Rita Patriasih
Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 18 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

MINAT INTRINSIK DAN EKSTRINSIK WIRAUSAHA PADA SISWA SMK NEGERI 9 BANDUNG Muhammad Yusuf Efendi; Rita Patriasih; Tati Setiawati
Media Pendidikan Gizi dan Kuliner Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.952 KB) | DOI: 10.17509/boga.v7i2.14302

Abstract

Pengelolaan usaha boga adalah salah satu mata pelajaran program keahlian Jasa Boga yang bertujuan menumbuhkan sikap dan minat berwirausaha bagi para siswa. Minat merupakan salah satu faktor penting dimiliki siswa untuk mengembangkan potensi dan pengalaman dalam berwirausaha. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui minat intrinsik dan minat ekstrinsik wirausaha pada siswa SMK Negeri 9 Bandung. Minat intrinsik meliputi perasaan senang, ketertarikan, perhatian atau penerimaan dan keterlibatan dan minat ektrinsik meliputi lingkungan keluarga, masyarakat dan pendidikan. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan populasi 136 siswa  SMK Negeri 9 Bandung. Sejumlah 35 siswa dijadikan sampling purposive. Hasil penelitian menunjukkan minat intrinsik berada pada kriteria “Sangat Berminat”. Siswa mempunyai perasaan senang, ketertarikan, perhatian dan keterlibatan untuk berwirausaha. Demikian pula dengan minat ekstrinsik berada pada kriteria “Sangat Berminat” dengan kata lain, minat wirausaha didukung oleh lingkungan keluarga, masyarakat maupun pendidikan. Dapat disimpulkan bahwa praktik wirausaha di sekolah dapat menumbuhkan minat siswa untuk berwirausaha. Untuk itu, sekolah disarankan untuk memberikan fasilitas penuh kepada agar siswa lebih mengembangkan potensi dan pengalamannya di bidang wirausaha Kata Kunci: Minat, Praktik, Wirausaha
Adequacy of Essential Amino Acids for Vegetarian Children in “The Dayak Hindu Budha Bumi Segandhu Tribe Community” in Indramayu Alvina Fadila Maulida; Ai Nurhayati; Rita Patriasih
Media Pendidikan Gizi dan Kuliner Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (766.433 KB) | DOI: 10.17509/boga.v10i1.37549

Abstract

Vegetarian children in the fulfillment of animal protein intake are generally included in the low category. Animal protein is a good source of essential amino acids. The purpose of this study was to obtain information regarding the level of adequacy of essential amino acids for vegetarian children. The method with quantitative descriptive analysis, the sample used by the census technique was taken from all vegetarian children in the research location totaling 8 respondents. The results showed that the limiting amino acid lysine was taken from rice as a staple food and bakwan as a snack. The limiting amino acid tryptophan is extracted from eggs as animal protein. The limiting amino acids methionine and cystine are taken from tofu and tempeh as vegetable protein, mushrooms as vegetables, and bananas as fruit. The level of protein adequacy of respondents was 72.63% in the moderate deficit category. The level of adequacy of the amino acid lysine as a limiter was 84.16% in the mild deficit category, tryptophan 96.56% in the sufficient category, threonine 120% in the sufficient category, methionine and cystine in the excess category 129.13%. Researchers recommend respondents to increase their consumption of foods high in the amino acid lysine, for example eggs according to the Nutritional Adequacy Rate.
MANFAAT HASIL BELAJAR SENI KULINER PADA PRAKTIKUM CIPTA BOGA MAHASISWA PRODI PENDIDIKAN TATA BOGA ANGKATAN 2013 Annisa Ubadillah; Sudewi Yogha; Rita Patriasih
Media Pendidikan Gizi dan Kuliner Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.761 KB) | DOI: 10.17509/boga.v6i1.8841

