Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Studi Eksperimental Pemasangan Oil Catch Tank (OCT) Pada Mesin 3SZ- VE Terhadap Emisi Gas Buang Dan Prestasi Mesin Yang Dihasilkan Yudhanta, Ricko; W. Praja, Sumantri; Schouten, Femmy; Widyanto, Utut; Boedi, Hari
Jurnal Keselamatan Transportasi Jalan (Indonesian Journal of Road Safety) Vol. 12 No. 1 (2025): JURNAL KESELAMATAN TRANSPORTASI JALAN (INDONESIAN JOURNAL OF ROAD SAFETY)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46447/ktj.v12i1.694

Abstract

The use of an Oil Catch Tank (OCT) is intended to optimize the clean air entering the intake manifold and reduce vehicle exhaust emissions. The main function of the OCT is to prevent oil particles or oil vapors from re-entering the intake system. Blow-by gases from the crankcase first enter the OCT tube, where they are trapped by a filter medium (steel wool), allowing only clean air to reach the combustion chamber. From the experimental results, across all OCT filter variations, the lowest CO levels were recorded at 1000 rpm, while the highest CO occurred at 3500 rpm. The highest CO level of 20.97% vol was found under standard vehicle conditions at 4500 rpm. The lowest HC value of 93.57 ppm vol was obtained using a 0.5-micron OCT filter at 5000 rpm. The highest torque and power values of 143 Nm and 108.65 HP, respectively, were achieved when using a 1-micron filter OCT at 6000 rpm. This study confirms that OCT installation can significantly reduce exhaust emissions and improve engine performance. These findings contribute to addressing global environmental concerns, particularly air pollution and climate change caused by the transportation sector. Furthermore, the results support the broader adoption of environmentally friendly automotive technologies, especially in enhancing combustion efficiency and emission control in internal combustion engine vehicles.
Studi Eksperimental Pemasangan Oil Catch Tank (OCT) Pada Mesin 3SZ- VE Terhadap Emisi Gas Buang Dan Prestasi Mesin Yang Dihasilkan Yudhanta, Ricko; W. Praja, Sumantri; Schouten, Femmy; Widyanto, Utut; Boedi, Hari
Jurnal Keselamatan Transportasi Jalan (Indonesian Journal of Road Safety) Vol. 12 No. 1 (2025): JURNAL KESELAMATAN TRANSPORTASI JALAN (INDONESIAN JOURNAL OF ROAD SAFETY)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46447/ktj.v12i1.694

