Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

KEPEMILIKAN JAMBAN SEHAT DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI DUSUN KLIWON DESA CIBINGBIN KECAMATAN CIBINGBIN RIZQI, ALFIANI
Jurnal Ilmiah Dozen Globalindo Vol. 2 No. 1 (2021): APRIL
Publisher : Kos Globalindo Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of the health efforts carried out in the community is the provision of basic sanitation, one of the few basic sanitation facilities in the community is a healthy toilet. Based on WHO data in 2010, it is estimated that 1.1 billion people or 17% of the world's population still defecate in open areas, from the data above, 81% of the population who defecate in open defecation (BABS) is found in 10 countries and Indonesia as a country. second most people found defecating in open areas. Based on data obtained from the Kuningan District Health Office, the lowest coverage of healthy latrines is Cibingbin District, 68.48%. Knowing the relationship of ownership of healthy latrines in Kliwon Hamlet, Cibingbin Village, Cibingbin District. The type of research used for this research is quantitative research using analytical research design and cross sectional design. The sample in this study were all residents who have children under five in Kliwon Hamlet, Cibingbin Village, Cibingbin Village, as many as 67 respondents who were taken by random sampling technique. Cross tabulation of the relationship between the independent and dependent variables with the Chi Square statistical test. Chi Square analysis of the relationship between ownership of healthy latrines and the incidence of diarrhea in children under five was obtained p value = 0.003 <0.005. There is a relationship between having healthy latrines and the incidence of diarrhea among children under five in Kliwon Hamlet, Cibingbin Village. It is expected that respondents who have toddlers pay attention to environmental cleanliness and get used to using healthy latrines so that they can prevent diarrhea in toddlers.
Pengaruh Motivasi Kerja dan Lingkungan Kerja Terhadap Kepuasan Karyawan Puskesmas Maleber Kabupaten Kuningan Rizqi, Alfiani
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (531.423 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v4i11.782

Abstract

Pemerintah telah mencanangkan Visi Indonesia 2025 yaitu menjadi negara maju pada tahun 2025.Namun pemerintah juga sepenuhnya menyadari bahwa kualitas sumber daya manusia (SDM) masih menjadi suatu tantangan dalam mewujudkan visi yang dimaksud.Para pakar di bidang SDM menyatakan bahwa kualitas SDM secara dominan ditentukan oleh kemudahan akses pada pendidikan dan fasilitas kesehatan yang berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Motivasi Kerja dan Lingkungan Kerja baik secara parsial maupun simultan terhadap Kepuasan Kerja Karyawan Puskesmas Maleber Kabupaten Kuningan.Penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian asosiatif kausal dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi sejumlah 40 karyawan, sedangkan untuk jumlah sampel sama dengan populasi. Teknik pengambilan sampel adalah sampling Jenuh. Teknik pengumpulan data menggunakan angket,/kuesioner sedangkananalisis data menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara motivasi kerja terhadap kepuasan kerja karyawan, hal tersebut ditunjukkan dari: 1) Hasil uji t hitung motivasi kerja sebesar 2,385 dengan signifikansi 0,000. 2) Hasil uji t hitung Lingkungan kerja sebesar 5,317 dengan signifikansi 0,000. 3) Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara motivasi kerja dan lingkungan kerja secara simultan terhadap kepuasan kerja karyawan. Variabel motivasi kerja dan lingkungan kerja memiliki nilai F hitung sebesar 32,585 dengan nilai signifikan 0,000 dan persamaan regresi Y = 13.833+ 0,347X1 + 0,773X2, Dengan variable motivasi kerja memiliki pengaruh positif sebesar 0,347 begitupun dengan lingkungan kerja berpengaruh positif sebesar 0,773. Koefisien korelasi berganda (R) = 0.799 menunjukan secara bersama-sama yang sangat kuat antara seluruh variable bebas terhadap variable terikat yaitu kepuasan kerja. Kata kunci: Motivasi Kerja, Lingkungan Kerja, dan Kepuasan Karyawan
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN REMAJA PUTERI TENTANG PERSONAL HYGIENE DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN KEPUTIHAN DI SMAN 1 LEBAKWANGI KAB.KUNINGAN Alfiani Rizqi
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.548 KB)

