Rofi'ud Darojatin Nisaa
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

IMPLEMENTASI PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PSIKOLOGI ABNORMAL PADA MAHASISWA SEMESTER IV PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING Rofi'ud Darojatin Nisaa; Putu Abda Ursula
Daiwi Widya Vol 10, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/dw.v10i1.1388

Abstract

Penelitian ini didasari oleh permasalahan mahasiswa yang memiliki motivasi belajar yang rendah dalam mengikuti perkuliahan Psikologi Abnormal. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar melalui implementasi Problem Based Learning. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa semester IV prodi Bimbingan. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode kuesioner. Data yang didapatkan selanjutnya dianalisis dengan metode analisis deskriptif. Dari hasil analis didapatkan bahwa motivasi belajar mahasiswa mengalami peningkatan dari data awal sampai siklus II yaitu, data awal menunjukkan rata-rata motivasi belajar mahasiswa sebesar 73,6 yang termasuk dalam kategori C, siklus I meningkat menjadi 80,93 termasuk kategori B, siklus II meningkat menjadi 91,2 kategori A. Berdasarkan atas data tersebut, dapat disimpulkan bahwa implementasi Problem Based Learning dapat meningkatkan motivasi belajar mahasiswa.
PENINGKATAN PENGELOLAAN DIRI SISWA TAHFIDZUL QUR’AN SMPIT TQ ULIL ALBAB KARANGANYAR MELALUI KONSELING BEHAVIORAL TEKNIK SELF-MANAGEMENT I Nyoman Mudarya; Rofi'ud Darojatin Nisaa; Yusron . Aminulloh
Daiwi Widya Vol 12, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/dw.v12i2.2731

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis sejauh mana penerapan konseling behavioral dengan teknik self management dapat meningkatkan pengelolaan diri siswa kelas IX putra pada program tahfidzul Qur’an di SMPIT TQ Ulil Albab Karanganyar tahun pelajaran 2024/2025. Latar belakang penelitian didasari fakta bahwa sebagian siswa mengalami kesulitan dalam mengatur waktu, menjaga konsistensi hafalan, dan mempertahankan motivasi. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling (PTBK) dengan dua siklus, melibatkan lima siswa kelas IX putra yang dipilih melalui pra-penelitian. Instrumen utama berupa kuesioner pengelolaan diri mencakup empat aspek: pendorongan diri, penyusunan diri, pengendalian diri, dan pengembangan diri. Analisis dilakukan menggunakan rumus persentase keberhasilan. Hasil menunjukkan peningkatan skor rata-rata dari 49,62% (pra-siklus, kategori rendah) menjadi 64,40% (siklus I, kategori sedang), dan 80,28% (siklus II, kategori tinggi). Peningkatan terjadi pada seluruh aspek, dengan kemajuan signifikan pada pengendalian diri dan pengembangan diri. Faktor pendukung meliputi dukungan guru BK, guru tahfidz, dan lingkungan pondok yang terstruktur, sedangkan hambatan mencakup pengaruh teman sebaya dan rasa jenuh. Temuan ini menegaskan bahwa teknik self management dapat membentuk kebiasaan positif, disiplin, dan motivasi internal siswa dalam proses tahfidz.
ANALISIS INTEGRASI METODE SELF-DIRECTED LEARNING DALAM MODEL SISTEM PERILAKU UNTUK MENDUKUNG KEMANDIRIAN BELAJAR DI ERA KURIKULUM MERDEKA Rofi'ud Darojatin Nisaa; Nandini . .
Daiwi Widya Vol 12, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/dw.v12i1.2713