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi dengan masih terdapat hidangan praktikum Cipta Boga yang penataannya belum optimal. Hal ini terihat dari beberapa hidangan yang penyajiannya belum menerapkan unsur warna dengan baik, prinsip perbandingan dan keseimbangan dengan tepat, padahal mahasiswa telah menempuh perkuliahan Seni Kuliner yang berkaitan tentang unsur dan prinsip desain seni kuliner. Diduga mahasiswa belum memanfaatkan hasil belajar Seni Kuliner dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat hasil belajar Seni Kuliner pada praktikum Cipta Boga. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif. Populasi mahasiswa prodi Pendidikan Tata Boga angkatan 2013, sampel total sejumlah 43 mahasiswa, dan teknik pengumpulan data mengguanakan angket. Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil belajar Seni Kuliner pada Praktikum Cipta Boga yang mengacu pada unsur dan prinsip dasar seni desain pada kemampuan pengetahuan dan kemampuan keterampilan ada pada kategori bermanfaat, sedangkan pada kemampuan sikap ada pada kategori sangat bermanfaat. Secara keseluruhan dari kemampuan pengetahuan, sikap, dan keterampilan berada pada kategori bermanfaat. Rekomendasi ditujukan kepada mahasiswa Prodi Pendidikan Tata Boga yang akan mengontak mata kuliah Cipta Boga supaya lebih mendalami hasil pembelajaran Seni Kuliner, dan melatih sikap serta keterampilannya terkait dengan unsur dan prinsip desain seni kuliner yang telah dipelajari sebelumnya.Kata kunci : Manfaat, hasil belajar, Seni Kuliner, Praktikum, Cipta Boga
PENGEMBANGAN TEMPLATE MEDIA PEMBELAJARAN SEBAGAI SARANA PRESENTASI MAHASISWA DALAM MATA KULIAH SEMINAR TATA BOGA Melati Verinita Azhari; Atat Siti Nurani; Rita Patriasih
Media Pendidikan Gizi dan Kuliner Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (837.097 KB) | DOI: 10.17509/boga.v7i1.11597

Abstract

Media pembelajaran sebagai sarana presentasi memiliki kedudukan yang sangat penting untuk kelancaran kegiatan presentasi sehingga diperlukan sebuah template dari media pembelajaran untuk dijadikan sebagai acuan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan template media pembelajaran sebagai sarana presentasi mahasiswa yang ideal dan tervalidasi. Desain penelitian yang digunakan adalah Research and Development. Langkah-langkah penelitian yang dilakukan diawali dengan tahap identifikasi potensi dan masalah, pengumpulan informasi dan studi literatur, desain produk, validasi desain dan desain teruji sebagai tahap terakhir dari keseluruhan langkah penelitian. Desain template media pembelajaran yang baik adalah desain yang sesuai dengan kaidah-kaidah yang berlaku. Pengembangan template media pembelajaran dilakukan dengan mengadopsi konsep desain simplicity dimana konsep ini menggunakan tampilan slide presentasi yang sederhana dan mudah dimengerti. Hasil validasi desain template media pembelajaran sebagai sarana presentasi mahasiswa dalam mata kuliah Seminar Tata Boga menunjukkan bahwa pengembangan template media pembelajaran berada pada kategori layak digunakan dengan persentase skor kelayakan sebesar 92% dan 82,67% dari dua orang validator. Pengembangan template media pembelajaran ini dapat menjadi panduan dan gambaran dalam pembuatan template media pembelajaran sebagai sarana presentasi mahasiswa dalam mata kuliah Seminar Tata Boga dan dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif model template media pembelajaran untuk digunakan dalam mata kuliah Seminar Tata Boga. Penelitian ini perlu ditindaklanjuti untuk melihat keberhasilan dari pengembangannya.Kata kunci : Template Media Pembelajaran, Presentasi, Seminar Tata Boga
Development of E-Module For The Making Of Fried Onion in Basic Culinary Courses in Culinary Studies Education Study Program Indonesian University of Education Fhera Adelia; Rita Patriasih; Karpin Karpin
Media Pendidikan Gizi dan Kuliner Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1029.182 KB) | DOI: 10.17509/boga.v11i1.46345

Abstract

Educators and teaching materials are one of the main components in the learning process. However, in the current pandemic conditions, students are required to study independently through teaching materials as a guide. One of the teaching materials that can support the independent learning process is the electronic module (e-module). Based on information obtained from the lecturer in charge of basic culinary courses, the results of the practice carried out by the Class of 2020 Catering Education students there are still some students whose practice results do not match the criteria of completeness that have been determined. When asked about the material about fried onions through essay questions at the end of the semester there were only 2 people who answered the question well. This study aims to determine whether the e-module for making fried onions is suitable for use in the learning process. Research usingresearch and development methods with the ADDIE model are analysis, design, development, implementation and evaluation. However, researchers limit it only to the development stage. The instruments used in this study were interviews, literature studies and expert validation sheets. The results showed that the e-module for making fried onions according to material, media and language experts was suitable for use. This shows that the e-module for making fried onions developed in this research is suitable for use in teaching basic culinary courses.
PENGETAHUAN GIZI IBU YANG MEMILIKI ANAK USIA BAWAH DUA TAHUN STUNTING DI KELURAHAN CIMAHI (MOTHER’S NUTRITION KNOWLEDGE FOR TODDLERS STUNTING IN CIMAHI VILLAGE) Anisa Putri Isnarti; Ai Nurhayati; Rita Patriasih
Media Pendidikan Gizi dan Kuliner Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.706 KB) | DOI: 10.17509/boga.v8i2.21953

