Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : KURVATEK

PENGARUH SISTEM PENTANAHAN GARDU DISTRIBUSI TERHADAP TEGANGAN SENTUH Dulhadi; Diah Suwarti Widyastuti; Indra Budhi Frebrianto
KURVATEK Vol 6 No 1 (2021): April 2021
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/krvtk.v6i1.1797

Abstract

Sistem pentanahan pada gardu distribusi diperlukan untuk mengatasi terjadinya tegangan sentuh baik pada transformator maupun benda konduktor lain yang melekat padanya. Batas maksimal tegangan sentuh yang masih dianggap belum membahayakan manusia sebesar 50 volt (PUIL 2000). Salah satu terjadinya tegangan sentuh karena faktor sistem pentanahan yang tidak memenuhi syarat dan adanya aliran arus gangguan hubung singkat pada rangkaian tertutup. Kondisi ini berbahaya bagi manusia yang menyentuhnya dan dapat menyebabkan kematian. Penelitian ini bertujuan membandingkan sistem pentanahan eksisting (Solid Grounding) dan Grid Grounding (baru) pada gardu distribusi untuk mengetahui sistem pentanahan tersebut aman bagi manusia. Metode yang digunakan adalah pengukuran pentanahan eksisting (Sistem Solid Grounding ) dan pengukuran pentanahan pada sistem baru (Grid System Grounding) sejumlah 20 titik sistem terintegrasi. Data hasil pengukuran digunakan untuk menghitung besaran tegangan sentuh pada masing-masing sistem tersebut. Hasil penelitian kondisi pentanahan eksisting sebesar 5,056 ohm dapat menyebabkan tegangan sentuh sebesar 1013,906 Volt serta sistem grid dari hasil uji coba 20 titik didapat 0,16 Ohm dan tegangan sentuh sebesar 42,14 Volt. Kesimpulan yang didapatkan bahwa kondisi sistem pentanahan eksisting belum dapat memperkecil tingkat bahaya tegangan sentuh bagi manusia sedangkan sistem grid dapat mengamankan manusia dari bahaya tegangan sentuh. Kata kunci: Sistem Pentanahan, Tegangan Sentuh, Trafo Distribusi.
IMPLEMENTASI LOW PASS FILTER PADA PEMBATAS BIDANG KOMUNIKASI SUARA UNTUK MENINGKATKAN KAPASITAS KANAL KOMUNIKASI Arif Basuki; Diah Suwarti Widyastuti; Cipto Driyo
KURVATEK Vol 6 No 2 (2021): November 2021
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/krvtk.v6i2.2743

Abstract

Audio Low Pass Filter pada sistem komunikasi telepon maupun radio memiliki frekuensi cut-off sebesar 4 KHz. Lebar bidang ini dianggap cukup untuk “memotong” sumber sinyal vokal manusia sebesar 20 KHz. Kebutuhan kanal komunikasi semakin meningkat namun alokasi frekuensi terbatas. Salah satu metode untuk meningkatkan kanal komunikasi adalah “mempersempit” frekuensi cut-off Low Pass Filter. Penelitian ini menggunakan Sallen and Key Butterwworth Low Pass Filter orde 4 dengan frekuensi cut-off divariasi mulai dari 4 KHz sampai 500 Hz. Pada setiap frekuensi cut-off dilakukan pengenalan suara, apakah masih dapat dikenali atau tidak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemotongan sinyal audio dengan frekuensi cut-off 4 KHz, 3,5 KHz, 3 KHz, dan 2,5 KHz, sinyal masih dapat dikenali, sehingga diperoleh lebar bandwidth 2,5 KHz x 2. Hasil analisis menunjukkan bahwa dengan bandwidth 5 KHz diperoleh peningkatan kapasitas kanal komunikasi sebesar 66,67%.