Benny Rahmawan Noviadji
Institut Informatika Indonesia Surabaya

Published : 26 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Perancangan Microblog Instagram Tentang Kesehatan Jantung Untuk Usia 18-22 Tahun Arjuna Bangsawan; Benny Rahmawan Noviadji; Brenda Aprilia Spanic
Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol 6, No 1 (2023): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/vh.v6i1.8881

Abstract

Jantung merupakan salah satu organ penting dalam tubuh manusia yang bertugas mengalirkan darah, yang harus dijaga dan dirawat setiap individu agar aktivitas dapat berjalan optimal. Namun banyak masyarakat kurang peduli terhadap kesehatan jantungnya terutama usia 18-22 tahun yang kurang sadar untuk merawatnya. Penelitian ini dilakukan agar dapat merancang ilustrasi yang efektif pada microblog di platform Instagram untuk usia 18-22 tahun dengan membahas teori umum seputar kesehatan jantung. Perancangan ini dilakukan dengan pengumpulan data primer dan sekunder yaitu wawancara dokter spesialis jantung dan psikolog serta beberapa sumber seperti buku, jurnal dan internet. Tahapan perancangan ini menggunakan design thinking dengan 5 tahapan yaitu empathize, define, ideate, prototype dan test. Hasil akhir perancangan ini berupa konten microblog dalam akun Instagram yaitu jantung.sahabatku. Dengan media utama feed Instagram berjumlah 90, story Instagram berjumlah tiga set, reels Instagram berjumlah tiga set, filter Instagram berjumlah dua dan gif Instagram berjumlah tiga.Media digital maupun cetak sebagai media pendukung yaitu wallpaper smartphone, stiker Whatsapp, tumbler, notebook, gantungan kunci, tote bag, kaos, x-banner, stiker dan magnet kulkas. Perancangan ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan kepedulian usia 18-22 tahun untuk menjaga kesehatan jantung lebih baik lagi. 
Perancangan Animasi Stop Motion Sebagai Media Edukasi Untuk Memahami Aturan Sensor Tayangan Televisi Bagi Remaja Usia 12 — 21 Tahun Benny Rahmawan Noviadji; Briantito Adiwena; Fernando Andriyanto
Artika Vol. 7 No. 2 (2023): November 2023
Publisher : Center for Research and Community Service, Institut Informatika Indonesia (IKADO) Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34148/artika.v7i2.755

Abstract

Sensor pada tayangan televisi berfungsi untuk membatasi informasi dan pesan yang tidak sesuai dengan norma yang berlaku, Akan tetapi, saat ini banyak masyarakat yang belum memahami aturan dan ketentuan tentang sensor tersebut. Keterbatasan ini telah memicu anggapan bahwa efektifitas sensor televisi di Indonesia sangat menyimpang dari tujuan utama. Dan juga banyak munculnya suatu fenomena anggapan sensor alay, sensor berlebihan dan tidak tepat sasaran. Oleh karena itu maka diperlukan suatu media yang mampu berperan dalam menjembatani masyarakat dengan lembaga sensor terkait dengan cara memberikan edukasi mengenai aturan dan ketentuan sensor televisi Metode penelitian berupa metode campuran, yaitu dengan wawancara langsung dan melalui penyebaran kuesioner. Metode perancangan yang dilakukan adalah ide cerita, pembuatan figur dengan bahan clay, proses digital dan editing. Hasil dari perancangan ini berupa tayangan video iklan layanan masyarakat sebanyak 3 episode dengan durasi 6 menit. Video ditayangkan melalui Youtube dengan target penonton utama remaja. Dikemas dengan gaya stop motion dengan tujuan agar penonton tidak merasa bosan dan fokus dengan penjelasan tentang tujuan sensor.
Perancangan Buku Ilustrasi Sebagai Sarana Edukasi dan Dukungan Sosial Terhadap Penderita Skizofrenia Swesti Anjampiana Bentri; Benny Rahmawan Noviadji; Samuel Indra Kristiawan
Artika Vol. 8 No. 1 (2024): Juli 2024
Publisher : Center for Research and Community Service, Institut Informatika Indonesia (IKADO) Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34148/artika.v8i1.858

Abstract

Gangguan kejiwaan dapat dapat dialami setiap orang dan mengakibatkan gangguan cara berpikir, merasa, perilaku dan interaksi. Skizofrenia adalah gangguan jiwa berat yang bersifat kronis. dimana penderita mengalami kesulitan untuk membedakan antara realita dan delusi atau waham maupun halusinasi yang dialami. Saat ini masih banyak yang belum memahami tentang skizofrenia, sehingga memerlukan media untuk mengenalkan atau mengedukasi tentang skizofrenia. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka dilakukan perancangan media edukasi akan pentingnya dukungan sosial terhadap penderita skizofrenia berupa buku ilustrasi yang ditujukan kepada kalangan remaja hingga dewasa. Tujuan karya ini adalah agar mereka sebagai orang terdekat dapat memahami apa itu skizofrenia dan bagaimana menanganinya. Proses perancangan dimulai dari riset data melalui wawancara dengan seorang psikiater. Selain itu juga melalui observasi terhadap salah satu penderita. Pengumpulan data sekunder didapatkan dari beberapa sumber seperti buku, jurnal dan artikel. Proses pembuatan karya dimulai dari penyusunan materi buku, desain karakter, sketsa, layout. Hingga dihasilkan karya berupa buku ilustrasi berisi 60 halaman sebagai media utama. Melalui perancangan buku ilustrasi ini diharapkan kalangan remaja dan dewasa dapat lebih memahami skizofrenia dan penangannanya, sehingga memberikan dampak positif bagi penderita untuk bisa berfungsi dengan baik dalam kehidupan.
Analisis Hermeneutika Gadamer Karya-Karya Lukisan Roby Dwi Antono Dalam Pameran “Lucid Fragments" Noviadji, Benny Rahmawan
Journal of Contemporary Indonesian Art Vol 8, No 2 (2022)
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jocia.v8i2.7542

