Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

PANDANGAN MASYARAKAT SEI KEPAYANG TERHADAP ILMU PERBANDINGAN AGAMA Indra Harahap; Lidia Afni
Studia Sosia Religia Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51900/ssr.v5i1.12171

Abstract

Religion and religious life are inseparable elements of human life and the cultural system of mankind. Since the beginning of human culture, religion and religious life have been symptomatic in life, even giving the style and form of all cultural behavior. Religion and religious behavior grow and develop from a sense of human dependence on supernatural powers that they feel as the source of their life. Comparative Religion Science is a science that studies the origin of the formation of a religion, the characteristics and structure of a religion as well as what problems are contained in that religion. It is also stated that, Comparative Religion is a branch of science that has an effort to investigate the symptoms and understand the religious aspects or attitudes of a belief as well as its relationship with other religions including similarities and differences. Thus, it will be possible to compare a religion/belief with other religions/beliefs with the aim of recognizing various religions/beliefs and also being able to mediate between the problems that exist in the religious community. So far, the people of Sei Kepayag are still very layman and most of them do not know or even know nothing about Comparative Religion.
ISA AL-MASIH DALAM TINJAUAN ISLAM DAN KRISTEN Indra Harahap; Abu Sahrin; Hapni Sartika Siregar
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 9, No 8 (2022): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v9i8.2022.3098-3111

Abstract

The main problem in this research, discusses "Isa Al-Masih in Review of Islam and Christianity", while the main problems of the research are divided into two sub-problems, namely: 1) What are the views of Islamic and Christian religious figures about the history of Jesus Christ. 2) What is the position of Jesus Christ in Islam and Christianity. The approach used in this research is a comparative approach. as for the source of research data is the primary data obtained in this study is the Qur'an and the Bible (New Testament). and secondary data, namely the sources obtained from books, journals, articles, and other information related to the position of Jesus Christ in the Qur'an and the New Testament. The results of this study are the position of Isa Al-Masih in the Qur'an is Jesus as the messenger of Allah. Islam believes that Jesus is the Prophet and Messenger of Allah and the last among the Children of Israel. title as Ulul Azmi a special title for the apostle class who has extraordinary fortitude. have miracles of proof of the truth of the Prophets, extraordinary things seem to happen and what the Prophet said is true, he is my messenger and the proof is that miracle. Meanwhile, the position of Jesus in the New Testament as the god of Christians admits that they believe in Isa is contained in a teaching built by Paul. and the name Isa is not in the book because it was replaced with the name Jesus. as the Savior of mankind has sinned Jesus Christ came to the world and his death as payment or atonement for the sins of his people. Jesus' resurrection from the dead proved that his death was sufficient to pay the debt of sin or penance.
Rekonstruksi Nilai-nilai Pendidikan dan Peradaban Islam di Titik Nol Barus Indra Harahap; M. Hatta Azwar; Richa Ardelila Hutabarat; Ainun Ainun; Yusril Mahendra
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 5 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i5.6957

Abstract

Barus adalah Kota Bertuah yang menyimpan sejarah, dahulunya kota rempah tujuan Musafir Jazirah dan menjadi tumpuan tijarah (dagang) rempah laksana kota berkah melimpah. Artikel ini bertujuan untuk menganalisa rekonstruksi nilai-nilai pendidikan dan peradaban Islam di titik nol Barus. Kajian ini menggunakan penelitian histori (sejarah) dengan pendekatan bibliografi. Adapun teknik penelitian menggunakan observasi (makam papan tinggi Barus, makam mahligai, tugu titik nol peradaban Islam), wawancara kepada informan (Dr. Abdusima Nasution, M.A., Pendeta Sahat Simatupang dan Darmansyah Nasution). Hasil penelitian ini menemukan bahwa Barus ialah salah satu tempat penyebaran awal mulanya Islam di Indonesia, dengan dibuktikan adanya argumentasi pada masa klasik mengenai penyebaran Islam tersebut yang diperkuat digunakan dengan adanya ahli Arkeologis dari dalam maupun luar negeri. Dalam metode klasik yang digunakan dalam menentukan keabsahan penyebaran Islam tersebut ialah Sejarah yang berasal dari bercerita mulut ke mulut (Oral history), sejarah yang berasal dari tulisan ilmiah (Literatur history), dan kombinasi dari kedua metode itu, yakni kombinasi dari keduanya (Sintesis history). Selain itu. mengenai rekonstruksi peradaban nilai-nilai di Barus, dibuktikan adanya peninggalan monumen bersejarah seperti: Makam Papan Tinggi dan Makam Mahligai.
TEOLOGI DALAM PERSPEKTIF ISLAM DAN KRISTEN Indra Harahap; Aprilinda M. Harahap; Neysa Vania Nasution
Studia Sosia Religia Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51900/ssr.v5i2.14754

