Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Gerakan Radikalisme Berbasis Keagamaan Pada Aliran Jama’ah Islamiyah Dan Islam Jama’ah Indra Harahap; Hazra Ria Habibah Dalimunthe; Tiara Septiana; Irda Hasmi Batubara
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 2 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i2.1405

Abstract

Dalam artikel jurnal ini, menulis menuangkan pemahamannya mengenai aliran-aliran atau organisasi berbasis Islam radikal. Aliran-aliran yang dimaksud tersebut ialam Jama'ah Islamiyah dan Islam Jama'ah. Kedua aliran tersebut memilih jalan kekerasan dalam mencapai segala tujuannya. Aksi kekerasan mereka inilah yang dapat meruntuhkan pondasi negara yang aman, damai, dan bersahaja. Penelitian dalam artikel ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada para pembaca agar lebih memahami dan mewaspadai adanya aliran-aliran radikal berbasis keagamaan disekitar. Dalam pemaparan pada pembahasan ini, peneliti menggunakan metode studi pustaka dari literature, buku-buku, maupun dari internet. Kemudian dilakukan telaah dan kajian yang relevan. Dengan adanya penelitian ini, diharapkan seluruh masyarakat dapat membedakan antara aliran Islam yang murni dengan aliran Islam yang radikal. Sehingga masyarakat dapat tetap hidup dengan tenang tanpa harus saling menyakiti.
Gerakan Radikalisme Berbasis Keagamaan Pada Aliran Jama’ah Islamiyah Dan Islam Jama’ah Indra Harahap; Hazra Ria Habibah Dalimunthe; Tiara Septiana; Irda Hasmi Batubara
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 2 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i2.1476

Abstract

Dalam artikel jurnal ini, menulis menuangkan pemahamannya mengenai aliran-aliran atau organisasi berbasis Islam radikal. Aliran-aliran yang dimaksud tersebut ialam Jama'ah Islamiyah dan Islam Jama'ah. Kedua aliran tersebut memilih jalan kekerasan dalam mencapai segala tujuannya. Aksi kekerasan mereka inilah yang dapat meruntuhkan pondasi negara yang aman, damai, dan bersahaja. Penelitian dalam artikel ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada para pembaca agar lebih memahami dan mewaspadai adanya aliran-aliran radikal berbasis keagamaan disekitar. Dalam pemaparan pada pembahasan ini, peneliti menggunakan metode studi pustaka dari literature, buku-buku, maupun dari internet. Kemudian dilakukan telaah dan kajian yang relevan. Dengan adanya penelitian ini, diharapkan seluruh masyarakat dapat membedakan antara aliran Islam yang murni dengan aliran Islam yang radikal. Sehingga masyarakat dapat tetap hidup dengan tenang tanpa harus saling menyakiti.
Living Hadis di Era Digital: Media Sosial dan Transformasi Otoritas Hazra Ria Habibah Dalimunthe; Nawir Yuslem; Ardiansyah Ardiansyah
Student Scientific Creativity Journal Vol. 4 No. 4 (2026): Juli: Student Scientific Creativity Journal
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sscj-amik.v4i4.6315

Abstract

This study is motivated by the rapid proliferation of hadith dissemination in the digital era, which has significantly transformed patterns of transmission, religious authority, and public understanding. Social media has become a primary space for circulating hadith, often without adequate scholarly verification. Therefore, this study aims to analyze the dynamics of Living Hadith in the digital age, particularly focusing on hadith circulation, the shift of religious authority, and the challenges of hadith literacy in contemporary society. This research employs a qualitative approach using library research supported by digital document analysis from various social media platforms. Data were collected through literature review and documentation of digital content, and analyzed using content analysis and descriptive-analytical methods. The findings reveal an epistemological transformation in the practice of Living Hadith, where hadith not only exists in social practices but also operates within digital logic shaped by algorithms, popularity, and virality. Furthermore, there is a noticeable shift in religious authority from scholarly-based legitimacy to visibility-based influence. In conclusion, this study emphasizes the urgency of strengthening critical, hermeneutic, and digital hadith literacy to preserve the validity of hadith understanding in the post-truth era.