Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Penggunaan Communicative Group Activity dalam Meningkatkan Kemampuan Speaking Skill Citra Kusumaningsih
Edukasi: Jurnal Pendidikan Vol 14, No 1 (2016): Edukasi: Jurnal Pendidikan
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/edukasi.v14i1.283

Abstract

Metode penelitian tindakan kelas dilakukan dalam penelitian ini. Subjek penelitiannya adalah mahasiswa semester satu kelas C Pagi. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan speaking skill mahasiswa dan mengetahui apakah communicative group activity efektif sebagai strategi mengajar speaking skill. Masalah dari penelitian ini adalah kompetensi speaking mahasiswa yang buruk dari kelas C Pagi STKIP PGRI Pontianak. Prosedur penelitian terdiri dari perencanaan, bertindak, mengamati, dan mencerminkan. Dalam pengumpulan data, penulis menggunakan teknik observasi dan didukung dengan tes.Hasil penelitian menunjukkan bahwa communicative group activity bisa meningkatkan kemampuan speaking skill mahasiswa. Dari pengamatan dan didukung dengan catatan lapangan penulis, dapat dilihat bahwa mahasiswa bisa berbicara dengan baik, kosakata mereka bertambah, struktur gramatikal lumayan baik, dan meningkatkan motivasi mahasiswa dalam speaking skill. Peningkatan kemampuan speaking skill mahasiswa juga tercermin dari meningkatnya skor speaking mahasiswa dari pre-tes menuju post-test.
ANALISA KESALAHAN GRAMATIKAL DALAM MEMBUAT KALIMAT-KALIMAT SEDERHANA MENGGUNAKAN BAHASA INGGRIS Citra Kusumaningsih
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 4, No 1 (2015): Jurnal Pendidikan Bahasa
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/bahasa.v4i1.36

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Tujuan dari peneliatian ini adalah untuk mengetahui: (1) pemahaman mahasiswa dalam membuat kalimat sederhana berpola simple present tense, (2) jenis-jenis kesalahan gramatikal yang dilakukan oleh mahasiswa dalam membuat kalimat sederhana berpola simple present tense, (3) kesalahan gramatikal yang umumnya terjadi dalam membuat kalimat sederhana berpola simple present tense. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa semester pertama, kelas B sore, program studi matematika. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan tes tertulis dan interview. Pengumpulan data dilakukan tiga bagian. Pada bagian pertama, mahasiswa diminta untuk menjawab test tertulis, pada bagian kedua, mahasiswa diminta mengarang tentang kegiatan sehari-hari mereka menggunakan bahasa Inggris. Kemudian pada bagian ketiga, mahasiswa diminta menceritakan secara lisan tentang kegiatan sehari-hari mereka menggunakan bahasa Inggris. Berdasakan penelitian tersebut ditemukan bahwa: setelah mahasiswa diberi penjelasan lagi tentang kalimat berpola simple present tense, maka diperoleh 32 mahasiswa dari 42 mahasiswa (65%) yang dapat membuat membuat kalimat-kalimat sederhana berpola simple present tense secara tepat. Kesalahan gramatikal yang umumnya dilakukan oleh mahasiswa yaitu overgeneralization dan incomplete application of rules. Kata Kunci: Kesalahan Gramatikal, Kalimat Sederhana.
PENGEMBANGAN DRAFT BAHAN AJAR PADA MATA KULIAH BASIC READING PROGRAM STUDI BAHASA INGGRIS Tri Kurniawati, Citra Kusumaningsih, Yulia Rhamadiyanti
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 4, No 2 (2015): Jurnal Pendidikan Bahasa
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/bahasa.v4i2.96

