Eny Heriyati, Eny
Unknown Affiliation

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Analisis Bakteri Escherichia Coli Pada Ikan Kakap Putih (Latescal carifer) di Muara Kenyamukan Kabupaten Kutai Timur Heriyati, Eny; Rudiyanto, Rudiyanto; Sapitri, Cici
Jurnal Pertanian Terpadu Vol 4 No 1 (2016): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid IV nomor 1 Juni 2016
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36084/jpt..v4i1.36

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kontaminasi bakteri E. colisebagai indikator pencemaran pada ikan kakap putih (lates calcarifer) di perairan Muara Kenyamukan Kabupaten Kutai Timur. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2015 di perairan Muara Kenyamukan Kabupaten Kutai Timur. Pengambilan sampel ikan kakap putih yang berasal dari Muara Kenyamukan dengan mengambil 3 stasiun pengamatan yaitu stasiun I terletak di perairan yang berdekatan dengan pemukiman penduduk, stasiun II terletak pada perairan muara sungai, dan stasiun III terletak pada perairan laut terbuka. Sampel ikan kakap putih dianalisis dengan mengunakan metode MPN (Most Probable Number) seri 3 tabung di Laboratorium Mikrobiologi Perairan Jurusan Budidaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Mulawarman. Hasil analisis sampel pada insang, daging, saluran pencernaan ikan kakap putih menunjukan bahwa pada wilayah perairan muara sungai kenyamukan jumlah kandungan bakteri E. colipada insang 56 MPN/g, daging 21 MPN/g dan pencernaan 7 MPN/g. Wilayah laut lepas jumlah bakteri E. coli pada air 2.400 MPN/100 mL, muara Kenyamukan 150 MPN/100 mL, dan di bawah Pemukiman Penduduk jumlah kandungan bakteri E. coli 40 MPN/100 mL. Hasil inokulasi menunjukan bahwa bakteri yang tumbuh pada saat isolasi merupakan bakteri E. coli. Nilai total bakteri E. colidi setiap titik pengamatan berada diatas baku mutu keamanan pangan yang dipersyaratkan oleh 7388 : 2009 dan BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) tentang batas cemaran maksimum dalam pangan sebesar 10 MPN/g pada daging segar.
Sex Reversal Ikan Nila Menggunakan Tiga Jenis Madu Heriyati, Eny
Jurnal Pertanian Terpadu Vol 1 No 2 (2013): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid I nomor 2 November 2013
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36084/jpt..v1i2.49

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi pengaruh perendaman larva ikan nila menggunakan tiga sumber madu berbeda terhadap persentase ikan jantan. Pada penelitian ini, 30 larva ikan nila berumur 12 hari setelah menetas direndam masing-masing menggunakan madu hutan, madu ternak dan madu bakau, dengan dosis 10 mL.L-1 air selama 10 jam. Ikan dipelihara dalam kondisi yang sama selama dua bulan. Kualitas air berupa suhu dan pH dilakukan pengukuran pada saat perlakuan perendaman larva, pada saat dipelihara di akuarium dan pada saat dipelihara di kolam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase ikan jantan yang direndam dalam madu hutan, madu ternak, dan madu bakau dihasilkan persentase tertinggi pada perendaman menggunakan madu bakau, namun ketiga jenis madu tersebut menunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata (p>0,05), tetapi semua perlakuan berbeda nyata terhadap kontrol (p<0,05). Selanjutnya, respons perendaman terhadap pertumbuhan, kelangsungan hidup dan biomassa ikan pada perlakuan madu hasilnya tidak berbeda nyata antar perlakuan dan dengan kontrol (p>0,05). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ketiga jenis madu mempunyai keefektifan yang sama terhadap hasil sex reversal, pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan nila.
Pengaruh Perbedaan Salinitas Terhadap Pertumbuhan Benur Udang Windu (Penaeus Monodon Fabricius) Pada Stadia Mysis Ke Post Larva Paonganan, Silva; Heriyati, Eny; Imanuddin, Imanuddin
Jurnal Pertanian Terpadu Vol 3 No 1 (2015): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid III nomor 1 Juni 2015
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36084/jpt..v3i1.88

