Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PROBLEMATIKA PENERAPAN KONTRAK MUDHARABAH PADA PEMBIAYAAN DI PERBANKAN SYARIAH Kaswinata; Asmuni; Tuti Anggraini
Jurnal Tabarru': Islamic Banking and Finance Vol. 6 No. 1 (2023): Jurnal Tabarru' : Islamic Banking and Finance
Publisher : Department of Islamic Banking, Faculty of Islamic Studies, Islamic University of Riau (UIR)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/jtb.2023.vol6(1).13286

Abstract

Dalam lembaga keuangan syariah telah diperkenalkan beberapa instrumen keuangan sebagai pengganti instrumen bunga. Instrumen tersebut adalah sebuah instrumen yang lebih mengedepankan prinsip bagi hasil (profit and loss sharing). Diantara prinsip bagi hasil yang paling menonjol dan bahkan paling populer adalah kontrak mudharabah. Para ulama dan pakar berpendapat bahwa bank syariah merupakan bank yang berprinsip utama bagi hasil, sehingga pembiayaan bagi hasil harus lebih diutamakan dan dominan dibandingkan dengan pembiayaan non-bagi hasil. Namun temuan di lapangan dan praktek yang ditemukan bahwa pembiayaan murabahah lebih mendominasi pembiayaan yang lainnya termasuk pembiayaan berbasis bagi hasil (mudharabah dan musyarakah). Berdasarkan temuan awal inilah peneliti ingin menguraikan problematika akad mudharabah pada skim pembiayaan. Untuk menemukan jawaban penelitian tersebut, peneliti menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif, dengan sumber data sekunder. Hasil penelitian ini mengungkapkan beberapa problematika penerapan kontrak mudharabah pada pembiayaan antara lain : dominasi bank syariah yang begitu kuat terhadap nasabah, ketidakserasian antara bank dan nasabah, maksimalisasi laba melalui akad murabahah, akhlak, moral, dan kejujuran nasabah, resiko investasi relatif tinggi, masalah prinsipal-agen, sumber daya insani yang tidak mendukung serta ketidaktersediaan informasi kinerja bisnis yang mendalam.
DAMPAK IKHTIKAR DAN RISYWAH DALAM PEREKONOMIAN Yusron Ali Sya’bana; Asmuni; Tuti Anggraini
Jurnal Tabarru': Islamic Banking and Finance Vol. 6 No. 1 (2023): Jurnal Tabarru' : Islamic Banking and Finance
Publisher : Department of Islamic Banking, Faculty of Islamic Studies, Islamic University of Riau (UIR)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/jtb.2023.vol6(1).13287

Abstract

Di kalangan masyarakat sudah hampir membudaya, seringkali sesuatu yang telah jelas keharamannya dianggap menjadi sesuatu yang lumrah. Sehingga tatkala ada orang yang melakukannya, ia tidak sedikitpun merasa bersalah/berdosa. Sistem Islam melarang setiap aktivitas perekonomian tak terkecuali jual beli (perdagangan) yang mengandung unsur paksaan, mafsadah seperti ikhtikar (penimbunan) dan praktek risywah (suap) untuk memuluskan hal yang diinginkan. Temuan awal peneliti bahwa ikhtikar dan risywah sangat terkait dengan sistem perekonomian dan berdampak begitu luas dengan masyarakat. Untuk itu peneliti akan menggali dampak ikhtikar dan risywah pada sektor ekonomi secara lebih luas. Untuk menjawab problematika yang ada, peneliti menggunakan penelitian kualitatif deskriptif dengan data sekunder yang telah dipublikasikan sebelumnya. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa ada titik kesamaan dampak antara dua kejahatan praktek terlarang dalam ekonomi ini, yakni dari aspek hukum, harga barang/jasa, makro ekonomi, sosial masyarakat, agama dan negara.
‘Urf Analysis on Electronic Money (E-Money) Use (Study Case: Lecturer of Economics and Islamic Business UIN North Sumatra Medan) Nurul Jannah; Asmuni; Tuti Anggraini
Islamic Economics Journal Vol. 8 No. 01 (2022): Islamic Economics Journal
Publisher : Faculty of Economics and Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Circulating government regulations regarding the use of e-money, people began to obey them by using e-money until finally the use of e-money has become a habit for the majority of Indonesian people. The basic law of muamalah in Islam is permissible until there is a proposition that prohibits it, so with this shift in habit, whether custom or in ushul fiqh science is called 'urf,. This study aims to analyze 'urf on the use of electronic money (e-money) at the lecturers of the Islamic economics and business faculty of UIN North Sumatra Medan, this qualitative research uses the case study method. The researcher conducted observations on all permanent lecturers of the undergraduate program and of the sixty-two lecturers of the Faculty of Economics and Islamic Business, State Islamic University of North Sumatra Medan, the researcher will conduct interviews only with ten representatives of lecturers of the Faculty of Economics and Islamic Business, State Islamic University of North Sumatera, Medan with criteria ranging from 25-40 years old and the lecturer understands about electronic money and has used electronic money (emoney) outside of campus mandatory transactions. This study results that the use of e-money is included in the 'urf sahih category, which means that the use of e-money is a habit that does not conflict with the arguments of the Qur'an and Hadith, the use of e-money also includes 'urf 'amm which means e-money known, known, agreed upon and applied by the majority of the community, the use of e-money also provides benefits to the community. So the use of e-money is an 'urf that can be used as the basis for legal determination.