Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Mengenal Cara Hidup Sehat Paska Pandemi COVID-19 di Masa Lanjut Usia Heppy, Fredia; Efriza
Abdika Sciena Vol 2 No 1 (2024): JURABDIKES Volume 2 No 1, Juni 2024
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/jurabdikes.v2i1.139

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat dengan tema "Mengenal Cara Hidup Sehat Paska Pandemi COVID-19 di Masa Lanjut Usia" telah    memberikan kontribusi dalam meningkatkan pemahaman dan   kesadaran masyarakat, khususnya di  kalangan  individu  lanjut  usia  mengenai  pentingnya menjaga  kesehatan  secara  holistik  dan komprehensif di masa yang penuh tantangan ini. Melalui edukasi yang komprehensif tentang nutrisi sehat dan seimbang, aktivitas dan latihan fisik, serta kesehatan mental, para peserta memperoleh wawasan dan keterampilan praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk mendukung kualitas hidup yang lebih baik
Sindrom Dekondisi pada Pasien dengan Hipotiroidisme: Laporan Kasus Heppy, Fredia; Putri, Mia Eka; Khairina, Tati
Scientific Journal Vol. 5 No. 1 (2026): SCIENA Volume V No 1, January 2026
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v5i1.329

Abstract

Pendahuluan: Hipotiroidisme adalah gangguan endokrin dengan manifestasi multisistem yang dapat menyebabkan penurunan kapasitas fungsional dan kualitas hidup. Salah satu komplikasi yang sering terabaikan adalah sindrom dekondisi, yaitu kondisi penurunan fungsi fisik, kognitif, dan metabolik akibat inaktivitas kronis, umumnya terjadi pada usia lanjut. Identifikasi dini sindrom ini penting untuk mencegah terjadinya perburukan status fungsional, kualitas hidup dan morbiditas jangka panjang. Uraian kasus : Kami melaporkan pasien wanita usia 49 tahun dengan keluhan kelelahan progresif, berjalan lambat, mengantuk berlebihan, konstipasi, sulit menahan kemih, suara berat dan serak, gangguan memori, dan muncul keterbatasan aktivitas sehari-hari yang memberat 2 bulan terakhir. Keluhan sudah dirasakan selama 2 tahun. Pasien sudah dikenal menderita Diabetes Melitus dan Dislipidemia selama 5 tahun. Pemeriksaan fisik didapatkan puffy face, kulit kering, bradikardi (nadi 52x/menit), kelemahan otot (MMT 4/5), dan gangguan fungsional (skor ADL 17). Laboratorium menunjukkan TSH 35,36 mU/L, FT4 0,5 ng/dL, dislipidemia berat (kolesterol total 430 mg/dL, trigliserida 2341 mg/dL), serta gula darah puasa 179 mg/dL. Pasien diberikan levothyroxine 50 mcg/hari, fenofibrat, obat antidiabetes oral, dan terapi simtomatis lainnya. Evaluasi klinis dan laboratorium dilakukan setiap 4 minggu. Pasien menunjukkan perbaikan, aktivitas lebih baik, profil lipid menurun. Pada minggu ke-12 kekuatan motorik 5/5, TSH 3,20 mU/L. Kondisi klinis membaik secara signifikan dengan kualitas hidup lebih baik. Kesimpulan: Sindrom dekondisi dapat muncul sebagai komplikasi hipotiroidisme kronis. Terapi levothyroxine yang adekuat tidak hanya memperbaiki profil metabolik tetapi juga fungsi fisik dan aktivitas harian pasien. Laporan ini menegaskan pentingnya deteksi dan tata laksana dini untuk mencegah penurunan kualitas hidup lebih lanjut.
HUBUNGAN DEPRESI DENGAN KEJADIAN INSOMNIA PADA LANSIA DI PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA KASIH SAYANG IBU BATUSANGKAR Berlian Putri, Rima; Heppy, Fredia
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 5 No 1 (2014)
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v5i1.215

