Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pengembangan Sensor Elektrokimia Berbasis Material Nano untuk Deteksi Ion Timbal (Pb²⁺) Menggunakan Sistem Elektronika Terintegrasi Rahmawati, Asde; Nurjanah, Siti; Fahrizal, Fahrizal; Marta Putri, Dila; Ikhsan, M; Wajhi Akramunnas, Bastul
SURYA TEKNIKA Vol 12 No 1 (2025): JURNAL SURYA TEKNIKA
Publisher : Fakultas Teknik UMRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jst.v12i1.9544

Abstract

Electrochemical sensors are a reliable method for detecting the presence of heavy metal ions such as lead (Pb²⁺) in aquatic environments. In this study, a sensor was developed based on a carbon paste electrode modified with ZnO nanomaterials and polyaniline, and integrated with a data acquisition system using a microcontroller. Voltammetric characterization results showed that the sensor could detect Pb²⁺ with high sensitivity at low concentrations. This system is expected to be applied for real-time and portable water quality monitoring.
Penggunaan Sensor Tegangan Terhadap Penentuan Lokasi Gangguan Saluran Transmisi 150 kV Septiyeni, Tesya Uldira; Rahmawati, Asde; Fahrizal, Fahrizal; Wajhi Akramunnas, Basthul; Yuni Safitri, Wiwit
SURYA TEKNIKA Vol 12 No 2 (2025): JURNAL SURYA TEKNIKA
Publisher : Fakultas Teknik UMRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37859/jst.v12i2.10697

Abstract

Sistem transmisi yang Panjang dan berada di daerah terbuka sering mengalami gangguan, dengan alokasi gangguan yang cukup sulit karena membutuhkan waktu yang cukup lama serta sering tidak akurat. Pada penelitian ini, diuji penggunaan sensor tegangan yaitu Coupling Capacitor Voltage Transformer menggunakan tiga jenis jumlah sampling yaitu 10 kHz, 500 kHz, dan 1 MHz. Adapun data yang digunakan yaitu system transmisi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Maninjau hingga Gardu Induk Pauh Limo. System gangguam yang dimodelkan yaitu gangguan satu fasa tanah, dua fasa, dua fasa tanah, tiga fasa, tiga fasa tanah, dan surja petir. Hasil yang diperoleh variasi jumlah sampling 1 MHz lebih efektif dengan nilai error yang lebih kecil sehingga nilai akurasi yang dihasilkan lebih tinggi dibandingkan dengan jumlah sampling 10 kHz dan 500 kHz.