Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Konsentrasi Air Konsentrasi Air Kelapa Muda Terhadap Perkecambahan Benih Jati (Tectona grandis L.) Maria Nanda Cahyani; Astin Elise Mau; Pamona Silvia Sinaga; Norman P.L.B. Riwu Kaho
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2322

Abstract

Jati (Tectona grandis L.) merupakan salah satu tanaman kehutanan yang sangat dihargai karena memiliki banyak manfaat serta penting bagi pasar kayu internasional. Pembudidayaan tanaman jati secara generatif melalui biji tergolong rendah karena kulit benih yang keras serta perkecambahan yang rendah, sehingga perlu perlakuan khusus sebelum disemaikan. Pemberian zat pengatur tumbuh organik berupa air kelapa muda pada tanaman mampu meningkatkan dan mendorong perkecambahan tanaman. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi air kelapa muda terhadap perkecambahan benih Jati (Tectona grandis L.). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2024-Januari 2025. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perbandingan konsentrasi yang digunakan (B0) 0% tanpa perendaman atau kontrol, (B1) 25% air kelapa muda 250 ml dan aquadest 750 ml, (B2) 50% air kelapa muda 500 ml dan aquadest 500 ml, (B3) 75% air kelapa muda 750 ml dan aquadest 250 ml. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian dosis konsentrasi air kelapa muda, memberikan pengaruh sangat nyata pada parameter penelitian persentase daya kecambah, laju perkecambahan, tinggi tanaman dan jumlah daun. Perlakuan B2 dengan konsentrasi 50% merupakan perlakuan terbaik pada parameter persentase daya kecambah dan tinggi tanaman dan perlakuan B3 dengan konsentrasi 75% merupakan perlakuan terbaik pada parameter laju perkecambahan dan jumlah daun.
Pola Persebaran Pohon Ka Sebagai Bahan Pembuatan Pakaian Adat Di Kampung Adat Tradisional Suku Kabola Desa Kopidil Kecamatan Kabola, Kabupaten Alor Johan Rizaldi Penlaana; Nixon Rammang; Pamona Silvia Sinaga; Norman P.L.B. Riwu Kaho
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.2636

Abstract

Dalam pemanfaatan hasil hutan sering menimbulkan perdebatan antara kepentingan dan konservasi hutan yaitu eksploitasi hutan yang mengancam kepunahan jenis tumbuhan yang berpengaruh terhadap jumlah spesies dan dapat membentuk pola pola persebaran. Pemanfaatan hasil hutan oleh masyarakat suku Kampung Adat Kabola yaitu kulit kayu dari pohon Ka denganmenebang langsung pohonnya yang menunjukkan bahwa kelestarian dan pertumbuhan pohon merupakan kunci utama. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pola persebaran pohon Ka, dampak pengambilan dan upaya konservasi dengan menggunakan metode eksplorasi dan pengamatan pada kawasan pengambilan spesimen di buat petak tunggal berukuran 20 m x 20 m dengan empat kategori pengelompokan spesies yaitu, semai, pancang, tiang dan pohon. Data dianalisis menggunakan indeks morisita dengan hasil analisis diperoleh pola persebaran pohon Ka mengelompok dengan nilai Ip 0,44 yang dipengaruhi oleh faktor biotik (mahkluk hidup) dan abiotik (lingungan). Dampak pemanfaatan kulit kayu pohon Ka dirasakan dari sektor ekonomi, pariwisata dan sosial budaya. Mengingat pentingnya pohon Ka, masyarakat sudah melakukan upaya konservasi sebagai kawasan konservaasi in-situ dengan melakukan penanaman bibit pohon Ka.
Pengaruh Konsentrasi dan Interval Pemberian Pupuk dan Bayfolan Terhadap Pertumbuhan Bibit Cendana ( Santalum Album L.) Imenuella Mauren Soli Kase; Pamona Silvia Sinaga; Norman P.L.B. Riwu Kaho
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4019

