Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : INOVTEK POLBENG

PRELIMINARY DESIGN KEMUDI KAPAL LCT 200 GT Naufal Abdurrahman; Agus Purwanto
INOVTEK POLBENG Vol 7, No 1 (2017): INOVTEK VOL.7 NO 1 - 2017
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (973.048 KB) | DOI: 10.35314/ip.v7i1.154

Abstract

AbstrakKapal pada kondisi operasionalnya dituntut untuk bergerak cepat dan mampu untuk maneuver dengan lihai.  Sistem kemudi adalah salah satu di antara alat mekanis yang dipakai untuk menentukan kemampuan maneuver kapal dan mengarahkan kapal ke lokasi atau tujuan tertentu. Beberapa hal yang mempengaruhi kelincahan maneuver kapal pada permukaan air adalah bentuk lambung serta kesesuaian daun kemudi dengan bentuk lambungnya. Daun kemudi yang tidak sesuai untuk ukuran kapal tertentu memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap kapal tersebut pada saat berlayar. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan kemudi yang optimal sesuai dengan bentuk lambung kapal LCT 200 GT sehingga mampu mendukung performa operasi kapal. Pendekatan perancangan model dibagi menjadi tiga tahapan proses, yaitu: concept design, initial design dan detailed design.Kata kunci: Kapal LCT, desain kemudi, Manuvering, Preliminary Design,Steering System
Analisa Teknis Unjuk Kerja Motor Diesel Kapal Nelayan Berbahan Bakar Multi Feedstock Biodiesel Agus Purwanto; Setyawan Dwi Nugroho
Jurnal Inovtek Polbeng Vol 13, No 1 (2023): Inovtek VOL. 13 NO 1 2023
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/ip.v13i1.3284

Abstract

Kebutuhan bahan bakar minyak bumi di Indonesia dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Peningkatan kebutuhan bahan bakar minyak bumi ini tidak diimbangi dengan peningkatan produksinya, sehingga kebutuhan bahan bakar lebih besar daripada ketersediaan bahan bakar. Salah satu bahan bakar alternatif untuk motor diesel yang telah dikembangkan di Indonesia adalah biodiesel. Biodiesel dapat dibuat dari minyak nabati yang diperoleh dari tanaman seperti minyak sawit, jarak, minyak kelapa, minyak kedelai, dll. pada masa yang akan datang bahan baku biodiesel sangat bervariasi sehingga perlu untuk memodelkan. Keberhasilan memproduksi CME (Castor Methyl Esther),  PME (Palm Methyl Esther ) dan JME (Jelantah Methyl Esther) memberikan kesempatan dalam upaya untuk mempertemukannya. Karakteristik dari bahan bakar biodiesel untuk viskositas, densitas, Nilai Kalor, titik kabut, dan angka setana memenuhi syarat yang distandartkan SNI. Biodiesel dilakukan pencampuran dengan komposisi CME33,3, PME33,3, JME33,3. Bahan bakar campuran tersebut diuji cobakan  pada motor diesel kapal nelayan untuk mengetahui karakteristik unjuk kerjanya. Uji coba dilakukan dengan variasi putaran motor dan variasi pembebanan. Pada kondisi beban penuh (full load) unjuk kerja motor diesel yang meliputi daya motor, torsi, efisiensi thermal dan SFOC sebagai fungsi putaran motor pada beban penuh menunjukkan bahwa bahan bakar solar lebih tinggi dibandingkan dengan bahan bakar biodiesel CME33,3, PME33,3, JME33,3.
Analisis Pengaruh Penggunaan Campuran Multi Feedstock Biodiesel B35 Terhadap Unjuk Kerja Lateral Swirl Combustion System (LSCS) Piston Chamber dan Flat Piston Chamber Small Marine Diesel Engine Pada beban 3000 Watt Edi Haryono
INOVTEK POLBENG Vol 13, No 2 (2023): VOL 13 NO 2
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/ip.v13i2.3722