Abstract

The use of an Oil Catch Tank (OCT) is intended to optimize the clean air entering the intake manifold and reduce vehicle exhaust emissions. The main function of the OCT is to prevent oil particles or oil vapors from re-entering the intake system. Blow-by gases from the crankcase first enter the OCT tube, where they are trapped by a filter medium (steel wool), allowing only clean air to reach the combustion chamber. From the experimental results, across all OCT filter variations, the lowest CO levels were recorded at 1000 rpm, while the highest CO occurred at 3500 rpm. The highest CO level of 20.97% vol was found under standard vehicle conditions at 4500 rpm. The lowest HC value of 93.57 ppm vol was obtained using a 0.5-micron OCT filter at 5000 rpm. The highest torque and power values of 143 Nm and 108.65 HP, respectively, were achieved when using a 1-micron filter OCT at 6000 rpm. This study confirms that OCT installation can significantly reduce exhaust emissions and improve engine performance. These findings contribute to addressing global environmental concerns, particularly air pollution and climate change caused by the transportation sector. Furthermore, the results support the broader adoption of environmentally friendly automotive technologies, especially in enhancing combustion efficiency and emission control in internal combustion engine vehicles.
MODEL PENENTUAN GRAFIK PERJALANAN KERETA API UNTUK MENINGKATKAN FREKUENSI PERJALANAN KERETA API (Studi Kasus: Lintas Bogor-JakartaPP) Fauzi, Fauzi; Suraharta, I Made; Hosang, J.R.C.; Widyanto, Utut; Irawan, Sande Ritin
Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat Vol 6 No 1 (2015): June 2015
Publisher : Politeknik Transportasi Darat Indonesia - STTD Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jabodetabek akan berkembang menjadi satu wilayah, sehingga perlu ditata dalam satu konsep sebagai metropolitan terpadu. Kereta api sebagai salah satu bagian dari sistem transportasi dan mempunyai fungsi pokok yaitu pelayanan kepada pelanggan serta berorientasi kepada pasar, baik penumpang maupun barang yang dilayaninya. Pada saat ini pengelolaan perkeretaapian di Indonesia dilaksanakan oleh suatu Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yaitu PT KAI Commuter Jabodetabek (PT. KCJ). Lintas Bogor–Jakarta, adalah salah satu lintas KRL komuter untuk angkutan penumpang komuter terpadat, setiap tahunnya mengalami peningkatan karena dipengaruhi oleh permintaan dan kondisi sarana dan prasarana KRL. Dan ini berpengaruh juga pada jadwal perjalanan KRL sehingga setiap tahunnya jadwal perjalanan KRL mengalami perubahan. Dengan demikian dalam upaya meningkatkan sistem pelayanan perjalanan KRL, perlu adanya sistem pengaturan jadwal dan penggunaan prasarana dan sarana yang ada sekarang dioptimalkan, terutama jadwal perjalanan kereta-kereta listrik lintas Bogor-Jakarta pada saat jam sibuk.
SOLUSI PENANGANAN PENUMPUKAN PENUMPANG STASIUN DURI AKIBAT PENGOPERASIAN KA BANDARA Drajat, Bambang; Nomin, Nomin; Arista, Eka; Hosang, J.R.C; Widyanto, Utut
Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat Vol 9 No 2 (2018): December 2018
Publisher : Politeknik Transportasi Darat Indonesia - STTD Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada saat ini kereta bandara pola pengoperasiannya memiliki frekuensi 18 kereta pulang pergi perharinya, dan dalam proses operasinya kereta bandara ini transit di stasiun Duri untuk melakukan perpindahan masinis dikarenakan track layout stasiun Duri tidak memungkinkan untuk kereta bandara berjalan langsung menuju stasiun antara Batu Ceper maupun stasiun akhir Stasiun Bandara. Dari proses transit di stasiun Duri ini terdapat masalah penumpukan penumpang kereta api Commuter Line, karena para penumpang Commuter Line baik yang bertujuan ke stasiun Angke maupun stasiun Tanah Abang ketika ingin berpindah kereta harus berjalan dari peron yang berada di ujung menuju ke peron yang baik berada di tengah maupun diujung yang lain. Selain masalah penumpukan penumpang juga terdapat masalah lebar peron guna menampung penumpang ketika menunggu kereta, karena selain ada kekurangan dari segi kenyamanan penumpang, sisi keselamatan penumpang pun kurang terjaga serta frekuensi perjalanan berkurang sehingga waku tunggu kereta bertambah lama.
KAJIAN POTENSI PENGGUNA KERETA API PADA JALUR REAKTIVASI CIBATU - GARUT Prihatmantyo, Rianto Rili; Widyanto, Utut; Fauzi, Fauzi; Sadili, Rachmat
Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat Vol 10 No 1 (2019): June 2019
Publisher : Politeknik Transportasi Darat Indonesia - STTD Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55511/jpsttd.v10i1.79

