Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

ANALISIS DIEKSIS PADA BAHASA MELAYU DIALEK SELIMBAU KABUPATEN KAPUAS HULU (KAJIAN PRAGMATIK) Wiendi Wiranty
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Pendidikan Bahasa
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/bahasa.v6i2.626

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan dieksis bahasa Melayu dialek Selimbau Kabupaten Kapuas Hulu. Jenis penelitian adalah kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, simak libat cakap, wawancara, dan teknik catat. Alat pengumpul data yang digunakan adalah peneliti sendiri sebagai  instrumen kunci. Teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan ketekunan atau keajegan pengamatan, triangulasi sumber dan teori. Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menyatakan bahwa terdapat dieksis pada bahasa Melayu dialek Selimbau Kabupaten Kapuas Hulu. Kata Kunci: bahasa, dieksis, bahasa Melayu dialek Selimbau.
UPAYA PENINGKATAN KEAKTIFAN MAHASISWA DALAM PEMBELAJARAN MELALUI METODE PRESENTASI KELAS TAHUN AKADEMIK 2016/2017 SEMESTER GENAP Wiendi Wiranty; Dewi Leni Mastuti
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 7, No 1 (2018): Jurnal Pendidikan Bahasa
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/bahasa.v7i1.832

Abstract

Penelitian ini didasarkan oleh kesulitan mahasiswa dalam menyusun kalimat khususnya mempresentasikan suatu topik tertentu. Mereka cenderung menghafalkan isi presentasi mereka.Sehingga cara presentasi mereka sangat tidak alami dan tidak lancar. Permasalahan dalam penelitian ini, bagaimanakah penerapan metode presentasi kelas pada mata kuliah sintaksis? Dan Apakah penerapan metode presentasi kelas dapat meningkatkan keaktifan belajar mahasiswa pada mata kuliah sintaksis? Metode penelitian deskriptif yang berbentuk penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research). Data penelitian ini adalah tentang proses pembelajaran mata kuliah sintaksis dan sumber data adalah mahasiswa. Lokasi penelitian IKIP PGRI Pontianak. Teknik pengumpulan data yaitu studi dokumenter dan alat pengumpul data yaitu observasi, dokumentasi, dan tes. Teknik analisis data menggunakan teknik deskriptif komparatif dan analisis kritis. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan yang signifikan antara siklus pertama dan siklus kedua. Siklus pertama terjadi peningkatan menjadi 57,6% dan siklus kedua mencapai 76,46%. Sehingga dapat disimpulkan penerapan metode presentasi pada mata kuliah sintaksis dinyatakan dapat meningkatkan keaktifan mahasiswa.Kata Kunci : Keaktifan Mahasiswa, Metode Presentasi, Penelitian Tindakan Kelas.
MAKSIM KESANTUNAN BAHASA MELAYU DIALEK SELIMBAU KABUPATEN KAPUAS HULU Wiendi Wiranty
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 7, No 2 (2018): Jurnal Pendidikan Bahasa
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/bahasa.v7i2.1021

Abstract

Tujuannya adalah mendeskripsikan kesantunan berbahasa melayu danmenjelaskan faktor yang mentukan kesantunan dan ketidaksantunan berbahasa melayu di Kecamatan Selimbau. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yang berbentuk kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa tindak tutur yang yang mengandung kesantunan serta penyimpangan dalam berbahasa yang di tuturkan oleh masyarakat Kecamatan Selimbau. Teknik pengumpulan data observasi, komunikasi langsung, dan simak libat cakap. Alat pengumpul data peneliti sendirisebagai instrument utama. Teknik keabsahan data dalam penelitian inimenggunakan triangulasi sumber. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kualitatif menggunakan model analisis interaktif miles dan huberman. Hasil yang diperoleh berdasarkan analisis data dan reduksi data yaitu, ditemukannya pematuhan serta pelanggaran dalam maksim kebijaksanaan pada tuturan masyarakat di Kecamatan Selimbau. Data yang terdapat dalam maksim kedermawanan juga terdapat pelanggar dan pematuhan dalam tuturan masyarakat di Kecamatan Selimbau yang terlihat dari tuturan yang saling menghargai dalam kegiatan bertutur dan berpandang pada prinsip untuk selalu menguntungkan orang lain.Kata kunci : Bahasa, Afiksasi, Bahasa Melayu Dialek Selimbau
TINDAK TUTUR IMPERATIF BAHASA MELAYU DIALEK SELIMBAU KABUPATEN KAPUAS HULU (KAJIAN PRAGMATIK) Muhammad Thamimi; Wiendi Wiranty
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 8, No 1 (2019): Jurnal Pendidikan Bahasa
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/bahasa.v8i1.1142