Abstract

Masa remaja adalah masa peralihan antara masa anak-anak dan masa dewasa. Yangperalihannya dicirikan dengan beberapa perubahan yang terjadi misal perubahan fisik,emosi, dan psikis. Kisaran usia masa remaja yakni antara usia 10-19 tahun, yangmerupakan suatu periode suatu pematangan organ reproduksi manusia, atau lebihsering disebut dengan masa pubertas. Masa remaja adalah periode perubahan darimasa anak-anak ke masa dewasa (Widyastuti, 2010:67). Pertumbuhan danperkembangan yang terjadi pada remaja merupakan proses yang saling berkaitan,berkesinambungan dan berlangsung secara bertahap. Perkembangan merupakan prosesdimana perubahan-perubahan dalam diri remaja akan di integrasikan sedemikian rupasehingga remaja tersebut dapat berespon dengan baik dalam menghadapi rangsanganrangsangan dari luar dirinya. Yang paling dominan dalam perkembangan remajaadalah dengan perubahan secara fisik, alat reproduksi, kognitif dan psikososial (TimPenulis Poltekkes Depkes Jakarta, 2010). Penelitian ini dimaksudkan untukmengenalkan hubungan antara pengetahuan remaja puteri mengenai pribadi hygieneterkait sikap mencegah keputihan di SMA Negeri 1 Lebakwangi-Kuningan Tahun 2014.Hasil penelitian ini dimaksudkan agar dapat memperbanyak wawasan ilmu pengetahuandalam bidang kesehatan reproduksi wanita, khususnya terkait dengan personal hygienedan keputihan. Dalam penelitian ini penulis memanfaatkan metode penelitian analitikmelalui pendekatan cross sectional. Alat ukur yang digunakan menggunkankuesioner,skala yang digunakan ordinal, populasi yang digunakan seluruh siswi SMAN 1Lebakwangi yang berjumlah 592 siswi, sample yang digunakan purpose samplingsebanyak 178 siswi. Hasil penelitian bahwa tingkat pengetahuan remaja tentangpersonal hygiene kurang sebanayak 68 siswi(38,20%), cukup sebanyak 65 orang(36,51%), dan baik sebanyak 45 orang (25,29%).Berdasarkan hasil penelitian yangdilakukan didapatkan data bahwa siswi SMAN 1 Lebakwangi mempunyai perilaku yangcukup tentang pencegahan keputihan
Edukasi keamanan dan ketahanan pangan rumah tangga untuk pencegahan stunting di Jambugeulis dan Bunigeulis Kuningan Suci Apsari Pebrianti; Aisyah Nurkhopipah; Alfiani Rizqi; Muhamad Ikhsan Prawira Negara; Nandang Hendarsyah
BEMAS: Jurnal Bermasyarakat Vol 4 No 1 (2023): BEMAS: Jurnal Bermasyarakat
Publisher : LPPMPK-Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/bemas.v4i1.490