Abstract

Rencana pemerintah dalam reaktifasi jalur kereta api di wilayah Provinsi Jawa Barat ada 4 jalur kereta api, salah satunya rute Cibatu – Garut – Cikajang sepanjang 47,5 km. Pada tahun 2019 diprioritaskan untuk mengaktifasi jalur Cibatu – Garut sepanjang 19,3 km. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji potensi perpindahan pengguna moda angkutan lain ke angkutan kereta api lintas Cibatu – Garut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode stated preference. Dari hasil analisis potensi perpindahan moda, untuk kondisi tarif saat ini kurang lebih 31% responden yang bersedia pindah ke angkutan kereta api jika jalur reaktifasi beroperasi. Jika tarif menjadi lebih rendah yaituRp. 40.000,- potensi perpindahan moda dapat mencapai 60%. Jika headway moda menjadi 6 jam/hari atau sekitar 4 perjalanan tiap hari, maka potensi perpindahan moda dapat mencapai 60%.
ANALISIS PEMINDAHAN DEPO KERETA GUNA MENGURANGI KELAMBATAN PERKA Arifin, Julison; Lesamana, Aditya; widyanto, Utut
Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat Vol 6 No 2 (2015): December 2015
Publisher : Politeknik Transportasi Darat Indonesia - STTD Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bertambah panjangnya lintas utama pada DAOP 7 Madiun mengakibatkan Letak Depo Induk Kereta menjadi kurang strategis. Disebabkan oleh jarak yang terlalu jauh dan membutuhkan waktu yang cukup lama dalam pendistribusian kereta yang akan digunakan sebagai rangkaian Kereta Api yang keberangkatan awalnya dari Stasiun Kediri. Kurangnya fasilitas dan peralatan perawatan di PUS Kediri sehingga kereta harus dirawat di Depo Induk Madiun. Perjalanan kereta kosong dari Kediri menuju Madiun sangat mengganggu operasional kereta api pada lintas raya karena DAOP 7 Madiun masih menggunakan sistem jalur tunggal. Untuk mengatasi masalah tersebut metode yang digunakan adalah mengidentifikasi kebutuhan fasilitas dengan berdasarkan MI (Maintenance Instruction) sebagai pedoman dalam melakukan perawatan dan menghitung kebutuhan pegawai baik jumlah maupun kualitas atau kompetensi yang seharusnya dimiliki tenaga perawatan. Dari hasil analisis terhadap permasalahan yang ada dapat disimpulkan bahwa kelengakapn fasilitas perawatan dan tenaga perawtan PUS Kediri masih kurang. Oleh karena itu perlu diadakan penambahan fasilitas perawatan kereta dan peningkatan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia untuk meningkatkan kinerja perawatan PUS Kediri.
ANALISIS TINGKAT KEBISINGAN PADA SEKOLAH DI JALUR PANTURA (STUDI KASUS: KABUPATEN BREBES) Rili Prihatmantyo, Rianto; Widyanto, Utut
Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat Vol 13 No 1 (2022): June 2022
Publisher : Politeknik Transportasi Darat Indonesia - STTD Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55511/jpsttd.v13i1.635

Abstract

Bising merupakan sumber bunyi yang sifatnya mengganggu indera pendengaran manusia. Siswa di sekolah yang terletak berdekatan dengan jalan raya akan sangat terganggu dengan kebisingan yang ditimbulkan oleh transportasi. SMAN 1 Bulakamba dan SMPN 2 Bulakamba merupakan contoh sekolah yang berada di jalur pantura (pantai utara) di Kebupaten Brebes. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis tingkat kebisingan di sekolah akibat kendaraan yang melewati jalur pantura serta memberikan rekomendasi pengendalian tingkat kebisingan jika tingkat kebisingan melewati baku tingkat kebisingan 55 dB(A). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan mengukur tingkat kebisingan dasar yang timbul di sekolah, kemudian dikoreksi menggunakan pedoman dari Department of Transport Welsh Office (1988) yaitu Calculation of Road Traffic Noise. Dari hasil analisis didapatkan proporsi kendaraan berat yang melewati depan SMAN 1 Bulakamba sebesar 20,28% dan pada SMPN 2 Bulakamba sebesar 15,76%. Tingkat kebisingan akhir terkoreksi pada gedung kelas terdekat dari tepi jalan di SMAN 1 Bulakamba rata-rata 36,7 dB(A) dan di SMPN 2 Bulakamba rata-rata 57,95 dB(A). Menurut ketentuan Baku Tingkat Kebisingan Kepmen LH (1996), yaitu maksimal sebesar 55 dB(A), sehingga di SMPN 2 Bulakamba belum memenuhi persyaratan. Untuk itu dilakukan upaya mengurangi kebisingan, seperti menambahkan vegetasi (pohon dan rumput) di sepanjang tembok pagar sekolah