Alessandra Saija
Fakultas Kedokteran, Universitas Pattimura

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENYULUHAN PERAWATAN KULIT LANSIA DI MASA PANDEMI COVID-19 PADA PANTI SOSIAL Amanda Gracia Manuputty; Alessandra Saija; Is Ikhsan Hataul; Juan Felix Pangestu; Zechania Maelissa; Tiffani Wafi Idlal; Etrin Z E S Linggar
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 3 (2023): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i3.14873

Abstract

Abstrak: Penuaan menyebabkan kerusakan organ, termasuk kulit, menyebabkan berbagai masalah kesehatan di usia tua. Xerosis merupakan masalah yang sering terjadi, dimana prevalensinya berkisar 29% hingga 85%. Penggunaan hand sanitizer dan cuci tangan di era pandemi COVID-19 sangat penting, namun hal ini merupakan penyebab umum terjadinya xerosis dan iritasi terutama pada populasi lansia. Tujuan dilakukannya penyuluhan ini untuk mengatasi masalah yang berkaitan dengan kelainan kulit lansia pada masa pandemi COVID-19 melalui penyuluhan Perawatan Kulit Lansia di Masa Pandemi COVID-19. Tahapan pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah persiapan dengan melakukan koordinasi dengan Panti Sosial Tresna Werdha. Pelaksanaan penyuluhan dengan memberikan materi tentang cara perawatan kulit pada lansia yang didampingi tim pengabdi dan mahasiswa. Peserta kegiatan terdiri dari komunitas Panti Sosial Tresna Werdha yang berjumlah 33 peserta Hasil evaluasi menggunakan prepost test yang menunjukkan peningkatan pengetahuan. Pretest menunjukkan bahwa hanya 59% peserta yang mengetahui cara perawatan kulit pada lansia. Postest menunjukkan terjadi peningkatan sebanyak 85% setelah diberikan materi.Abstract: The aging process causes a decrease in organ function, including the skin, and causes various health problems in elderly. Pruritus is a complaint that is often found in old age. Xerosis is a common problem, with prevalence ranging from 29% to 85%. The use of hand sanitizers and washing hands in the era of the Covid-19 pandemic is of great importance and is therefore a common cause of dryness and inflammation in elderly patients. The purpose of this consultation is to overcome the problems related to skin diseases in the elderly during the Covid-19 pandemic.This can be achieved through advice on skin care for the elderly during the Covid-19 pandemic. The implementation phase of this community service is being prepared in coordination with the Tresna Werdha Social Institution. Provided materials on skin care for the elderly, accompanied by a team of volunteers and students to conduct consultations. The activity consisted of the Tresna Werdha, Social Institution community, totaling 33 participants. The evaluation results used a prepost test which showed an increase in knowledge. The pretest showed that only 59% of the participants knew how to care for their skin in the elderly. Posttest showed an increase of 85% after being given the material.
PENYULUHAN PENCEGAHAN SKABIES DAN MANFAAT TIDUR YANG BERKUALITAS PADA ANAK USIA SEKOLAH DI PONDOK PESANTREN KOTA AMBON DAN KABUPATEN MALUKU TENGAH Amanda Gracia Manuputty; Rita Sugiono Tanamal; Fitri Kadarsih Bandjar; Parningotan Yosi Silalahi; Laura Huwae; Alessandra Saija; Fatimah Azzahra
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 4 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i4.32395

Abstract

Abstrak: Skabies adalah penyakit kulit menular yang disebabkan oleh Sarcoptes scabiei var. hominis. Penyakit ini sering terjadi di lingkungan pondok pesantren yang padat, lembap, serta kurang menjaga kebersihan pribadi dan lingkungan. Penularannya melalui barang-barang bersama seperti pakaian, kasur, dan bantal. Gejala khasnya adalah gatal malam hari (pruritus nokturna), yang mengganggu tidur dan kualitas istirahat santri. Penyuluhan ini bertujuan meningkatkan pemahaman tentang pentingnya menjaga kebersihan pribadi untuk mencegah skabies dan menekankan pentingnya kualitas tidur bagi keberhasilan akademik. Metode yang digunakan untuk mengevaluasi tingkat pengetahuan para santri dengan penyebaran kuisioner yang akan ditanyakan oleh tim sebelum dan sesudah materi skabies diberikan. Kegiatan dilakukan setelah koordinasi dengan Pondok Pesantren Al Anshor, melibatkan 94 santriwati di Kota Ambon dan 78 santri di Kab. Maluku Tengah. Materi diberikan oleh tim pengabdi dan mahasiswa. Indikator keberhasilan dalam kegiatan ini dengan menilai hasil evaluasi kegiatan hasil kuisioner yang menunjukkan peningkatan pemahaman. Di Kota Ambon, pemahaman skabies mengalami peningkatan dari 65% menjadi 85% dan kualitas tidur dari 50% menjadi 86%. Di Kab. Maluku Tengah, peningkatan sebesar 25% terjadi untuk kedua aspek.Abstract: Scabies is an infectious skin disease caused by Sarcoptes scabiei var. hominis. This disease is common in boarding school environments that are crowded, humid, and lack personal and environmental hygiene. Transmission is through shared items such as clothes, mattresses, and pillows. The typical symptom is nighttime itching (pruritus nocturna), which disturbs the sleep and rest quality of the students. This counseling aims to increase understanding of the importance of maintaining personal hygiene to prevent scabies and emphasize the importance of quality sleep for academic success. The method used to evaluate the level of knowledge of the students is by distributing questionnaires that will be asked by the team before and after the scabies material is given. Activities were carried out after coordination with Al Anshor Islamic Boarding School, involving 94 female students in Ambon City and 78 students in Central Maluku Regency. The material was provided by the service team and students. The indicator of success in this activity is by assessing the results of the evaluation of the activities of the questionnaire results which show an increase in understanding. In Ambon City, the understanding of scabies increased from 65% to 85% and the quality of sleep from 50% to 86%. In Central Maluku District, an increase of 25% occurred for both aspects.