Abstract

Religion has a belief about God (theology), because basically religion is a divine rule as a provision for its people to arrive at inner and outer happiness, both in this world and in the hereafter. Thus every religion crowns the teachings or science of divinity (theology) in their religion as the main lesson.The purpose of this study is to analyze the differences and similarities of theological concepts in Islam and Christianity. Because it is known that these two major religions are a series of religious histories that are often discussed and debated in theological studies. Then this research is able to provide a true and precise explanation of theology in both religions, namely Islam and Christianity.The methodology used in this research is qualitative with a library research design. The data taken as well as the information that the researcher uses as a source are the Al-Quran and the Bible. Coupled with the literature of opinion leaders who wrote a lot about the explanation of the teachings of the two religions in this study.This research can produce knowledge and understanding of the teachings of God in Islam and Christianity, the knowledge of God is the most basic thing in every religious teaching. It can be concluded that the similarities between the concepts of Islamic and Christian theology are studying God, Sects and the Attributes of God, while the difference between the concepts of Islamic theology and Christian theology is that Islamic theology believes that God is One and practices the value of Unity, while Christian theology believes that God is One, but it is believed that there is another God called Relative Monotheism such as God the Father Jesus Christ and the Holy Spirit.
Pemikiran Nasiruddin Al-Thusi tentang Filsafat Islam Tartila Yazofa; Indra Harahap; Adenan Adenan; Jansen Hasibuan; Damri Pulungan; Muhammad Zaid Rusdi
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.036 KB)

Abstract

Sampai saat ini, dinamika pemikiran didalam dunia Islam terus berkembang. Dengan adanya suatu sikap keterbukaan, toleran, juga akomodatif kaum muslimin pada hegemoni pemikiran juga peradaban asing, kecintaan pada ilmu, budaya akademik, kiprah cendikiawan muslimin pada pemerintahan juga lembaga sosial masyarakat, perkembangaan aliran dengan mendahulukan rasio juga kebebasan dalam berpikir, bertambahnya kemakmuran di berbagai negeri Islam, persoalan yang dihadapi Islam sepanjang masa yang semakin memerlukan solusi semakin berkembang lajunya. Pada kenyataannya memungkinkan terjadi adanya doktrin yang menjadikan akal dengan tinggi yang mungkin menjadi salah satu sumber kebenaran juga pengetahuan. Adapun pada Alquran juga Hadis tidak jarang dalam mengeluarkan pentingnya penalaran, penelitian serta pemikiran. Dari doktrin tersebut lahirlah filsafat pada negeri Islam. Dengan adanya beberapa filsuf berkontribusi pada negeri-negeri Islam pada pengembangan tradisi intelektual Barat ternyata banyak yang diakui dari para ilmuwan Barat. Maka muncullah para filsuf di dunia Islam baik dibelahan Timur dan Barat. Dalam tulisan ini dikaji tentang tokoh Nasiruddin At-Tusi dikenal sebagai “filsuf Islam, ilmuwan serba bisa“ atau multitalenta, ilmuwan muslim dari Persia yang telah membuat perkembangan pada bidang-bidang ilmu misalnya Astronomi, Kimia, Biologi, Filsafat, Matematika, Kedokteran juga ilmu Agama Islam. Inti permasalahan dalam temuan ini adalah bagaimana filsafat, pemikiran dan peradaban Islam menurut Nasiruddin At-Tusi. Peneltian ini menggunakan penelitian kualitatif, maka penelitian ini berjenis kajian pustaka. Yaitu dengan metode pengumpulan data pustaka, membaca serta mencatat juga mengelola bahan penelitian. Sumber data penelitian ini di cari dari berbagai literatur yang menguraikan mengenai filsafat, pemikiran dan peradaban Islam. Hasil dari penelitian ini untuk mendeskripsikan filsafat dan sejarah pemikiran dan peradaban Nasiruddin At-Tusi sekaligus sebagai tokoh pembaharuan di dunia Islam.
Gerakan Radikalisme Berbasis Keagamaan Pada Aliran Jama’ah Islamiyah Dan Islam Jama’ah Indra Harahap; Hazra Ria Habibah Dalimunthe; Tiara Septiana; Irda Hasmi Batubara
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 2 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i2.1405

Abstract

Dalam artikel jurnal ini, menulis menuangkan pemahamannya mengenai aliran-aliran atau organisasi berbasis Islam radikal. Aliran-aliran yang dimaksud tersebut ialam Jama'ah Islamiyah dan Islam Jama'ah. Kedua aliran tersebut memilih jalan kekerasan dalam mencapai segala tujuannya. Aksi kekerasan mereka inilah yang dapat meruntuhkan pondasi negara yang aman, damai, dan bersahaja. Penelitian dalam artikel ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada para pembaca agar lebih memahami dan mewaspadai adanya aliran-aliran radikal berbasis keagamaan disekitar. Dalam pemaparan pada pembahasan ini, peneliti menggunakan metode studi pustaka dari literature, buku-buku, maupun dari internet. Kemudian dilakukan telaah dan kajian yang relevan. Dengan adanya penelitian ini, diharapkan seluruh masyarakat dapat membedakan antara aliran Islam yang murni dengan aliran Islam yang radikal. Sehingga masyarakat dapat tetap hidup dengan tenang tanpa harus saling menyakiti.
Gerakan Radikalisme Berbasis Keagamaan Pada Aliran Jama’ah Islamiyah Dan Islam Jama’ah Indra Harahap; Hazra Ria Habibah Dalimunthe; Tiara Septiana; Irda Hasmi Batubara
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 2 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research (Special Issue)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i2.1476

