Organisasi kemahasiswaan dewasa ini dituntut memiliki infrastruktur manajemen informasi yang terintegrasi, bukan sekadar literasi digital personal semata. Kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Banjarbaru menghadapi persoalan fragmentasi pengelolaan media sosial, ketiadaan arsip digital terpusat, dan rendahnya literasi digital kritis, sehingga jejak digital organisasi rentan hilang setiap kali terjadi pergantian kepengurusan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberdayakan kader PMII Banjarbaru melalui pengembangan Digital Hub berbasis ekosistem Google (Google Sites, Google Drive, dan Google Calendar) sebagai pusat manajemen organisasi dan konten. Metode pelaksanaan mencakup empat tahap, yaitu persiapan dan inisiasi sistem melalui Focus Group Discussion, workshop implementasi Digital Hub, pendampingan pascaworkshop, serta evaluasi dan pelaporan. Efektivitas program diukur menggunakan kuesioner pretest-posttest berskala Likert 1-5 terhadap 26 peserta pada 10 indikator literasi digital kritis dan tata kelola Digital Hub. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata kapasitas peserta dari 2,90 (kategori kurang-cukup menguasai) menjadi 3,96 (kategori menguasai), dengan gain rata-rata sebesar +1,06. Peningkatan tertinggi terjadi pada pemahaman literasi digital kritis (+1,34) dan penyusunan rencana konten atau editorial plan (+1,30), sedangkan indikator kemandirian pengelolaan Digital Hub pascapelatihan mencatat capaian akhir terendah (3,15), yang mengindikasikan perlunya pendampingan lanjutan. Kegiatan ini berhasil menghasilkan infrastruktur Digital Hub yang fungsional serta peningkatan kompetensi literasi digital kader yang terukur, dan direkomendasikan disertai skema pendampingan (coaching) berkala untuk menjamin kemandirian tata kelola digital organisasi secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026