Guruh Sri Pamungkas, Guruh Sri
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGEMBANGAN USAHA BUDIDAYA LELE DI DESA DOPLANG, SAWIT, KABUPATEN BOYOLALI MELALUI PRODUKSI PAKAN IKAN BERUPA PELET SECARA MANDIRI DARI KOTORAN AYAM PETELUR Pamungkas, Guruh Sri; Pamungkas, Guruh Sri; Kresnadipayana, Dian; Mulyowati, Tri
WARTA WARTA LPM, Vol. 21, No. 2, September 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.365 KB) | DOI: 10.23917/warta.v21i2.5315

Abstract

Untuk membantu menyelesaikan persoalan mahalnya pakan pellet buatan pabrik di Kelompok Budidaya Lele Desa Doplang, Sawit, Kabupaten Boyolali maka dilaksanakan kegiatan IbM dalam bentuk kegiatan pembimbingan, pendampingan dan pelatihan bagi mitra. Metode yang digunakan untuk pencapaian tujuan tersebut adalah suatu proses alih teknologi dan dilaksanakan melalui penyuluhan, demonstrasi, praktik, dan pendampingan yang berkesinambungan. Ipteks yang ditransfer dalam program ini meliputi perancangan sepaket mesin pencetak pelet, proses analisis proximat bahan baku dan kotoran ayam, proses pengeringan dan pembuatan tepung dari kotoran ayam, proses formulasi bahan baku, pembuatan pakan ikan lele berupa pelet, pengeringan pelet dan uji lapangan pada ternak, evaluasi dan monitoring. Hasil dari pengabdian IbM ini cukup signifikan terhadap penurunan biaya pakan dari yang selama ini seharga Rp. 9300,- per kg menjadi Rp. 6000,- dengan Protein Kasar (PK) masih diatas 27 % . Hasil budidaya masih bisa bersaing dengan pakan komersial (pabrikan) dengan FCR (Feed Comsumption Rate)  yang kecil sehingga produktivitas dan efesiensi meningkat karena harga pakan yang diproduksi lebih murah sekitar 35% dibanding harga pabrik. Keuntungan juga didapatkan bagi kelompok peternak ayam bisa memproduksi bahan pakan berupa kotoran ayam serbuk (konsentrat) dengan harga Rp. 400,- per kg sehingga meningkatkan nilai jual dari kotoran ayam petelur dari Rp. 7000,- per karung 50 kg menjadi Rp. 20.000 per karung 50 kg.
PENGEMBANGAN USAHA BUDIDAYA LELE DI DESA DOPLANG, SAWIT, KABUPATEN BOYOLALI MELALUI PRODUKSI PAKAN IKAN BERUPA PELET SECARA MANDIRI DARI KOTORAN AYAM PETELUR Pamungkas, Guruh Sri; Pamungkas, Guruh Sri; Kresnadipayana, Dian; Mulyowati, Tri
WARTA WARTA LPM, Vol. 21, No. 2, September 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.365 KB) | DOI: 10.23917/warta.v21i2.5315

Abstract

Untuk membantu menyelesaikan persoalan mahalnya pakan pellet buatan pabrik di Kelompok Budidaya Lele Desa Doplang, Sawit, Kabupaten Boyolali maka dilaksanakan kegiatan IbM dalam bentuk kegiatan pembimbingan, pendampingan dan pelatihan bagi mitra. Metode yang digunakan untuk pencapaian tujuan tersebut adalah suatu proses alih teknologi dan dilaksanakan melalui penyuluhan, demonstrasi, praktik, dan pendampingan yang berkesinambungan. Ipteks yang ditransfer dalam program ini meliputi perancangan sepaket mesin pencetak pelet, proses analisis proximat bahan baku dan kotoran ayam, proses pengeringan dan pembuatan tepung dari kotoran ayam, proses formulasi bahan baku, pembuatan pakan ikan lele berupa pelet, pengeringan pelet dan uji lapangan pada ternak, evaluasi dan monitoring. Hasil dari pengabdian IbM ini cukup signifikan terhadap penurunan biaya pakan dari yang selama ini seharga Rp. 9300,- per kg menjadi Rp. 6000,- dengan Protein Kasar (PK) masih diatas 27 % . Hasil budidaya masih bisa bersaing dengan pakan komersial (pabrikan) dengan FCR (Feed Comsumption Rate)  yang kecil sehingga produktivitas dan efesiensi meningkat karena harga pakan yang diproduksi lebih murah sekitar 35% dibanding harga pabrik. Keuntungan juga didapatkan bagi kelompok peternak ayam bisa memproduksi bahan pakan berupa kotoran ayam serbuk (konsentrat) dengan harga Rp. 400,- per kg sehingga meningkatkan nilai jual dari kotoran ayam petelur dari Rp. 7000,- per karung 50 kg menjadi Rp. 20.000 per karung 50 kg.
PENGARUH BIO SOLID 17 BERBASIS POME TERHADAP PH, KAPASITAS TUKAR KATION, DAN KAPASITAS MENAHAN AIR TANAH INCEPTISOL Jaya, Galang Indra; Pamungkas, Guruh Sri; Gunawan, Sri; Wirianata, Herry; Santi, Idum Satia; Ardiyanto, Adhy; Kurniawan, Agung; Avianto, Yovi; Putra, Arief Panca; Aji, Novan Pramana
Jurnal Penelitian Pertanian Terapan Vol 25 No 4 (2025)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jppt.v25i4.4654

Abstract

Inceptisols are widely distributed in tropical regions, including Indonesia, and are characterized by high rainfall and intensive weathering. These conditions promote severe nutrient leaching, low cation exchange capacity (CEC), and moderately to slightly acidic soil pH, thereby limiting nutrient availability, fertilizer-use efficiency, and crop productivity, particularly in oil palm (Elaeis guineensis) plantations. This study aimed to evaluate the effects of BIO SOLID 17, an organic soil conditioner derived from palm oil mill effluent (POME) sludge, on the chemical and physical properties of Inceptisol through a controlled incubation experiment. A two-month laboratory incubation was conducted using a randomized complete block design with five application rates of BIO SOLID 17 (0, 5, 10, 15, and 20 kg ha⁻¹), each with five replications. Observed parameters included soil pH, cation exchange capacity (CEC), and water-holding capacity (WHC), which were analyzed using standard methods. The results demonstrated that BIO SOLID 17 application significantly improved Inceptisol soil quality in a dose-dependent manner. Soil pH increased from strongly acidic conditions (4.85) in the control to near-neutral levels (6.19) at the highest application rate. Soil CEC also increased significantly from 34.41 to 47.49 cmolc kg⁻¹, indicating enhanced nutrient retention capacity. In addition, soil water-holding capacity increased from 46.82% to 55.81%, reflecting improvements in soil aggregation and moisture retention. Overall, BIO SOLID 17 shows strong potential as a sustainable organic soil amendment for improving the chemical and physical fertility of Inceptisol. The utilization of POME-based materials supports circular economy principles by converting agro-industrial waste into value-added agricultural inputs. Further field-scale studies are recommended to confirm effectiveness and determine optimal application rates under oil palm plantation systems.