Abstract

Desa Jambugeulis dan Bunigeulis Kecamatan Cigandamekar, Kabupaten Kuningan, Jawa barat termasuk desa tinggi kasus stunting. Pengetahuan tentang keamanan dan ketahanan pangan, pemanfaatan lahan pekarangan serta pengetahuan tentang berbagai olahan pangan lokal bergizi menjadi bagian penting dari upaya penanganan stunting yang bisa dilakukan di tingkat rumah tangga. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan akses pengetahuan para ibu tentang keamanan dan ketahanan pangan keluarga serta program P2L sebagai upaya diversifikasi olahan berbasis pangan lokal untuk pemenuhan pangan dan gizi rumah tangga dalam rangka penanganan stunting. Kegiatan dilaksanakan dengan metode ceramah melalui pemberian materi dalam presentasi dan handout tentang: (1) Keamanan dan ketahanan pangan; (2) Pekarangan pangan lestari; dan (3) Diversifikasi olahan pangan lokal berbasis ubi jalar melalui penayangan video. Dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan evaluasi. Hasil menunjukkan bahwa program P2L sudah mulai diterapkan meskipun masih terbatas menggunakan pot, berbagai olahan lokal ubi jalar sudah dikenali masyarakat tetapi sebagian besar peserta belum menerapkan lima kunci keamanan pangan pada saat mengolah pangan di dapur. Kegiatan edukasi ini dapat meningkatkan pengetahuan para ibu di desa Jambugeulis dan Bunigeulis tentang keamanan dan ketahanan pangan keluarga serta program P2L dan diharapkan bisa menjadi salah satu solusi penanganan dan pencegahan stunting di tingkat rumah tangga
Pengaruh Edukasi Gizi terhadap Pengetahuan dan Konsumsi Buah dan Sayur Pada Siswa Kelas 10 SMKN 1 Luragung Tahun 2025 Nurholisah, Siti Laela; Rizqi, Alfiani; Negara, Muhammad Ikhsan Prawira
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.30400

Abstract

Pengetahuan tentang sayuran dan buah-buahan menjadi salah satu faktor penyebab rendahnya tingkat konsumsi keduanya. Upaya untuk meningkatkan pemahaman ini bisa dilakukan melalui edukasi gizi yang diberikan sejak dini, guna membangun sikap positif dengan menggunakan media presentasi. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) untuk mengamati dampak edukasi gizi terhadap peningkatan pengetahuan mengenai konsumsi buah dan sayur di kalangan siswa SMKN 1 Luragung. (2) untuk membandingkan rata-rata konsumsi sayur antara kelompok eksperimen dan kontrol sebelum serta sesudah diberikan edukasi kepada siswa SMKN 1 Luragung. (3) untuk menganalisis perbedaan rata-rata konsumsi buah pada siswa SMKN 1 Luragung. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas 10 dari jurusan DKV (Desain Komunikasi Visual). Metode yang diterapkan adalah kuasi eksperimental dengan desain pre-test post-test yang dilengkapi kelompok kontrol. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan total 88 partisipan. Partisipan dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen yang menggunakan media presentasi dan leaflet dengan jumlah 44 responden, serta kelompok kontrol yang tidak diberikan intervensi dengan jumlah 44 responden. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya pengaruh dari edukasi terhadap peningkatan pengetahuan siswa mengenai buah dan sayur, baik di kelompok eksperimen maupun kontrol, yang dapat dilihat dari nilai p 0,000 (p>0.005).
Hubungan Pengetahuan Gizi Seimbang dengan Status Gizi Sebagai Indikator Keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis Pada Siswa Wulandari, Ratna Fitria; Rizqi, Alfiani; Negara, Muhammad Ikhsan Prawira
Abdimas Awang Long Vol. 8 No. 2 (2025): Juni, Abdimas Awang Long
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Awang Long

