Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Strada Journal of Radiography

Teknik Pemeriksaan Kontras Upper Gastrointestinal Dengan Klinis Vomiting Instalasi Radiologi Rsud Jombang Fenilia Teti Nahak; Ridha Rachmathiany
Strada Journal of Radiography Vol. 4 No. 1 (2023): June
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjr.v4i1.34

Abstract

Radiologi adalah cabang atau spesialisasi kedokteran yang berhubungan dengan studi dan penerapan berbagai teknologi pencitraan untuk mendiagnosis dan mengobati penyakit. Pencitraan dapat menggunakan sinar-X, USG, CT scan, tomografi emisi positron (PET) dan MRI.Pencitraan tersebut menciptakan gambar dari konfigurasi dalam dari sebuah objek padat, seperti bagian tubuh manusia, dengan menggunakan ormon radiasi. Radiologi juga kadang-kadang disebut radioskopi atau radiologi klinis. Radiologi intervensi adalah prosedur medis dengan bimbingan teknologi pencitraan. Pencitraan medis biasanya dilakukan oleh ahli radiografi atau penata rontgen. Seorang radiolog (dokter spesialis radiologi) kemudian membaca atau menginterpretasikan gambar untuk menentukan cedera, menentukan seberapa serius cedera tersebut atau membantu mendeteksi kelainan seperti tumor. Itulah sebabnya mengapa pasien seringkali harus menunggu untuk mendapatkan hasil “resmi” sinar-X atau gambar lainnya bahkan setelah dokter utamanya telah mengkajinya. Seorang spesialis radiologi juga harus menginterpretasikan hasil dan berkonsultasi dengan dokter utama untuk menegakkan diagnosis yang akurat. Klinik dan fasilitas medis yang tidak mempekerjakan spesialis radiologi harus mengirimkan gambar keluar untuk interpretasi dan menunggu temuan.
Teknik Pemeriksaan Manus Dextra Dengan Klinis Fraktur Menggunakan Modalitas Computed Radiography Di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Baptis Kediri Ridha Rachmathiany; Ahmad Zulfikar Al Fauzi
Strada Journal of Radiography Vol. 4 No. 2 (2023): December
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjr.v1i2.39

Abstract

Pemeriksaan Os Manus yang paling sering dilakukan adalah pemeriksaan radiologi pada kasus fraktur. Fraktur atau patah tulang adalah gangguan pada struktur tulang yang dapat terjadi akibat trauma baik itu trauma yang disebabkan oleh kecelakaan lalu lintas maupun non lalu lintas, gangguan tersebut mengakibatkan terputusnya kontinuitas atau kesatuan struktur tulang dengan potensi kerusakan seperti pecah, retak, atau remah pada korteks tulang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui teknik pemeriksaan manus dextra dengan klinis fraktur. penelitian ini menggunakan metode deskriptif, mahasiswa praktik langsung menangani pasien menggunakan modalitas computed radiography. Dengan pasien Ny. N usia 60 tahun. Pada tanggal 3 Agustus 2023 pukul 20:45 datang seorang pasien atas nama Ny. S ke instalasi radiologi Rumah Sakit Baptis Kediri dalam keadaan jari tangan kanan sudah di perban, Ny. S dibawa oleh perawat dari IGD untuk dilakukan tindakan foro rontgen Manus AP dan oblique. Berdasarkan hasil bacaan Dokter Spesialis Radiologi di Rumah Sakit Baptis Kediri terdapat fraktur pada phalang proximal dan medius digity V manus dextra. Dengan hasil bacaan tersebut maka dibutuhkan tindakan segera. Radiografi merupakan pemeriksaan awal yang umum digunakan. Ini relatif cepat dalam menghasilkan gambaran struktur tulang. Namun, radiografi mungkin tidak cukup untuk mendiagnosis masalah pada jaringan lunak atau ligament. Diperlukan beberapa hal untuk mencegah kebocoran radiasi yang mungkin terjadi. Salah satunya adalah memperhatikan standar ruang rontgen,serta penggunaan APD untuk petugas maupun keluarga pasien.
Teknik Pemeriksaan Ankle Joint Dengan Klinis Post Kll (Kecelakaan Lalu Lintas) Menggunakan Modalitas Digital Radiography Di Rumah Sakit Umum Daerah Simpang Lima Gumul Atlingga Edi Suprapto; Ridha Rachmathiany
Strada Journal of Radiography Vol. 5 No. 1 (2024): June
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjr.v5i1.41