Abstract

Tujuan umum dalam penelitian ini adalah untuk “Mendeskripsikan Tindak Tutur Imperatif Bahasa Melayu dialek Selimbau Kabupaten Kapuas Hulu”. Jenis penelitian kualitatif.Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi, simak libat cakap, wawancara, dan teknik catat. Alat pengumpul data yang digunakan adalah peneliti sendiri sebagai instrument utama yang di bantu alat-alat berupa alat rekam, catatan lapangan, pedoman wawancara. Teknik pemeriksaan keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan ketekunan atau keajegan pengamatan, trianggulasi sumber dan teori. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa terdapat Tindak Tutur Imperatif pada bahasa Melayu dialek Selimbau Kabupaten Kapuas Hulu.Kata Kunci: bahasa melayu dialek selimbau, tindak tutur, imperatif
ANALISIS IMPLIKATUR PERCAKAPAN BAHASA MELAYU DIALEK SELIMBAU Muhammad Thamimi; Wiendi Wiranty
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 9, No 1 (2020): Jurnal Pendidikan Bahasa
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/bahasa.v9i1.1522

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis implikatur percakapan bahasa melayu dialek selimbau. Latar belakang karena komunikasi sering terjadi dilingkungan masyarakat, pada saat berkomunikasi sering kali memiliki makna yang tersirat dalam tuturan tersebut, tetapi komunikasi dapat berjalan lancar dan tujuan komunikasi dapat tercapai. Penelitian ini masuk ke dalam jenis penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi, simak libat cakap, wawancara, dan teknik catat. Alat pengumpul data yang digunakan adalah peneliti sendiri sebagai instrument utama yang di bantu alat-alat berupa alat rekam, catatan lapangan, pedoman wawancara, dan kamera. Teknik pemeriksaan keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan ketekunan atau keajegan pengamatan, trianggulasi sumber dan teori. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman. 
Afiksasi Bahasa Melayu Dialek Selimbau Kabupaten Kapuas Hulu Wiendi Wiranty; Muhammad Thamimi
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 10, No 2 (2021): Jurnal Pendidikan Bahasa
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/bahasa.v10i2.2216

Abstract

Tujuan penelitian ini mendeskripsikan bentuk, fungsi, dan makna afiksasi bahasa Melayu dialek Selimbau Kajian Morfologi. Jenis penelitian adalah deskriptif yang berbentuk kualitatif. Objek penelitian tuturan masyarakat bahasa Melayu dialek Selimbau dengan data dan sumber data berupa pertuturan atau dialog percakapan yang telah d transkrip penyimakan. Teknik pengumpul data berupa observasi, komunikasi langsung, dan simak libat cakap. Alat yang digunakan  berupa catatan lapangan, kamera digital,wawancara, dan panduan wawancara. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber.  Teknik analisis data menggunakan teknik analisis data model interaktif Miles dan Huberman.
Maksim Ketidaksantunan Berbahasa Mahasiswa dalam Diskusi Kelas IKIP PGRI Pontianak Wiendi Wiranty; Eti Ramaniyar; Fitri Wulansari
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 5, No 1 (2020): VOLUME 5 NUMBER 1 MARCH 2020
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jp-bsi.v5i1.1521