Abstract

Dalam artikel jurnal ini, menulis menuangkan pemahamannya mengenai aliran-aliran atau organisasi berbasis Islam radikal. Aliran-aliran yang dimaksud tersebut ialam Jama'ah Islamiyah dan Islam Jama'ah. Kedua aliran tersebut memilih jalan kekerasan dalam mencapai segala tujuannya. Aksi kekerasan mereka inilah yang dapat meruntuhkan pondasi negara yang aman, damai, dan bersahaja. Penelitian dalam artikel ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada para pembaca agar lebih memahami dan mewaspadai adanya aliran-aliran radikal berbasis keagamaan disekitar. Dalam pemaparan pada pembahasan ini, peneliti menggunakan metode studi pustaka dari literature, buku-buku, maupun dari internet. Kemudian dilakukan telaah dan kajian yang relevan. Dengan adanya penelitian ini, diharapkan seluruh masyarakat dapat membedakan antara aliran Islam yang murni dengan aliran Islam yang radikal. Sehingga masyarakat dapat tetap hidup dengan tenang tanpa harus saling menyakiti.
Studi Aliran Sempalan: Al-Qaeda Dan Al-Qiyadah Al-Islamiyah Nila Fadilah Nasution; Ardiansyah Siregar; Muhammad Rizky Gurning; Indra Harahap
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v3i2.518

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gerakan sempalan dengan fokus pada dua kelompok, yaitu al-Qaeda dan al-Qiyadah al-Islamiyah. Al-Qaeda telah lama menjadi simbol terorisme internasional yang menonjol, sementara al-Qiyadah al-Islamiyah telah muncul sebagai kelompok sempalan yang berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan analisis literatur untuk mengumpulkan dan menganalisis data tentang sejarah, ideologi, strategi, dan taktik yang digunakan oleh al-Qaeda dan al-Qiyadah al-Islamiyah. Melalui pemahaman mendalam terhadap kedua kelompok tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi munculnya gerakan sempalan dalam lanskap terorisme. Penelitian ini memberikan wawasan berharga untuk mengembangkan strategi pencegahan dan penanggulangan yang lebih efektif.
Perkembangan Peradaban Islam Masa Modern Maulin Permata; Adenan Adenan; Indra Harahap; Masriono Lubis; Muhammad Nasir; Muhammad Yakub
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i2.12577

Abstract

Peradaban Islam pada masa setelah tahun 1800 masih dapat digambarkan sebagai Islam modern saat ini. Banyak perkembangan dalam kehidupan Muslim terjadi selama periode ini, meliputi pendidikan, politik, perdagangan dan budaya. Seluruh perkembangan Islam terangkum dalam Sejarah Islam. Dalam penulisan ini penulis mengankat beberapa poin penting seperti sejarah pemikiran Islam pada zaman modern sampai kepada bidang-bidang dan peradaban apa saja yang berkembang pada masa itu.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran kepada para pembaca mengenai situasi, kondisi, serta hal-hal apa saja yang menjadi bukti bahwa Islam adalah agama yang membuka jalan bagi terbukanya pola hidup modern. Dengan metode penelitian kepustakaan, kami mendapatkan hasil dari berbagai referensi, yaitu Sejarah Pemikiran dan Peradaban Islam Periode Modern (1800-Sekarang). Dengan demikian maka penting kiranya bagi para akademisi di zaman modern untuk melakuka penelitian lebih lanjut mengenai bukti-bukti bahwa Islam adalah agama yang dapat berbaur dan mampu menyesuaikan disetiap perkembangan zaman.
Dampak Peran Media Sosial dalam Penyebaran Aliran Sempalan di Kelurahan Tegal Sari Mandala I Shabrina Shabrina; Indra Harahap
BLAZE : Jurnal Bahasa dan Sastra dalam Pendidikan Linguistik dan Pengembangan Vol. 2 No. 3 (2024): Agustus : Jurnal Bahasa dan Sastra dalam Pendidikan Linguistik dan Pengembangan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/blaze.v2i3.1380

Abstract

Increasingly sophisticated technology provides major changes in communication carried out by every society in the modern era. Entering the era of globalization, teenagers are among those who often use internet media, especially social media, as a means of searching for information. With social media, we can see the latest information about what situations are happening. A splinter sect is a sect that is often seen as a protest against self-division from the majority, exclusive attitudes, firm but rigid stances, monopoly on truth, and fanaticism