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk bahan ajar pada mata kuliah basic reading. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah research and development model Borg and Gall. dari sepuluh langkah model borg and gall, penulis melakukan pengembangan bahan ajar pada tahap ke-3 yaitu pengembangan draf awal bahan ajar. Dari hasil pengembangan bahan ajar yang telah dilakukan, maka bentuk bahan ajar dari penelitian ini adalah handout. Handout disusun berdasarkan tujuan instruksional khusus, analisis instruksional, analisis perilaku awal mahasiswa, tujuan instruksional khusus, dan RPKPS/sillabus. Kata kunci: bahan ajar, penelitian dan pengembangan, basic reading.
FAKTOR PENGGANGGU MAHASISWA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS DI KELAS Aunurrahman, Citra Kusumaningsih, Diah Astriyanti Muhammad Ismail Kasim
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Pendidikan Bahasa
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/bahasa.v3i1.175

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan faktor yang mengganggu mahasiswa dalam pembelajaran Bahasa Inggris di kelas. Untuk mendapatkan jawaban tersebut, kuesioner dengan bentuk pertanyaan terbuka. Kuesioner diisi oleh 124 mahasiswa STKIP-PGRI Pontianak yang telah dipilih secara purposif. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan analisa isi yang melibatkan dua rater agar analisa data objektif. Untuk membantu analisa tersebut, disediakanlah panduan koding agar hasil pengolahan data sesuai dengan tujuan dari penelitian ini.Data analisis menunjukkan ada 28 pernyataan yang ditemukan sebagai gangguan dalam pembelajaran Bahasa Inggris di kelas. Dari 28 pernyataan tersebut, 17 pernyataan diantaranya dikategorikan sebagai faktor eksternal dan 11 pernyataan lainnya dikategorikan sebagai faktor internal. Lebih jauh, faktor eksternal yang paling banyak ditemui dipenelitian ini adalah berasal dari lingkungan belajar diikuti oleh faktor manusia. Sementara gangguan internal banyak dipengaruhi oleh kesehatan fisik manusia yang diikuti dengan gangguan yang bersifat psikologis. Sebagai tambahan, pengguna teknologi juga tercatat baik sebagai gangguan eksternal ataupun internal walaupun frekuensi pernyataan yang muncul hanya satu.Faktor eksternal dan internal ini memiliki pengaruh negatif terhadap proses belajar mengajar. Oleh karena itu, dosen harus menerapkan manajemen kelas yang efektif agar gangguan yang muncul dalam pembelajaran Bahasa Inggris dapat diminimalisir. Kata kunci: Bahasa Inggris, Pembelajaran di kelas, Faktor gangguan, Proses belajar, Sumber gangguan
Learning Autonomy in English Speaking Skill Amini, Wahyal; Kusumaningsih, Citra; Sari, Dian Shinta
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 4 No. 7 (2021): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (881.369 KB) | DOI: 10.54371/jiip.v4i7.323

Abstract

The study aimed to find out kinds and the effects of students’ learning autonomy. This research is qualitative research. The subject of study is 11th graders Science 4 SMAN 1 Mempawah Hilir. To obtained data, researcher used indirect and direct method, there are questionnaire and interview guidelines. The analyzed data obtained from questionnaire by grouping kinds of students’ learning autonomy then to know the effects, researcher conducted interviews to 8 students. The results are vocabulary notebook is a kind of learning autonomy sometimes used (17.9%) while the most frequently used is English songs (63%). The effects they feel are gain new vocabulary, familiar with environment that uses English, enhances confidence and fluency. In conclusion, there are some kinds of learning autonomy students often do, like using vocabulary notebooks and Youtube, listening English podcasts, audiobooks or English dramas and English songs, speaking exercise focuses on fluency, not on grammar, talking to myself, playing English games, and watching English movies or TV programs. From those kinds of learning autonomy, students can improve speaking skill in terms of vocabulary and fluency and can be recommendations to improve speaking skill. In addition, teachers and students must also share ideas to find other interesting kinds of ways in English speaking learning.
Analisis Kesalahan Mahasiswa Menulis Surat Business Correspondence dalam Bentuk Bahasa Inggris Ageung Darajat; Citra Kusumaningsih
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 8 (2023): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54371/jiip.v6i8.2564