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan salinitas terhadap pertumbuhan benur udang windu sebagai dasar perbaikan sistem penyediaan larva udang windu ( Penaeus monodon Fabricius). Penelitian menggunakan Rancangan Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan terdiri dari S1 (15 ‰), S2 (20‰), S3 (25‰),S4 (30‰) dan S5 (35‰). Selama penelitian dikumpulkan data kelangsungan hidup, pertambahan panjang dan dan kualitas air. Parameter kualitas air yang diukur adalah suhu,salinitas,dan pH. Data dianalisis dengan sidik ragam dan di lanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa salinitas yang berbeda tidak berpengaruh terhadap pertambahan panjang larva udang windu dimana dari uji (BNT) diketahui bahwa F hitung lebih kecil dari pada F tabel pada taraf 5%. Pertambahan panjang rata-rata dari tiap perlakuan yang tertinggi adalah perlakuan S3 salinitas 25‰ (74,77%) kemudian diikuti dengan perlakuan S4 salinitas 30‰ (60,07%), S2 salinitas 20‰ (44,97%), S5 salinitas 35‰ (31,97%) dan S1 salinitas 15‰ (1,78%). Dari penelitian ini diketahui bahwa perlakuan yang berbeda akan memberikan pertambahan panjang benur yang berbeda pula. Parameter tersebut masih layak untuk mendukung kehidupan larva udang windu.
Pengaruh Kedalaman Perairan Dan Pemotongan Capit Terhadap Laju Pertumbuhan Kepiting Bakau (Scylla Serrata) Yang Dibudidayakan Dalam Battery Cell Dengan Sistem Silvofishery Bonar, Bonar; Wijaya, Nirmalasari Idha; Heriyati, Eny
Jurnal Pertanian Terpadu Vol 3 No 2 (2015): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid III nomor 2 Desember 2015
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36084/jpt..v3i2.102

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di perairan Pulau Bingkar, Kecamatan Pulau Derawan, Kabupaten Berau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kedalaman perairan yang berbeda, terhadap laju pertumbuhan kepiting bakau yang dibudidayakan dalam Battery Cell dengan sistem Silvofishery serta untuk mengetahui apakah pemotongan capit dan kaki jalan pada bagian (merus) maupun tanpa dilakukan pemotongan mampu mempercepat laju pertumbuhan kepiting bakau. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok-Fatorial (RAK-F) dua factor, faktor A yaitu tingkat kedalaman (4 taraf : A1, A2, A3, A4) dan faktor B yaitu pemotongan capit (B2) dan tanpa pemotongan (B1) dengan dua kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan pada kedalaman perairan yang berbeda menunjukkan adanya peningkatan laju pertumbuhan harian pada tiap-tiap kedalaman. Pada kedalaman 40 cm, menunjukkan hasil yang terbaik, kemudian disusul berturut-turut kedalaman 60 cm, dipermukaan dan 20 cm. Pada kedalaman 40 cm, menunjukkan hasil yang optimal serta memiliki kualitas lingkungan yang cukup baik, Hal ini dibuktikan dengan adanya pengaruh kedalaman yang signifikan (P<0.05) terhadap laju pertumbuhan kepiting bakau. Sedangkan pada perlakuan pemotongan capit menunjukkan persentase yang relatif tinggi bila dibandingkan dengan perlakuan tanpa pemotongan, namun dari kedua perlakuan tersebut tidak menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan (P>0.05) terhadap laju pertumbuhan kepiting bakau pada kedalaman perairan yang berbeda.
Analisis Tingkat Penerimaan Konsumen Terhadap Naget ikan Tuna di Sangatta Heriyati, Eny
Jurnal Pertanian Terpadu Vol 5 No 1 (2017): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid V nomor 1 Juni 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36084/jpt..v5i1.112