Abstract

Depresi merupakan salah satu bentuk sindrom gangguan keseimbangan mood (suasana perasaan). Prevalensi depresi pada lansia di dunia berkisar 8-15%. Sementara prevalensi depresi pada lansia yang menjalani perawatan di Rumah Sakit dan panti jompo sebesar 30%-45%. Tahun 2013, prevalensi penduduk pada usia ≥ 15 tahun yang mengalami gangguan mental emosional secara nasional adalah 6,0%. Di Sumatera Barat prevalensi gangguan mental emosional yaitu sebesar 4,5%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan depresi dengan kejadian insomnia pada lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Kasih Sayang Ibu Batusangkar Tahun 2014. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Deskriptif Korelasional dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh lansia yang berada di Panti Sosial Tresna Werdha Kasih Sayang Ibu Batusangkar Tahun 2014 dengan teknik pengambilan sampel sampling jenuh, dimana semua populasi dijadikan sampel sebanyak 60 orang. Waktu penelitian dilakukan pada bulan Maret sampai dengan September 2014. Hasil penelitian didapatkan 36 lansia (60,0%) mengalami depresi dan 24 lansia (75,0%) mengalami kejadian insomnia. Sedangkan hubungan depresi dengan kejadian insomnia pada lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Kasih Sayang Ibu Batusangkar Tahun 2014 yaitu didapatkan nilai p value 0,001 dimana nilai p
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Gangguan Siklus Menstruasi Pada Wanita Usia Subur Di Wilayah Kerja Puskesmas Mandiangin Bukittinggi Tahun 2014 Susanti, Evi; Heppy, Fredia
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 6 No 2 (2015)
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v6i2.249

Abstract

This study originated from the phenomenon of women's lack of attention to the menstrual cycle disorders, reproductive health-related, and therefore the presence of this research will be the concern of every woman's reproductive health. Disorders of the menstrual cycle is an important indicator which shows the function of the reproductive system disorders that can be associated with an increased risk of various diseases such as cervical cancer and infertility. Initial survey in Dublin City Health Office showed that the majority of women of childbearing age are in Work Area Health Center Mandiangin. The study aims to determine the factors associated with impaired menstrual cycle in women of childbearing age. This research was conducted at the Work Area Health Center Mandiangin, cross sectional study design, April to October 2014, population in this study were women of reproductive age 15-44 years in the Work Area Health Center Mandiangin as 556 after being put into a formula of simple random sampling of 85 samples, Data were processed and analyzed by computer. The results showed that most respondents experienced menstrual cycle disorders (65.9%), the majority of respondents experience stress (81.6%), most respondents weight premises at risk (78.4%), the majority of respondents had no good diet (81 , 6%), and the majority of women of childbearing age with activities that are not at risk (66.2%). Based on the variables studied, there are three variables that had a significant relationship to the menstrual cycle disturbances in women of childbearing age are stress, weight, and diet. While physical activity variables were not related. Expected to health center staff Mandiangin especially midwives to conduct outreach and counseling to women of childbearing age that every woman will know her menstrual cycle in order to improve knowledge of women of childbearing age about the normal menstrual cycle
Dampak Edukasi Kesehatan dan Rehabilitasi Gigi Tiruan terhadap Status Nutrisi dan Kualitas Hidup Lansia: The Impact of Denture Rehabilitation and Health Education on Nutrition and Oral Health Related Quality of Life in the Elderly Fadriyanti, Okmes; Heppy, Fredia; Sari, Widya Puspita
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 4 (2026): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v11i4.11051

Abstract

Data shows that 30.52% of older people in Padang experience tooth loss, yet only 1.53% use dentures. This condition can disrupt nutritional intake and diminish the quality of life, thereby increasing the risk of malnutrition. Malnutrition, in turn, can exacerbate the physical and mental health status of older people. A community service program was conducted involving 30 elderly participants at the Posyandu Permata Bunda in Gunung Sarik Village, Padang. The intervention comprised socialization and education on the impacts of tooth loss and the importance of dentures, oral cavity examinations, nutritional status assessment using the Mini Nutritional Assessment, and quality-of-life assessment using the Geriatric Oral Health Assessment Index (GOHAI). The participants were followed from the initial activities through the denture fabrication process. Elderly individuals with poor nutritional status tended to have a poorer quality of life. A significant improvement in quality of life was observed following denture use: the proportion of participants in the "good" category increased from 20% to 60%, while the proportion in the "poor" category decreased from 40% to 10%. A significant difference in GOHAI scores (p<0.05) was found before and after the intervention. The implementation of socialization, education, and denture installation at the posyandu effectively improved the elderly participants' quality of life. This integrated intervention can serve as a model for comprehensively addressing elderly health issues at posyandu, including providing ongoing support after denture use. These activities should be conducted periodically, with nutritional status assessments every three months and continuous monthly support for denture use.