Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERLINDUNGAN HUKUM BAGI NASABAH PASCA MERGER BANK SYARIAH Ari Yusika Paramida; Zainal Asikin; Muhaimin Muhaimin
Jurnal Education and Development Vol 11 No 2 (2023): Vol.11 No.2.2023
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v11i2.3370

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan dan mekanisme merger bank syariah dan analisis terhadap perlindungan hukum terhadap nasabah pasca merger. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian normatif. Hasil dari penelitian ini adalah Pertama, Pengaturan merger bank syariah diatur dalam Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah, Peraturan OJK Nomor 41/POJK.03/2019 tentang Penggabungan, Peleburan, Pengambilalihan, Integrasi, dan Konvensi Bank Umum. Mekanisme merger Bank syariah Berdasar Undang – Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroran Terbatas, meliputi : rancangan penggabungan, pembuatan akta penggabungan, dan pengumuman hasil penggabungan. Kedua Perlindungan hukum terhadap Nasabah Bank Syariah Pasca Merger Bank Syariah meliputi Pertama, Perlindungan hukum preventif berupa Peraturan OJK Nomor 6 Tahun 2022 tentang Perlindungan Konsumen dan Masyarakat di sektor Jasa Keuangan yang meliputi; Edukasi, transparansi informasi, Perlakuan yang adil. Kedua, perlindungan hukum represif memberikan perlindungan hukum untuk menyelesaikan sengketa, berupa sanksi adinistrasi, denda, maupun penjara.
The Sosialisasi Pola Pembudayaan Pengamalan Sila Pertama Ketuhanan Yang Maha Esa Dalam Kehidupan Sehari-hari bagi Mahasiswa Program Studi Manajemen di Lombok, NTB opan, opansatriamandala; Yusika Paramida, Ari; Efendi, Saparudin; Rahmatar, Ana; Nadia Nirwana, Baiq; Dwi Putri Marswandi, Ega
Al-Madani: Jurnal Pengabdian Pada MAsyarakat Vol 2 No 2 (2023): Desember: AL-Madani (Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat)
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi NW Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/al-madani.v2i2.1167

Abstract

The rapid development of the current era of globalization is increasingly suppressing the process of cultural acculturation, especially the influence of western culture, which seems to dominate and is always the trend-centre, the habits and lifestyle of western people seem to be a modern mirror in people's lives. This situation continues to erode local culture and wisdom which is the heritage of the Indonesian archipelago. The ability to face challenges that are very basic and will hit national, social and political life, even mental and national life, the final stronghold is national belief based on the State of Pancasila. Pancasila is a bulwark in facing challenges in the current era of globalization which is increasingly developing. Applying Pancasila values to society, Pancasila is an ideology and foundation of the Pancasila state which is the foundation of all decisions made by the Indonesian nation. Which also means that Pancasila also represents the personality of the Indonesian nation itself. The word Pancasila originates from Indian Sanskrit, namely the word panca which means five, while the word sila has a basic meaning. So the term Pancasila according to each meaning of the word is five basic, from which each symbol of Pancasila is created, which is five, and the contents of Pancasila are also 5 according to the meaning of the word Pancasila.