Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

EDUKASI SEKS BAGI SISWA SISWI SMA PELITA FAJAR BANDUNG Heliany Kiswantomo; Indah Puspitasari; Marissa Chitra Sulastra; Meilani Rohinsa
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 6 (2023): SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Juni 2023
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v2i6.555

Abstract

Generasi muda memiliki peran yang penting dalam pembangunan bangsa. Salah satu permasalahan yang banyak terjadi dikalangan remaja adalah berkaitan pergaulan bebas. Kegiatan psikoedukasi “Edukasi Seks Bagi Siswa Siswi SMA Pelita Fajar Bandung” ini dilaksanakan dengan tujuan untuk dapat membekali siswa siswi SMA dengan pendidikan seks yang tepat dengan pendekatan secara psikologis. Kegiatan psikoedukasi dilaksanakan pada tanggal 8 Mei 2023, dengan dihadiri oleh 32 remaja, seluruh peserta berasal dari kelompok usia remaja pertengahan, dan sebanyak 19 orang mengisi kuesioner evaluasi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa mayoritas peserta memahami  keseluruhan materi yang disampaikan dan berniat untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari untuk mencegah perilaku seksual yang tidak sehat.
EDUKASI SEKS BAGI SISWA SISWI SMA PELITA FAJAR BANDUNG Heliany Kiswantomo; Indah Puspitasari; Marissa Chitra Sulastra; Meilani Rohinsa
SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 6 (2023): SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Juni 2023
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/swarna.v2i6.555

Abstract

Generasi muda memiliki peran yang penting dalam pembangunan bangsa. Salah satu permasalahan yang banyak terjadi dikalangan remaja adalah berkaitan pergaulan bebas. Kegiatan psikoedukasi “Edukasi Seks Bagi Siswa Siswi SMA Pelita Fajar Bandung” ini dilaksanakan dengan tujuan untuk dapat membekali siswa siswi SMA dengan pendidikan seks yang tepat dengan pendekatan secara psikologis. Kegiatan psikoedukasi dilaksanakan pada tanggal 8 Mei 2023, dengan dihadiri oleh 32 remaja, seluruh peserta berasal dari kelompok usia remaja pertengahan, dan sebanyak 19 orang mengisi kuesioner evaluasi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa mayoritas peserta memahami  keseluruhan materi yang disampaikan dan berniat untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari untuk mencegah perilaku seksual yang tidak sehat.
Peran Dukungan Sosial terhadap Career Search Efficacy dengan Moderator Future Work Self pada Mahasiswa di Kota Bandung Gianti Gunawan; Indah Puspitasari; Meta Dwijayanthy
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v8i11.13906

Abstract

One of the developmental tasks in adolescence and early adulthood is finding the right career direction. Finding a career that matches your interests and ways to actualize yourself, becomes something that needs to be explored and start in adolescence. Students also cannot be separated from the exploration process to find a career that is in line with their interests and abilities. This career exploration process is lead to career search efficacy. In addition, the student's representation of himself in the future that reflects his expectations and aspirations related to work becomes very important to have. This research wants to see the role of social support, especially from parents and peers towards career search efficacy with the moderator of future work self-students. The population of this study is students in the city of Bandung. Data analysis techniques using linear regression between social support variables and career search efficacy, with future work self variables as moderators. The results showed that parental social support and peer social support simultaneously did not contribute to the variable career self-efficacy. Partial parental social support showed no contribution to predicting career self-efficacy. Similar results also occurred in peer social support that did not significantly contribute to predicting career self-efficacy. The future work self variable does not moderate the influence between parental social support and career self-efficacy. On the other hand, the future work self variable can moderate the influence between peer social support on career self-efficacy.
Penguatan Kapasitas Tim Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru melalui Pelatihan Skrining Kesehatan Mental dan Wawancara Berbasis Perilaku di STIKes “X” Heliany Kiswantomo; Kristin Rahmani; Trisa Genia; Indah Puspitasari; Tessalonika Sembiring
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 9 (2026): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v5i9.2957

Abstract

Kelancaran studi mahasiswa di suatu Perguruan Tinggi tidak telepas dari proses seleksinya. Khusus untuk calon mahasiswa dari institusi Kesehatan, tentunya ada persyaratan yang tidak sekedar mencakup kapasitas intelektual, namun juga dari kesiapan dari sisi mental. Oleh sebab itu sangat dibutuhkan perangkat asesmen yang memadai sebagai salah satu pertimbangan dalam mengambil keputusan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan Kerjasama antara Fakultas Psikologi Universitas Kristen Maranatha dan STIKes “X” yang bertujuan untuk mengembangkan perangkat seleksi calon mahasiswa melalui tiga materi, yaitu Tes Skrining Kesehatan Mental, metode Behavioral Event Interview (BEI), dan kerangka Situation–Task–Action–Result (STAR). Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk workshop tiga sesi. Evaluasi pembelajaran menggunakan desain one-group pretest-posttest pada 26 peserta, sedangkan evaluasi reaksi diikuti 24 peserta. Hasil menunjukkan bahwa perbedaan pemahaman secara keseluruhan sesi tidak signifikan. Sementara hasil pengolahan data tiap sesi juga tidak menunjukkan adanya perubahan signifikan. Akan tetapi, hasil evaluasi reaksi menunjukkan bahwa Sebagian besar peserta menilai sangat baik pada seluruh aspek yang dievaluasi. Masukan peserta menunjukkan bahwa workshop ini dihayati relevan dan bermanfaat, tetapi peserta memberi masukan adanya waktu yang lebih lama  untuk simulasi, praktik wawancara, dan mendiskusikan kasus. Simpulan dari kegiatan ini adalah peserta telah menilai pelatihan cukup baik, namun masih dibutuhkan tahap lanjutan dalam bentuk penerapan yang lebih banyakd. Pelatihan berikutnya disarankan dapat menggunakan metode yang lebih aplikatif.