Abstract

Cendana ( Santalum album L.) merupakan tanaman yang bernilai ekonomis dan mempunyai wilayah persebaran secara alami di daerah tropik dan sub tropik termasuk di NTT akan tetapi, keberadaan cendana di NTT mengalami jumlah penurunan, hal ini disebabkan oleh semakin berkurangnya jumlah pohon cendana serta penurunan populasi dan produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahu pengaruh Konsentrasi dan Interval pemberian Pupuk Daun Bayfolan, serta interaksi antara keduanya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor, yaitu konsentrasi pupuk (0,2,3, dan 4 ml/liter) serta interval pemberian (Kontrol,3,6, dan 9 hari),sehingga diperoleh 16 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan, total 192 bibit. Data yang diperoleh kemudia dianalisis menggunakan uji sidik ragam (ANOVA) dan akan dilanjutkan dengan uji DMRT (Duncan’s Multiple Range Test) Hasil analisis menunjukan bahwa perlakuan dengan konsentrasi 3 ml/liter dan interval pemberian setiap 3 hari memberikan pengaruh sangat nyata terhadap pertumbuhan bibit, meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, berat basah, dan diamter batang. Dengan demikian, aplikasi bayfolan pada konsentrasi 3 ml/liter dengan interval 3 hari merupakan kombinasi terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan bibit cendana.: 1.) Konsentrasi pupuk daun Bayfolan berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan bibit.
Analisis Kontribusi Hasil Hutan Bukan Kayu Madu pada Kelompok Tani Hutan Bangun Hidup di Desa Uiasa, Kecamatan Semau, Kabupaten Kupang Aditia Ones Mataus; Nixon Rammang; Norman P.L.B. Riwu Kaho; Bertila Avila Delvion
IKRA-ITH ABDIMAS Vol. 10 No. 2 (2026): IKRAITH-ABDIMAS Vol 10 No 2 Juli 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Madu merupakan salah satu hasil hutan bukan kayu (HHBK) yang memiliki nilaiekonomi dan berpotensi meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar hutan. Penelitian inibertujuan menganalisis kontribusi usaha madu terhadap pendapatan rumah tangga sertamengidentifikasi aspek ekologi yang mendukung pemanfaatan HHBK madu pada KelompokTani Hutan Bangun Hidup di Desa Uiasa, Kecamatan Semau, Kabupaten Kupang. Penelitiandilaksanakan pada Maret 2026 dengan metode sensus terhadap 13 anggota kelompok tani. Datadikumpulkan melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan penelusuran titik sarangmenggunakan metode jelajah dengan bantuan Avenza Maps. Analisis dilakukan secaradeskriptif dan kuantitatif melalui perhitungan biaya, penerimaan, pendapatan, dan kontribusi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya produksi madu sebesar Rp7.180.000 per tahundengan rata-rata Rp552.307 per petani. Total penerimaan mencapai Rp243.750.000 per tahundengan rata-rata Rp18.750.000 per petani, sedangkan pendapatan bersih mencapaiRp236.570.000 per tahun dengan rata-rata Rp18.197.692 per petani. Kontribusi usaha maduterhadap total pendapatan rumah tangga sebesar 40%, sedangkan usaha nonmadu memberikankontribusi 60%. Secara ekologis, ditemukan lima sarang, terdiri atas tiga sarang pada pohondan dua sarang pada lubang kayu dan batu. Sarang pada pohon ditemukan pada Alstoniascholaris dan Sterculia foetida, dengan lebah Apis dorsata, sedangkan sarang pada lubang kayudan batu ditemukan pada Trigona sp. Pola sebaran sarang tidak merata dan cenderungmengelompok pada habitat yang relatif dekat dengan kawasan hutan, memiliki sumber pakan,air, dan gangguan manusia yang lebih rendah. Usaha madu berperan penting sebagai sumber pendapatan tambahan, namun masih bersifat musiman sehingga pengelolaan danpengembangannya perlu ditingkatkan secara berkelanjutan.Kata Kunci: Hasil Hutan Bukan Kayu, Madu Hutan, Pendapatan, Kontribusi, Desa Uiasa.