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan mahasiswa dalam menulis surat Business Coresspodence pada bagian salam pembuka dan penutup surat menyurat dan analisa kesalahan struktur tata bahasa, yaitu grammar. Penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan pengumpulan data interview dan analisis tes soal latihan untuk mengetahui kesalahan mahasiswa dalam menulis surat Business Coresspodence dalam bahasa Inggris. Hasil analisis menunjukan bahwa mahasiswa cukup mengalami kesulitan dalam menulis surat bisnis korespondensi yang disebabkan beberapa faktor, seperti; pada bagian verb action, clause, tense, part of speech, hingga kesulitan pada penulisan salam pembuka surat dan salam penutup surat dan dalam menulisi isi surat. Data selanjutnya dari tes tertulis atau test item mahasiswa sebanyak 36 sampel yang sudah dikumpulkan dan dianalisis. Dari analisis tes tertulis mahasiswa sebesar 32% yang diindentifikasikan sangat rendah untuk kesalahan mahasiswa dalam menulis surat bisnis di salam pembuka dan penutup serta tata bahasa (Grammar) dalam menulis surat bisnis korespondensi yang menggunakan bahasa Inggris yang baik. Kemudian sebesar 68% atau nilai skor 74 yang diindentifikasikan baik untuk kemampuan mahasiswa dalam menulis surat bisnis di salam pembuka dan penutup serta tata bahasa (Grammar) dalam menulis surat bisnis korespondensi yang menggunakan Bahasa Inggris yang baik.
IMPROVING STUDENTS’ VOCABULARY MASTERY USING QUIZIZZ: AN ACTION RESEARCH AT A JUNIOR HIGH SCHOOL PONTIANAK Annisa Putri, Rizki; Arif, Abdul; Kusumaningsih, Citra
Journal of English Language Teaching and Education (JELTE) Vol. 5 No. 2 (2024): JELTE
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/na2mtm79

Abstract

The use of digital platforms in education has transformed a traditional learning to a more digital learning. Thus, teachers need to use and integrate technology into their teaching practice. This classroom action research was conducted to find out what happened to the classroom conditions when Quizizz was implemented in the classroom, and in what ways Quizizz could help improve students vocabulary mastery. The research was conducted in a junior high school Pontianak involving 35 students as the research participants. Data were collected through observation, field notes, and vocabulary tests. The quantitative data were analyzed using descriptive statistics, while the qualitative data were analyzed by using three steps, data reduction, data display, and conclusion.   The research findings showed that Quizizz resulted in an improvement in students' vocabulary mastery and created more interesting and enthusiastic classroom conditions in the learning process. The findings showed that Quizizz could improve students vocabulary mastery and increased their motivation and enthusiasm to learn vocabulary through Quizizz. The findings reveal the importance of utilizing digital platforms such as Quizizz to support vocabulary mastery and suggest further investigation of its implementation in other aspects of language learning.   Keywords: Vocabulary Mastery, Quizizz, Classroom Action Research 
A Genre Pedagogy for Teaching Young EFL Learners of English Village of Parit Baru Aunurrahman, Aunurrahman; Kusumaningsih, Citra; Sahrawi, Sahrawi; Hafis, Maliqul; Emilia, Emi
IJELTAL (Indonesian Journal of English Language Teaching and Applied Linguistics) Vol 6, No 2 (2022): Indonesian Journal of English Language Teaching and Applied Linguistics
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/ijeltal.v6i2.1136

Abstract

This case study aimed to find out the implementation of a genre pedagogy under systemic functional linguistics (SFL) framework or under Sydney School to teach the English language to young English as a Foreign Language (EFL) learners of English Village of Parit Baru, Kubu Raya, West Kalimantan. Fifty-two young EFL learners were involved in this study. The data collection used two instruments, namely participant observations and documentation. The data analysis reveals that genre pedagogy elements could help the young EFL learners in constructing and communicating their texts independently. Also, the learners’ texts are following the schematic structures and linguistic features of the spoken genres the learners learned. To help the learners to cope with the teaching activities, songs and games activities were used to build their interest in the English language, new vocabulary, and practices to communicate their texts. This means that a genre pedagogy under the SFL framework could be integrated with joyful activities that not only provide guidance but also promote enjoyable learning in building the English language capacities of the young EFL learners in a non-formal educational context.