Abstract

Tujuan umum dalam penelitian ini adalah untuk “Mendeskripsikan maksim ketidaksantunan berbahasa mahasiswa dalam diskusi kelas IKIP PGRI Pontianak”. Penelitian ini masuk ke dalam jenis penelitian kualitatif yang menggunakan kajian sosiopragmatik.  Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian  adalah teknik observasi dan simak bebas libat cakap. Alat pengumpul data yang digunakan adalah peneliti sendiri sebagai instrument utama yang di bantu alat-alat berupa alat rekam dan catatan lapangan. Teknik pemeriksaan keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan ketekunan atau keajegan pengamatan, trianggulasi sumber dan teori. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan model analisis interaktif Miles dan Hiberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 3 maksim ketidaksantunan yang dituturkan oleh mahasiswa selama proses diskusi berlangsung, yaitu maksim ketidaksantunan yang berbentuk kearifan, maksim ketidaksantunan yang berbentuk  kerendahan hati, dan maksim ketidaksantunan yang berbentuk pujian. Maksim ketidaksantunan yang berbentuk kedermawanan, maksim ketidaksantunan yang berbentuk kesepakatan, dan maksim ketidaksantunan yang berbentuk simpati belum ditemukan berdasarkan data yang peneliti miliki.
MAKSIM KESANTUNAN BERBAHASA MAHASISWA DALAM DISKUSI KELAS Eti Ramaniyar; Fitri Wulansari; Wiendi Wiranty
Jurnal Metamorfosa Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.249 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan maksim kesantunan berbahasa mahasiswa dalam diskusi kelas menggunakan kajian sosiopragmatik. Jenis penelitian kualitatif dengan objek penelitian mahasiswa IKIP PGRI Pontianak. Data dan sumber data berupa tuturan mahasiswa prodi Pendidika Bahasa dan Sastra Indonesia saat proses diskusi kelas. Pengumpulan data menggunakan teknik simak libat cakap. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis data model interaktif. Hasil penelitian ini menunjukkan pada saat mahasiswa berdiskusi di kelas penggunaan bahasa yang dituturkan oleh mahasiswa tersebut penuh dengan unsur kesantunan. Unsur kesantunan tersebut berupa maksim kebijaksanaan, maksim kedermawanan, maksim pujian/ penghargaan, maksim kerendahan hati, maksim persetujuan/ penerimaan dan maksim kesimpatian. Abstract This study aims to describe the maxims of student politeness in class discussions using sociopragmatic studies. This type of qualitative research is the object of research by IKIP PGRI Pontianak students. Data and data sources are in the form of speech from Indonesian Education and Language Study Program students during the class discussion process. Data collection uses skillful listening techniques. Data analysis techniques use interactive model data analysis techniques. The results of this study indicate that when students discuss in class the use of language spoken by students is full of elements of politeness. Elements of politeness in the form of wisdom maxims, maxims of generosity, maxims of praise/ appreciation, maxim of humility, maximal approval / acceptance and maxim of conclusions. Keywords: Maxim Politeness, Class Discussion, Sociopragmatic
Penanaman Nilai Karakter Berbasis Religius pada Anak Melalui Kegiatan Bercerita Mesterianti Hartati; Muhammad Zikri Wiguna; Eti Ramaniyar; Wiendi Wiranty; Melia Melia; Al Ashadi Alimin
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2023): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v7i1.4287

Abstract

Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk memberi penanaman nilai karakter berbasis religius pada anak-anak melalui kegiatan bercerita. Kegiatan PkM ini diikuti oleh 22 anak-anak di lingkungan Gang AL Muhajirin, Kecamatan Pal 9, Kabupaten Kubu Raya yang dilaksanakan pada tanggal 13 Juli 2022 bertempat di Surau Al Muhajirin. Metode yang digunakan dalam PkM ini adalah metode klasikal, yaitu suatu tindakan yang dilakukan dengan pemberian penjelasan materi oleh tim pengabdi yang terdiri atas lima anggota tim kepada peserta. Harapan dari kegiatan ini diharapkan anak-anak di Desa Parit Gado Kecamatan Pal IX Kubu Raya memiliki nilai karakter yang tinggi. Hasil dari kegiatan diperoleh adanya peningkatan pemahaman tentang karakter dan religius, yaitu ditinjau dari peningkatan perhitungan nilai tes, sebelum dilaksanakan tindakan mengalami peningkatan setelah dilakukan kegiatan. Peserta juga mempraktikkan langsung terkait karakter dan religius, dengan cara menunjukkan contoh-contoh terkait konteks karakter dalam kehidupan sehari-sehari.
Penanaman Nilai Karakter Berbasis Religius pada Anak Melalui Kegiatan Bercerita Mesterianti Hartati; Muhammad Zikri Wiguna; Eti Ramaniyar; Wiendi Wiranty; Melia Melia; Al Ashadi Alimin
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2023): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v7i1.4287

Abstract

Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk memberi penanaman nilai karakter berbasis religius pada anak-anak melalui kegiatan bercerita. Kegiatan PkM ini diikuti oleh 22 anak-anak di lingkungan Gang AL Muhajirin, Kecamatan Pal 9, Kabupaten Kubu Raya yang dilaksanakan pada tanggal 13 Juli 2022 bertempat di Surau Al Muhajirin. Metode yang digunakan dalam PkM ini adalah metode klasikal, yaitu suatu tindakan yang dilakukan dengan pemberian penjelasan materi oleh tim pengabdi yang terdiri atas lima anggota tim kepada peserta. Harapan dari kegiatan ini diharapkan anak-anak di Desa Parit Gado Kecamatan Pal IX Kubu Raya memiliki nilai karakter yang tinggi. Hasil dari kegiatan diperoleh adanya peningkatan pemahaman tentang karakter dan religius, yaitu ditinjau dari peningkatan perhitungan nilai tes, sebelum dilaksanakan tindakan mengalami peningkatan setelah dilakukan kegiatan. Peserta juga mempraktikkan langsung terkait karakter dan religius, dengan cara menunjukkan contoh-contoh terkait konteks karakter dalam kehidupan sehari-sehari.