Abstract

Hermeneutika merupakan kegiatan untuk menyingkap makna sebuah teks, dimana teks dapat dipahami sebagai jejaring makna atau simbol-simbol. Gadamer, seorang tokoh hermeneutika berpendapat bahwa memahami merupakan proses yang terus melibatkan peleburan dari berbagai horizon. Karya seni, khususnya seni lukis merupakan objek yang dapat dipahami secara fleksibel dengan melibatkan horizon masa lampau dan masa sekarang. Tulisan ini bertujuan untuk menelaah makna teks lukisan Pop-Surealisme karya Roby Dwi Antono melalui pameran tunggalnya bertajuk “Lucid Fragments” sebagai representasi dari dua kekuatan, dimana simbolisme yang jelas (lucid) memvisualisasikan pecahan (fragments) dari ingatan masa lalu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan hermeneutika Gadamer yang menekankan analisisnya pada konsep historis, dialektis, prasangka dan linguistik. Hasil analisis melalui pendekatan hermeneutika gadamer menunjukan bahwa “Lucid Fragments” memiliki makna historis yaitu menceritakan tentang keadaan seniman dan kenangan masa lalu sebagai latar belakang terwujudnya karya. Makna dialektis karya lukis Roby merupakan alegori kehidupan sebagai representasi dari nostalgia pahit manisnya kehidupan masa lalu. Makna prasangka karya Roby merupakan bentuk dekonstruksi karya pop-surealisme melalui ragam kebaruanyang dihadirkan dalam karya. Sedangkan makna linguistik terdapat pada penyampaian bahasa visual pada setiap karya, hal ini memaknai bahwa representasi kenangan-kenangan masa lalu dapat menjadi refleksi bagi umat manusia sebagai motivasi diri untuk mewujudkan perubahan yang positif bagi kehidupan masa sekarang dan yang akan datang.
Perancangan Buku Ilustrasi sebagai Media Pengenalan Bidang Keilmuan Desain Benny Rahmawan Noviadji; Angga Hendrawan
Jurnal Desain Vol 8, No 2 (2021): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1447.505 KB) | DOI: 10.30998/jd.v8i2.7930

Abstract

PERANCANGAN BUKU ILUSTRASI TENTANG SPESIES LAUT TERANCAM PUNAH DI INDONESIA : Sebagai Media Edukasi Untuk Anak Usia 9-12 Tahun Arjuna Bangsawan; Benny Rahmawan Noviadji; Marcellino Kurniawan
BARIK Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jdkv.v8i1.82367

Abstract

ABSTRAK: Indonesia dikenal sebagai negara dengan keanekaragaman hayati laut yang tinggi karena posisinya yang strategis di antara dua samudra serta ribuan pulau yang dimiliki. Namun, tingginya ancaman terhadap spesies laut yang terancam punah tidak diimbangi dengan kesadaran masyarakat, terutama anak-anak. Minimnya media edukasi visual yang menarik dan sesuai dengan usia anak menjadi salah satu penyebab kurangnya pengetahuan generasi muda mengenai isu konservasi laut. Penelitian ini bertujuan merancang buku ilustrasi edukatif yang ditujukan bagi anak usia 9–12 tahun. Pengumpulan data dilakukan melalui pendekatan primer (wawancara dengan narasumber dari KKP, lembaga konservasi, dan tenaga pendidik) serta sekunder (literatur, observasi buku anak, dan kuesioner terhadap 123 responden anak). Proses perancangan menggunakan metode Design Thinking melalui lima tahapan: empathize, define, ideate, prototype, dan testing. Hasil akhir berupa buku ilustrasi berukuran 25 × 16 cm yang memuat 16 spesies laut, dilengkapi media pendukung seperti poster dan desain promosi. Uji coba terhadap 35 siswa menunjukkan respons positif terhadap isi dan tampilan buku, meskipun ditemukan masukan pada bagian layout dan penyampaian informasi. Buku ini diharapkan dapat menjadi sarana edukatif yang efektif dalam meningkatkan kesadaran anak-anak terhadap pelestarian spesies laut Indonesia. Kata Kunci: Buku Ilustrasi, Spesies Laut Terancam punah, Edukasi, Anak Usia 9-12 Tahun ABSTRACT: Indonesia is known for its rich marine biodiversity due to its strategic location between the Indian and Pacific Oceans and its thousands of islands. However, the increasing threats to endangered marine species are not matched by public awareness, especially among children. The lack of engaging, age-appropriate educational media contributes to the declining knowledge of marine conservation among younger generations. This study aims to design an educational illustrated book for children aged 9–12 years. Data collection involved both primary and secondary approaches, including interviews with representatives from the Ministry of Marine Affairs and Fisheries, marine conservation organizations, and elementary school educators. Additional data were gathered through literature studies, bookstore observations, and questionnaires distributed to 123 children. The design process followed the five stages of the Design Thinking method: empathize, define, ideate, prototype, and testing. The final product is a 25 × 16 cm illustrated book featuring 16 endangered marine species, supported by promotional and visual media. User testing with 35 students showed positive responses to the book's content and visuals, although some suggestions were made for layout improvement. The book is expected to serve as an effective educational tool to foster children's awareness and knowledge of Indonesia's marine species conservation. Keywords: Illustration Book; Endangered Marine Species; Education; Children Aged 9–12