Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Analysis of Hardness Test and Microstructure Test of R.54 Type Railway Rail with Variations in Heat Treatment Cooling Media Oktavia, Amelia; Tabitha, Adinda Kanaya; Drajat, Bambang; Pujiyulianto, Eko
Journal of Engineering and Scientific Research Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Lampung Jl. Soemantri Brojonegoro No.1 Bandar Lampung, Indonesia 35141

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jesr.v7i2.175

Abstract

Rail steel R.54 is a steel that is included in high carbon steel. Rail steel R.54 has a carbon element of 0.60-0.80% allowing the hardening process to be carried out with appropriate heat treatment . This type of research is an experimental laboratory study. The study aims to determine the effect of variations in cooling media on the observation of microstructure and hardness values in the hardening process of rail steel R.54. The Vickers method with a load of 500 gf is one of the important aspects in hardness testing. The results showed that the hardness value without heat treatment was 383.93 HV and the hardness value after heat treatment with three variations of cooling media, namely soapy water of 669.13 HV, 35% table salt (NaCl) of 689.14 HV, and new oil of 835.50 HV. The three cooling media can be concluded that the highest level of steel hardness is achieved in specimens that are hardened and cooled with new oil cooling media. The viscosity of new oil affects the hardness level of R-54 rail steel. The hardness level of R-54 rail steel will increase along with the increasing viscosity of the oil that is inserted into the cooling medium of R-54 rail steel after the quenching process. The results of observations of the microstructure of R-54 rail steel samples show that there is a phase change without heat treatment that is formed is ferrite and pearlite to form ferrite , austenite and martensite phases due to the heating process of austenite which is cooled rapidly in the cooling medium.
PENGARUH BUDAYA ORGANISASI, MOTIVASI PELAYANAN UMUM TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI STTD Drajat, Bambang; Hosang, J.R.C; Korah, Tonny C.M; Djajadi, Djajadi; P, Uriansyah
Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat Vol 8 No 1 (2017): June 2017
Publisher : Politeknik Transportasi Darat Indonesia - STTD Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kinerja pegawai adalah hasil kerja yang dicapai seseorang atau kelompok orang yang sesuai dengan wewenang atau tanggung jawab masing-masing pegawai selama periode tertentu. Penilaian hendaknya memberikan suatu gambaran akurat mengenai prestasi pegawai. Untuk tujuan ini sistem-sistem penilaian harus mempunyai standar dan menggunakan berbagai ukuran yang dapat diandalkan. Kondisi fisik kantor Sekolah Tinggi Transportasi Darat dapat dikatakan baik, dimana setiap bagian memiliki ruangan tersendiri. Akan tetapi masih terdapat beberapa ruangan yang dinilai kurang baik karena kondisi suhu udara yang ada dibeberapa ruangan tersebut dirasakan kurang sejuk, bahkan terkadang terasa panas. Hal ini disebabkan sistem pendingin ruangan yang sering tidak berfungsi dan tidak semua ruangan kerja mempunyai sitem pendingin ruangan. Demikian pula sirkulasi udara dibeberapa ruangan kerja pun dapat dikatakan kurang baik, karena ventilasi udara yang kurang baik. Kondisi ini menimbulkan rasa kurang nyaman bagi para pegawai. Selain berpengaruh terhadap Kinerja pegawai, budaya organisasi juga memiliki keterkaitan yang erat dengan kepuasan kerja. Kepuasan kerja dapat didefinisikan sebagai suatu keadaan emosional yang menyenangkan atau tidak menyenangkan di mana para pegawai memandang pekerjaannya
KAJIAN RENCANA PEMBANGUNAN DOUBLE TRACK PADA EMPLASEMEN STASIUN CILAME (LINTAS CIKAMPEK – PADALARANG) Drajat, Bambang; Hosang, J.R.C; Korah, Tonny C.M; Djajadi, Djajadi; P, Uriansyah
Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat Vol 8 No 1 (2017): June 2017
Publisher : Politeknik Transportasi Darat Indonesia - STTD Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transportasi perkeretaapian mempunyai banyak keunggulan dibanding transportasi jalan antara lain: kapasitas angkut besar (massal), cepat, aman, hemat energi dan ramah lingkungan serta membutuhkan lahan yang relatif sedikit. Untuk pelaksanaan angkutan kereta satu diantara unsur lainnya sebelum kereta api beroperasi adalah unsur prasarana yang terdiri dari prasarana jalur berserta bangunan kereta api dan fasilitas operasi kereta api yang melingkupi persinyalan, kelistrikan dan komunikasi. Unsur prasarana merupakan fondasi angkutan kereta api yang sangat vital. Namun pembangunan jalur tunggal menjadi jalur ganda pada lintas tersebut tidak semudah pada pekerjaan seperti biasa dilakukan pada lintas lainnya karena terdapat kontur bukit, jurang dan lereng yang curam.
SOLUSI PENANGANAN PENUMPUKAN PENUMPANG STASIUN DURI AKIBAT PENGOPERASIAN KA BANDARA Drajat, Bambang; Nomin, Nomin; Arista, Eka; Hosang, J.R.C; Widyanto, Utut
Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat Vol 9 No 2 (2018): December 2018
Publisher : Politeknik Transportasi Darat Indonesia - STTD Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada saat ini kereta bandara pola pengoperasiannya memiliki frekuensi 18 kereta pulang pergi perharinya, dan dalam proses operasinya kereta bandara ini transit di stasiun Duri untuk melakukan perpindahan masinis dikarenakan track layout stasiun Duri tidak memungkinkan untuk kereta bandara berjalan langsung menuju stasiun antara Batu Ceper maupun stasiun akhir Stasiun Bandara. Dari proses transit di stasiun Duri ini terdapat masalah penumpukan penumpang kereta api Commuter Line, karena para penumpang Commuter Line baik yang bertujuan ke stasiun Angke maupun stasiun Tanah Abang ketika ingin berpindah kereta harus berjalan dari peron yang berada di ujung menuju ke peron yang baik berada di tengah maupun diujung yang lain. Selain masalah penumpukan penumpang juga terdapat masalah lebar peron guna menampung penumpang ketika menunggu kereta, karena selain ada kekurangan dari segi kenyamanan penumpang, sisi keselamatan penumpang pun kurang terjaga serta frekuensi perjalanan berkurang sehingga waku tunggu kereta bertambah lama.
Pengintegrasian Perlintasan Sebidang Dengan Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (Apill) Riyanto, Azhar Hermawan; Drajat, Bambang; Pratama, Uriansah; Simanjuntak, Robert
Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat Vol 10 No 2 (2019): December 2019
Publisher : Politeknik Transportasi Darat Indonesia - STTD Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55511/jpsttd.v10i2.571

