Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENGARUH SIKAP BAHASA TERHADAP KESANTUNAN BERBAHASA MAHASISWA IKIP PGRI PONTIANAK Sulastriana, Elva
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 4, No 1 (2015): Jurnal Pendidikan Bahasa
Publisher : Jurnal Pendidikan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.302 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pengaruh sikap bahasa terhadap kesantunan berbahasa mahasiswa IKIP PGRI Pontianak. Penelitian ini menggunakan metode survey. Sampel dalam penelitian ini adalah 43 orang mahasiswa Pogram Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Data diperoleh dari lembar observasi dan angket. Penilaian dilakukan dengan menggunakan skala likert. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif dengan menggunakan teknis analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap bahasa berpengaruh positif terhadap kesantunan berbahasa mahasiswa. Penemuan ini merekomendasikan bahwa pengembangan sikap bahasa akan meningkatkan kesantunan berbahasa mahasiswa.  Kata kunci:  sikap bahasa dan kesantunan berbahasa. 
SIKAP BAHASA DAN PEMILIHAN BAHASA MAHASISWA URBAN DI IKIP PGRI PONTIANAK Sulastriana, Elva
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol 6, No 2 (2017): Jurnal Pendidikan Bahasa
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.865 KB) | DOI: 10.31571/bahasa.v6i2.648

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan sikap bahasa  dan pemilihan bahasa mahasiswa urban Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia IKIP PGRI Pontianak. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif. Sampel diperoleh sebanyak 151 orang dari keseluruhan populasi dengan menggunakan teknik acak. Alat pengumpul data menggunakan angket dan lembar observasi. Teknik analisis data menggunakan perhitungan rata-rata dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) 94% mahasiswa urban bersikap positif terhadap bahasa ibu; (2) 76% mahasiswa urban bersikap positif terhadap bahasa Melayu Dialek Pontianak; (3) 63% mahasiswa urban bersikap positif terhadap bahasa daerah lainnya; (4) 90% mahasiswa urban bersikap positif terhadap bahasa Indonesia; dan (5) 86% mahasiswa urban memilih menggunakan bahasa ibunya dengan teman yang berasal dari daerah yang sama dalam situasi pembicaraan yang bersifat emosional, topik pembicaraan yang bersifat pribadi, dan setting pembicaraan di dalam rumah. Kata Kunci: sikap bahasa, pemilihan bahasa, urban.
PELATIHAN MEMANDU ACARA PADA SISWA SMP PANCASILA SUNGAI KAKAP Sulastriana, Elva; Hartati, Mesterianti; Yuda, Ramadhan Kusuma
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2018): GERVASI: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.049 KB)

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian adalah: (1) Meningkatkan wawasan dalam memandu acara dengan baik, maksimal, serta mampu menjadi pemandu acara yang profesional yang memahami tentang kedisiplinan dan tanggung jawab dalam melaksanakan tugasnya; (2) Menjadi motivasi bagi mitra agar dapat memberdayakan siswanya yang berpotensi dalam memandu acara untuk dilibatkan dalam kegiatan sekolah; dan (3) Terbentuknya rasa percaya diri, keberanian, dan keterampilan mendasar pada masing-masing siswa untuk memandu acara. Sasaran kegiatan pengabdian adalah siswa kelas VII SMP Pancasila yang berjumlah 22 orang. Kelas tersebut dipilih karena memiliki banyak kekurangan dalam memandu acara, sehingga memerlukan  bimbingan dan pengarahan yang intensif. Metode yang digunakan dalam kegiatan adalah demonstrasi dan diskusi. Hasil kegiatan pelatihan dapat terlaksana dengan efektif. Pihak sekolah dan para peserta menunjukkan kerja sama yang sangat baik dalam mendukung kegiatan pelatihan. Peserta masih memiliki kekurangan dalam proses memahami teori dan mempraktikkannya dalam kegiatan memandu acara, namun peserta memiliki semangat yang baik dalam belajar.Kata Kunci: pelatihan, pemandu acara, demonstrasi, diskusi.
PELATIHAN PENULISAN SASTRA LISAN PESISIR DI SANGGAR PATIH GUMANTAR KABUPATEN MEMPAWAH Kusnita, Sri; Uli, Indriyana; Yuniarti, Netti; Lizawati, Lizawati; Sulastriana, Elva
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2024): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v8i1.6481

