Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH EDUKASI TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN KELUARGA TENTANG CARA MENGENAL KEKAMBUHAN PADA PASIEN ISOLASI SOSIAL Musfiroh, Apri; Dewi, Eltanina Ulfameytalia; Islamarida, Rista
Jurnal Online Keperawatan Indonesia Vol 8 No 1 (2025): Jurnal Online Keperawatan Indonesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/keperawatan.v8i1.5841

Abstract

Latar belakang: Isolasi sosial adalah kondisi di mana penderita skizofrenia menarik diri dari interaksi sosial dan menjadi pasif dalam aktivitas sehari-hari, memperburuk kondisi mental mereka. Edukasi kepada keluarga mengenai cara mengenali tanda-tanda kekambuhan pada pasien isolasi sosial sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan keluarga. Salah satu faktor mengurangi kekambuhan dan meningkatkan kualitas hidup adalah dengan peningkatan pengetahuan pada keluarga dan pasien. Tujuan: Untuk Mengetahui pengaruh edukasi terhadap tingkat pengetahuan keluarga tentang cara mengenal kekambuhan pada pasien isolasi sosial. Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan Quasi experimental dengan Design one group pretest-posttest design. Jumlah sampel 40 responden merupakan pasien rawat inap dengan isolasi sosial, dengan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan kuisioner tingkat pengetahuan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada nilai rata-rata dari 45,38 pada pretest menjadi 66,85 pada posttest dengan nilai signifikansi 0.000 maka dapat di simpulkan nilainya nilai signifikansi 0.000 adalah < dari 0,05 maka  Ha di terima dengan ada pengaruh edukasi terhadap tingkat pengetahuan keluarga tentang mengenal tanda kekambuhan pada pasien isolasi sosial Kesimpulan: Edukasi yang diberikan memiliki pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan tingkat pengetahuan keluarga tentang cara mengenal kekambuhan pada pasien isolasi sosial
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU ANAK DALAM PERSONAL HYGIENE DI TPA KECAMATAN SEDAYU BANTUL Sari, Dwi Agustina; Dewi, Eltanina Ulfameytalia; Jennifa, Jennifa; Hadi, Selasih Putri Isnawati
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2023 : SIKesNas 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/sikenas.vi.2841

Abstract

Personal hygiene adalah upaya yang dilakukan oleh individu untuk menjaga kebersihan pribadinya agar terhindar dari penyakit. Masih rendahnya daya tahan tubuh anak di usia ini memungkinkan banyaknya penyakit yang akan diderita jika personal hygine anak tidak diperhatikan. Peran pengasuh yaitu sebagai pendidik, panutan, konsultan, pemberi dukungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi Perilaku Anak dalam personal hygiene DI TPA Kecamatan Sedayu, Bantul dengan jumlah populasi 100 orang pengasuh dan sample sebanyak 80 orang pengasuh. Jenis penelitian ini menggunakan desain penelitian Diskriptif Korelasional dengan teknik pengumpulan data melalui kuisioner yaitu google form. Dengan hasil Terdapat hubungan antara usia pengasuh, ketrampilan pengasuh dan sikap pengasuh dengan perilaku anak diTPA kecamatan Sedayu. Kesimpulan: pengasuh yang memiliki usia yang lebih dewasa, ketrampilan dan sikap yang baik berhubungan dengan perilaku anak yang baik dalam personal hygiene. Saran: dengan adanya hasil dari penelitian ini diharapkan untuk bisa meningkatkan ketrampilan dan sikap yang baik tentang personal hygiene pada anak.
Stunting Case Study In Grogol Bejiharjo Karangmojo Gunungkidul D. I. Yogyakarta, Indonesia Based On Routine Blood Examination Fadhilah, Siti; Astuti, Dian Wuri; Dewi, Eltanina Ulfameytalia; Muhajir, Nurlaili Farida
Jurnal EduHealth Vol. 13 No. 02 (2022): Jurnal eduHealth, Periode Oktober - December, 2022
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.866 KB)

Abstract

Background: Stunting is defined as the condition of the nutritional status of toddlers who have a height that is classified as less when compared to age. The prevalence rate of stunting under five nationally in 2021 is 24.4%. Objective: The research aims to describe stunting cases in Grogol Bejiharjo Karangmojo Gunung Kidul D.I.Yogyakarta Indonesia based on routine blood tests. Methods: The design of this study used observational analysis with the independent-T test. The number of respondents involved as many as 14 respondents with the purposive sampling method. Results: The number of respondents categorized as stunting based on measurements of height per age (TB/U) was 64.3% consisting of concise and short nutritional status. This number is higher than those who are not stunted (normal), which is 35.7%. The number of leukocytes in the low-stunted group tends to be lower than in the normal (non-stunted) group, as well as the parameters of the lymphocyte count examination that the average result is higher in the stunting group compared to the normal (non-stunted) group. There was a significant difference in the average hemoglobin level between the stunting and non-stunted groups because of the p-value <0.05. A significant difference was also found in the mean hematocrit value between the stunted and non-stunted groups because of the p-value <0.05. Conclusion: statistical differences in hemoglobin levels and hematocrit values between groups. Other blood test parameters were not statistically different.