Abstract

Produksi minyak dunia diperkirakan telah mencapai puncaknya pada tahun 2000, ini berarti bahwa eksplorasi minyak bumi sudah maksimal dan selanjutnya akan mengalami penurunan. Ini akan menyebabkan dalam kurun waktu 20 tahun produksi minyak dunia akan kembali seperti pada tahun 1980-an(OPEC ,2009). Di lain pihak ketergantungan terhadap minyak bumi pada waktu yang sama akan terus meningkat akibat pertambahan penduduk dan kegiatan industri dan pembangunan. Akibat dari hal ini adalah harga energi yang semakin tinggi dan pasokan minyak yang menurun. Hal ini dapat dirasakan dari naiknya harga minyak mentah dan dicabutnya subsidi harga bahan bakar minyak oleh pemerintah Indonesia. Penggunaan bahan bakar minyak bumi pada saat ini semakin tinggi termasuk solar. Namun dengan semakin tingginya angka permintaan terhadap bahan bakar solar, persedian solar semakin sedikit dari kurun waktu ke waktu. Karena bahan bakar solar berasal dari minyak bumi. Dimana minyak bumi merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui. Oleh karena itu sekarang ini sudah banyak penelitian untuk mengembangkan bahan bakar alternatif untuk menggantikan solar dari minyak bumi. Pada penelitian ini peneliti tertarik pada campuran Multi-Feedstock Biodiesel(Minyak Kelapa Sawit,Minyak Jelantah, dan Lemak Sapi) dan minyak solar dengan komposisi B35(35% Multi-Feedstock Biodiesel dan 65% Minyak Solar(Pertamina Dex)). Penelitian ini dilakukakan yang pertama adalah untuk mendapatkan karakteristik campuran Multi Feedstock Biodiesel dengan komposisi B35. Minyak solar(Pertamina Dex) dalam penelitian ini berfungsi sebagai pencampur komposisi terbentuknya Multi-Feedstock Biodiesel B3. Dan yang kedua untuk mendapatkan seberapa besar pengaruh campuran Multi-Feedstock Biodiesel dengan komposisi B35 terhadap unjuk kerja motor diesel dengan menggunakan Lateral Swirl Combustion System(LSCS) Piston Chamber dan Flat Piston Chamber pada beban 3000 Watt. Metode yang digunakan dalam melakukan penelitian ini adalah metode eksperimental. Pengujian dilakukan dengan melakukan eksperimen pada variasi bahan bakar dan variasi piston chamber. Lalu akan dilakukan pengamatan terhadap unjuk kerja dari motor diesel yang digunakan untuk melakukan penelitian ini. Parameter unjuk kerja yang akan diamati adalah daya mesin, torsi dan sfoc. Dari analisa daya dan torsi motor penggunaan B35 LSCS Piston pada beban 3000 Watt pada putaran engine yang sama mempunyai prosentase rata – rata sebesar 1,89 % lebih tinggi dari  B35 Flat Piston. Dan hasil analisa terhadap BSFC motor diesel penggunaan B35 LSCS Piston pada beban 3000 Watt pada putaran engine yang sama mempunyai prosentase rata – rata sebesar 24,74 % lebih tinggi dari  penggunaan B35 Flat Piston. Dapat ditarik kesimpulan berdasarkan BSFC masing masing variasi piston dengan bahan bakar jenis yang sama menunjukan penggunaan B35 Flat Piston lebih ekonomis dibandingkan dengan B35 LSCS Piston.
PRODUKTIVITAS KAPAL SLEREK MENGGUNAKAN MESIN PENGGERAK BERBEDA DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA PENGAMBENGAN, BALI Agus Purwanto; Setyawan Dwi Nugroho; Edi Hariyono; Izhary Siregar; Nazaruddin Nazaruddin
INOVTEK POLBENG Vol 14, No 1 (2024): INOVTEK VOL 14 NO 1
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/ip.v14i1.3872

Abstract

Tingginya nilai ekonomi pada kegiatan penangkapan ikan menjadikan usaha penangkapan ikan sebagai usaha yang menjanjikan. Juragan darat atau pemilik modal akan berupaya meningkatkan produktivitasnya demi mencapai keuntungan yang lebih tinggi. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan melakukan modifikasi mesin penggerak pada kapal. Kapal slerek di PPN Pengambengan biasanya menggunakan beberapa jenis mesin yaitu mesin dengan merek Yanmar dan mesin merek Mitsubishi. beberapa alasan penggunaan mesin tersebut terkait dengan biaya pemeliharaan dan operasional yang dapat mempengaruhi pendapatan nelayan. Biaya operasional dalam kegiatan penangkapan terdiri atas pembelian bahan bakar minyak (BBM) setiap trip penangkapan, pemeliharaan jaring, mesin dan kapal, serta pembelian es atau garam.  Berdasarkan hal tersebut, perlu dilakukan pengamatan terkait produktivitas dan feasibility study terkait penggunaan mesin penggerak yang berbeda pada kapal slerek. Dari hasil penelitian diketahui bahwa penggunaan mesin Yanmar dan Mistubhisi dalam kegiatan penangkapan kapal slerek menghasilkan nilai produktivitas yang berbeda, terutama pada nilai produktivitas per PK mesin, produktivitas per biaya dan produktivitas per BBM serta produktivitas per ABK. Akan tetapi, secara perhitungan analisa kelayakan usaha keduanya dapat dikatakan sebagai usaha yang layak dijalankan dengan nilai ROI, NPV dan PPC yang tidak jauh berbeda antara kapal I dan kapal II. 
ANALISIS KEGAGALAN PATAH RODA GIGI POMPA AIR LAUT PADA MESIN DIESEL KAPAL PERIKANAN Faizin Adi Nugroho; Agus Purwanto; Setyawan Dwi Nugroho; Citra Zaskia Pratiwi; Iman Mawardi
INOVTEK POLBENG Vol 14, No 1 (2024): INOVTEK VOL 14 NO 1
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/ip.v14i1.3873

