Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN QUARTED CARD PADA MATERI ANCAMAN NEGARA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK DI SMA NEGERI 1 BANCAR KABUPATEN TUBAN Sulistyaningati; Listyaningsih; Supriyono
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 9 No. 2 (2023): Volume 09 No 02, Juni 2023
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v9i2.931

Abstract

This The purpose of this study was to improve the learning outcomes of students at SMAN 1 Bancar, Tuban Regency on state threats by using Quarted card learning media. The learning outcomes referred to in this study are the knowledge values ​​obtained by the post test. The type of research used is Classroom Action Research (CAR) with the Kurt Lewin model design. The data collection technique used was observation of students, tests and document analysis. The subjects of this study were in class X MIPA 3, totaling 37 people. Learning can be categorized as successful if the success rate is above 83% taken from the class competency achievement index (GPA). The results of this study indicate that the application of quarted card learning media to state threat material to improve student learning outcomes at SMA Negeri 1 Bancar, Tuban Regency is considered successful. Cycle 1 with an average value of 85.48 has a success rate of 75.68%. Cycle 2 has an average of 89.81 with a success rate of 94.6%. The conclusion from research on improving learning using quarted card media can improve student learning outcomes in the subject of state threats at SMA Negeri 1 Bancar.
PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN BOARD SMART SONG (BSS) UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA KELAS X-9 DI SMA NEGERI 21 SURABAYA: PENELITIAN TINDAKAN KELAS Riskiyah Kiki; Listyaningsih; Kristiwi Estuningsih
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 10 No. 3 (2024): Volume 10 No. 3 September 2024
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v10i3.4299

Abstract

The purpose of this research is to increase students' interest in learning at SMAN 21 Surabaya by using the Board Smart Song (BSS) learning media. The type of research used is Classroom Action Research (PTK) with a Kemmis and Mc Taggart model design. The data collection technique used was observation of students, as well as a questionnaire about students' learning interest. The subjects of this research were in class X-9, totaling 34 people. The results of this research indicate that the application of the Board Smart Song (BSS) learning media can increase students' interest in learning in the Pancasila Education subject class X-9 at SMA Negeri 21 Surabaya. In cycle I there were 13 students in the medium category with a percentage of 38.23% and 21 students in the low category with a percentage of 61.76%. In cycle II there were 29 students in the very high category with a percentage of 85.29% and 5 students in the high category with a percentage of 14.71%. The conclusion of this research is learning using Board Smart Song (BSS) media. can increase students' interest in learning in the Pancasila Education subject class X-9 at SMAN 21 Surabaya
Penerapan Pendekatan Pembelajaran Mendalam pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila di SMP Al- Amin Surabaya: Penelitian Firna Dwi Auliyah; Budi Santosa; Listyaningsih; Rianda Usmi
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6934

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pendekatan Pembelajaran Mendalam pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila di SMP Al-Amin Surabaya serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan Pembelajaran Mendalam telah diterapkan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran dengan mengintegrasikan prinsip mindful learning, meaningful learning, dan joyful learning. Guru menyusun modul ajar yang berpusat pada peserta didik, sedangkan pelaksanaan pembelajaran mendorong keterlibatan aktif peserta didik melalui diskusi, kerja kelompok, presentasi, pemecahan masalah, dan refleksi. Evaluasi dilakukan secara berkelanjutan melalui berbagai bentuk penilaian. Faktor pendukung meliputi kesiapan guru, metode dan media pembelajaran yang variatif, fasilitas sekolah yang memadai, serta dukungan sekolah. Adapun faktor penghambat meliputi karakter peserta didik yang beragam, keterbatasan waktu pembelajaran, suasana kelas yang kurang kondusif, serta penyusunan modul ajar yang lebih rinci.
Kewirausahaan Produksi Tempe Daun Jati untuk Memperkuat Sikap Gotong Royong Siswa di SMKN 1 Bojonegoro Riska Amaliya; Listyaningsih; Warsono; Siti Maizul Habibah
Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan, Volume 4 Nomor 1, Mei - Agustus 2026
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/jpcp.v4i1.420

Abstract

SMKN 1 Bojonegoro merupakan pelopor produsen tempe daun jati di Bojonegoro. Program ini dikembangkan untuk mengatasi rendahnya konsistensi sikap gotong royong siswa, seperti perilaku individualistis saat produksi, sekaligus menjadi wahana penguatan nilai kolaboratif. Penelitian kualitatif studi kasus Robert K. Yin ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan, kendala, dan dampak program terhadap sikap gotong royong siswa. Landasan teori yang digunakan adalah Sistem Ekonomi Pancasila (Subiakto Tjakrawerdaja) yang berorientasi pada asas kekeluargaan. Data dihimpun melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dari siswa serta guru IPAS. Hasil penelitian menunjukkan program ini berhasil menginternalisasi gotong royong melalui sistem piket kolaboratif layaknya mini factory dan backup system untuk mencapai target produksi harian 15 kg. Kendala yang dihadapi berupa fragmentasi sosial (bolo-bolonan), namun berhasil diatasi melalui intervensi aturan dan pendekatan personal guru. Dampak positifnya, program ini mampu menumbuhkan kesadaran, empati, dan kemandirian siswa dalam menyelesaikan konflik.
Strategi Guru dalam Memperkuat Karakter Kewirusahaan Siswa Melalui Praktik Pengelola Usaha Perhotelan di SMKN 1 Bojonegoro Annisa Nur Farida; Listyaningsih; Raden Roro Nanik Setyowati; Maya Mustika Kartika Sari
Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan, Volume 4 Nomor 1, Mei - Agustus 2026
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/jpcp.v4i1.421

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi yang diterapkan guru dalam memperkuat karakter kewirausahaan siswa melalui praktik pengelolaan usaha perhotelan di SMK Negeri 1 Bojonegoro. Landasan teori utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Experiential Learning dari David Kolb. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif untuk memberikan gambaran mendalam mengenai fenomena yang diteliti di lapangan. Desain penelitian yang diterapkan adalah studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik keabsahan data dilakukan menggunakan triangulasi teknik yang dilakukan dengan mengecek data kepada sumber yang sama menggunakan teknik yang berbeda. Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru dalam memperkuat karakter kewirausahaan terdiri dari mengadakan pelatihan beauty class, melaksanakan pelatihan bahasa Inggris, pelatihan table manner dan memberikan dukungan dan apresiasi kepada siswa. Temuan ini selaras dengan Teori Belajar Experiental Learning yang dikembangkan oleh David Kolb dengan indikator pengalaman konkret, observasi reflektif, konseptualisasi abstrak, dan eksperimen aktif.