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di Sanggar Patih Gumantar Kabupaten Mempawah Provinsi Kalimantan Barat. Tujuan kegiatan untuk meningkatkan minta menuliskan kembali sastra lisan pesisir khususnya cerita rakyat yang ada di masyarakat Kabupaten Mempawah. Hal tesebut dilakukan  sebagai upaya untuk pelestarian cerita rakyat Kabupaten Mempawah. Metode pelaksanaan pada kegiatan dilaksanakan melalui 3 tahapan.Tahapan pertama, adalah tahap persiapan yaitu, menganalisis permasalahan yang ada. Tahapan kedua adalah pelaksanaan program dan ketiga adalah tahapan evaluasi dilakukan untuk melihat ketercapaian target pengabdian. Jumlah peserta kegiatan berjumlah 30 peserta merupakan anggota sanggar. Pelaksana kegiatan berjumlah 5 orang. Adapun hasil pelaksanaan kegiatan berupa 92% peserta memiliki minat untuk menulis karya sastra, 76% peserta merasa mudah dalam mengembangkan ide cerita, 90% peserta menyatakan mengetahui cerita rakyat di Kabupaten Mempawah dan 94% peserta menilai bahwa pelatihan yang dilakukan sudah efektif.
PESAN EKOLOGIS DALAM NOVEL NGAYAU (MISTERI MANUSIA KEPALA MERAH CHEU FUNG THEU) KARYA MASRI SAREB PUTRA DAN M.S GUMELAR PENDEKATAN EKOKRITIK Sulastriana, Elva; Yuniarti, Netti; Kusnita, Sri
Jurnal Pendidikan Bahasa Vol. 14 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan Bahasa
Publisher : IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/bahasa.v14i1.9115

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pesan ekologis dalam novel Ngayau (Misteri Manusia Kepala Merah Cheu Fung Theu) Karya Masri Sareb Putra dan M.S. Gamelar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan analisis isi (content analisis) ekokritik. Data dan sumber data dalam penelitian ini adalah kutipan teks yang terdapat dalam novel Ngayau karya Cheu Fung Theu yang diterbitkan di Tanggerang, Banten pada tahun 2014 oleh Entertainment Essence Center yang terdiri dari 368 halaman. Hasil penelitian yaitu berupa penggambaran lanskap alam yang kontras antara keindahan dan kerusakan, interaksi kompleks antara manusia dan lingkungan, serta peringatan mendalam tentang degradasi lingkungan dan hilangnya kearifan lokal. Novel ini berfungsi sebagai alat kritik sosial terhadap eksploitasi alam yang merajalela di Kalimantan Barat. Dengan demikian, Ngayau dapat dianggap sebagai ekokritis yang mengajak pembaca untuk merenungkan kembali hubungan mereka dengan alam dan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem.
Preservation of Indonesian in the border area of Aruk, Indonesia and Sarawak, Malaysia Sulastriana, Elva; Herlina, Herlina; Hariadi, Try
Bahasa dan Seni: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Pengajarannya Vol. 50, No. 2
Publisher : citeus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

West Kalimantan is one of the provinces in Indonesia which has three border areas with Malaysia. Community interactions between countries that have been going on for centuries undeniably lead to language contact which results in people choosing local language so that communication can run effectively. The purpose of this study was to determine the variety of language used around the area, language attitudes, and the preservation of Indonesian in the border area of Aruk, Indonesia and Sarawak, Malaysia. Quantitative and qualitative methods were used in which the data were obtained through observation, questionnaires, and interviews with a total of 150 respondents. The results show that the variety of languages used by students, traders and government circles as the target speakers is Indonesian. Furthermore, the language serves as an instructional language in education settings, the language of communication, a unifying tool as well as the language of govern­ment administration, while the other local and regional languages are used in certain limited contexts. Regarding the attitudes, the people on the border of Aruk, Indonesia and Malaysia show a very positive attitude towards Indonesian. The defense strategy is carried out by students, traders, and the local government.