Abstrak Nurul Imam Islamic School memiliki sarana dan prasarana yang memadai untuk mendukung pembelajaran pada jenjang SDIT, SMPIT, dan SMAIT. Namun, ketersediaan fasilitas belum tentu menjamin mutu pembelajaran yang optimal. Tantangan utama terletak pada pengelolaan sarana dan prasarana, meliputi kesesuaian dengan kebutuhan pengguna, efektivitas pemanfaatan, koordinasi antar jenjang, serta penggunaan data dalam perencanaan dan evaluasi. Kondisi ini menunjukkan pentingnya penerapan prinsip Total Quality Management (TQM) dalam pengelolaan sarana dan prasarana. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kebutuhan penggunaan layanan pendidikan dan pengambilan keputusan berbasis data sebagai representasi prinsip TQM terhadap proses pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional. Sampel penelitian berjumlah 117 guru yang dipilih melalui teknik proportional random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket skala Likert empat tingkat dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan penggunaan layanan pendidikan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas proses pembelajaran (β = 0,382; p = 0,005), sedangkan pengambilan keputusan berbasis data tidak berpengaruh signifikan (β = 0,211; p = 0,157). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi Total Quality Management (TQM) dalam pengelolaan sarana dan prasarana lebih efektif apabila berorientasi pada kebutuhan pengguna layanan pendidikan dibandingkan hanya bertumpu pada pengelolaan data administratif. Hal ini menegaskan bahwa penerapan prinsip TQM penting untuk memastikan seluruh proses perencanaan, pemanfaatan, dan evaluasi sarana dan prasarana pendidikan berjalan secara sistematis, terarah, dan sesuai dengan kebutuhan pengguna layanan pendidikan. Kata Kunci: Kualitas layanan Pembelajaran, Sarana dan prasarana, Total Quality Management