Yudha Pratama
Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Keputusan Hukum Perjanjian Perkawinan Yang Tidak Didaftarkan Pada Kantor Pencatatan Perkawinan Yudha Pratama
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum [JIMHUM] Vol 1, No 4 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.48 KB)

Abstract

Masyarakat akan berfikir bahwa perjanjian perkawinan yang di buat tanpa di sah kan oleh Pegawai Pencatat Perkawinan adalah tidak sah, sehingga untuk menjadi sahnya perjanjian perkawinan tersebut harus disahkan terlebih dahulu. Hal ini menimbulkan masalah yaitu tentang keabsahan perjanjian perkawinan tersebut, walaupun perjanjian perkawinan telah di buat berdasarkan ketentuan hukum akan tetapi tidak disahkan oleh pegawai pencatat perkawinan akankah perjanjian perkawinan tersebut dapat dikatakan sah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pembuatan perjanjian perkawinan berdasarkan aturan hukum yang berlaku di Indonesia, untuk mengetahui kepastian hukum perjanjian perkawinan yang tidak didaftarkan pada kantor pencatatan perkawinan, dan untuk mengetahui akibat hukum perjanjian perkawinan yang tidak didaftarkan pada kantor pencatatan perkawinan. Berdasarkan hasil penelitian dipahami bahwa Proses pembuatan perjanjian perkawinan berdasarkan aturan hukum yang berlaku di Indonesia, pasangan suami yang telah membuat perjanjian perkawinan membawa persyaratan sebagaimana yang telah diatur dalam lampiran (foto copy KTP-el; foto copy KK, foto copy akta notaris perjanjian perkawinan yang telah dilegalisir dengan menunjukkan aslinya; kutipan akta perkawinan suami dan isteri) ke KUA bagi Muslim dan Dispendukcapil bagi Non Muslim kemudian oleh pejabat yang berwenang membuat catatan pinggir pada register akta dan kutipan akta nikah sebagaimana format pada lampiran II. Akibat hukum apabila perjanjian perkawinan tidak didaftarkan pada pegawai pencatatan perkawinan untuk suami-istri tetap mempunyai akibat hukum bagi kedua belah pihak, karena perjanjian tersebut tetap mengikat kepada kedua belah pihak, sedangkan untuk pihak ketiga, apabila perjanjian perkawinan tidak didaftarkan maka akibat hukumnya perjanjian perkawinan tersebut tidak mempunyai kekuatan hukum yang mengikat terhadap pihak ketiga. Serta ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk melindungi pihak ketiga atas perjanjian perkawinan yang dibuat pada masa perkawinan, diantaranya: (a) perjanjian perkawinan seharusnya dibuat dihadapan Notaris; (b) Perjanjian perkawinan harus dibuat dengan itikad baik para pihak; (c) Perjanjian perkawinian wajib dicatatkan oleh petugas pencatat perkawinan.Kata kunci:  Kepastian hukum, Perjanjian perkawinan, Kantor
THE ROLE OF LAZISMU MEDAN CITY PHILANTHROPY IN IMPROVING EDUCATION IN MUHAMMAD IYAH SCHOOLS IN MEDAN CITY Yudha Pratama; Muhammad Qorib; Abd Rahman
FORUM PAEDAGOGIK Vol 17, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/paedagogik.v17i1.19616

Abstract

This study aims to examine the contribution of philanthropic activities carried out by the Muhammadiyah Zakat, Infaq, and Shadaqah Institution (LAZISMU) of Medan City in improving the quality of education within Muhammadiyah schools. The background of this research is based on the urgency of optimizing zakat, infaq, and shadaqah (ZIS) funds to strengthen Islamic education that focuses on developing knowledgeable and virtuous generations. The study employs a qualitative descriptive approach, with data collected through interviews, observations, and documentation involving LAZISMU administrators, school principals, teachers, and beneficiaries. The findings reveal that LAZISMU plays a significant role through various educational programs such as the Sang Surya Scholarship, Sekolah Cerah initiative, and Teacher Capacity Building Training. These programs have contributed to expanding educational access, enhancing student motivation, and improving teacher competence. Furthermore, transparent and accountable financial management has strengthened public trust in LAZISMU as an Islamic philanthropic organization committed to community empowerment. Overall, this study concludes that Islamic philanthropy has a strategic contribution in reinforcing the sustainability and independence of the Muhammadiyah education system.