiential, embodied learning framework by integrating dance-based activities with foundational computer programming concepts, thereby promoting active engagement and multimodal cognition. A quantitative research design was employed using a one-group pretest–posttest model. The sample consisted of 60 participants who underwent structured instruction through the Coding Dance Party intervention. Data were collected using standardized creativity tests and computational thinking assessments, both of which were previously validated for reliability and construct validity. Statistical analysis was conducted using paired-sample t-tests to evaluate differences in student performance before and after the intervention. The findings demonstrate a substantial improvement in students’ creativity, with mean scores increasing from 65.3 to 82.7. Similarly, computational thinking skills showed a marked enhancement, rising from a mean score of 62.8 to 85.4 following the intervention. These results indicate that the Coding Dance Party method is effective in stimulating creative capacities and strengthening computational thinking competencies. The study contributes to the expanding body of research on innovative instructional strategies by providing empirical evidence for the effectiveness of integrating arts-based approaches into computational learning contexts. The findings suggest that such interdisciplinary methods offer a more engaging, holistic, and pedagogically robust learning experience, with potential applicability across diverse educational settings.