Abstract

Naget adalah produk olahan daging yang memiliki rasa enak dan khas. Penelitian ini menggunakan daging ikan tuna segar sebagai bahan baku. Penelitian bertujuan untuk mengetahui tingkat penerimaan konsumen terhadap naget ikan yang dibuat dari ikan tuna. Pelaksanaan penelitian di Laboratorium Ilmu Kelautan Stiper pada bulan Agustus 2016. Bahan yang dipakai adalah: daging ikan tuna lumat, tepung tapioka 6%, bawang merah 3%, Bawang putih 2%, minyak 2% , garam 1%, merica 0,5%, butter dan tepung roti. Setelah naget selesai dibuat, selanjutnya dilakukan analisa organoleptik yang meliputi, rasa, aroma, warna, tekstur dan tingkat kesukaan. Produk naget ikan yang dihasilkan dibandingkan dengan produk naget ayam yang dijual di pasaran, sebagai pembanding dalam penilaian. Setelah data penilaian uji hedonik (kesukaan) pada masing-masing panelis ditabulasi maka nilai ditentukan dengan mencari hasil rata-rata setiap panelis pada taraf kepercayaan 95% .Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa produk naget ikan tuna disukai dari segi rasa, tekstur dan tingkat kesukaan secara keseluruhan, dimana nilai yang dihasilkan termasuk pada kriteria suka yang mempunyai nilai yang sama dengan naget ayam. Pada penilaian warna dan aroma naget yang dihasilkan panelis memberikan kriteria penilaian agak suka, sementara naget ayam lebih disukai dari warna dan aroma. Tanggapan para panelis pada penelitian ini sangat positif dan berharap agar produk dapat dipasarkan.
Uji Aerasi Microbubble dalam Menentukan Kualitas Air, Nilai Nutrition Value Coefficient (NVC), Faktor Kondisi (K) dan Performa pada Budidaya Nila Merah (Oreocrhomis Sp.) Heriyati, Eny; Rustadi, Rustadi; Isnansetyo, alim; Triyatmo, Bambang
Jurnal Pertanian Terpadu Vol 8 No 1 (2020): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid VIII Nomor 1 Juni 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36084/jpt..v8i1.232

Abstract

Penelitian ini betujuan untuk menguji penggunaan aerasi microbubble pada parameter kualitas air, performa, nilai NVC dan factor kondisi perairan. Ikan berukuran 12±3 g, sebanyak 50 ekor dipelihara selama 3 bulan dengan perlakuan aerasi micobubble, aerasi konvensional dan non aerasi dalam system resirkulasi. Parameter yang dianalisa dalam penelitian ini menunjukkan nilai DO aerasi microbubble lebih tinggi dan tetap bertahan lama sampai akhir penelitian dibandingkan aerasi konvensional dan control (p<0,05), demikian juga dengan suhu air. Parameter kualitas air lainnya tidak dipengaruhi oleh perlakuan aerasi, dan masih menunjukkan nilai yang normal untuk budidaya nila, kecuali ammonia pada semua perlakuan menunjukkan nilai yang melebihi standar SNI. Pengaruh stabilnya nilai DO yang dihasilkan oleh aerasi microbubble berpengaruh pada performa nila, yang mampu meningkatkan ukuran bobot ikan tiap ekor dan meningkatkan biomasa ikan 268 % dari kontrol dan 32,5 % lebih tinggi aerasi konvensional. Dalam penelitian ini nilai factor kondisi dan NVC dari semua perlakuan menunjukkan nilai yang relative sama. Kesimpulan dari penelitian ini adalah, meskipun nilai kondisi dan NVC tidak dipengaruhi perlakuan aerasi, namun aerasi microbubble mampu meningkatkan DO, pertumbuhan dan biomasa ikan.