Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENYULUHAN DAN PELATIHAN CTPS PADA ANAK USIA 4-12 TAHUN DI LAWEYAN SURAKARTA Frahestina Frahestina; Nur Aini Azhari Nugrahani; Millah Kamilah; Qisty Dzakiyyatu Husna; Muhammad Naufal Mizan Auladi; Bethari Mukti Kusumaningtyas; Dewi Kurniawati; Rezania Asyfiradayati
Jurnal Abdimas Bina Bangsa Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Abdimas Bina Bangsa
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46306/jabb.v4i2.467

Abstract

Children's health is impacted by the practice of washing their hands. Parental efforts to teach kids to wash their hands with soap before eating have not been as effective as they may have been. Washing hands with soap and running water, often known as Washing Hands with Soap (Cuci Tangan Pakai Sabun, in Indonesian), is one of the indications of PHBS (Clean and Healthy Behavior). The lecture technique, question and answer, and demonstration of hand washing methods were used in this activity. The average posttest score of 74.47, compared to the average pretest score of 41.48, shows that there has been an improvement in understanding on how to perform handwashing with soap (CTPS) effectively and correctly. Later on, it is envisaged that it would be possible to improve health status and health quality
Training Needs Assessment (TNA) Untuk Peningkatan Kompetensi Anggota PMR Madya di Boyolali 1 Frahestina Frahestina; Ayu Khoirotul Umaroh
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 9, No 1 (2025): JIK-April Volume 9 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : STIKes ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v9i1.1274

Abstract

Palang Merah Remaja (PMR) memiliki peranan yang penting bagi kesehatan masyarakat, salah satunya yaitu sebagai upaya promotif dan preventif. Untuk pengoptimalan dalam menjalankan tugas dan fungsinya, anggota PMR perlu didukung dengan SDM yang berkualitas yaitu dengan diberikannya pelatihan. Sebelum dilakukannya pelatihan, perlu adanya Training Needs Assessment atau analisis kebutuhan pelatihan. Training Needs Assessment (TNA) merupakan langkah awal yang dapat dilakukan sebagai langkah identifikasi kebutuhan pelatihan yang dilakukan sebelum suatu pelatihan diberikan. Jumlah populasi penelitian yaitu 170 dengan minimal sampel yakni 118 dengan kuesioner yang terisi sebanyak 139. Sumber data yaitu data primer yang dikumpulkan melalui instrumen kuesioner TNA. Analisis data menggunakan analisis univariat yang menghasilkan distribusi frekuensi dan persentase dari setiap variabel. Hasil penelitian sebagai berikut: nilai tertinggi penguasaan 6 mata tataran kompetensi secara individual yakni 97 dan terendah yakni 10, rerata nilai mata tataran terendah adalah Donor Darah (43%) dan tertinggi adalah Sanitasi dan Kesehatan (69%). Rerata tingkat keterampilan seluruh sampel sebesar 56% yang masuk ke dalam kategori SK (Should Know) atau banyak isi materi belum dikuasai sehingga tingkat kebutuhan pelatihan yaitu dibutuhkan. Hasil analisis rekomendasi program pelatihan oleh peneliti adalah pelatihan dapat dilakukan selama 3 hari, per hari 4 jam sehingga total waktu pelatihan yang dibutuhkan yaitu selama 12 jam.