Desy Ika Puspitasari
Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PELATIHAN PERAKITAN, INSTALASI DAN PERBAIKAN KOMPUTER PENGELOLA PONDOK PESANTREN/PANTI ASUHAN Al Fath Riza Kholdani; Adani Dharmawati; Desy Ika Puspitasari; Rezky Izzatul Yazidah Anwar; Tri Wahyu Qur’ana; Mohammad Romli
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i2.15091

Abstract

Pengurus Pondok Pesantren/Panti Asuhan Raudhatun Nasi’in Banjarbaru berjumlah sekitar 30 orang pengajar, sebagian dari mereka juga berperan sebagai pengelola workshop teknologi informasi yang merupakan hasil kerjasama dengan Balai Latihan Kerja. Workshop tersebut memiliki sekitar 16 buah komputer, namun dalam pengelolaannya belum diberdayakan sebagaimana mestinya karena sebagian dari pengurus belum mengerti cara merakit, menginstal dan memperbaiki komputer ataupun komponen-komponen-komponennya. Hal itu dibuktikan apabila terjadi permasalahan, komputer dibawa ke tempat servis, tentu hal tersebut memiliki biaya yang lebih mahal dibandingkan jika dapat memperbaiki komputer sendiri. Kegiatan ini terdiri penyuluhan materi perangkat keras dan perangkat lunak komputer, pelatihan teknik merakit, menginstal serta memperbaiki komputer disertai dengan contoh apabila terjadi kerusakan, sehingga peserta dapat menggunakan komputer sebagaimana fungsinya. Berdasarkan hasil uji validitas korelasi dari 18 pertanyaan, terdapat 3 pertanyaan yang dinyatakan tidak valid. Sedangkan dari hasil uji reliabilitas, nilai Cronbach’s Alpha yaitu 0.917 dari 15 pertanyaan kuisioner yang dinyatakan valid, menyatakan kemampuan peserta sangat baik setelah adanya kegiatan pengabdian ini. Peserta lebih memahami peran dari komputer dan peminatan peserta untuk berpartisipasi kembali jika diadakan pelatihan dengan materi lainnya mengenai komputer.
PEMBERDAYAAN KADER PMII BANJARBARU MELALUI PENGEMBANGAN DIGITAL HUB BERBASIS EKOSISTEM GOOGLE SEBAGAI PUSAT MANAJEMEN ORGANISASI DAN KONTEN Adani Dharmawati; Al Fath Riza Kholdani; Desy Ika Puspitasari; Nur Arminarahmah; Tri Wahyu Qur'ana; Rezky Izzatul Yazidah Anwar
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2026): Inpress Vol. 7 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i4.61931

Abstract

Organisasi kemahasiswaan dewasa ini dituntut memiliki infrastruktur manajemen informasi yang terintegrasi, bukan sekadar literasi digital personal semata. Kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Banjarbaru menghadapi persoalan fragmentasi pengelolaan media sosial, ketiadaan arsip digital terpusat, dan rendahnya literasi digital kritis, sehingga jejak digital organisasi rentan hilang setiap kali terjadi pergantian kepengurusan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberdayakan kader PMII Banjarbaru melalui pengembangan Digital Hub berbasis ekosistem Google (Google Sites, Google Drive, dan Google Calendar) sebagai pusat manajemen organisasi dan konten. Metode pelaksanaan mencakup empat tahap, yaitu persiapan dan inisiasi sistem melalui Focus Group Discussion, workshop implementasi Digital Hub, pendampingan pascaworkshop, serta evaluasi dan pelaporan. Efektivitas program diukur menggunakan kuesioner pretest-posttest berskala Likert 1-5 terhadap 26 peserta pada 10 indikator literasi digital kritis dan tata kelola Digital Hub. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata kapasitas peserta dari 2,90 (kategori kurang-cukup menguasai) menjadi 3,96 (kategori menguasai), dengan gain rata-rata sebesar +1,06. Peningkatan tertinggi terjadi pada pemahaman literasi digital kritis (+1,34) dan penyusunan rencana konten atau editorial plan (+1,30), sedangkan indikator kemandirian pengelolaan Digital Hub pascapelatihan mencatat capaian akhir terendah (3,15), yang mengindikasikan perlunya pendampingan lanjutan. Kegiatan ini berhasil menghasilkan infrastruktur Digital Hub yang fungsional serta peningkatan kompetensi literasi digital kader yang terukur, dan direkomendasikan disertai skema pendampingan (coaching) berkala untuk menjamin kemandirian tata kelola digital organisasi secara berkelanjutan.