Abstract

Anak usia bawah dua tahun di Kelurahan Cimahi mengalami kasus gizi stunting sebanyak 7.72%. Salah satu faktor penyebab anak mengalami stunting adalah tingkat pengetahuan gizi ibu yang rendah. Tujuan dalam penelitian untuk mengetahui pengetahuan gizi ibu yang memiliki anak usia bawah dua tahun stunting di Kelurahan Cimahi. Metode yang digunakan yaitu metode deksriptif. Populasi sebanyak 246 orang ibu yang memiliki anak usia bawah dua tahun. Sampel purposive digunakan sebanyak 40 orang ibu yang memiliki anak usia bawah dua tahun stunting. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa pengetahuan gizi ibu yaitu sebanyak 60% memiliki pengetahuan gizi cukup, 27.5% memiliki pengetahuan gizi kurang, dan 12.5% memiliki pengetahuan gizi baik dengan rata-rata st.dev ±3,7 pada pengetahuan tersebut. Rekomendasi ditunjukkan kepada kader posyandu untuk melakukan pendampingan lebih intensif terhadap ibu yang memiliki anak usia bawah dua tahun stunting, pendampingan yang dilakukan oleh kader tidak hanya saat kegiatan posyandu berlangsung agar pengetahuan gizi ibu menjadi lebih baik.
PEMAHAMAN KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TATA BOGA Arisman Insani; Yulia Rahmawati; Rita Patriasih
Media Pendidikan Gizi dan Kuliner Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.619 KB) | DOI: 10.17509/boga.v9i2.33010

Abstract

Guru merupakan tenaga pengajar yang memiliki peran penting dalam keberhasilan peserta didik, dan juga menjadi seseorang yang diikuti dan dicontoh oleh peserta didik, maka dari itu guru dituntut memiliki kompetensi, salah satunya kompetensi kepribadian. Selain harus dimiliki oleh seorang guru, kompetensi kepribadian juga wajib dimiliki oleh calon guru. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya permasalahan bahwa mahasiswa PPLSP masih kurang memperhatikan kompetensi kepribadian yang seharusnya sudah dipahami dan dikuasai pada saat praktik di sekolah. Masih banyak mahasiswa PPLSP yang datang terlambat ke sekolah, Memainkan handphone bukan pada waktunya, kurang memperhatikan pakaian yang digunakan serta mahasiswa PPLSP masih belum bisa memposisikan dirinya sebagai seorang guru dihadapan muridnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan data dan informasi mengenai pemahaman mahasiswa pendidikan tata boga tentang kompetensi kepribadian guru. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa pendidikan tataboga angkatan 2018 dan 2019, dengan sempel penelitian sebanyak 103 orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemahaman mahasiswa program studi pendidikan tata boga pada kepribadian mantap memiliki pemahaman yang sangat baik dengan rata rata skor 82 %, kepribadian dewasa baik 76%, kepribadian arif baik 78%, kepribadian berwibawa baik 76%, dan kepribadian akhlak mulia baik 79%. Secara keseluruhan mahasiswa sudah memiliki pemahaman yang baik pada kompetensi kepribadian guru dengan rata-rata skor 78%. Namun pada setiap indikator perlu di tingkatkan kembali pemahamannya, sehingga mahasiswa Tata Boga sebagai calon guru memiliki pemahaman yang lebih optimal untuk dapat diaplikasikan di dalam kelas ketika mengajar.
Development of Audiovisual Educational Media Based on Animated Videos about Food Sanitation Hygiene for Catering Food Handlers Dita Ayu Safitri; Karpin Karpin; Rita Patriasih
Media Pendidikan Gizi dan Kuliner Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/boga.v12i2.67013

Abstract

Food safety refers to the safe handling, processing and distribution of food ingredients to prevent food borne illness. One aspect related to food safety is food sanitation hygiene. So that the handlers food needs to have knowledge related to food sanitation hygiene. Food sanitation hygiene is an effort to control factors that cause disease through food. Thus, it is important to educate food handlers about food sanitation hygiene, one of which is through the media. Media that can be used in education include animated videos. The aim of this research is to develop audiovisual educational media based on animated videos about food sanitation hygiene for food handlers in catering. Research and Development level 1 is used as a research method in developing this media. This research was conducted to produce animated videos that went through the stages of media design, media development, and validation through three aspects, namely media aspects, material aspects, and language aspects. The results of this research are in the form of an animated food sanitation hygiene video which has been validated by experts who stated that the media developed is suitable and can be used for catering food handlers. Recommendations for future researchers are that food sanitation hygiene animation media can be tested on food handlers in catering.