Abstract

Pemeriksaan radiologi ankle joint atau sendi pergelangan kaki merupakan anggota gerak tubuh manusia ekstremitas bawah pada bagian tungkai bawah tempat kedua kaki bertemu. Ankle joint atau sendi pergelangan kaki atau talocruralis joint merupakan sendi engsel atau sendi synovial (bergerak bebas). Masalah kelainan dapat terjadi pada sendi pergelangan kaki, salah satunya adalah fraktur pada ankle joint. Fraktur ankle joint merupakan patah tulang atau kondisi yang mengubah kontur (bentuk) tulang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat apakah ada fraktur pada pemeriksaan pasien post KLL dengan menggunakan alat digital radiography, proyeksi apa yang paling bagus untuk melihat adanya frakur pada pemeriksaan radiografi ankle joint. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Waktu penelitian dilaksanakan pada 1 Agustus 2023 sampai 1 September 2023. Tempat penelitian di Rumah Sakit Umum Daerah Simpang Lima Gumul. Hasil pemeriksaan ankle joint menunjukkan bahwa tampak adanya fraktur spiral di distal os fibula kiri yang mengakibatkan pasien merasakan nyeri dan tidak bisa berjalan dengan normal, untuk tindakan lebih lanjut akan dilakukan tindakan operasi. Dari hasil pemeriksaan pasien ankle joint dengan kasus post KLL tersebut dapat disimpulkan bahwa tampak adanya fraktur spiral di distal os fibula kiri, fraktur ini terjadi karena benturan yang keras. Proyeksi yang paling bagus untuk melihat adanya fraktur adalah proyeksi antero posterior dan lateral. Pemeriksaan menggunakan modalitas digital radiography juga sangat memudahkan radiografer untuk membuat hasil citra yang layak baca, dan juga bisa membuat alur pelayanan radiologi menjadi lebih efektif dan efisien. Pentingnya penggunaan apron pada ruangan radiologi sudah diatur dalam peraturan kepala badan pengawas tenaga nuklir (BAPETEN).
Teknik Pemeriksaan Appendicografi pada Klinis Suspect Appendicitis Akut Menggunakan Modalitas Computed Radiography di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Baptis Kota Kediri Aditya Ardiyanto; Ridha Rachmathiany; Andica Apriannisa
Strada Journal of Radiography Vol. 5 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjr.v4i2.47

Abstract

Appendicogram merupakan pemeriksaan radiografi appendix dengan menggunakan sinar-X dengan bantuan media kontras positif untuk menegakkan diagnosa. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui prosedur pemeriksaan appendicogram dengan klinis suspect appendicitis akut di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Baptis Kediri. Penelitian menggunakan kualitatif menggunakan desain penelitian deskriptif dan jenis penelitian studi kasus, pengumpulan datanya diperoleh dari observasi dan dokumentasi. Lokasi penelitian di Rumah Sakit Baptis Kediri. Waktu penelitian selama 1 bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil dari pemeriksaan non visualized appendix. Untuk tindakan lebih lanjut akan dilakukan tindakan operasi. Pada pemeriksaan appendicogram membutuhkan persiapan khusus, tidak dipergunakan foto AP polos sebelum diminumkan media kontras. Media kontras yang dipergunakan barium sulfat 30 gr serta diminumkan menggunakan waktu tunggu 6-7 jam sebelum pemeriksaan sudah dapat menegakkan diagnosa. Pada pemeriksaan radiografi appendicografi ini sudah sesuai dengan standard teori, dengan menggunakan proyeksi antero posterior (AP) dan right posterior oblique (RPO). sudah dapat menghasilkan gambaran radiograf yang baik dan sudah mendukung diagnosa penyakit tersebut.
Teknik Pemeriksaan Shoulder Sinistra 3 Posisi dengan Klinis Closed Fractur di Instalasi Radiologi Rumah Sakit X Ridha Rachmathiany; Angga Setiawan
Strada Journal of Radiography Vol. 6 No. 2 (2025): December
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjr.v6i2.69

Abstract

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan tahun 2019, menunjukkan bahwa prevalensi kasus patah tulang di Indonesia adalah 5,5%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan  teknik pemeriksaan sinistra  bahu tiga posisi  dengan humerus klinis yang hampir retak pada instalasi radiologi rumah sakit umum regional X. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi kasus. Ada pasien yang mengatasnamakan Ibu S ke Instalasi Radiologi RSUD X dalam keadaan bahu kiri menggunakan kain, Ibu S berjalan bersama keluarga dan membawa surat meminta rontgen bahu sinistra AP (Anteroposterior), EXO (Rotasi Eksternal) dan INDO (Rotasi Internal). Prosedur kerja dalam pemeriksaan bahu adalah terlebih dahulu menerima dan membaca surat permohonan foto yang dibawa oleh perawat/keluarga yang mengantar pasien ke ruang radiologi. Kemudian, masukkan data pasien ke dalam monitor dan konfirmasikan kembali identitas pasien sudah benar. Memberikan penjelasan kepada pasien setelah proses paparan dilakukan. Setelah memposisikan pasien selesai, instruksikan pasien untuk tidak bergerak dan saat mengekspos pasien, pastikan untuk memantau pasien dari kaca pelindung untuk menghindari penolakan. Pada pemeriksaan rontgen bahu, proyeksi AP (Anteroposterior), EXO (External Rotation) dan INDO (Internal Rotation) menggunakan jarak film fokus (FFD) adalah 100 cm, ukuran film dan kaset yang digunakan adalah 24x30 cm. Perbedaan pada titik pusat, yaitu EXO (Rotasi Eksternal), berada pada proc inferior 2,5 cm. Coracoid., INDO (Rotasi Internal) berada pada proc inferior 2,5 cm. Coracoid. dan AP (Anteroposterior) berada pada mid scapulohumeral joint (2 cm inferior dan lateral proc.coracoid).