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56301/awal.v8i2.1683

Abstract

Gizi seimbang adalah makanan yang mengandung berbagai zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh. Anak sekolah (pra-remaja) membutuhkan asupan nutrisi yang cukup dan seimbang untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan. Tujuan penelitian ini adalah: (1). Mengetahui pengetahuan siswa dalam pengenalan makanan gizi seimbang pada siswa kelas 5 dan 6 di SD Negeri 1 Windusengkahan. (2). Mengetahui status gizi sebagai indikator keberhasilan dalam pelaksanaan program makan bergizi gratis pada siswa kelas 5 dan 6 di SD Negeri 1 Windusengkahan. (3). Menganalisis hubungan pengetahuan siswa dalam pengenalan makanan bergizi seimbang dengan status gizi sebagai indikator keberhasilan dalam pelaksanaan program makan gizi gratis pada siswa kelas 5 dan 6 di SD Negeri 1 Windusengkahan. Objek penelitian pada penelitian ini dilaksanakan di sekolah SD Negeri 1 Windusengkahan dengan subjek penelitian siswa kelas 5 dan 6. Desain penelitian ini adalah Pre-Experimental design dengan one group pre-test and post-test design. Teknik sampling yang digunakan adalah sampling jenuh dengan jumlah 45 responden. Pemberian intervensi dilakukan sekali sebelum di edukasi dan setelah di berikan edukasi. Analisis menggunakan uji Chi-square dengan α > 0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan tingkat pengetahuan siswa dalam mengenal makanan bergizi seimbang yang dapat dilihat dari hasil perbandingan pada pre-test dan post-test namun peningkatan pengetahuan tersebut tidak diikuti keterlibatan peningkatan status gizi sebagai indikator keberhasilan pelaksanaan program makan bergizi yang ditunjukkan dengan hasil p value 0,104. Maka dapat disimpulkan bahwa tidak adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan siswa dalam pengenalan makanan gizi seimbang dengan pelaksanaan program makan bergizi gratis.
Hubungan Pola Makan Dengan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Usia Produktif (15-59 Tahun) Di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Nusaherang Tahun 2025 Laelatul Ramadhan, Nida; Rizqi, Alfiani; IKhsan Prawira Negara, Muhammad
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 4 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i4.20373

Abstract

Seiring berkembangnya zaman, banyak faktor yang mempengruhi kualitas produktivitas seseorang. Dalam menjalani aktivitas yang padat, kalangan usia produktif terkadang jarang memperhatikan kesehatan. Salah satu faktor yang mempengaruhi kesehatan usia produktif adalah pola makan. Pola makan yang tidak seimbang baik dari jenis, frekuensi dan kuantitas, seperti makanan tinggi lemak, kurangnya konsumsi sayur dan buah, makanan tinggi natrium dan makanan cepat saji, kini telah menjadi kebiasaan makan pada usia produktif. Kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi natrium jika berlangsung dalam jangka waktu yang lama akan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, khususnya hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola makan dengan tekanan darah pada penderita hipertensi usia produktif (15-59 Tahun) di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Nusaherang Tahun 2025. Metode penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif menggunakan pendekatan analitik cross sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah simple random sampling dengan cara proporsional stratified random sampling sehingga diperoleh jumlah sampel sebanyak 115 responden. Instrumen yang digunakan yaitu berupa Food Frekuensi Questionary (FFQ), dan pengukuran tekanan darah menggunakan Spigmomanometer. Dari hasil penelitian diperoleh nilai p = 0,025 melalui uji analisis korelasi Spearman Rank antara pola makan dengan tekanan darah. Kesimpulan dari penelitian ini, terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dengan tekanan darah pada penderita hipertensi usia produktif (15-59 tahun) di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Nusaherang Tahun 2025.
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Rendahnya Capaian Skrining Usia Produktif (15-59) Tahun dalam Pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM) di UPTD Puskesmas Kadugede Tahun 2024 Nurfadilah, Dila; Rizqi, Alfiani
PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): Edisi Juli
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/pubhealth.v4i1.1041

Abstract

  Dalam pelayanan kesehatan standar yang harus dipenuhi yaitu melakukan skrining Kesehatan untuk kelompok usia produkif (15-59 tahun). Skrining Kesehatan sangat penting dilakukan bagi usia produktif (15-59 tahun) yang bertujuan untuk mendeteksi dini masalah Kesehatan serta mengetahui faktor risiko yang dapat memicu terjadinya masalah Kesehatan lainnya. Berdasarkan data dari Puskesmas Kadugede capaian skrining PTM pada tahun 2024 hanya sebesar 59,4%, yang menunjukkan tidak mencapai target yang telah ditetapkan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya capaian skrining usia produktif dalam pencegahan penyakit tidak menular (PTM). Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan dengan triangulasi dari data wawancara, observasi dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan rendahnya capaian skrining usia produktif di Puskesmas Kadugede dikarenakan masih kurangnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya melakukan skrining, takut akan hasil pemeriksaan, dan lokasi wilayah kerja UPTD Puskesmas Kadugede yang berbukit dan jarang sekali ada transportasi umum.
Mutu Pelayanan Kesehatan Terhadap Kepuasan Pasien Rawat Inap Ruang Penyakit Dalam Peserta BPJS Kelas III Di RSUD Linggajati Rizqi, Alfiani; Betsyliane, Rucke
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i1.8258