Abstract

Keselamatan merupakan faktor utama yang menjadi bahan pertimbangan para pengguna jasa untuk memilih moda transportasi yang akan digunakan, baik di darat, laut maupun udara. Perkeretaapian adalah satu kesatuan sistem yang terdiri atas prasarana, sarana, dan sumber daya manusia, serta norma, kriteria, persyaratan, dan prosedur untuk penyelenggaraan transportasi kereta api. SMKP (Sistem Manajemen Keselamatan Perkeretaapian) adalah bagian dari sistem manajemen penyelenggara perkeretaapian secara keseluruhan dalam rangka meningkatkan keselamatan perkeretaapian. Perlintasan sebidang merupakan perpotongan sebidang antara jalur kereta api dengan jalan. Isu yang menonjol pada perlintasan sebidang adalah tingginya angka kecelakaan lalu-lintas antara kendaraan dengan kereta api, terutama pada perlintasan yang tidak dijaga. Kenyataan dimana permasalahan pada perlintasan sebidang selalu kontroversial, dimana pada satu sisi, masyarakat membutuhkan akses jalan yang lebih singkat. Akan tetapi, di sisi lain, perlintasan itu juga menjadi sumber petaka, Dalam rangka mewujudkan peningkatan keselamatan pada perlintasan sebidang berpintu khususnya pada posisi tepat pada persimpangan jalan raya yang terintegrasi dan telah dilengkapi Alat Pemberi Isyarat Lalu lintas.