Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implikasi Nilai-nilai Pendidikan Agama Islam pada Pagelaran Wayang Santri Ki Enthus Susmono dalam Keberagamaan Masyarakat Kabupaten Tegal A.Alvian Fitrianto; Sulaeman Sulaeman; Herdianto Wahyu Pratomo
Al-Mau'izhoh Vol 5, No 1 (2023): Edisi Juni 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam, Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/am.v5i1.4799

Abstract

The spread of Islam in Indonesia by WaliSanga is mostly done by utilizing the art/puppet show, because it is an art that is popular with the people so that it is easier to use to incorporate new teachings or values. It is precisely through puppet shows that Islamic values are introduced. Even the guardians often use other traditions or cultures in the community for the mission of preaching Islam because it is through the media that the values of Islamic teachings are easily conveyed and accepted by the community who at that time were still thick with their dynamism, animism, and beliefs that were far from Islam.In Tegal area there is a mastermind who is quite capable of Ki Enthus Susmono. Thanks to his skill and fame in the puppet world by being a puppeteer. Ki Enthus is one of the puppeteers who is able to bring the puppet show into a medium of communication and propaganda effectively. The name of wayang santri makes each performances convey Islamic religious messages.In wayang santri performances there are values of Islamic religious education including the value of aqidah, moral values, values of worship and social values, these values are in accordance with the teachings of Islam written in the Qur'an and Hadith of the Prophet Muhammad 
Pendidikan Agama Islam Berbasis Ekoteologi Dalam Membentuk Etika Lingkungan Siswa Madrasah Di Era Antoposen Hilaluddin Hanafi; Sulaeman Sulaeman; Etika Pujianti; Andi Rahmat Abidin; Rina Setyaningsih
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1375

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis ekoteologi dalam membentuk etika lingkungan siswa madrasah di era Antroposen. Era ini ditandai oleh dampak dominan aktivitas manusia terhadap perubahan geologis dan ekosistem bumi, sehingga mendesak transformasi paradigma pendidikan dari antroposentrisme menuju kesadaran ekologis yang terintegrasi dengan nilai-nilai ketuhanan. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Hasil kajian menunjukkan bahwa PAI berbasis ekoteologi mengintegrasikan nilai-nilai seperti tauhid, amanah, khalifah, ihsan, dan mīzān untuk membangun kesadaran bahwa menjaga alam adalah bentuk ibadah . Strategi implementasi mencakup integrasi dalam kurikulum, pembelajaran berbasis proyek (seperti bank sampah dan penghijauan), serta program kolaboratif yang melibatkan guru, siswa, dan masyarakat . Pendekatan ini terbukti efektif meningkatkan pemahaman dan perilaku ramah lingkungan siswa, meskipun aspek evaluasi karakter ekologis masih memerlukan penguatan . Pendidikan ini menawarkan solusi holistik untuk krisis ekologi dengan memperkuat hubungan spiritual antara manusia, alam, dan Pencipta di tengah tantangan era Antroposen.