Abstract

Rumah sakit menurut WHO (World Health Organization) tahun 2020 adalah bagian integral dari suatu organisasi social dan kesehatan dengan fungsi menyediakan pelayanan paripurna (komprehensif), penyembuhan penyakit (kuratif) dan pencegahan penyakit (preventif) kepada masyarakat, serta merupakan pusat pelatihan bagi tenaga kesehatan dan pusat penelitian medik.Tujuan penelitian untuk (1) Mengetahui mutu pelayanan kesehatan Ruang Penyakit Dalam peserta BPJS kelas III di RSUD Linggajati Kabupaten Kuningan tahun 2023, (2) Mengetahui kepuasan pasien rawat inap Ruang Penyakit Dalam peserta BPJS kelas III di RSUD Linggajati Kabupaten Kuningan tahun 2023 dan (3) Mengetahui seberapa besar pengaruh mutu pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien rawat inap Ruang Penyakit Dalam peserta BPJS kelas III di RSUD Linggajati Kabupaten Kuningan tahun 2023. Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik sampling Simple Random Sampling. Berdasarkan analisa menggunakan uji korelasi Spearman’s dapat diketahui responden rawat inap Ruang Penyakit Dalam peserta BPJS kelas III di RSUD Linggajati Kabupaten Kuningan tahun 2023 pasien dengan mutu pelayanan baik sebesar 100 % dengan jumlah 54 responden. Berdasarkan hasil uji statistic yang digunakan menggunakan uji korelasi Spearman’s diperoleh nilai r = 0,498 dan p value sebesar 0,000 < a = 0,05 yang berarti ada hubungan mutu pelayanan terhadap kepuasan pasien, dengan keeratan korelasi sebesar 0,498 dengan tingkat keeratan cukup.
Hubungan Kebiasaan Konsumsi Makanan Cepat Saji Dan Status Gizi Dengan Kejadian Gastritis Pada Siswa-Siswi Jurusan DKV Kelas X 1 Dan X2 Di SMK Negeri 1 Luragung Kabupaten Kuningan Tahun 2025: The Relationship Between Fast Food Consumption Habits and Nutritional Status with the Incidence of Gastritis Among 11th Grade DKV Students at SMK Negeri 1 Luragung, Kuningan Regency, in 2025 Prawira Negara, Muhamad Ihksan; Drajat, Dito; Rizqi, Alfiani
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 4 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i4.20427

Abstract

Consumption habits have an important and influential role in individual well-being. Food consumptionhabits include the frequency of meals, the type of food consumed, and the portion and timing ofmeals. An unhealthy diet can contribute to an increase in obesity and other chronic diseases.Nutritional status is a person's physical condition and status that is affected by the intake of foodconsumed. Nutritional status includes such as weight and height. Gastritis is one of the healthproblems that often occur in adolescents and can be influenced by various factors, including fast foodconsumption habits and nutritional status. This study aims to find out whether there is a relationshipbetween fast food consumption habits and nutritional status with the incidence of gastritis in studentsof DKV X1 and X2 classes at SMK Negeri 1 Luragung, Kuningan Regency. The method used wasquantitative with a descriptive correlation design and a cross-sectional approach, involving 68respondents. The results showed that there was no significant relationship between fast foodconsumption (p=0.782) (< 0.05), and nutritional status (p=0.951) (< 0.05), and the incidence of gastritis.The majority of respondents ate fast food frequently (83.0%) and had good nutritional status (56.2%).The incidence of gastritis was found in 10.3% of respondents. In conclusion, fast food consumption andnutritional status were not directly related to gastritis in adolescents in grades X1 and X2 DKV SMKNegeri 1 Luragung were assigned with values of (p=0.782) (< 0.05) in fast food habits and (p=0.951) (<0.05) in nutritional status.