Abstract

Investigasi kegagalan dilakukan pada roda gigi transmisi pompa air laut yang digunakan di mesin diesel kapal perikanan. Patahan gigi transmisi dibawa di laboratorium guna dilakukan uji investigasi. Mesin bekerja sekitar 100 jam sebelum terjadi kegagalan roda gigi transmisi. Analisis kegagalan menggunakan metode Condition Monitoring and Fault Diagnosis System (CMFDS) untuk mengamati beberapa informasi yang dibutuhkan, yang merupakan petunjuk penting untuk mendiagnosis dan menganalisis penyebab kegagalan. Roda gigi yang rusak terbuat dari baja 17CrNiMo6, dimana permukaan roda gigi dilakukan treatment karburisasi dengan finishing pendinginan quenching. Kegagalan roda gigi belum pernah terjadi sebelum nya pada roda gigi jenis ini. Analisis data meliputi struktur mikro, dan komposisi kimia dari roda gigi yang patah untuk diperiksa di laboratorium. Kemudian mekanisme kegagalan roda gigi di analisis melalui Multibody Dynamics (MBD) Simulation untuk melihat faktor dinamika dan kinematika dari roda gigi tersebut. Dari metallograpy strukture analysis, diketahui bahwa roda gigi mengalami patah lelah dimana crack dimulai dari pangkal gigi dan menjalar hingga terjadi kegagalan.
Analisa Teknis Unjuk Kerja Motor Diesel Kapal Nelayan Berbahan Bakar Multi Feedstock Biodiesel Agus Purwanto; Setyawan Dwi Nugroho
INOVTEK POLBENG Vol 13, No 1 (2023): Inovtek VOL. 13 NO 1 2023
Publisher : POLITEKNIK NEGERI BENGKALIS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35314/ip.v13i1.3284

Abstract

Kebutuhan bahan bakar minyak bumi di Indonesia dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Peningkatan kebutuhan bahan bakar minyak bumi ini tidak diimbangi dengan peningkatan produksinya, sehingga kebutuhan bahan bakar lebih besar daripada ketersediaan bahan bakar. Salah satu bahan bakar alternatif untuk motor diesel yang telah dikembangkan di Indonesia adalah biodiesel. Biodiesel dapat dibuat dari minyak nabati yang diperoleh dari tanaman seperti minyak sawit, jarak, minyak kelapa, minyak kedelai, dll. pada masa yang akan datang bahan baku biodiesel sangat bervariasi sehingga perlu untuk memodelkan. Keberhasilan memproduksi CME (Castor Methyl Esther),  PME (Palm Methyl Esther ) dan JME (Jelantah Methyl Esther) memberikan kesempatan dalam upaya untuk mempertemukannya. Karakteristik dari bahan bakar biodiesel untuk viskositas, densitas, Nilai Kalor, titik kabut, dan angka setana memenuhi syarat yang distandartkan SNI. Biodiesel dilakukan pencampuran dengan komposisi CME33,3, PME33,3, JME33,3. Bahan bakar campuran tersebut diuji cobakan  pada motor diesel kapal nelayan untuk mengetahui karakteristik unjuk kerjanya. Uji coba dilakukan dengan variasi putaran motor dan variasi pembebanan. Pada kondisi beban penuh (full load) unjuk kerja motor diesel yang meliputi daya motor, torsi, efisiensi thermal dan SFOC sebagai fungsi putaran motor pada beban penuh menunjukkan bahwa bahan bakar solar lebih tinggi dibandingkan dengan bahan bakar biodiesel CME33,3, PME33,3, JME33,3.