Abstract

Transformasi pendidikan di era Kurikulum Merdeka menuntut pergeseran paradigma dari pembelajaran yang berpusat pada guru menuju kemandirian peserta didik sebagai subjek aktif. Namun, rendahnya inisiatif dan ketergantungan peserta didik pada instruksi guru masih menjadi kendala utama dalam praktik di lapangan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis integrasi metode Self-Directed Learning (SDL) dalam model sistem perilaku sebagai strategi untuk mendukung kemandirian belajar yang terstruktur dan berkelanjutan. Melalui kajian literatur, ditemukan bahwa sinergi ini selaras dengan filosofi pendidikan Ki Hadjar Dewantara yang menekankan peran guru sebagai pamong yang menuntun, bukan memaksa. Integrasi SDL dalam model sistem perilaku mengubah peran guru menjadi fasilitator yang merancang pengalaman belajar dan memberikan penguatan positif untuk membentuk kebiasaan belajar mandiri. Keberhasilan model ini didukung oleh penggunaan asesmen formatif reflektif, seperti jurnal belajar dan self-assessment, yang mampu meningkatkan motivasi intrinsik serta kesadaran metakognitif peserta didik. Meskipun demikian, tantangan seperti kesiapan pedagogis guru, keterbatasan waktu, dan literasi digital menjadi faktor krusial yang perlu diatasi melalui pelatihan berkelanjutan. Simpulan kajian ini menegaskan bahwa model sistem perilaku berbasis SDL merupakan instrumen efektif untuk mewujudkan profil pelajar yang mandiri dan bertanggung jawab sesuai semangat Kurikulum Merdeka.
HUBUNGAN ANTARA STRES AKADEMIK DENGAN REGULASI EMOSI PADA SISWA KELAS VII SMP N 1 SERIRIT TAHUN AJARAN 2024/2025 I Gusti Ngurah Puger; Rofi'ud Darojatin Nisaa; Putu Ary Sastrawan
Daiwi Widya Vol 12, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/dw.v12i2.2733

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara stres akademik dan regulasi emosi pada siswa kelas VII di SMP Negeri 1 Seririt. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada meningkatnya tekanan akademik yang dialami siswa serta pentingnya kemampuan regulasi emosi dalam menghadapi tantangan tersebut. Regulasi emosi yang efektif diyakini dapat membantu siswa mengelola stres yang muncul akibat tuntutan akademik yang tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 1 Seririt, dengan jumlah sampel sebanyak 108 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa skala stres akademik dan skala regulasi emosi yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan teknik korelasi Pearson Product Moment menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara stres akademik dan regulasi emosi, dengan nilai koefisien korelasi sebesar -0,478 dan signifikansi 0,000 (p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin rendah tingkat stres akademik yang dialami siswa, maka semakin baik kemampuan regulasi emosi yang dimiliki. Sebagian besar siswa (76%) berada pada kategori stres akademik sedang dan memiliki regulasi emosi dalam kategori sedang. Berdasarkan temuan ini, disarankan kepada pihak sekolah untuk menyediakan program bimbingan dan kegiatan pembelajaran yang mendukung pengelolaan emosi siswa sehingga mereka lebih mampu mengatasi stres akademik secara positif.
EFEKTIVITAS KONSELING COGNITIVE BEHAVIORAL THERAPY (CBT) UNTUK MENINGKATKAN INTERAKSI SOSIAL SISWA Kadek Yati Fitria Dewi; Rofi&#039;ud Darojatin Nisaa; Putu Anis Yuli Pratiwi
Daiwi Widya Vol 12, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/dw.v12i2.2730

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas layanan konseling kelompok dengan pendekatan Cognitive Behavioral Therapy (CBT) dalam meningkatkan interaksi sosial siswa kelas VIIJ di SMP Negeri 3 Singaraja tahun pelajaran 2024/2025. Latar belakang penelitian didasarkan pada hasil observasi dan sosiometri yang menunjukkan adanya siswa dengan tingkat interaksi sosial rendah, seperti menarik diri, tidak memiliki teman dekat, dan kurang aktif berkomunikasi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu (quasi experiment) dengan desain One Group Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian berjumlah 34 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa angket interaksi sosial yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan dengan statistik deskriptif dan uji-t (t-test). Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata interaksi sosial dari pretest ke posttest. Hal ini membuktikan bahwa layanan konseling kelompok dengan pendekatan CBT efektif dalam meningkatkan interaksi sosial siswa. Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi guru BK dalam mengembangkan layanan untuk mengatasi permasalahan sosial siswa di sekolah.